close

Berita Desa

BencanaBerita Desa

Waspada! Longsor Batu Terjang Pemukiman Desa Bubak Pekalongan, Polisi Siaga di Lokasi

template berita foto warta desa

PEKALONGAN, Warta Desa.  – Kepanikan melanda warga Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan pada malam hari setelah material batu besar dan tanah longsor menerjang kawasan pemukiman. Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba ini mengakibatkan akses jalan setapak di sekitar rumah penduduk tertutup total oleh material longsoran.

Longsoran tersebut diduga kuat terjadi akibat kondisi tanah yang labil setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Dalam suasana gelap dan medan yang licin, material berupa batu berukuran besar tampak berserakan sangat dekat dengan dinding rumah warga, sehingga meningkatkan risiko bagi keselamatan penduduk setempat.

Merespons kejadian tersebut, petugas kepolisian bersama warga segera melakukan peninjauan di lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali. Dalam koordinasi di lapangan, anggota kepolisian memberikan instruksi kepada warga untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat cuaca yang masih belum menentu. Petugas juga memeriksa titik-titik rawan guna memetakan potensi bahaya yang lebih luas.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun total kerugian materiil akibat bencana tersebut. Penanganan awal difokuskan pada pengamanan area dan pemantauan pergerakan tanah, sementara pembersihan material menggunakan alat berat masih dikoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait.

“Warga yang tinggal di daerah rawan longsor, terutama yang berdekatan dengan tebing, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat hujan turun dengan intensitas tinggi,” ujar petugas di lapangan.

Warga yang bermukim di daerah perbukitan dan tebing diimbau untuk selalu waspada, terutama saat hujan lebat turun dalam durasi yang lama. Pihak berwenang diharapkan segera melakukan langkah mitigasi dan pembersihan material agar akses transportasi warga Desa Bubak dapat kembali normal. ***

Pewarta: Andi Purwandi

Editor: Buono

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

selengkapnya
Berita DesaHukum & Kriminal

Warga Desa Bubak Keluhkan Keberadaan Tower Provider: Diduga Rusak Elektronik dan Minim Kompensasi

IMG-20260205-WA0008

BUBAK, KANDANGSERANG – Puluhan warga Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, mulai menyuarakan keresahan terkait keberadaan tower provider telekomunikasi di wilayah mereka. Fasilitas yang seharusnya menunjang komunikasi tersebut justru dituding menjadi biang keladi kerusakan berbagai peralatan elektronik warga sekitar.

Dampak Kerusakan Elektronik Massal

​Warga yang bermukim di sekitar tower mengaku sering mengalami kerugian materiil, terutama saat cuaca buruk. Diduga kuat, tower tersebut menarik sambaran petir yang kemudian arusnya merambat melalui jaringan kabel listrik ke rumah penduduk.

  • Jenis Kerusakan: Lampu, lemari pendingin (freezer), televisi, hingga kerusakan fatal pada panel listrik (box sekring).
  • Insiden Terparah: Salah satu warga melaporkan box listrik milik kerabatnya sempat terbakar meski rumah tidak tersambar petir secara langsung.
  • Faktor Cuaca: Keluhan meningkat tajam setiap memasuki musim penghujan.

​”Lampu dan barang elektronik di rumah sering sekali rusak. Ini jelas sangat merugikan kami, apalagi kawasan ini pemukiman padat,” ujar salah satu warga terdampak kepada awak media, Kamis (5/2/2026).

Tudingan Minimnya Tanggung Jawab dan Transparansi

​Selain masalah teknis, warga juga menyoroti sikap pihak provider yang dinilai tidak akomodatif. Permintaan bantuan sosial sederhana seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) pun kabarnya tidak pernah dipenuhi.

​Keresahan warga kian memuncak dengan munculnya dugaan penyimpangan dana kompensasi. Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menduga adanya praktik monopoli oleh oknum tertentu.

​”Kami menduga ada permainan oknum. Bahkan tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan pihak pemerintah desa atau kepala desa setempat terkait aliran dana kompensasi yang tidak sampai ke warga terdampak,” ungkapnya.

 

Tuntutan Warga kepada Pemerintah

​Warga Desa Bubak kini mendesak pihak pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait di Kabupaten Pekalongan untuk segera bertindak. Ada tiga poin utama yang menjadi tuntutan warga:

  1. Tanggung Jawab Provider: Adanya ganti rugi yang jelas atas kerusakan barang elektronik warga.
  2. Transparansi Perizinan: Penjelasan terbuka mengenai izin pendirian tower dan hak kompensasi lingkungan.
  3. Perlindungan Keamanan: Evaluasi sistem penangkal petir pada tower agar tidak membahayakan jaringan listrik warga.

​Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu itikad baik dari pengelola tower dan mediasi dari pemerintah setempat untuk menyelesaikan konflik yang telah merugikan ekonomi rumah tangga mereka. (Andi Purwandi) 

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Suara Gemuruh Tebing Wadas Kebo Longsor Gegerkan Warga Kandangserang

template berita foto warta desa(3)

KANDANGSERANG, WARTA DESA – Warga Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, sempat dilanda kepanikan hebat pada Rabu malam (4/2/2026). Suara gemuruh misterius yang menggelegar sekitar pukul 20.30 WIB membuat masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Kerasnya suara tersebut dilaporkan terdengar hingga ke wilayah pinggiran Kecamatan Paninggaran, tepatnya di Desa Binangun dan sekitarnya. Kejadian ini menambah ketegangan warga, mengingat hanya berselang dua hari sebelumnya, wilayah tersebut sempat digegerkan oleh peristiwa penemuan warga hanyut dalam kondisi meninggal dunia di Dukuh Harjosari.

Sumber Suara Terungkap

Setelah sempat menjadi tanda tanya besar semalaman, kepastian penyebab suara tersebut akhirnya terungkap pada Kamis (5/2/2026) pagi. Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, sumber suara berasal dari Tebing Wadas Kebo yang mengalami longsor.

Material berupa bongkahan batu besar dan tanah yang runtuh dari ketinggian menimbulkan dentuman keras yang merambat hingga ke desa-desa tetangga.

“Suaranya sangat keras, warga takut terjadi apa-apa jadi langsung keluar rumah. Apalagi sebelumnya baru ada kejadian orang hanyut,” ujar salah satu warga setempat.

Kondisi Terkini dan Imbauan

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa dalam peristiwa longsornya Tebing Wadas Kebo ini:

  • Korban Jiwa: Nihil (Tidak ada).

  • Kerusakan Rumah: Tidak ada laporan kerusakan bangunan warga.

  • Lokasi: Material longsor jatuh jauh dari pemukiman penduduk.

Meskipun tidak ada kerusakan materiel, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat cuaca yang tidak menentu, potensi longsor susulan di area tebing masih mungkin terjadi, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam durasi lama. ***

Pewarta: Andi Purwandi

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

selengkapnya
Berita Desa

PPDI Pekalongan Dorong Pencairan Dana Endapan Kredit, Bank Jateng Tunggu Keputusan Pimpinan

template berita foto warta desa_20260204_173951_0000

KAJEN, WARTA DESA – Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen Bank Jateng Cabang Kajen pada Rabu (4/2/2026). Pertemuan yang berlangsung di kantor Bank Jateng tersebut fokus membahas tuntutan pencairan dana endapan angsuran kredit milik perangkat desa.

Menunggu Keputusan Pimpinan Cabang

​Pihak Bank Jateng menyambut baik pengajuan yang disampaikan oleh PPDI. Namun, manajemen belum bisa memutuskan besaran jumlah dana yang dapat dicairkan. Hal ini dikarenakan kebijakan tersebut harus melalui rapat internal bersama Kepala Pimpinan Cabang yang saat ini sedang berada di luar negeri guna memastikan keamanan dari sisi regulasi perbankan.

​Bank Jateng menjadwalkan pertemuan lanjutan pada Selasa, 10 Februari 2026, untuk menyampaikan hasil keputusan rapat internal kepada perwakilan PPDI.

Tuntutan Perubahan Skema Angsuran

​Dalam forum tersebut, PPDI Kabupaten Pekalongan membawa aspirasi kuat dari para perangkat desa, di antaranya:

  • Pengurangan Masa Pendingan: Mendorong perubahan skema pendingan (endapan) angsuran kredit dari semula enam bulan menjadi hanya satu bulan.
  • Pencairan Segera: Mengajukan pencairan dana pendingan selama lima bulan agar dapat direalisasikan pada bulan Februari 2026 ini.

Komitmen Tertib Administrasi

​Sebagai bentuk timbal balik, PPDI berkomitmen untuk memastikan seluruh Pemerintah Desa di Kabupaten Pekalongan tertib secara administrasi. Hal ini meliputi:

  • ​Melakukan pemindahbukuan sesuai dengan bulan berjalan.
  • ​Menyesuaikan dengan sistem penyaluran Penghasilan Tetap (Siltap) dari BPKD yang kini rutin dilakukan setiap bulan.

​Langkah ini diharapkan menjadi jaminan bagi pihak bank untuk menghapuskan sistem pendingan yang selama ini dianggap memberatkan. PPDI berharap hasil pertemuan pada pekan depan akan membuahkan keputusan yang berpihak pada kesejahteraan perangkat desa di Kabupaten Pekalongan. (Redaksi)

Terkait
Zaenul Mufti dan Dwi Efriyanti Raih Poin Tertinggi Tes Perangkat Desa Pekiringan Alit dan Tambakroto
Zaenul Mufti dan Dwi Efriyanti Raih Poin Tertinggi Tes Perangkat Desa Pekiringan Alit dan Tambakroto

Kejen, Wartadesa. - Zaenul Mufti meraih nilai tertinggi penjaringan calon Kadus Kambangan Desa Pekiringan Alit Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Selain Read more

50 Nasabah UPK Artha Mandiri Raih Penghargaan

Kedungwuni, Wartadesa. - Puluhan nasabah Unit Pengelola Keuangan (UPK) Artha Mandiri, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BKM) Tunas Karya Mandiri, Desa Tangkil Read more

Kapolsek Petungkriyono Ingatkan Penyalahgunaan Dana Desa Akan Berhadapan Hukum

Petungkriyono, Wartadesa. - Kapolsek Petungkriyono, Iptu Felix Prasetyawan mengingatkan para kepala desa untuk tidak menyalahgunakan anggaran Dana Desa (ADD) karena Read more

KNTI Ajak Pemuda Gali Potensi Daerah Pesisir

Pekalongan-Warta Desa- Dewan Pimpinan Daerah Kerukunan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Kabupaten Pekalongan mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Read more

selengkapnya
Berita DesaEkonomi

Tuntut Kelonggaran Pemblokiran Angsuran, PPDI Pekalongan Siapkan RDP dengan Bank Jateng Hari Ini

template berita foto warta desa(2)

KAJEN, WARTA DESA. – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Pekalongan menggelar rapat koordinasi intensif guna mematangkan persiapan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Bank BPD Jawa Tengah. Pertemuan persiapan ini dilangsungkan di Balai Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, pada Rabu (4/2/2026) pagi.

Rapat tersebut dihadiri oleh delegasi perangkat desa dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan, di mana setiap kecamatan mengirimkan lima orang perwakilan untuk menyusun strategi dan poin-poin keberatan yang akan disampaikan kepada pihak perbankan.

Persoalan Pemblokiran Siltap Jadi Sorotan

Fokus utama yang memicu desakan RDP ini adalah kebijakan Bank Jateng terkait pemblokiran dana angsuran pinjaman perangkat desa. Selama ini, pihak bank memberlakukan kebijakan pemblokiran saldo angsuran hingga enam bulan ke depan.

Ketua dan pengurus PPDI Kabupaten Pekalongan menilai kebijakan tersebut sudah tidak relevan dan sangat memberatkan. Pasalnya, kondisi pencairan Penghasilan Tetap (Siltap) bagi perangkat desa saat ini sudah berjalan stabil dan cair secara rutin setiap bulan.

Ajukan Keringanan Masa Blokir

Dalam audiensi yang dijadwalkan berlangsung siang ini pukul 14.00 WIB, PPDI membawa tuntutan spesifik, yakni:

  • Pengurangan Durasi Blokir: Meminta Bank Jateng mengubah masa pemblokiran angsuran dari enam bulan menjadi dua bulan saja.

  • Kesejahteraan Perangkat: Kebijakan blokir enam bulan dinilai memangkas likuiditas atau ketersediaan uang tunai yang sangat dibutuhkan perangkat desa untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami berharap melalui RDP ini tercipta solusi yang adil. Kami ingin kesejahteraan perangkat desa terjaga, namun tetap menghormati ketentuan perbankan yang berlaku,” ujar salah satu perwakilan dalam rapat persiapan tersebut.

Jadwal Audiensi

Pelaksanaan RDP antara PPDI dan manajemen Bank BPD Jateng direncanakan berlangsung di kantor terkait pada Rabu siang. Hasil dari pertemuan ini sangat dinantikan oleh ribuan perangkat desa di Kabupaten Pekalongan yang memiliki kewajiban pinjaman di bank milik daerah tersebut. (Redaksi)

Terkait
Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Harga lombok di pasar tradisional Pekalongan tembus 40 ribu

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Harga lombok atau cabai di Kota Pekalongan dan sekitarnya tembus higga Rp. 32 ribu perkilogram, bahkan Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaLingkungan

Kemandirian dan Gotong Royong Desa Gentinggunung dalam Menghadapi Ancaman Banjir Bandang Pasca Longsor Lereng Gunung Prau

template berita foto warta desa

Sukorejo, Warta Desa, – Kawasan perbukitan yang hijau di lereng Gunung Prau, tepatnya di wilayah administrasi Desa Gentinggunung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, kini sedang berada dalam kewaspadaan tinggi pasca terjangan cuaca ekstrem yang memicu bencana alam pada akhir Januari 2026 ini. Hujan deras dengan intensitas yang sangat tinggi disertai hembusan angin kencang dilaporkan telah mengguyur seluruh wilayah Kecamatan Sukorejo tanpa henti sejak siang hari, mulai pukul 13.00 WIB, hingga memasuki waktu malam. Puncak dari tekanan cuaca ekstrem tersebut terjadi pada hari Jumat, tanggal 23 Januari 2026, sekitar pukul 18.15 WIB, di mana tebing-tebing curam yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Terong tidak lagi mampu menahan beban air dan akhirnya luruh dalam bentuk tanah longsor. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan dan laporan resmi dari warga setempat, teridentifikasi sedikitnya ada empat titik longsoran besar yang terjadi secara bersamaan di lereng gunung tersebut.

Peristiwa alam ini membawa dampak kerugian material yang signifikan bagi keberlangsungan hidup masyarakat di dua desa sekaligus, yakni Desa Gentinggunung dan Desa Tamanrejo. Dalam dokumen laporan kejadian bencana dengan nomor resmi 360/070/1/2026 yang diterbitkan oleh Pemerintah Desa Gentinggunung, dirincikan bahwa infrastruktur vital berupa jalur distribusi air bersih mengalami kerusakan parah. Sebanyak tiga rol pipa air bersih utama milik Desa Gentinggunung hancur tertimbun material, sementara instalasi air bersih yang melayani warga Desa Tamanrejo juga dilaporkan putus total. Estimasi total kerugian yang harus ditanggung akibat kerusakan aset-aset fisik ini diprediksi mencapai angka Rp150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah). Meskipun kerugian harta benda tergolong besar, pihak pemerintah desa menyatakan rasa syukur karena dalam musibah ini dilaporkan nihil korban jiwa maupun luka-luka.

Namun, ancaman yang jauh lebih besar kini justru sedang mengintai di masa depan apabila penanganan pasca bencana tidak dilakukan secara cepat dan tepat. Tanah longsor tersebut membawa ribuan meter kubik material berupa batu-batu besar dan pepohonan kayu yang tumbang, yang saat ini menumpuk dan menyumbat total aliran air di sungai Terong. Penumpukan material ini menciptakan sebuah bendungan alami yang sangat rapuh dan berbahaya. Jika dibiarkan, tumpukan kayu dan batu tersebut dikhawatirkan akan memicu terjadinya bencana banjir bandang yang jauh lebih destruktif apabila volume air sungai kembali meningkat secara mendadak. Kesadaran akan risiko sistemik ini menjadi landasan kuat bagi Pemerintah Desa Gentinggunung untuk segera mengambil langkah-langkah darurat yang bersifat preventif dan mobilisasi massa.

Menanggapi situasi kritis tersebut, Kepala Desa Gentinggunung, Rudi Darmawan, bergerak cepat dengan menyelenggarakan rapat koordinasi penting pada hari Senin, 2 Februari 2026. Pertemuan strategis yang diadakan di Balai Desa Gentinggunung ini dihadiri oleh berbagai elemen pemangku kepentingan, mulai dari Camat Sukorejo, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, hingga personel Babinkamtibmas. Selain unsur pemerintahan, keterlibatan aktif dari organisasi kepemudaan Karangtaruna, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para Relawan Siaga Bencana Desa Gentinggunung menunjukkan adanya sinergi yang kuat dalam menghadapi krisis ini. Forum tersebut secara khusus membahas penyusunan rencana tindak lanjut yang fokus pada pembersihan material longsor dari aliran sungai secepat mungkin.

Dalam rapat koordinasi tersebut, tercapai sebuah kesepakatan besar untuk melaksanakan aksi nyata berupa kerja bakti massal yang akan digelar pada hari Kamis, tanggal 5 Februari 2026. Kegiatan pembersihan sungai secara besar-besaran ini dijadwalkan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan ratusan orang yang terdiri dari perangkat desa, tim relawan, petugas BPBD, aparat keamanan, hingga warga masyarakat luas yang secara sukarela ingin membantu. Tantangan utama dalam aksi ini adalah banyaknya batang pohon kayu yang berukuran sangat besar dan saling mengunci di dasar sungai, sehingga pembersihan secara manual dengan tangan kosong dianggap tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Gentinggunung telah menginventarisir kebutuhan peralatan teknis dan menyimpulkan bahwa diperlukan dukungan sedikitnya 30 unit mesin pemotong kayu atau senso beserta tenaga operator ahli untuk turun ke lapangan.

Langkah birokrasi juga terus ditempuh oleh Rudi Darmawan demi memastikan aksi penyelamatan sungai ini mendapatkan dukungan logistik dan keamanan yang memadai. Sebuah surat laporan resmi telah dilayangkan langsung kepada Bupati Kendal, dengan tembusan yang mencakup berbagai instansi terkait seperti Satpol Damkar Kabupaten Kendal, Kantor Kesbangpol, hingga Ketua Cabang PMI Kabupaten Kendal. Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan kebutuhan akan akomodasi bagi para tenaga sukarelawan dan kelengkapan alat berat tambahan dapat segera terpenuhi. Pemerintah desa menegaskan bahwa transparansi laporan dan akurasi data kerugian sangat penting agar bantuan yang turun nantinya tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di titik-titik longsor lereng Gunung Prau tersebut.

Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Desa Gentinggunung kini sedang diuji melalui rencana pembersihan sungai Terong ini. Melalui pemberitahuan resmi dan seruan partisipasi publik, warga diharapkan dapat bahu-membahu menyukseskan agenda hari Kamis mendatang demi mengamankan jalur air dan mencegah terjadinya bencana yang lebih buruk. Keberhasilan dalam membersihkan sumbatan sungai ini bukan hanya soal memulihkan kondisi alam, tetapi juga tentang menjaga harga diri dan keselamatan bersama sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana. Dengan sinergi antara pemerintah, relawan, dan warga, Desa Gentinggunung bertekad untuk membuktikan bahwa kesiapsiagaan dan ketegasan dalam bertindak adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan alam yang kian tak menentu.***

Pewarta: Andi Gunawan

Editor: Buono

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaHukum & KriminalLingkungan

Emak Bergerak Kembali Turun ke Jalan: Perjalanan Moral dari Brebes ke Tegal Demi Menyelamatkan Gunung Slamet

Selection_018

BUMIAYU, WARTA DESA, 2 Februari 2026 – Semangat membara kembali ditunjukkan oleh sekelompok ibu rumah tangga yang menamakan diri mereka “Emak Bergerak”. Hari ini, Senin (2/2), sebanyak 17 emak tangguh dari Desa Adisana, Kabupaten Brebes, kembali melancarkan aksi nyata demi membela kehidupan dan masa depan anak cucu mereka dari ancaman bencana ekologis.

Sekitar pukul 10.00 WIB, massa berkumpul di Gang Badrun, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu. Dengan niat tulus dan modal swadaya (urunan) untuk menyewa sebuah mobil bak terbuka, mereka memulai perjalanan menuju Desa Bojong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

Misi Penyelamatan Alam yang Terluka

Aksi ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan kelanjutan dari keprihatinan mendalam atas kerusakan alam di Gunung Slamet. Kerusakan hutan di hulu dinilai menjadi penyebab utama banjir bandang yang kerap menghantam Desa Adisana, Dukuhturi, Kalierang, dan wilayah sekitarnya.

Sambil membentangkan spanduk berisi pesan penyelamatan lingkungan yang akan dipasang di Desa Bojong, para ibu ini membawa pesan moral yang kuat: hutan yang digunduli dan eksploitasi berlebihan adalah ancaman nyata bagi nyawa warga.

“Kami melangkah dengan keyakinan dan harapan. Insyaallah Semestakung—Semesta pasti mendukung niat baik kami,” ujar Ibu Dewi Namara, Koordinator Lapangan Emak Bergerak, dengan penuh optimisme.

Dua Tuntutan Tegas

Dalam aksinya kali ini, Emak Bergerak menyuarakan dua poin krusial yang ditujukan kepada pemerintah dan aparat:

  1. Pembangunan Tanggul Mendesak: Mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BBWSDA) untuk segera merealisasikan pembangunan tanggul di Kali Keruh dan Kali Erang Pagenjahan. Kondisi aliran Sungai Keruh yang berbelok saat ini menjadi pemicu utama banjir bandang yang telah menelan korban jiwa di Desa Kalierang.

  2. Penegakan Hukum Tanpa Kompromi: Meminta tindakan tegas dari aparat penegak hukum terhadap para pelaku perusakan hutan di Gunung Slamet yang menjadi akar masalah bencana.

Inspirasi dari Lereng Gunung

Aksi ini membuktikan bahwa keberanian melindungi alam tidak mengenal batas usia. Dari Adisana hingga Bojong, suara para ibu ini adalah suara perlindungan bagi keluarga dan generasi mendatang.

Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik bagi para ibu di seluruh lereng Gunung Slamet—mulai dari Brebes, Tegal, Purbalingga, Pemalang, hingga Banyumas—untuk bersatu melawan keserakahan manusia yang merusak hutan dan menyebabkan kesengsaraan bagi rakyat kecil.

Langkah kecil dari Desa Adisana hari ini adalah pengingat keras bagi para pemangku kebijakan bahwa gunung yang terluka tidak akan pernah diam, dan para ibu tidak akan berhenti bergerak hingga kelestarian alam kembali pulih. ***

Laporan: Hendri Yetus (HY)

Editor: Buono

Terkait
Gunung Slamet Terluka, “Emak Bergerak” Adisana Kembali Turun ke Jalan Menuju Tegal

BUMIAYU, WARTA DESA – Semangat pantang menyerah kembali ditunjukkan oleh kelompok "Emak Bergerak" dari Desa Adisana, Kabupaten Brebes. Hari ini, Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaLingkungan

Gunung Slamet Terluka, “Emak Bergerak” Adisana Kembali Turun ke Jalan Menuju Tegal

template berita foto warta desa

BUMIAYU, WARTA DESA – Semangat pantang menyerah kembali ditunjukkan oleh kelompok “Emak Bergerak” dari Desa Adisana, Kabupaten Brebes. Hari ini, Senin (2/2/2026), sebanyak 17 ibu rumah tangga berangkat melakukan perjalanan moral menuju Desa Bojong, Kabupaten Tegal, sebagai bentuk protes atas kerusakan alam di Gunung Slamet yang kian parah.

Dengan modal swadaya (urunan) untuk menyewa mobil bak terbuka, para emak ini berangkat dari Gang Badrun, Desa Adisana, sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka membawa misi penting: memasang spanduk peringatan di wilayah Bojong demi mengingatkan publik akan ancaman nyata banjir bandang yang terus mengintai pemukiman mereka.

Perjalanan Moral demi Anak Cucu

Aksi ini merupakan kelanjutan dari aksi jalan kaki yang sebelumnya digelar pada Jumat (30/1/2026) lalu. Kerusakan hutan di lereng Gunung Slamet akibat eksploitasi dan penebangan liar dinilai menjadi biang keladi banjir yang kerap merendam Desa Adisana, Dukuhturi, hingga Kalierang.

“Kami melangkah dengan keyakinan dan harapan. Insyaallah Semestakung, semesta pasti mendukung niat baik kami,” ujar Ibu Dewi Namara, Koordinator Lapangan Emak Bergerak, dengan nada optimis.

Dua Tuntutan Utama

Dalam aksi kali ini, kelompok Emak Bergerak membawa dua tuntutan konkret yang ditujukan kepada pemangku kebijakan:

  1. Pembangunan Tanggul Darurat: Mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BBWSDA) untuk segera merealisasikan pembangunan tanggul di Kali Keruh dan Kali Erang Pagenjahan. Beloknya aliran Sungai Keruh akibat ketiadaan tanggul permanen dituding sebagai penyebab utama banjir bandang yang telah memakan korban jiwa.

  2. Tindak Tegas Perusak Hutan: Meminta aparat penegak hukum untuk menindak tanpa pandang bulu para pelaku perusakan hutan di Gunung Slamet yang memicu bencana ekologis.

Suara dari Lereng Gunung

Perjalanan dari Brebes menuju Tegal ini bukan sekadar seremoni pemasangan spanduk, melainkan sebuah seruan bagi seluruh ibu di wilayah lereng Gunung Slamet—termasuk Purbalingga, Pemalang, dan Banyumas—untuk bersatu menjaga alam.

Para emak ini menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam melihat hutan digunduli oleh tangan-tangan serakah yang hanya mementingkan keuntungan pribadi namun menyengsarakan rakyat kecil. Suara mereka adalah suara perlindungan bagi masa depan generasi mendatang agar tidak lagi dihantui ketakutan setiap kali hujan lebat turun. ***

Laporan: Hendi Yetus / Redaksi

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Akses Vital Amblas, Warga Bojongkoneng Keluhkan Lambannya Perbaikan Jalan Utama

template berita foto warta desa(1)

KANDANGSERANG, WARTA DESA – Proses perbaikan jalan utama di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, menuai kritik tajam dari masyarakat setempat. Proyek yang seharusnya menjadi solusi bagi akses mobilitas warga tersebut dinilai berjalan lamban dan mengabaikan standar keselamatan pengguna jalan.

Jalan yang mengalami amblas ini merupakan urat nadi bagi warga Bojongkoneng karena menghubungkan pemukiman warga menuju ibu kota kabupaten di Kajen serta pusat pemerintahan Kecamatan Kandangserang. Karena tidak adanya jalur alternatif yang sepadan, kerusakan ini praktis menghambat aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga pendidikan. Salah satu warga mengungkapkan kekecewaannya karena akses ini sangat krusial, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintas di jalur berbahaya tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalan masih tampak menyempit dan dipenuhi lubang sisa amblasan. Ironisnya, di sekitar titik kerusakan yang cukup parah tersebut tidak ditemukan adanya rambu peringatan yang jelas bagi pengendara, lampu penerangan darurat, maupun pembatas jalan yang memadai untuk mencegah kendaraan terperosok ke area amblas. Ketiadaan aspek keamanan ini sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua saat melintas di malam hari atau ketika hujan lebat yang seringkali menutup pandangan terhadap lubang jalan.

Warga menilai pihak pelaksana atau pemerintah terkait terkesan bertele-tele dalam menangani kerusakan ini. Mereka mendesak agar proses perbaikan segera dikebut mengingat pentingnya jalur tersebut dalam menunjang roda perekonomian desa. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai target waktu penyelesaian maupun kendala yang menyebabkan perbaikan jalan tersebut berjalan lamban. Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu adanya korban jiwa sebelum mengambil tindakan serius di lapangan. ***

Pewarta: Andi Purwandi

Editor: Buono

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Akses Utama Nyaris Putus, Warga Surawangsa Pemalang Bahu-Membahu Bangun Jembatan Darurat

template berita foto warta desa_20260126_100255_0000

WATUKUMPUL, WARTA DESA  – Semangat gotong royong ditunjukkan oleh warga Dukuh Surawangsa, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Pada Senin (26/01/2026), puluhan warga turun ke lokasi untuk membangun jembatan darurat secara swadaya demi menjamin kelancaran aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Material Seadanya Demi Akses Vital

​Dengan keterbatasan alat dan biaya, warga memanfaatkan material alam seperti kayu dan bambu untuk merangkai jembatan penghubung. Meski konstruksinya sangat sederhana, jembatan ini merupakan urat nadi bagi masyarakat setempat.

​Jembatan ini menjadi satu-satunya jalur yang menghubungkan warga menuju:

  • Lahan Pertanian: Memudahkan distribusi hasil panen.
  • Akses Pendidikan: Jalur utama bagi anak-anak menuju sekolah.
  • Pusat Desa: Akses penting untuk urusan administrasi dan kesehatan.

Kondisi Lama Membahayakan

​Keputusan untuk membangun jembatan darurat ini diambil karena kondisi jembatan sebelumnya sudah sangat tidak layak. Jika terus dipaksakan, jembatan lama tersebut dianggap mengancam keselamatan warga yang melintas.

​“Ini akses satu-satunya warga. Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah agar segera dibangun jembatan yang layak,” ungkap salah satu warga di sela-sela kegiatan gotong royong.

Menanti Janji Pemerintah

​Meskipun jembatan darurat kini sudah bisa dilalui, warga menyadari bahwa ketahanannya sangat terbatas, terutama saat cuaca ekstrem. Masyarakat Desa Bodas sangat berharap Pemerintah Kabupaten Pemalang segera turun tangan untuk membangun jembatan permanen yang lebih kokoh.

​Keberadaan jembatan yang aman sangat krusial dalam menunjang mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Dukuh Surawangsa. Hingga berita ini diturunkan, warga masih bergantung pada jembatan kayu tersebut sambil menunggu kepastian pembangunan dari instansi terkait. (Andi Purwandi)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

selengkapnya