close

Layanan Publik

Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

BKPH Karanganyar Tanggap Cepat Longsor di Jalan Penghubung ke Lebakbarang, Pekalongan

IMG-20260105-WA0011

WARTA DESA, KABUPATEN PEKALONGAN – BKPH Karanganyar bersama jajarannya segera bertindak menyikapi terjadinya longsor di jalan raya Karanganyar, jalur penting menuju Kecamatan Lebakbarang, pada hari ini. Peristiwa disebabkan hujan lebat, yang membuat tanah dan batuan menutupi sebagian badan jalan.

Meskipun demikian, arus lalu lintas tetap dapat berjalan satu sisi dengan sistem bergantian. Menurut Catur, Asisten Perhutani (ASPER) BKPH Karanganyar RPH Pekalongan Timur, lokasi longsor berada di petak 28 D, wilayah RPH Rogoselo. “Saat ini jalan masih dapat dilalui, namun kami menunggu alat berat dari dinas terkait untuk pembersihan material longsoran,” ujarnya.

Sejak kejadian, pihak BKPH langsung melakukan pengamanan awal dengan memberikan peringatan dan mengatur lalu lintas agar tetap aman. Catur juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, dan mematuhi arahan petugas, mengingat cuaca yang tidak menentu dan potensi longsor susulan.

BKPH Karanganyar berharap alat berat segera tiba, sehingga proses penanganan berjalan cepat dan akses jalan kembali normal serta aman untuk masyarakat. (Rohadi)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Ditanya Soal Monitoring Desa, Camat Lebakbarang Malah Meradang

kecamatan lebakb arang

WARTA DESA, PEKALONGAN, 29-12-2025 – Camat Lebakbarang, Sri Handayani, menunjukkan sikap tidak mau memberikan penjelasan saat dikonfirmasi awak media terkait sistem monitoring yang diterapkan di salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan.

Dalam proses konfirmasi informasi, Sri Handayani memberikan respons dengan nada suara yang tinggi dan terkesan emosional, sehingga menciptakan suasana yang kurang kondusif selama pertemuan dengan awak media. Ia tegas menyatakan tidak ingin membahas lebih jauh mengenai persoalan yang menjadi sorotan.

“Saya tidak akan mengulas permasalahan yang sudah selesai,” ujar Sri Handayani secara singkat tanpa memberikan klarifikasi lebih lanjut.

Pernyataan tersebut tidak diimbangi dengan penjelasan terkait mekanisme kerja sistem monitoring desa yang dipertanyakan, termasuk apakah sistem pengawasan tersebut telah beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau terdapat poin yang perlu diperbaiki. Sikap enggan menjelaskan ini kemudian memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat, mengingat tugas pokok kecamatan meliputi pemantauan dan pembinaan terhadap pelaksanaan pemerintahan di tingkat desa.

Sejumlah pihak mengemukakan bahwa keterbukaan informasi merupakan hal krusial untuk menjaga kepercayaan publik, terutama dalam hal pengawasan administrasi dan tata kelola pemerintahan desa. Penolakan untuk memberikan klarifikasi terkait sistem monitoring ini justru berpotensi memunculkan berbagai spekulasi yang tidak jelas di tengah masyarakat. (Rohadi)

Terkait
Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Lebakbarang kembali longsor, jalan desa lumpuh total

Lebakbarang, Wartadesa. - Longsor kembali terjadi di Desa Kutorembet Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Selasa (14/2) Pukul 17.30 WIB. Akibatnya jalan Read more

Warga Kapundutan Lebakbarang berharap punya jembatan gantung

Lebakbarang, Wartadesa. - Warga Desa Kapuntudan Kecamatan Lebakbarang berbondong-bondong menuju ke sungai Sengkarang untuk memperbaiki jembatan sasak (jembatan kaman/siom_warga biasa Read more

Nunggu enam bulan Pemda tak kunjung perbaiki, warga gotong-royong tangani jalan rusak Lebakbarang-Karanganyar

Lebakbarang, Wartadesa. - Kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Lebakbarang-Karanganyar rusak parah dan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan. Sudah banyak Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Dulu Viral Antar Haji, Kini Jadi “Sapu Bersih” Botol Miras: Ketulusan Mak Sombret yang Tak Pernah Padam di Kota Santri

Screenshot_20251227_174156

WAFTA DESA, KAJEN – Nama Mak Sombret (55) bukan lagi nama asing bagi warga Kabupaten Pekalongan. Perempuan bersahaja asal Dukuh Mbalong, Desa Kulu, Karanganyar ini sempat menggemparkan jagat maya setelah kisah heroiknya viral di berbagai media lokal, termasuk Warta Desa. Kini, Mak Sombret kembali menjadi buah bibir, bukan karena ojek antar-kota, melainkan karena kesetiaannya menjaga kesucian Alun-Alun Kajen dari serbuan “botol setan”.

​Nostalgia Ketulusan: Ngojek Pekalongan-Solo Demi Tetangga

​Mengingat kembali awal mula namanya melambung, Mak Sombret—atau yang memiliki nama asli Mak Ratih—adalah sosok yang membuktikan bahwa kebaikan tidak butuh harta melimpah.

Pada Mei 2024 lalu, ia rela merogoh kocek hingga Rp600.000, jumlah yang sangat besar bagi seorang pekerja serabutan seperti dirinya, hanya untuk menyewa ojek menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

​Alasannya sederhana namun menyentuh: ia ingin mengantar Pak Kadus (Kepala Dusun) berangkat haji karena merasa sang pejabat sering membantunya saat ia kesulitan. Padahal, saat itu Mak Sombret hidup sebatang kara di rumah papan sederhana ukuran 3×4 meter setelah ditinggal wafat suaminya pada 2016.

Ketulusannya itu berbuah manis; ia akhirnya mendapatkan hadiah umrah gratis dari biro perjalanan yang tergerak oleh aksi nekatnya tersebut.

​Misi Baru: Memburu “Botol Haram” di Alun-Alun Kajen

​Setelah kembali dari Tanah Suci, semangat Mak Sombret untuk berbuat baik tidak luntur. Sehari-harinya, ia memang kerap menyisir Alun-Alun Kajen untuk mencari rongsok sebagai sumber penghidupan. Namun belakangan, keranjangnya tidak hanya berisi botol plastik bekas air mineral, tapi juga botol-botol kaca bekas minuman keras (miras).

​Fenomena ini sangat kontras dengan julukan Kajen sebagai “Kota Santri”. Di Alun-Alun yang megah, justru banyak ditemukan botol-botol miras berserakan sisa ulah oknum tak bertanggung jawab.

​”Dulu saya cuma cari rongsok botol air mineral, tapi sekarang banyak botol miras yang berserakan. Saya kumpulin aja, khawatir kalau kena kaki anak-anak atau jadi sarang penyakit,” ujar Mak Sombret dengan nada polosnya yang khas.

​Sentilan Bagi yang Muda dan yang Berkuasa

​Aksi Mak Sombret ini layaknya sebuah cermin besar bagi warga Pekalongan. Di usianya yang sudah senja, ia masih peduli pada kebersihan dan kesucian ikon kotanya. Sementara itu, para pemuda yang gemar “mabuk-mabukan” di area publik justru meninggalkan sampah yang membahayakan.

​”Malu sama Mak Sombret,” celetuk seorang warga yang mulai ikut tergerak membantu membersihkan alun-alun. “Dia yang hidupnya terbatas saja masih mau mikirin kebersihan dan keselamatan orang lain.”

​Kini, setiap pagi Mak Sombret tetap setia dengan keranjangnya. Ia tidak butuh pujian atau viral untuk kedua kalinya. Baginya, melihat alun-alun bersih dari “botol setan” adalah kepuasan batin tersendiri. Sebuah teladan nyata bahwa menjaga kehormatan Kota Santri bukan hanya tugas pejabat dengan seragam mentereng, tapi bisa dimulai dari tangan seorang perempuan sebatang kara yang penuh kasih. (Rohadi)

Terkait
Tenggak miras oplosan, pelajar diamankan

Tiga pelajar SMP berhasil diamankan pihak polsek Wiradesa karena meracik dan menkonsumsi miras oplosan di desa Read more

Warga Wangandowo tolak pendirian karaoke

Bojong, Wartadesa. - Ratusan warga Desa Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan menggelar aksi unjukrasa, menolak pendirian karaoke di wilayahnya. Kontributor Read more

Lagi pesta miras, ada operasi … eh, botolnya ditinggal

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Gerombolan pemuda yang sedang pesta minuman keras (miras) lari terbirit-birit setelah melihat mobil patroli melintas bantaran Read more

Puluhan botol miras diamankan petugas di Bojong dan Wonopringgo

Bojong, Wartadesa. - Puluhan dus minuman keras (miras) dari berbagai jenis diamankan Polsek Bojong, Selasa (17/1) sore. Miras yang dibawa Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

KOTA SANTRI JADI KOTA MABOK? Alun-Alun Kajen Banjir Botol Miras, Mak Sombret Turun Tangan Jadi “Malaikat Penyelamat”!

IMG-20251227-WA0014

WARTA DESA, KAJENAstagfirullah! Predikat “Kota Santri” yang melekat pada Kabupaten Pekalongan seolah tercoreng oleh kelakuan oknum tak bertanggung jawab. Bukannya memperbanyak zikir, di area Alun-Alun Kajen malah banyak ditemukan “botol haram” alias bekas minuman keras (miras) yang berserakan. Fenomena ini bikin warga geleng-geleng kepala.

Mak Sombret “Comeback” dari Jalur Rongsok

Di tengah kemirisan itu, muncul sosok legendaris yang dulu viral karena setia antar jamaah haji, siapa lagi kalau bukan Mak Sombret. Jika dulu ia sibuk urusan ibadah, kini Mak Sombret “aktif” kembali dengan misi berbeda: memburu botol miras yang tercecer di sekitar alun-alun.

​”Dulu saya cuma cari rongsok botol air mineral, tapi sekarang banyak botol miras yang berserakan,” ungkap Mak Sombret dengan nada polos namun menyentil sambil menunjukkan keranjang penuh “harta karun” beralkoholnya.

Ironis: Kok Ada Botol Setan?

Warga sekitar merasa terbantu namun sekaligus malu. Bagaimana tidak, area yang seharusnya jadi tempat berkumpulnya warga dan jadi tempat bermain anak-anak justru dipenuhi botol yang bisa pecah dan membahayakan. Mak Sombret mengaku nekat mengumpulkan botol-botol itu supaya tidak menjadi sarang penyakit atau melukai bocah-bocah yang lari-larian di alun-alun.

  • Aksi Mak Sombret: Secara rutin menyisir setiap sudut alun-alun untuk memastikan botol-botol itu dibuang dengan benar atau dijual ke pengepul rongsok yang tepat.
  • Reaksi Warga: Aksi mulia ini mulai memantik kesadaran warga lain untuk ikut menjaga kebersihan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan di ikon kota tersebut.

Unek-unek:

Duh Gusti… Emang bener kata pepatah, setannya lagi libur, manusianya yang gantiin kerjaan setan. Buat para pemuda “setengah kopong” yang hobi mabok: Mbok ya kalau mau nakal jangan di komplek alun-alun! Malu sama Mak Sombret yang sudah sepuh tapi masih peduli lingkungan. (Rohadi)

Terkait
Tenggak miras oplosan, pelajar diamankan

Tiga pelajar SMP berhasil diamankan pihak polsek Wiradesa karena meracik dan menkonsumsi miras oplosan di desa Read more

Warga Wangandowo tolak pendirian karaoke

Bojong, Wartadesa. - Ratusan warga Desa Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan menggelar aksi unjukrasa, menolak pendirian karaoke di wilayahnya. Kontributor Read more

Lagi pesta miras, ada operasi … eh, botolnya ditinggal

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Gerombolan pemuda yang sedang pesta minuman keras (miras) lari terbirit-birit setelah melihat mobil patroli melintas bantaran Read more

Puluhan botol miras diamankan petugas di Bojong dan Wonopringgo

Bojong, Wartadesa. - Puluhan dus minuman keras (miras) dari berbagai jenis diamankan Polsek Bojong, Selasa (17/1) sore. Miras yang dibawa Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

JALAN APA KUBURAN?! WARGA SIWALAN NGAMUK, JALAN RUSAK DITANAMI POHON PISANG!

Screenshot_20251221_155633

WARTA DESA, PEKALONGAN – Kesabaran warga Desa Siwalan, Kecamatan Siwalan, bener-bener sudah habis! Gara-gara jalanan nggak kunjung dibenahi dan mirip kubangan kerbau, warga akhirnya nekat menyulap aspal jadi kebun dadakan. Minggu pagi (21/12), ruas jalan Gemuruh Kulon arah Krengseng mendadak “ijo royo-royo” penuh pohon pisang!

​Bukan mau panen, aksi tanam pohon pisang ini adalah bentuk protes keras warga yang sudah eneg melihat kondisi jalan yang hancur lebur. Pantauan di lapangan, lubang-lubang maut yang sering bikin pengendara kejlungup itu kini dipasangi batang pisang oleh warga secara gotong royong.

“Iki dalan opo sawah?!” cetus salah satu warga yang emosi.

​Menurut warga, kerusakan jalan ini sudah terjadi “berabad-abad” tapi dicuekin terus sama pihak berwenang. Padahal, jalan Gemuruh Kulon–Krengseng ini statusnya jalan desa yang jadi urat nadi aktivitas warga. Kalau hujan turun, jalanan berubah jadi jebakan betmen yang licin dan membahayakan nyawa.

​”Jelas-jelas ini jalan desa, tapi kok dibiarin remuk? Apa nunggu ada yang mati dulu baru diperbaiki?” ujar seorang warga dengan nada sewot. Mereka sengaja menanam pohon pisang biar lubangnya kelihatan jelas dan nggak ada lagi pengendara yang jadi korban “ndelosor” di aspal.

​Gara-gara aksi “reboisasi” dadakan ini, arus lalu lintas sempat tersendat. Banyak pengendara yang melintas cuma bisa geleng-geleng kepala sambil curhat nasib motor mereka yang sering rusak gara-gara lewat jalan rusak tersebut.

​Warga mengancam, kalau pemerintah desa masih tutup mata dan telinga, pohon pisang itu bakal tetap nangkring di situ. Mereka menuntut perbaikan nyata, bukan cuma janji manis semanis pisang raja. Sampai berita ini naik cetak, pihak perangkat desa masih “adem ayem” dan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga tersebut. (Rohadi)

Terkait
Deadlock, Mediasi Warga Duwet Berlanjut ke Polres

      Bojong - Bertempat di salah satu Rumah makan di Desa Duwet Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, Minggu (14/05) Read more

Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

Warga: Kalau bikin SIM Jangan dipersulit

Kajen, Wartadesa. - Surat Ijin Mengemudi (SIM) bagi warga Kota Santri sudah menjadi barang penting. Mereka menganggap bahwa surat-surat kendaraan, Read more

Meski UMR Kota Santri Naik, namun belum penuhi KHL

Kedungwuni, Wartadesa. - Naiknya Upah Minumum Regional (UMR) Kota Santri dari sebelumnya Rp. 1.583.697 menjadi Rp. 1.721.637 atau naik sebesar Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan PublikPendidikan

MIRIS! Mau Pipis Saja Susah, Siswa SMPN 2 Wiradesa Dipalak Rp150 Ribu Buat Bangun Toilet

IMG-20251220-WA0019

Warta Desa, PEKALONGAN – Dunia pendidikan di Kabupaten Pekalongan kembali tercoreng. Bukannya fokus belajar, ratusan siswa di SMPN 2 Wiradesa justru pusing tujuh keliling lantaran dibebani biaya pembangunan sarana prasarana (sarpras) sekolah. Tak tanggung-tanggung, duit sebesar Rp150 ribu perak ditarik dari kantong siswa cuma buat bangun urusan “belakang” alias toilet.

​Dugaan pungutan liar (pungli) ini pun langsung jadi buah bibir warga. Informasi yang dihimpun di lapangan, bagi siswa yang belum melunasi iuran pembangunan tersebut, pihak sekolah menagih agar segera dibayar pada Desember 2025 ini.

KOMITE JADI TAMENG?

Salah satu pihak sekolah yang minta namanya dirahasiakan mengakui adanya tarikan tersebut. Menurutnya, iuran maut ini sudah berjalan sejak program tahun ajaran 2024/2025. Bagi kelas VII dan VIII yang tahun kemarin “ngutang”, tahun ini dipaksa melunasi.

​”Teknisnya siswa setor ke wali kelas, terus hasilnya diserahin ke komite sekolah. Pihak sekolah mah terima beres aja, yang nanganin pembangunannya komite,” ungkap sumber tersebut dengan nada enteng, Sabtu (20/12).

​Bayangkan saja, dengan jumlah total siswa mencapai sekitar 700 anak, uang yang terkumpul dari keringat orang tua siswa ini bisa mencapai angka yang bikin melongo, yakni sekitar Rp105 juta rupiah! Padahal, sekolah negeri seharusnya sudah disokong dana pemerintah.

KEPSEK MENGHILANG

Ironisnya, saat hendak dikonfirmasi untuk meminta penjelasan, sang kepala sekolah justru seolah “buang badan”. Rustam, Kepala Sekolah SMPN 2 Wiradesa, tidak berada di tempat saat disambangi ke sekolah.

​Setali tiga uang, saat dihubungi via telepon selulernya, sang kepsek pun mendadak susah dikontak. Teleponnya mati total, seolah enggan menjawab keluhan wali murid yang tercekik iuran toilet tersebut.

​Warga dan orang tua siswa kini hanya bisa mengelus dada. Mereka berharap dinas terkait segera turun tangan mengusut tuntas dugaan pungli ini. “Jangan sampai sekolah negeri rasa swasta, apa-apa bayar, padahal cuma buat bangun WC,” cetus salah satu warga dengan nada geram. (Rohadi)

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

[caption id="attachment_1326" align="alignnone" width="800"] Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Akses Vital Terputus, Warga Lebakbarang Keluhkan Lambatnya Penanganan Longsor

longsor

Warta Desa, Pekalongan — 20 Desember 2025. Warga Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, menyoroti lambatnya penanganan bencana tanah longsor yang menutup jalan utama penghubung Lebakbarang–Petungkriyono–Paninggaran.

Peristiwa longsor terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB, tepat di ruas jalan utama Lebakbarang yang selama ini menjadi akses vital masyarakat menuju Kecamatan Petungkriyono dan Kecamatan Paninggaran. Material longsoran berupa tanah dan batu menutup hampir seluruh badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Warga setempat mengungkapkan, dalam kondisi tertentu mereka biasanya melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsor. Namun pada kejadian kali ini, volume longsoran dinilai cukup besar dan memerlukan alat berat, sehingga warga hanya dapat menunggu penanganan dari dinas terkait.

Kronologi Kejadian

Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi pemicu ambrolnya tebing di ruas jalan utama Lebakbarang. Material berupa tanah dan batu berukuran besar menutup hampir seluruh badan jalan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.

Warga Tak Berdaya Tanpa Alat Berat

Biasanya, warga setempat rutin melakukan gotong royong jika terjadi longsor skala kecil. Namun, untuk kejadian kali ini, volume material yang sangat besar membuat warga tidak mampu berbuat banyak.

“Kalau longsor kecil biasanya kami gotong royong. Tapi ini besar, perlu alat berat. Kami menunggu dinas yang menangani bencana,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Kekecewaan warga memuncak karena hingga Sabtu pukul 10.00 WIB—atau sekitar 17 jam setelah kejadian—belum tampak adanya alat berat maupun petugas dari dinas terkait yang melakukan pembersihan di lokasi.

Aktivitas Ekonomi dan Pendidikan Lumpuh

Tertutupnya jalur ini berdampak serius bagi mobilitas masyarakat. Jalan tersebut merupakan urat nadi bagi warga untuk berangkat bekerja, sekolah, hingga mendistribusikan hasil pertanian ke luar wilayah.

“Jalan ini benar-benar jalan utama masyarakat. Kalau tertutup lama, aktivitas lumpuh,” keluh warga lainnya yang khawatir akan terganggunya akses layanan darurat kesehatan.

Tuntutan Penanganan Permanen

Mengingat wilayah Lebakbarang merupakan zona merah rawan longsor, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk:

  1. Segera mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup.

  2. Melakukan langkah antisipatif melalui pemetaan titik rawan.

  3. Membangun penanganan permanen (seperti talud atau penguatan tebing) agar bencana serupa tidak terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kepastian dari instansi terkait untuk menormalkan kembali jalur penghubung antar-kecamatan tersebut. (Rohadi)

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Menikmati trekking hutan dan kali di Curug Lawe Petungkriyono

Petungkriyono, syurga tersendiri bagi pecinta wisata Pekalongan, beragam keindahan alam dan keelokan pemandangan dapat dinikmati. Berikut penuturan kontributor Wartadesa,  Ibnu Read more

Karang Srity, satu tempat dengan banyak pilihan wisata

Karang Srity, sebuah lokasi wisata negeri diatas awan, Petungkriyono all in one, campingpark, rivertubing, tracking, hiking dan pemandangan segar alam Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pembangunan RS Kraton Baru Terancam Molor, DPRD Pekalongan Prediksi Operasional Mundur ke 2027

IMG-20251217-WA0026

Warykendala Pekalongan — Proyek relokasi RS Kraton ke Desa Kampil, Kecamatan Wiradesa, kini dalam pengawasan ketat DPRD Kabupaten Pekalongan. Anggaran sebesar Rp80 miliar yang bersumber dari pinjaman daerah telah dialokasikan untuk menyelesaikan pembangunan fisik dan persiapan perpindahan layanan.

​Namun, hasil peninjauan lapangan oleh Komisi C DPRD menunjukkan bahwa operasional penuh rumah sakit kemungkinan besar akan mundur hingga tahun 2027. Hal ini dikarenakan proses pembangunan fisik yang memakan waktu lama serta kompleksitas perizinan operasional.

Faktor Penyebab Penundaan

​Beberapa tahapan krusial yang dinilai menghambat percepatan operasional antara lain:

  • Proses Lelang: Direncanakan baru berjalan pada Februari 2026 setelah audit perencanaan oleh Inspektorat selesai.
  • Waktu Konstruksi: Pelaksanaan pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar delapan bulan.
  • Infrastruktur & Perizinan: Pemenuhan syarat operasional meliputi ketersediaan air bersih, akses jalan, listrik, AMDAL, SLO (Sertifikat Laik Operasional), hingga izin operasional rumah sakit.
  • Akreditasi & BPJS: Rumah sakit wajib mengurus ulang kerja sama dengan BPJS Kesehatan dan melakukan akreditasi di lokasi baru agar tetap dapat melayani pasien JKN.

​DPRD menyarankan agar pemerintah daerah segera mengajukan surat resmi permohonan perpanjangan waktu perpindahan kepada pihak kesusteran selaku pemilik lokasi RS Kraton saat ini.

Analisis Kritis: Dampak Bagi Daerah

​Berdasarkan situasi di atas, terdapat beberapa poin penting yang perlu dikritisi:

  1. Beban Pinjaman Daerah: Proyek ini menggunakan dana pinjaman sebesar Rp80 miliar. Penundaan operasional hingga 2027 berarti daerah menanggung beban bunga pinjaman lebih lama tanpa adanya pemasukan layanan dari gedung baru.
  2. Ketidakpastian Layanan Kesehatan: Koordinasi yang kurang matang antara eksekutif dan pihak kesusteran dapat mengganggu stabilitas pelayanan pasien jika masa kontrak di gedung lama habis sebelum gedung baru siap pakai.
  3. Kesiapan Administrasi BPJS: Akreditasi ulang merupakan syarat mutlak bagi operasional rumah sakit yang melayani mayoritas peserta BPJS. Keterlambatan dalam proses ini akan merugikan masyarakat menengah ke bawah di Pekalongan.

​Pemerintah daerah didorong untuk lebih proaktif dalam mengurus perizinan secara paralel selama masa konstruksi agar perpindahan pada tahun 2027 tidak kembali mengalami kendala. (Rohadi)

Terkait
Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia

Bekasi, Wartadesa. – Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) yang berdiri pada tahun 2016 yang lalu, menyelenggarakan Gathering dan Silaturrahim perdana Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Sejumlah orang tua tolak vaksinasi Rubella

Pekalongan Kota, Wartadesa. -  Setidaknya 15 orang tua siswa di beberapa SD di wilayah Kota Pekalongan menolak anaknya diimunisasi Measles Read more

Kasus HIV/AIDS di Kota Santri capai 40

Kajen, Wartadesa. - Kasus HIV/AIDS di Kota Santri sejak Januari hingga Juni 2017, meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Komisi Penanggulangan Read more

selengkapnya
EkonomiLayanan Publik

Antrean Kendaraan Solar Mengular di SPBU Karanganyar Pekalongan, Sopir L300 Keluhkan Kelangkaan

IMG-20251210-WA0026

Warta Desa, Pekalongan — Dalam sepekan terakhir, antrean kendaraan pengantre bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terlihat mengular di SPBU Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Kondisi tersebut menimbulkan keluhan dari para pengendara, khususnya sopir mobil L300 yang menggantungkan aktivitas operasionalnya pada ketersediaan solar.

Pantauan di lokasi menunjukkan antrean kendaraan niaga terjadi hampir setiap hari, terutama pada jam-jam pagi hingga siang. Bahkan, tidak sedikit pengemudi yang harus menunggu berjam-jam demi mendapatkan solar.

Salah satu sopir L300, yang enggan disebutkan namanya, mengaku kesulitan mendapat solar dalam beberapa hari terakhir. “Sudah muter ke beberapa SPBU, baru dapat di sini tapi harus antre panjang. Kalau begini terus, pekerjaan jadi terganggu,” keluhnya.

Menurutnya, solar sangat dibutuhkan untuk aktivitas pengangkutan barang dan hasil usaha kecil masyarakat. Kelangkaan dan antrean panjang dinilai berdampak langsung pada biaya operasional serta waktu distribusi.

Pengemudi lain juga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk menormalkan pasokan solar. Mereka khawatir kondisi ini akan terus berulang dan semakin memberatkan pelaku usaha kecil serta sopir angkutan barang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU maupun instansi terkait mengenai penyebab antrean panjang solar di SPBU Karanganyar. Masyarakat berharap adanya solusi cepat agar distribusi BBM, khususnya solar, kembali lancar dan merata. (Rohadi)

Terkait

[caption id="attachment_1441" align="aligncenter" width="803"] Calon penerima PKH di Kecamatan Kedungwuni divalidasi, Rabu (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Kedungwuni, Wartadesa - Read more

Video: Jembatan Pantianom Sragi rusak parah

https://youtu.be/5a-RUxZT9IQ Rusak parah. Jembatan Pantianom yang menghubungkan kecamatan Sragi dan kecamatan Bojong kondisinya memprihatinkan, rusak parah dan belum ada perbaikan. Read more

Warga Keluhkan Harga Cabai Meroket

Meroket. Harga cabai melonjak naik, demikian dituturkan Anik, pedagang cabai di Pasar Induk Kajen (27/11). Foto: Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Pasien Rawat Jalan RSUD Kajen Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi

IMG-20251209-WA0010

Warta Desa, Pekalongan — Seorang pasien rawat jalan berinisial K, warga Desa Larikan Barat RT/RW 004/001, Kecamatan Doro, ditemukan meninggal dunia di kamar mandi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen pada Selasa, 9 Desember 2025 pagi.

Peristiwa bermula saat pasien K datang ke RSUD Kajen pada Senin, 8 Desember 2025, untuk menjalani kontrol rutin di Poliklinik Jantung Rawat Jalan, didampingi oleh anaknya. Setelah menjalani proses pendaftaran, pasien diperiksa dokter sekitar pukul 13.33 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi pasien saat itu sadar penuh (compos mentis) dengan tanda vital dalam batas normal, yakni tekanan darah 100/84 mmHg dan denyut nadi 119 kali per menit. Pasien juga tidak termasuk dalam kategori pasien berisiko jatuh.

Namun, saat keluarga datang kembali untuk menjemput sekitar waktu Dzuhur, pasien K sudah tidak berada di lokasi. Keluarga kemudian melakukan pencarian di area rumah sakit, namun tidak membuahkan hasil. Karena tidak menemukan pasien, keluarga sempat pulang untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada anggota keluarga lain.

Malam harinya, keluarga kembali ke RSUD Kajen dan menanyakan keberadaan pasien kepada petugas rawat inap dan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Petugas melakukan koordinasi internal, namun tidak ada petugas yang mengetahui keberadaan pasien. Keluarga kemudian diarahkan untuk melapor ke petugas keamanan, dan laporan resmi diterima satpam sekitar pukul 22.30 WIB. Petugas keamanan langsung melakukan penyisiran di berbagai area rumah sakit, namun pasien belum ditemukan.

Keesokan paginya, sekitar pukul 07.54 WIB, keluarga kembali melaporkan kehilangan pasien melalui WA Grup RSUD Kajen Menjawab untuk memperluas informasi pencarian. Tidak lama kemudian, petugas kebersihan melaporkan adanya kamar mandi pasien di dekat ruang ICU yang tidak bisa dibuka karena pintu terkunci dari dalam dan tidak ada respons saat diketuk.

Petugas keamanan kemudian melakukan pengecekan melalui ventilasi dan melihat seseorang berada di dalam kamar mandi. Pintu segera didobrak, dan pasien K ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri atau telah meninggal dunia.

Pihak RSUD Kajen selanjutnya berkoordinasi dengan Polsek Karanganyar dan Tim Inafis Polres Kajen untuk melakukan pemeriksaan dan visum. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter dan Tim Inafis, penyebab kematian pasien K diduga akibat serangan jantung.

Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan menerima serta ikhlas atas meninggalnya pasien. Keluarga juga menyampaikan tidak menghendaki dilakukan autopsi. (Rohadi)

Terkait
Karya tim STIKES Muhammadiyah Pekajangan digunakan sebagai aplikasi resmi Pemkab

si-darurat diluncurkan Kajen, Wartadesa. - Sistem informasi  si-darurat hasil karya dari Tim STIKES Muhammadiyah Pekajangan yang menjadi juara pada karya Read more

Karcis parkir tertulis seribu, eh … ditulis pake bolpoin seribu lima ratus

Karanganyar, Wartadesa. - Karut marut perparkiran di Kabupaten Pekalongan, nampaknya terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen, Jalan Raya Read more

Ini tanggapan RSUD Kajen, setelah lima bulan bolak-balik mempertanyakan masalah sekat hidung bayinya yang hilang paska dirawat

Kajen, Wartadesa. - Setelah lima bulan pasangan  Ubaidilah (23) dan Karimah (18), warga Madukaran RT 1 RW 3 Kelurahan Kedungwuni Read more

Mempertanyakan standar penyediaan informasi publik RSUD Kajen

Oleh: Buono Berita tentang bayi pasangan Ubaidilah (23) dan Karimah (18), warga Madukaran RT 1 RW 3 Kelurahan Kedungwuni Barat, Read more

selengkapnya