close

Hiburan

HiburanSosial Budaya

Kafe ilegal bandel beroperasi, pas digrebeg PL-nya lari tunggang-langgang

kafe wangandowo

Bojong, Wartadesa. – Kafe (Cafe) milik NA di Desa Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ini termasuk bandel. Meski beberapa kali didemo warga untuk tidak beoperasi karena tidak mengantongi ijin alias ilegal ini masih tetap beroperasi. Hal tersebut membuat warga nekad menggeruduk cafe tersebut. Alhasil Pemandu Lagu (PL) pun lari tunggang-langgang menyelamatkan diri. Jum;at (22/02) malam.

Cafe tersebut seyogyanya juga sudah di segel oleh Satpol PP Kab. Pekalongan dari tahun lalu, dimana saat itu cafe-cafe yang tidak berijin disegel semua oleh Satpol PP dengan pengawalan dari Polsek Bojong dan Koramil Bojong.

“Ada beberapa cafe yang telah benar-benar menatuhi aturan dan tidak buka lagi karena tidak berijin akan tetapi masih ada beberapa juga yang masih nekat buka.” Tutur Edi, salah seorang warga.

Petugas dari Polsek Bojong juga sering memperingatkan para pemilik cafe tak berijin di wilayahnya untuk tidak beroperasi, sebelum ada ijin resmi dari Pemkab Pekalongan. “Akan tetapi tetap masih juga ada yang tidak menghiraukan seruan anggota Polsek Bojong, bahwa sudah sering juga dilakukan operasi Tipiring (Tindak Pidana Ringan) baik minuman keras maupun pemilik dan pemandu lagu, akan tetapi mereka juga tidak jera.” Ujar salah seorang anggota kepolisian Polsek Bojong.

Puncak kekesalan warga tergambarkan pada malam hari ini, (Jum’at, 22/02), dengan berbondong-bondong menuju ke cafe yang buka dan tidak berijin. Warga menuntut agar cave milik  N A agar ditutup (tidak beroperasi).

Pemilik cafe N A dan para pemandu lagu yang melihat banyak warga berdatangan langsung berlarian meninggalkan cafe tersebut guna menyelamatkan diri.

Akhirnya peralatan sound sistem  dan komputer dilepas warga dan dibawa oleh salah satu keluarga pemilik cafe untuk diamanakan. Pencopotan peralatan cafe tersebut dilakukan warga untuk menjamin cafe tersebut tidak beroperasional lagi. (@JP)

selengkapnya
DaerahEkonomiHiburanJalan-jalanOlahraga

​Jalan Sehat Launching BUMDes Bondan Mandiri

img-20171105-wa0001-picsay637107536.jpg

Wiradesa-wartadesa. Jalan sehat dalam rangka launching BUMDes Bondan Mandiri Desa Bondansari Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan dilaksanakan di halaman Balai Desa setempat (5/11).
Acara yang bertujuan untuk memberikan informasi akan keberadaan BUMDes kepada masyarakat ini dikemas dalam bentuk jalan sehat yang tentunya melibatkan seluruh lapisan masyarakat dari semua kalangan.


Menurut Aklaudin selaku Ketua Panitia menuturkan bahwa acara ini diikuti kurang lebih 1250 peserta “Syukur alhamdulillah masyarakat antusias mengikuti jalan sehat ini”.
“Panitia menyediakan berbagai macam hadiah dari lemari es, kipas angin, dan banyak hadiah lainnya untuk menarik masyarakat” tutur ketua panitia yang juga perangkat desa.
Sementara itu Kepala Desa Bondansari Wa’ut menyampaikan bahwa acara ini sebagai wujud komitmen pemerintah desa dalam mengelola dana desa dalam bentuk BUMDes yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan kami perlu mensosialisasikannya kepada seluruh masyarakat.
Adapun bidang usaha BUMDes Bondan Mandiri adalah Pengelolaan air minum dan peralatan pertanian. “Bidang usaha yang kita jalankan yang langsung mengena dan dibutuhkan oleh masyarakat, besar harapan masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam memajukan usaha desa yang nantinya akan kembali ke masyarakat lagi”. tutup Kepala Desa. (D12)

selengkapnya
DaerahEkonomiHiburanJalan-jalanLingkunganSosial Budaya

​Gunungan Jajan Pasar dari Desa Krandon Ramaikan Bukaaan Bendungan Gembiro

received_1193957557407966-1717852082.jpeg

Kesesi, Wartadesa. –  Gunungan jajan pasar yang dibuat oleh  warga Desa Krandon, Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan di sajikan dalam pesta pembukaan Bendungan Gembiro (01/11) lalu Gunungan jajan pasar (terdiri dari beragam jenis jajan di pasar_red)  tersebut memberi warna tersendiri dalam agenda tahunan yang melegenda  tersebut.

Ketua panitia,  Agus sulistiyo , mengatakan , Gunungan jajan pasar sengaja dibuat warga Desa Krandon. ” Prosesi arak gunungan jajan pasar tersebut  merupakan puncak dari festival bedah Bendungan Gembiro ,Tumpeng Jajan Pasar di berbentuk Gunungan, merupakan kesepakatan warga” Kata Agus.

“Ini  melambangkan harapan hadirnya kesejahteraan bagi masyarakat, berupa kehidupan dinamis yang guyup rukun saling berbagi sumber daya hidup untuk membentuk kehidupan yg tercukupi lahir dan batin bagi seluruh warga masyarakat” imbuhnya.

Andi Yus, salah satu pengunjung dari Kaloran, Kabupaten Temanggung, mengatakan, tahun ini bedah bendungan sangatlah lain dari tahun lalu.

“Tahun ini terasa lebih ramai karena ada festival arak gunungan jajan pasar setinggi 3 meter itu, saya  berharap tahun depan ada lagi , sehingga bisa  lebih banyak menarik minat  wisatawan dari luar daerah yang berkunjung ” terang Andi. (Eva Abdullah)

selengkapnya
DaerahEkonomiHiburanJalan-jalanLingkunganSosial Budaya

​Gunungan Jajan Pasar dari Desa Krandon Ramaikan Bukaaan Bendungan Gembiro

received_1193957557407966-1717852082.jpeg

Kesesi, Wartadesa. –  Gunungan jajan pasar yang dibuat oleh  warga Desa Krandon, Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan di sajikan dalam pesta pembukaan Bendungan Gembiro (01/11) lalu. Gunungan jajan pasar (terdiri dari beragam jenis jajan di pasar_red)  tersebut memberi warna tersendiri dalam agenda tahunan yang melegenda  tersebut.

Ketua panitia,  Agus sulistiyo , mengatakan , Gunungan jajan pasar sengaja dibuat warga Desa Krandon. ” Prosesi arak gunungan jajan pasar tersebut  merupakan puncak dari festival bedah Bendungan Gembiro ,Tumpeng Jajan Pasar di berbentuk Gunungan, merupakan kesepakatan warga” Kata Agus.

” Ini  melambangkan harapan hadirnya kesejahteraan bagi masyarakat, berupa kehidupan dinamis yang guyup rukun saling berbagi sumber daya hidup untuk membentuk kehidupan yang tercukupi lahir dan batin bagi seluruh warga masyarakat” imbuhnya.

Andi Yus, salah satu pengunjung dari Kaloran, Kabupaten Temanggung , mengatakan, tahun ini bedah bendungan sangatlah lain dari tahun lalu.

” Tahun ini terasa lebih ramai karena ada festifal arak gunungan jajan pasar setinggi tiga meter itu, saya  berharap tahun depan ada lagi , sehingga bisa  lebih banyak menarik minat  wisatawan dari luar daerah yang berkunjung,” terang Andi. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Hiburan

Penjaga pabrik ini mengaku anak artis dangdut Jaja Miharja, benarkah?

joko andi setiawan

Tirto, Wartadesa. – Joko Andi Setiawan (44), warga Desa Mulyorejo Rt. 08/03 Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan mengaku anak artis dangdut kesohor, Jaja Miharja, benarkah demikian?

Warga Mulyorejo menyebut Joko Andi Setiawan sebagai Andi Jaja Miharja sejak dia berusia 10 tahun. Saat itu Andi sedang menonton televisi di rumah tetangganya. Kebetulan sedang menayangkan acara musik yang menampilkan artis kenamaan Jaja Miharja. Warga yang melihat Andi sedang menonton mengatakan bahwa yang sedang tampil di televisi itu adalah ayah kandungnya.

Sepulang dari nonton televisi, Andi yang kini berprofesi sebagai penjaga pabrik ini menanyakan kebenaran ucapan tetangganya, bahwa dia adalah anak artis kenamaan Jaja Miharja.  Supiah (80) yang mengasuh Andi sejak bayi, membenarkan, bahwa Andi adalah anak artis Jaja Miharja.

“Selama ini, saya diasuh oleh Ibu Supiah dan almarhum Pak Tarbin (suami Supiah). Saya baru tahu ayah kandung saya seorang artis saat berumur 10 tahun. Pada saat itulah (menonton televisi), tetangga mengatakan, yang menyanyi itu adalah orangtua saya. Saya tanyakan ke Ibu (Supiah), dia membenarkan,” ujar Andi seperti dikutip dari detik, Selasa (10/10).

Andi menceritakan bahwa sejak kecil dia diasuh oleh Supiah, ibu angkatnya, yang pernah menjadi pembantu pada sebuah keluarga di Serang, Banten.

Saat menjadi pembantu di Serang, Supiah dititipi seorang bayi dari keluarga itu yang kemudian dirawatnya di kampung. Bayi itu adalah buah cinta anak si majikan dengan kekasihnya.

Setelah Andi mengetahui bahwa dirinya adalah anak Jaja Miharja. Di umur 10 tahun, Andi diantar oleh Supiah ke tempat Ernawati, ibu kandungnya, yang saat itu sudah berumah tangga dengan pria lainnya. Ernawati pun menceritakan bahwa Jaja Miharja adalah ayah kandungnya. “Sejak saat itu, saya berusaha mencari Pak Jaja, sulit memang,” jelasnya.

Bukan seketika itu juga dia bertemu dan mendapat pengakuan. Baru di usia 40 tahun, Andi berhasil mendapat pengakuan dari Jaja bahwa dia memang anak biologisnya. Jaja membuat surat pernyataan bermaterai yang menyatakan pengakuan itu. Bahkan di pernyataan itu dijelaskan Jaja menginginkan Andi menggunakan nama Andi Mihardja.

Perhatian Jaja Mihardja juga ditunjukkan ketika datang menghadiri pernikahan Desi Veronika, putri sulung Andi, beberapa tahun lalu. Saat itu Jaja Mihardja datang dan bahkan bernyanyi duet dengan Andi. “Kita sempat berduet menyanyi bareng. Seneng banget saat itu,” kenang Andi yang kini sehari-hari bekerja sebagai penjaga pabrik.

Andi Setiawan kini tinggal bersama Rini, istrinya dan tiga putri mereka di sebuah rumah sederhana. (WD, detik, dari berbagai sumber)

selengkapnya
DaerahEducationHiburanJalan-jalanKesehatanLingkunganOlahragaOpini WargaPendidikanPolitikSeni BudayaSosial Budaya

Gebyar Muharram Ala PKS Kota Santri

received_1170401703096885-1641994015.jpeg

Kajen, Wartadesa. – Minggu (01/10) Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kabupaten Pekalongan menyelengarakan kegiatan Gebyar Muharram yang di pusatkan di Lapangan olahraga Desa Kebunagung Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan , kegiatan di meriahkan dengan Jalan Sehat serta beberapa lomba untuk anak-anak, selain menyediakan bermacam hadiah untuk lomba seperti sepeda, kulkas , handphone , payung dan lain-lain panitia juga berbagi santunan untuk anak yatim.

Cahrodi Siman, anggota DPRD dari Partai Keadilan Sejahtera , dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas suksesi acara tersebut.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada segenap panitia dan para peserta , karena tanpa semangat dan kinerja panitia kegiatan ini tak akan sukses seperti ini , juga tanpa dukungan dan kepercayaan peserta mengikuti kegiatan ini , kegiatan tak akan semeriah ini,” ucapnya.

“Saya berharap kedepan kegiatan semacam ini bisa semakin ditingkatkan,” harap Cahrodi.

Maman,  salah satu peserta asal Kecamatan Sragi, mengatakan dirinya mengikuti kegiatan tersebut dengan banyak alasan.

“Yang pertama saya bisa berolahraga dan menjaga kebugaran, kemudian melalui jalan sehat ini saya bisa menambah kawan dan bersilaturahmi , syukur-syukur bisa dapat hadiah.” Ucap Maman sambari senyum simpul. (Onik)

selengkapnya
HiburanSeni BudayaSosial Budaya

SID akan hibur warga Kota Santri malam ini

SID-tampil-di-alun-alun-kajen

Kajen, Wartadesa. – Grub musik cadas asal Bali, Superman Is Dead (SID) malam ini, Jum’at (29/9) akan menggelar konser, menghibur warga Kota Santri di alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Dari pantauan dilapangan, panggung dan tata lampu maupun tata suara sudah siap. Band yang berawal dari grub band Indie ini akan mengobati rasa kangen para OutSIDer di Pekalongan dan sekitarnya.

Menurut AKP M. Dahyar Kasubag Humas Polres Pekalongan, pengamanan konser SID di Kota santri akan dijaga oleh ratusan personil gabungan TNI dan Polri.

Beberapa titik rawan macet sudah disiap siagakan petugas, untuk menghindari kemacetan memanjang dan kerawanan lainnya. Selain itu diprediksi, lonjakan penonton akan mulai sejak pukul 17.00 WIB.

Dan untuk antisipasi gesekan – gesekan yang mungkian akan muncul dari penonton saat asik berjoget, juga sudah di tempatkan puluhan personil dari belakang ,samping kanan kiri semua sudah di atur tuturnya.

“Juga untuk antisipasi curanmor, juga sudah di siagakan tim khusus Polisi berbaju preman yang akan mengwasi titik lokasi parkir kendaraan, dengan begini kami harapkan acara konser Superman Is Dead atau biasa di kenal dengan SID,  berjalan dari mulai hingga selesai berjalan dengan kondusif.” tambah AKP M. Dahyar.

Pesan kami agar penonton ini menyadari akan pentingnya keamanan, seperti parkirlah kedaraan bermotor di lokasi – lokasi yang sudah di sediakan, serta ikuti aturan rekayasa lalu lintas yang mungkin akan di berlakukan apabila ada perkiraan akan tersendat. Ujarnya.

“Khusunya untuk penonton yang ada di depan panggung dan sekitarnya diharapkan sekali tidak melempar – lempar barang seperti sendal, botol kemasan minuman apabila benda keras keatas, yang akan melukai saudara kita sendiri.dan akan memicu gesekan – gesekan yang akan lebih meluas. Tolong jangan lakukan itu ya…” Pungkas Dahyar. (WD)

selengkapnya