close

Layanan Publik

Layanan PublikTekno

Desa Digital jadi rujukan penyusunan RPJMDes

didiek

Kajen, Wartadesa. – Pelaksanaan Sistem Informasi Desa (SID) menjadi penting menuju desa digital untuk mempercepat pelayanan publik dan pengelolaan keuangan desa dengan pemanfaatan teknologi informatika (IT).

Target implementasi desa digital seperti dicanangkan oleh Kemendes PDTT yakni pada tahun 2021. Demikian disampaikan oleh Didiek Harahap, Ketua Yayasan Gema Desa Nusantara yang juga menjadi Direktur Utama Warta Desa dalam sosialisasi penerapan SID dihadapan para kepala desa dan kepala kelurahan se-Kecamatan Kajen, Sabtu (22/08) di Desa Pringsurat, Kajen, Kabupaten Pekalongan.

“Sistem Informasi Desa ini diamanatkan dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 dengan turunannya Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 47 Tahun 2016 dan Peraturan Bupati Pekalongan Nomor 33 Tahun 2018 yang menyebut bahwa peraturan ini berlaku sejak diundangkan.” Ujar Didiek Harahap.

Didiek menambahkan, “sehingga pemerintah desa seharusnya menerapkan Sistem Informasi Desa untuk memberikan pelayanan publik kepada warga secara cepat, keterbukaan informasi publik dan mempublikasikannya dengan akses yang mudah bagi warga.” Ujarnya.

Camat Kajen, Agus Purwanto menyambut baik sosialisasi tersebut. Menurutnya pelaksanaan SID menjadi bagian penting dalam pelayanan publik dan keterbukaan informasi publik.

“Saya kira penerapan Sistem Informasi Desa ini sangat baik dan menjadi bagian dari pelayana publik yang lebih cepat serta memberikan informasi kepada warga desa,” tuturnya Agus.

Agus juga meminta para kepala desa untuk menyiapkan penyusunan rencana pelaksanaan pembangunan desa Tahun 2021 dalam musyawarah desa. (Eva Abdullah)

Terkait
Desa Kebonrowopucang curi start penerapan Sistem Informasi Desa

Karangdadap, Wartadesa. - Jum'at (14/08) Bertempat di Aula Balai Desa Kebonrowopucang Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, berlangsung presentasi Sistem Read more

2020 Dana Desa diprioritaskan untuk infrastruktur SID

Kajen, Wartadesa. - Sistem Informasi Desa (SID) menjadi prioritas pembangunan pada 2020 mendatang. Semua desa diminta untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur Read more

SID akan hibur warga Kota Santri malam ini

Kajen, Wartadesa. - Grub musik cadas asal Bali, Superman Is Dead (SID) malam ini, Jum'at (29/9) akan menggelar konser, menghibur Read more

TPPC Covid-19 rekrut 200 relawan untuk edukasi warga

Kajen, Wartadesa. - Tim Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 (TPPC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan merekrut 200 orang relawan yang bertugas Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Gara-gara reuni, sehari 20 orang positif Korona dua kantor lockdown

ilustrasi_corona

Batang, Wartadesa. – Senin (17/08), dalam satu hari jumlah orang positif Korona (Covid-19) di Batang bertambah 20 orang. Penambahan tersebut dari hasil tracking  melalui swab tes keluarga dan relasi ASN positif usai reuni yang berwisata di Yogyakarta. Sementara pada Selasa (18/08) bertambah empat orang, hingga dua kantor pemerintahan di-lockdown.

“Selama ini tidak ada kasus baru, tapi baru kali ini kejadian reuni menjadai klaster baru dan satu lagi ASN yang pulang kampung ke Yogyakarta,” jelas Wihaji.

Melihat kasus tersebut, Bupati Batang Wihaji berharap warga tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan mengurani kerumunan, menjaga jarak, cuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas. Jika warga abai, Pemkab Batang akan memberikan sanksi berupa denda.

“Mulai minggu ini Perbup pendisipilnan dan penegakan hukum implentasi dari Inpres Nomor 6 Tahun 2020 akan melibatkan TNI, Polri melakukan operasi,” tegas Wihaji.

Wihaji juga menjelaskan bahwa Perbup Nomer 55 tahun 2020 tersebut telah merinci denda bagi warga yang membandel tidak pakai masker akan mendapatkan sanksi denda Rp10.000 dan bagi perusahaan maksimal Rp50 juta.

Hari ini bertambah 4 orang, dua kantor lockdown

Sementara itu, hasil tracking pada Selasa, ditemukan empat pegawai di lingkungan Pemkab Batang terpapar Covid-19. Hingga Kantor Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Diparpora) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dilockdown.

Seluruh pegawai di kedua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH). Bupati Batang Wihaji membenarkan ada penambahan kasus pagawainya terkonfirmasi Covid-19. Kondisi tersebut terjadi setelah dari hasil Swab Test yang dilakukan.

“Setelah dilakukan tes Swab, ada 4 pegawai dari dua OPD yang positif Covid-19. Untuk mereka yang positif sudah langsung ditangani dan dilakukan tracking guna mencegah penyebaran lebih luas,” ungkap Wihaji ketika ditemui usai sidang paripurna di gedung DPRD Batang, Selasa (18/8/2020).

Ia juga menjelaskan, dari penambahan jumlah kasus positif yang ada, hampir sebagian besar berasal dari klaster rombongan yang melakukan reuni ke luar kota. Berdasarkan hasil tracking dan tes Swab, hampir semua yang ikut acara tersebut positif.

“Ada satu pegawai di lingkungan Pemkab Batang yang bukan dari klaster reoni. Dia sering bolak balik ke Yogyakarta dan memutuskan untuk melakukan swap tes, dan hasilnya positif. Saat ini untuk yang positif mayoritas berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) dan sudah melakukan isolasi mandiri,” jelas Wihaji. (Eva Abdullah)

Terkait
Terungkap, alumni ini satu jurusan tak tercatat di database sekolah

Pekalongan, Wartadesa. - Libur lebaran sering digunakan untuk bersilaturahmi, atau warga Pekalongan sering menyebutnya dengan halal bi halal maupun reuni. Read more

Muncul klaster kantor di Pemalang, warga terpapar Covid-19 tambah 36 orang

Pemalang, Wartadesa. - Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang menyebut muncul klaster baru penyebaran virus Covid-19, terutama di wilayah perkantoran Read more

Tambah 10 orang positif Korona, jumlah kasus di Pemalang tembus 113

Pemalang, Wartadesa. - Pihak berwenang kembali mengumumkan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pemalang. Juru Bicara Penanganan Covid-19 setempat mengumumkan 10 Read more

Tambah sembilan orang positif Korona, total 103 di Kabupaten Pemalang

Keterangan Foto: Data pantauan Covid-19 Kabupaten Pemalang hingga Senin (03/08). Foto: https://infocorona.pemalangkab.go.id/ Pemalang, Wartadesa. - Kasus positif Korona (Covid-19) hingga Read more

selengkapnya
Layanan PublikTekno

Desa Kebonrowopucang curi start penerapan Sistem Informasi Desa

sid

Karangdadap, Wartadesa. – Jum’at (14/08) Bertempat di Aula Balai Desa Kebonrowopucang Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, berlangsung presentasi Sistem Informasi Desa (SID). Diketahui presentasi tersebut merupakan respon pihak desa setempat setelah beberapa waktu lalu telah mengikuti kegiatan serupa oleh Yayasan Gema Desa Nusantara, di Aula Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan,  difasilitasi oleh pihak Kecamatan Karangdadap dan diikuti oleh semua kepaladesa se-Kecamatan Karangdadap.

Kepaladesa Kebonrowopucang, Slamet Nurudin,  mengatakan pihaknya ingin segera merealisasikan program SID guna mepermudahkan pelayananasyarakat berbasis teknologi informatika (IT). “Kami ingin merealisasikan SID tahun ini di desa kami, dengan harapan kalau kami bisa memulainya terlebih dahulu alias curi start di Kecamatan Karangdadap, kedepan bisa berbagi ilmu dengan desa lain,” katanya.

Nurudin berharap penerapan SID di desanya segera terwujud untuk memberikan layanan publik terbaik bagi warganya. “Alhamdulillah kami bisa bekerjasama dan mendapat bimbingan dari kawan-kawan Yayasan Gema Desa Nusantara, mudah-mudahan apa yang akan kami laksanakan ini bisa cepat terwujud,” sebut Nurudin saat diwawancarai dilokasi.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Gena Desa Nusantara, Didiek Harahap, mengatakan pihaknya siap bersinergi dengan semua desa yang berkeinginan mewujudkan SID. “Kami siap bersinergi dengan desa manapun terkait SID ini, kami menitik beratkan pada sumber daya manusianya, seperti admin dan personil yang akan menentukan maksimalisasi SID tersebut, kami siap membimbing mereka hingga mahir, tak hanya sebatas membuat webnya saja. Ibarat kata kalau kita membuat rumah tapi pemilik rumah enggan merawatnya sudah barang tentu rumah tersebut tidak akan nyaman untuk dihuni,” ujar Didiek. (Eva Abdullah)

Terkait
Desa Digital jadi rujukan penyusunan RPJMDes

Kajen, Wartadesa. - Pelaksanaan Sistem Informasi Desa (SID) menjadi penting menuju desa digital untuk mempercepat pelayanan publik dan pengelolaan keuangan Read more

2020 Dana Desa diprioritaskan untuk infrastruktur SID

Kajen, Wartadesa. - Sistem Informasi Desa (SID) menjadi prioritas pembangunan pada 2020 mendatang. Semua desa diminta untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur Read more

SID akan hibur warga Kota Santri malam ini

Kajen, Wartadesa. - Grub musik cadas asal Bali, Superman Is Dead (SID) malam ini, Jum'at (29/9) akan menggelar konser, menghibur Read more

Jalan menuju Asem Seketek ambles

Karangdadap, Wartadesa. - Hujan deras dan luapan air sungai  Bendungan Asem Seketek Desa Kalilembu Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan, menyebabkan jalan yang Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Muncul klaster kantor di Pemalang, warga terpapar Covid-19 tambah 36 orang

ilustrasi_corona

Pemalang, Wartadesa. – Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Pemalang menyebut muncul klaster baru penyebaran virus Covid-19, terutama di wilayah perkantoran Pemerintah Kabupaten Pemalang. Dalam konferensi pers yang digelar Ahad (09/08) Tutuko Raharyo mengumumkan penambahan 36 orang positif Korona. Total jumlah kasus hingga Ahad sebanyak 149 orang, 62 di antaranya sembuh, 77 orang dirawat, dan 7 meninggal dunia.

Traking pada dua pekan terakhir terus mengalami peningkatan orang-orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Padahal, mereka umumnya hanya Orang Tanpa Gejala (OTG).

Adapun penambahan 36 kasus Korona dipemalang tercatat atas nama,  AK (46), laki-laki, warga Kecamatan Pemalang; AL (58), laki-laki, warga Kecamatan Randudongkal; AS (45), laki-laki, warga Kecamatan Bantarbolang;  AW (41), perempuan, warga Kecamatan Pemalang; BH ( 57), laki-laki, warga Kecamatan Pemalang; BAP (27), laki-laki, warga Kecamatan Pemalang; BH (52), laki-laki, warga Kecamatan Taman.

BH (43), laki-laki, warga Kecamatan Bantarbolang; D (44), laki-laki, warga Kecamatan Petarukan; DS (42), perempuan, warga Kabupaten Pekalongan, domisili di Kecamatan Pemalang; D (56), perempuan, warga Kecamatan Moga; DAP (26), laki-laki, warga Kecamatan Taman; D (40), perempuan, warga Kecamatan Pemalang; FSA (33), perempuan, warga Kabupaten Brebes, domisili di Kecamatan Pemalang; FY (24), perempuan, Kecamatan Pemalang

FRA (25), perempuan, warga DKI jakarta, domisili di Kecamatan Pemalang; G (50), laki-laki, warga Kecamatan Taman; NR (61), laki-laki, warga Kecamatan Taman; HAA (38), warga Kecamatan Pemalang; HP (46), laki-laki, warga Kecamatan Belik; HF (27), laki-laki, warga Kecamatan Comal; HR (30), laki-laki, warga Kecamatan Pemalang; K (51), laki-laki, warga Kecamatan Belik; K (53), laki-laki, warga Kecamatan Taman; K (67), laki-laki, warga Kecamatan Taman

MAP (30), laki-laki, warga Kecamatan Pemalang; MT (68), warga Kecamatan Comal; MR (53), warga Kecamatan Pemalang; MNZ (19), warga Kecamatan Randudongkal; MW (51), laki-laki, warga Kecamatan Pemalang; M (56), perempuan, warga Kecamatan Taman; NH (40), perempuan, warga Kecamatan Ulujami; OSP (28), perempuan, warga Kecamatan Pemalang; P (47), laki-laki, warga Kecamatan Pemalang; S (49), laki-laki, warga Kecamatan Taman; dan W (38), perempuan, warga Kecamatan Pemalang.

“Untuk 36 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 telah menjalani isolasi dan karantina mandiri, tapi untuk pasien nomor 36 yaitu inisial W, warga Kecamatan Pemalang telah meninggal dunia pada 6 Agustus kemarin dan telah dimakamkan sebagaimana standar pemakaman Covid-19,” pungkas Tutuko. (Eva Abdullah)

Terkait
KBM Tatap Muka Kabupaten Pemalang mulai Januari 2021

PEMALANG, WARTADESA. - Angin segar bagi siswa-siswi di Kabupaten Pemalang yang sudah merindukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka,  Dinas Read more

Warga Surajaya tutup paksa tambang Galian C

Pemalang, WartaDesa. - Aktivitas tambang Galian C di Desa Surajaya, Pemalang ditutup paksa oleh ratusan warga desa setempat. Padahal tambang Read more

Rumah dilalap api, Risto alami kerugian hingga Rp 15 juta

Pemalang, WartaDesa. - Diduga akibat korsleting arus pendek, rumah milik pasangan Risto-Rofiah, warga Dusun Simadu RT 01/08, Desa Banyumudal, Moga, Read more

Mayat laki-laki ditemukan di pesisir Pantai Blendung

Pemalang, WartaDesa. - Sosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan tergeletak di pesisir Pantai Blendung, Rt.04 Rw. 06, Kecamatan Ulujami, Pemalang. Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikPendidikan

Pro-kontra pembelajaran tatap muka, Wihaji dukung tatap muka

kemah

Batang, Wartadesa. – Muncul pro-kontra (setuju-menolak) pembelajaran tatap muka di Kabupaten Batang. Dins Pendidikan setempat memperbolehkan SD/SMP di zona hijau Kabupaten Batang untuk menggelar pembelajaran tatap muka, namun resistensi (penolakan) dikemukakan oleh Dinas Kesehatan setempat. Hal demikian ditanggapi Bupati Batang, Wihaji bahwa pendidikan utamanya pendidikan karakter tidak bisa dilakukan secara daring (online).

“Pembentukan karakter, budi pekerti, unggah-ungguh tidak bisa dibangun secara jarak jauh karena butuh keteladanan, contoh dan guru secara tatap muka,” kata Wihaji   saat menjadi keynote speaker (pembicara) Kemah Nasionalisme untuk menangkal Radikalisme di tengah pandemi covid-19 di Kecamatan Warungasem, Ahad (09/08).

Namun demikian, Wihaji dihadapan puluhan pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Warungngasem meminta mereka untuk tidak menyepelekan protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19. Selain itu, Wihaji meminta mereka juga menguasai teknologi.

“Jangan takut covid-19 tetap semangat belajar, patuhi protokol kesehatan dengan pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak atau physical distancing,” pungkas Wihaji.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Wihaji memberikan beasiswa kepada 11 anak yatim dan piatu, yang masing – masing anak mendapatkan Rp 500 ribu. (Eva Abdullah)

Terkait
Tanamkan cinta tanah air, kemah budaya digelar

Pembukaan kemah budaya pelajar se-Kab. Pekalongan di lapangan desa Sukoyoso, Kajen (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

Zona Orange, Pemkab Batang belum putuskan pembelajaran tatap muka

Batang, WartaDesa. - Bupati Batang, Wihaji, belum berani memutuskan pembelajaran tatap muka (KBM) lantaran wilayahnya masih masuk zona orange (oranye) Read more

Guru honorer dengan masa kerja 10 tahun dapat tunjangan 1,6 juta

Batang, WartaDesa. - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengalokasikan Bosda (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) untuk para guru honorer sebeser Rp Read more

Masa pandemi Perpusdes mulai dibuka

Batang, Wartadesa. - Masa pandemi Covid-19 di Batang beberapa perpustakaan desa (Perpusdes) sudah mulai dibuka dan melayani peminjaman koleksi. Selain Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikPendidikan

Dinkes minta pembelajaran tatap muka di Batang dievaluasi

sd batang

Batang, Wartadesa. – Jumlah kasus Covid-19 di Batang yakni, terkonfirmasi positif 105, dirawat 23 orang, sembuh 70 orang, meninggal dunia 11 orang, membuat Dinas Kesehatan setempat meminta Dinas Pendidikan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang sudah dihelat sejak Senin (03/08) tersebut.

“Pembelajaran tatap muka untuk anak-anak SD sebenarnya saya keberatan, anak-anak pelajar sekolah dasar (SD) belum nalar tentang bahayanya penularan Covid-19” kata Kepala Dinas Kesehatan Batang dr Mukhlasin.

Mukhlasin juga mengatakan kalau berpedoman lokasi sekolah yang masuk dalam zona hijau, namun tidak jmenutup kemungkinan juga siswanya berasal dari zona merah. Sehingga ada resiko penularan.

“Lokasi sekolah memang masuk zona hijau, tapi siswanya ada yang dari zona. Tentunya ini menjadi sebuah pertimbangan bagi dinas pendidikan,”jelas Mukhlasin.

Selain itu, lanjut Mukhlasin,  orang tua siswa yang mengantar dan jemput sekolah ada kebiasaan ngumpul ngerumpi, disitulah ada resiko penularan. “Saya tidak setuju kalau anak – anak untuk pembelajaran tatap muka kasihan meteka,” jelasnya.

Walaupun ada surat pernyataan orang tua yang membolehkan, masih menurut Mukhlasin,  ada undang – undang perlindungan anak yang harus kita lindungi.

“Saya kira lebih baik belajar dirumah secara online, orang tuanya bisa mendidik anaknya sendiri,” kata Mukhlasin.

Namun Mukhlasin setuju jika siswa SMP diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka. “Kalau siswa SMP saya setuju pembelajatan tatap muka karena mereka sudah nalar, tinggal pengaturan jam sekolah, anak bawa bekal sendiri, orang tua yang jemput tidak boleh berkurumun, cuci tangan dan pake masker atau face shield,” pungkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Sekolah tatap muka bakal dibuka Senin besok

Batang, Wartadesa. - Meski masih menyisakan zona merah di 16 Desa/Kelurahan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Jawa Tengah bakal Read more

Cemburu! Istri dianiaya hingga meninggal, suami gunakan alibi kecelakaan

BATANG, WARTADESA. -  Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, bau busuk akan tercium juga. Seperti pepatah, ulah DK alias Congli (25) warga Desa Read more

Zona Orange, Pemkab Batang belum putuskan pembelajaran tatap muka

Batang, WartaDesa. - Bupati Batang, Wihaji, belum berani memutuskan pembelajaran tatap muka (KBM) lantaran wilayahnya masih masuk zona orange (oranye) Read more

Bayi usia seminggu ditemukan mengambang di sungai Kitiran

Batang, WartaDesa. - Warga sekitar Desa Kambangan, Blado, Batang digegerkan dengan penemuan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki yang mengambang di Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Lima anggota dewan Pemalang terpapar Covid-19

ilustrasi_corona

Pemalang, Wartadesa. – Lima anggota DPRD dan 13 orang di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Pemalang dinyatakan terpapar Covid-19. Hal demikian setelah hasil swab tes keluar. Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemalang, Tutuko Rahardjo membenarkan hal tersebut, Sabtu kemarin.

Adapun lima anggota dewan yang terpapar Korona adalah, NH dan NR dari Fraksi PKB, DW dan SL dari Fraksi PKS, BH dari Fraksi PDIP.

Sementara di lingkungan Sekretariat DPRD, ke-13 orang dinyatakan positif antara lain, PR, PT, MR, OP, MW, HR, HA, FY, DAP, AL, BH, DS dan BY.

“Pasien yang positif sedang menjalani perawatan. Ada yang di rumah sakit, ada juga yang menjalani isolasi mandiri di rumah,” papar Tutuko, Sabtu (08/08).

Hingga Sabtu kemarin, total jumlah kasus Covid-19 di Pemalang tercatat sebanyak131 kasus dan 10 orang diantaranya meninggal dunia. (Eva Abdullah)

Terkait
Empat anggota DPRD Kabupaten Pemalang positif Korona, kantor dilockdown

Pemalang, Wartadesa. - Kantor DPRD Kabupaten Pemalang dilockdown (ditutup) hingga tanggal 13 Agustus 2020 menyusul empat anggotanya terpapar virus Korona Read more

Ujianto, anggota DPRD Kabupaten Pemalang yang terpapar Korona, berpulang

Pemalang, Wartadesa. -  Kabar duka, anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Ujianto MR, meninggal pada Kamis (30/07) pulul 15.00 WIB, setelah sebelumnya Read more

Raperda tentang perlindungan pasar dan penataan swalayan dikritisi

Batang, Wartadesa. - Lakpesdam NU, LBH GP Ansor dan IKA PMII Kabupaten Batang mengkritisi Raperda tentang perubahan atas Peraturan Daerah Read more

Duh! Tiga alat pendeteksi dini bencana di Pekalongan rusak

Kajen, WartaDesa. - Tiga dari tujuh alat deteksi peringatan dini bencana atau Early Warning System (EWS) yang dipasang di wilayah Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Tambah 10 orang positif Korona, jumlah kasus di Pemalang tembus 113

ilustrasi_corona

Pemalang, Wartadesa. – Pihak berwenang kembali mengumumkan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pemalang. Juru Bicara Penanganan Covid-19 setempat mengumumkan 10 orang dinyatakan terkonfirmasi positif Korona setelah uji swab.

Tambahan 10 orang positif ini merupakan tahapan swab tes yang dilakukan sejak 22 Juli hingga 5 Agustus 2020. Tutuko Raharjo menyebut pihaknya telah menggelar rapid kepada 4200 orang dan 1200 orang rapid tes. “Dari jumlah itu orang orang yang terkonfirmasi positif covid 19 telah dilaporkan secara berkala,” kata Tutuko.

Tutuko menyebut 10 orang terkonfirmasi korona tersebut atas nama S (73) laki-laki warga Kecamatan Petarukan, AK (66) laki laki warga Kecamatan Ampelgading, NG (55) laki laki warga Kecamatan Taman, NY (56) laki laki warga Kecamatan Comal, MRR (23) laki laki warga Kecamatan Moga, W (65) laki laki warga Kecamatan Petarukan.  SS 54 perempuan warga Kecamatan Pemalang, JN (36) laki laki warga Kecamatan Pemalang, M (58) laki laki warga Kecamatan Comal, dan T (57) laki laki warga Kecamatan.

“Dari sepuluh orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 terdapat dua orang yang telah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit yaitu M (58) laki laki warga Kecamatan Comal, dan ke sepuluh yaitu T (57) laki laki warga Kecamatan dan telah dimakamkan dengan standar covid 19,” ujar Tutuko.

Selain 10 orang yang dinyatakan positif covid 19, lanjut Tutuko, juga terdapat delapan orang yang dinyatakan sembuh yakni YF (26) laki laki warga Kecamata Bantarbolang, DK (42) peremouan warga Kecamatan Taman, C (52) laki laki warga Kecamatan Taman, keempat yaitu I (29) perempuan warga Kecamatan Taman, W (68) laki lami warga Kec Taman, WS (50) laki laki warga Kecamatan Pemalang inisial K (51) perempuan warga Kec Taman, dan kedelapan yaitu inisial N (7 ) perempuan warga Kecamatan Taman.

Hingga Jum’at, total kasus di Pemalang sebanyak 113 orang dan jumlah Sembuh 61 orang, jumlah dirawat 42 orang dan yang meninggal dunia 10 orang. (Eva Abdullah)

Terkait
KBM Tatap Muka Kabupaten Pemalang mulai Januari 2021

PEMALANG, WARTADESA. - Angin segar bagi siswa-siswi di Kabupaten Pemalang yang sudah merindukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka,  Dinas Read more

Warga Surajaya tutup paksa tambang Galian C

Pemalang, WartaDesa. - Aktivitas tambang Galian C di Desa Surajaya, Pemalang ditutup paksa oleh ratusan warga desa setempat. Padahal tambang Read more

Rumah dilalap api, Risto alami kerugian hingga Rp 15 juta

Pemalang, WartaDesa. - Diduga akibat korsleting arus pendek, rumah milik pasangan Risto-Rofiah, warga Dusun Simadu RT 01/08, Desa Banyumudal, Moga, Read more

Mayat laki-laki ditemukan di pesisir Pantai Blendung

Pemalang, WartaDesa. - Sosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan tergeletak di pesisir Pantai Blendung, Rt.04 Rw. 06, Kecamatan Ulujami, Pemalang. Read more

selengkapnya
EducationKesehatanLayanan PublikPendidikan

Sekolah hanya dua jam dan bawa bekal sendiri

sd batang

Menengok pembelajaran tatap muka di Batang

Batang, Wartadesa. – Siswa-siswi dan para orangtua di wilayah zona hijau Covid-19 merasa senang. Pasalnya, mereka kembali dapat bersua dengan rekan-rekan sekelas untuk belajar di sekolah secara tatap muka, mulai Senin (03/08) lalu.

Meski pembelajaran dilakukan secara bergilir, satu kelas dalam dua shift dan hanya dua jam, sekali tatap muka, namun hal tersebut menambah semangat anak-anak didik untuk terus belajar. Setelah sebelumnya mereka bosan belajar daring.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sekolah SDN Denasri Wetan 2, Esti Yuni. Menurutnya anak-anak dan orangtua senang dan antusias. “Mereka sangat senang, tidak hanya siswa bahkan orang tua juga sangat menyambut baik bisa kembali belajar tatap muka,” tuturnya, Kamis (06/08).

Esti menyebut bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Sesuai arahan Dindikbud dan Dinkes sekolah yang sudah diperbolehkan tatap muka harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak antar siswa maupun guru. Kami bagi menjadi dua kelompok setiap kelas dengan pergantian hari,” jelasnya.

Lantaran pertemuan setiap siswa hanya dua jam, masih kata Esti, siswa tidak diberi waktu istirahat, hanya diberi waktu 15 menit untuk menikmati bekal yang dibawa dari rumah.

Kepala Dindikbud Batang, Achmad Taufiq mengungkapkan bahwa pembelajaran tatap muka hanya diberlakukan di wilayah yang masuk zona hijau.

Jika status daerah dari zona hijau menjadi zona merah, maka pihaknya juga berharap pembelajaran tatap muka untuk ditunda dan diganti pembelajaran jarak jauh.

“Sejauh ini untuk pembelaharan tatap muka belum ada kendala, dan sudah berjalan sesuai prosedur,” ujarnya

Taufiq mengaku akan melakukan evaluasi pembelajaran tatap muka selama satu pekan kedepan. “Selama satu Minggu ke depan ini kami akan melaksanakan evaluasi selanjutnya nanti kami akan rumuskan bagaimana keberlangsungan program tatap muka ini,” jelasnya.

Evaluasi, lanjut Taufiq dilakukan untuk menyerap aspirasi para orang tua dan menyeimbangkan antara pembelajaran daring dan tatap muka. (Eva Abdullah)

Terkait
Razia di Banyuputih dan Limpung, ratusan botol miras diamankan

LIMPUNG, WARTADESA. - Jajaran Polsek Limpung, Batang menggelar razia minuman keras dalam Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (KKYD) di wilayah Banyuputih Read more

Cemburu! Istri dianiaya hingga meninggal, suami gunakan alibi kecelakaan

BATANG, WARTADESA. -  Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, bau busuk akan tercium juga. Seperti pepatah, ulah DK alias Congli (25) warga Desa Read more

Zona Orange, Pemkab Batang belum putuskan pembelajaran tatap muka

Batang, WartaDesa. - Bupati Batang, Wihaji, belum berani memutuskan pembelajaran tatap muka (KBM) lantaran wilayahnya masih masuk zona orange (oranye) Read more

Bayi usia seminggu ditemukan mengambang di sungai Kitiran

Batang, WartaDesa. - Warga sekitar Desa Kambangan, Blado, Batang digegerkan dengan penemuan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki yang mengambang di Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Tren kasus Covid-19 Kota Pekalongan naik, Kabupaten bertambah klaster guru, Batang tembus 100 kasus

ilustrasi_corona

Pekalongan, Wartadesa. –  Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia belum ada tanda-tanda kecenderungan melandai, apalagi turun pada fase I ini. Pun hal yang sama terjadi di beberapa wilayah di Kota/Kabupaten Pekalongan dan Batang.

Tren kasus virus asal Wuhan ini dalam dua pekan di Kota Pekalongan mengalami kenaikan pesat. Terdapat 11 kasus aktif, dengan rincian tiga orang dirawat di rumah sakit dan delapan orang isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, Kamis (06/08) menyebut bahwa pantauan yang dilakukan pihaknya selama dua pekan terakhir menunjukkan stabil. Namun pada pekan terakhir bertambah sangat signifikan.

Slamet mengatakan bahwa kasus di Kota Batik saat ini menunjukan penularan antar warga secara lokal. Hal tersebut, menurutnya, warga Kota Pekalongan lebih waspada.

“Dua orang yang tertular dari transmisi lokal tersebut, tertular dari anggota keluarga yang sudah lebih dulu terkena Covid-19. Sehingga kita harus waspada, karena ketika sudah ada transmisi lokal kontak eratnya justru akan lebih banyak,” ujar Slamet.

Di Kabupaten Pekalongan, hingga Kamis, peningkatan kasus positif Covid-19 dari klaster pendidik, bertambah.  Yakni, satu orang Kepala sekolah salah satu SD di Kecamatan Siwalan, satu guru SD di Kecamatan Siwalan, dan seorang guru Paud di Kecamatan Talun.

Sementara itu, ditengah-tengah pencangangan Gerakan Zero Covid-19 di Kabupaten Batang. Kasus positif mencapai 103 orang. “Saya sudah tanda tangani Perbup Zero Covid-19. Saya mau serius dan fokus mengawal Zero Covid-19 ini. Maka saya minta kepada seluruh OPD terkait untuk ikut mengawal Perbup ini,” ungkap Bupati Batang, Wihaji.

Wihaji menyebut, hingga Kamis (6/8/2020) kasus Korona di Batang mencapai 103 orang, dengan angka kesembuhan 68 orang, dirawat 25 orang, dan meninggal 10 orang.

“Aturan gerakan Zero Covid-19 yang pertama kita lakukan adalah lockdown keluarga dengan cara wajib mengisolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Pemkab Batang selama 14 hari akan memberikan uang sebesar Rp 1 juta, dan sembako untuk setiap keluarga yang positif Covid-19,” ujar Bupati Wihaji. (Eva Abdullah)

Terkait
Kota Pekalongan belum terapkan pembelajaran tatap muka, Januari mendatang

KOTA PEKALONGAN, WARTADESA. - Pemerintah Kota Pekalongan memutuskan untuk tidak melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021 Read more

Tak ada titik temu, usulan UMK Kota dan Kabupaten Pekalongan dua versi

Pekalongan, WartaDesa. - Sidang dewan pengupahan di Kota dan Kabupaten Pekalongan mengalami kebuntuan alias deadlock. Masing-masing pihak bersikeras terkait kenaikan Read more

4 Tahun Wartadesa, Serangkaian Kegiatan Sosial Digelar

Kabupaten Pekalongan, WartaDesa. - Memasuki tahun ke-4 usia media komunitas Wartadesa, para penggiat media dengan tagline "Saatnya Warga Bersuara" ini Read more

Kabupaten Pekalongan masuk zona merah dengan resiko tinggi

Kajen, WartaDesa. - Bertambahnya kasus Covid-19 di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Pekalongan dengan total positif 248 orang, terdiri dari Read more

selengkapnya