close

Layanan Publik

Layanan PublikPolitik

PPDRI Pemalang lakukan audiensi tertutup dengan bupati

ppdi

Pemalang, Wartadesa. – Persatuan Perangkat Desa Republik Indonesia (PPDRI) Kabupaten Pemalang melakukan audiensi tertutup dengan Bupati Pemalang, Junaedi, Jum’at minggu lalu (28/06). Audiensi dilakukan setelah sebelumnya tidak bertemu dengan orang nomor satu di Kota Ikhlas saat mendatangi pendapa Kabupaten Pemalang, Rabu (19/06).

Audiensi tertutup diawali dengan bersalam-salaman. Pertemuan tersebut membahas tuntutan PPDRI terkait besaran Penghasilan Tetap Perangkat Desa sesuai dengan masa kerja dan jabatan mereka mulai tahun 2019 dan seterusnya.

Sesuai dengan surat permohonan besaran penghasilan tetap sesuai masa kerja jan jabatan perangkat desa Kabupaten Pemalang bernomor 01 /PPPDRI.PML/V/2019,  PPDRI menuntut besaran penghasilan tetap disesuaikan dengan Pasal 10 Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 83 tahun 2015 tentang  pengangkatan dan pemberhentian Perangkat Desa yang berbunyi,
a. Selain penghasil tetap Perangkat Desa menerima jaminan kesehatan dan dapat menerima tunjungan tambahan penghasilan dan penerimaan lainya yang sah dengan memperhatikan masa kerja dan jabatan Perangkat Desa,
2. Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2019 tentang perubahan kedelapan belas Peraturan Pemerintan Nomor 7 tahun 1977 tentang peraturan pegawai negeri sipil.

Diketahui sebelumnya, ratusan perangkat desa Kabupaten Pemalang, yang tergabung dalam  Persatuan Perangkat Desa Republik Indonesia (PPDRI) mendatangi pendapa Kabupaten Pemalang, Rabu (19/6). Mereka ingin bertemu dengan Bupati Pemalang untuk menyampaikan aspirasi tentang kesejahteraan perangkat desa di Pemalang.

Ketua PPDRI Muhammad Aidin mengatakan kedatangan anggota PPDRI ke pendapa ingin menemui secara langsung Bupati Pemalang dengan maksud untuk menyampaikan tuntutan tentang penghasilan tetap (Siltap) yang disesuaikan dengan masa kerja para perangkat kerja.

Mereka kemudian ditemui oleh Kepala Satpol PP Pemalang Wahyu Sukarno dan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermasdes) Mohammad Sidik.

Wahyu Sukarno menjelaskan sesuai agenda Bupati dapat bertemu langsung dengan para pengurus/anggota PPDRI Pemalang. Namun karena ada agenda yang tidak bisa dia tinggalkan yaitu menghadiri kegiatan rapat koordinasi Kepala Desa di Desa Nyalembeng, Kecamatan Pulosari maka Bupati tidak dapat menemui secara langsung PPDRI.

Pada silaturahmi nasional PPDRI di hotel Akasia, Ulujami Pemalang tahun 2018, muncul rekomendasi untuk penyesuaian siltap (penghasilan tetap) kepada pemerintah bagi anggota perangkat desa yang siltapnya dibawah Rp. 1,7 juta perbulan.  (Eky Diantara)

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

5.685 rumah tangga miskin pertanian Kota Santri akan dapat bantuan pitik

bekerja

Kajen, Wartadesa. – Lima ribu lebih warga di Kota Santri yang masuk dalam kategori Rumah Tangga Miskin (RTM) pertanian akan mendapatkan bantuan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja). Bantuan berupa pitik (anak ayam) berusia dibawah 10 hari. Demikian disampaikan oleh Ir. Ida Purbani, Balai Besar Litbang Bioteknologi da Sumberdaya Genetika Pertanian dalam sosialiasi progam di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (01/07) kemarin.

Ida menambahkan bahwa program tersebut diluncurkan juga di Batang dan Tegal. Menurutnya, Bekerja diluncurkan oleh Kementrian Pertanian sejak tahun 2018 lalu. “Tujuan program Bekerja adalah untuk menuntaskan kemiskinan terutama untuk daerah pra sejahtera,nantinya ada 5.685 Rumah tangga miskin pertanian yang akan mendapatkan bantuan program Bekerja ini,” ujarnya.

Ida mengatakan, setiap RTM akan mendapatkan bantuan berupa 50 ekor ayam kampung unggul, kandang, pakan ayam, dan obat-obatan selama empat bulan.

Sementara itu, Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan mengatakan bahwa penerima program harus serius dalam menjalankan program tersebut.  “Pelaku pertanian ini lebih banyak dari pada pelaku industri,tapi pertanian menyumbang PDRB yang lebih kecil,padahal luas lahan sawahnya ada 24 ribu hektar,untuk itu kita harus serius dalam menjalankan program ini,”tandasnya.  (Humas Pemkab Pekalongan)

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Petani Desa Klayeran terancam gagal panen

gagal panen

Pemalang, Wartadesa. – Ratusan petani di Desa Klayeran, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, terancam gagal panen, akibat sawah mereka mengalami kekeringan. Air irigrasi yang biasanya sampai ke sawah milik petani Klayeran, kini tak sampai, akibat debit airnya menyusut, dampak dari musim kemarau.

Karsadi (35), petani setempat mengaku kesulitan mengairi sawahnya yang hampir panen. Menurutnya kesulitan air yang dialami para petani sudah terjadi sealama bertahun-tahun, tiap musim tanam kedua.

“Air irigrasi tidak sampai disini kalau musim kemarau, ini sudah berlangsung bertahun-tahun, biasanya tiap musim tanam kedua,” ujarnya, Rabu kemarin.

Karsadi berharap agar pihak pemerintah membantu kesulitan warga mengairi sawah mereka agar terhindar dari puso alias gagal panen.

Menanggapi keluhan petani Desa Klayeran, Wiharnyo, kepala desa setempat mengungkapkan bahwa lebih dari 150 HA sawah warga di blok Jatiteken selalu kekurangan air, tiap tahunnya.

Menurut Wiharnyo, pihaknya sudah melakukan pengerukan saluran irigrasi, agar air bisa mengalir ke sawah warga, namun upaya tersebut sia-sia lantaran debit air bendungan Sokowati menurun drastis saat musim kemarau.

“Kami sudah berupaya dengan mengeruk saluran irigrasi, namun karena debit air bendungan Sokowati turun, air tidak sampai ke blok Jatiteken,” ujar Wiharnyo.

Wiharnyo menambahkan, pihaknya saat ini sedang berupaya membuat sumur bor dengan kedalaman 60 meter untuk digunakan mengairi sawah petani. “Kita anggarkan dengan gotong-royong (patungan) para petani,” ujarnya. (Eky Diantara)

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Lagi, Pulosari alami krisis air bersih

droping air bersih

Pemalang, Wartadesa. – Musim kemarau, lagi-lagi,  membuat warga di Kecamatan Pulosari kembali mengalami krisis air bersih. Warga Desa Siremeng, Kecamatan Pulosari, Kabupten Pemalang turut mengalami krisis air tersebut. Warga yang mengandalkan air bersih dari sumber air Pesamoan, kini harus antri seharian di penampungan air, lantaran debit air menyusut.

Warga mengaku sudah satu bulan ini mereka kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk keperluan mandi,  mencuci, masak dan minum, warga harus antri selama sehari untuk mendapatkan dua pikulan air. “Saya ambil dari mata air Pesamoan, tapi harus antri seharian untuk mendapatkan dua pikulan air,” ujar Murtini, warga Dukuh Siremeng Kidul. Kamis (27/06)

‎Lamanya mengantri untuk mendapatkan air bersih membuat warga terpaksa harus membeli pedagang air bersih keliling dengan harga Rp. 4 ribu per pikul air (2 jerigen).  “Kalau pas antrean banyak sedangkan persedian air di rumah habis ya harus beli. Harga satu pikul air Rp 4.000. Dalam sehari membutuhkan lima pikul,” ungkap Sodiah, warga Siremeng lainnya.

Sodiah berharap ada bantuan air bersih yang rutin didistribusikan ke desanya sehingga dia tidak perlu membeli air selama musim kemarau. “Butuh sekali bantuan air bersih karena sumber air yang ada sudah berkurang airnya, bahkan mengering,” ungkapnya.

Diberitakan Wartadesa sebelumnya, kemarau di Pemalang membuat sebagian warga Desa Pulosari kekurangan air bersih. Kondisi tersebut terjadi setiap musim kemarau datang. Untuk membantu warga yang membutuhkan air bersih, Polsek Pulosari memberikan bantuan air bersih di Dukuh Karangpoh, Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sabtu (22/06).

Menurut Kapolsek Pulosari, AKP Trisno, pengiriman bantuan air tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan saat kemarau datang sekaligus dalam rangka Hari Bhayangkara ke 73 yang jatuh pada tanggal 1 Juli mendatang.

“Bantuan air bersih yang diberikan terhadap masyarakat akan terus dilakukan dan tidak berbatas waktu,” tutur Trisno.

Trisno menambahkan bahwa pihaknya akan terus intens membagikan air bersih bagi wialayah yang membutuhkan.  “Kami terus intens dalam membagikan air bersih ini, ke wilayah yang betul-betul membutuhkan. Giat ini juga bentuk silaturahmi. Kami juga bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat agar kami dapat mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka. Intinya, Polri selalu ada bersama masyarakat,” Pungkasnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikSosial Budaya

Penanggulangan rob dinilai masih parsial

rob

Kajen, Wartadesa. – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pekalongan menyoroti penanggulangan rob di Kota Santri yang masih parsial. Selain itu, fraksi tersebut juga menyayangkan lambanya pelayanan publik, kinerja PDAM Tirta Kajen yang dinilai lambat. Demikian terangkum dalam pandangan umum tentang Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2018, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (24/06).

“Penanggulangan Rob  masih parsial (sebagian dari suatu keseluruhan–red) serta karitatif (pemberian bantuan secara langsung kepada orang-orang yang membutuhkan, seperti memberi makan, menghibur orang sakit, memberi pakaian dan lain sebagainya–red.), padahal dampak rob sudah dirasakan lama, kepesertaan KIS (Kartu Indonesia Sehat) masih rendah di kawasan terdampak rob,” tutur Dodiek Prasetyo saat membacakan dokumen pandangan umum fraksi PDI Perjuangan.

Sebelumnya, Fraksi PDI Perjuangan juga menyoroti tentang kinerja PDAM Tirta Kajen yang dinilai lambat dalam memenuhi salah satu kebutuhan dasar masyarakat yaitu air bersih.Padahal PDAM Tirta Kajen didukung anggaran yang memadai serta potensi yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan FPDIP dalam rapat paripurna,senin 24 juni 2019 dengan agenda pandangan umum Fraksi-fraksi terkait raperda pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 2018.

Sementara itu, Fraksi PKB menyoroti masalah pelayanan kesehatan, limbah dan mutu pendidikan di Kota Santri. “Pelayanan kesehatan masih banyak disorot oleh masyarakat, limbah dari usaha UMKM seperti juga masih belum teratasi, dan Mutu Pendidikan harus disamakan karena pemerintah pusat sudah menerapkan sistem zonasi.” ujar Sabdo saat membacakan dokumen pandangan umum fraksi PKB. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Kemarau, warga Pulosari kekurangan air bersih

droping air bersih

Pemalang, Wartadesa. – Musim kemarau di Pemalang membuat sebagian warga Desa Pulosari kekurangan air bersih. Kondisi tersebut terjadi setiap musim kemarau datang. Untuk membantu warga yang membutuhkan air bersih, Polsek Pulosari memberikan bantuan air bersih di Dukuh Karangpoh, Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Sabtu (22/06).

Menurut Kapolsek Pulosari, AKP Trisno, pengiriman bantuan air tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan saat kemarau datang sekaligus dalam rangka Hari Bhayangkara ke 73 yang jatuh pada tanggal 1 Juli mendatang.

“Bantuan air bersih yang diberikan terhadap masyarakat akan terus dilakukan dan tidak berbatas waktu,” tutur Trisno.

Trisno menambahkan bahwa pihaknya akan terus intens membagikan air bersih bagi wialayah yang membutuhkan.  “Kami terus intens dalam membagikan air bersih ini, ke wilayah yang betul-betul membutuhkan. Giat ini juga bentuk silaturahmi. Kami juga bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat agar kami dapat mendengarkan langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka. Intinya, Polri selalu ada bersama masyarakat,” Pungkasnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

Air crat-cret, PDAM Kajen didemo

pdam

Kajen, Wartadesa. – Tidak lancarnya air PDAM Tirta Kajen alias crat-cret membuat puluhan warga Desa Nyamok, kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan mendatangi kantor PDAM tersebut, Jum’at (21/06). Mereka melampiaskan kekecewaannya.

Penuturan warga, sudah dua tahun terakhir ini air mengalir lancar pada pukul 23.00-02.00 WIB, selebihnya air sering macet. Demikian disampaikan oleh Pribadi.

Analisa warga terkait dengan crat-cretnya air PDAM Tirta Kajen, adanya pengisian air curah ke tangki di Desa Pekiringan Ageng, sehingga mengurangi debit air. Lanjut Pribadi.

Warga menuntut air PDAM kembali lancar, lantaran mereka sudah tiga kali ke kantor untuk menyampaikan keluhannya. Menurut warga, tidak ditanggapinya keluhan tersebut membuat mereka kembali menggeruduk kantor PDAM.

Plt Direktur PDAM Tirta Kajen mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menghubungi bagian teknis dan bagian produksi untuk mengecek permasalahan tersebut.  Pikhak PDAM berjanji akan segera melakukan penangan terkait masalah tersebut. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Layanan PublikOlahragaSosial Budaya

Suporter Persekap galang koin dan gelar mimbar bebas

demo persekap

Kajen, Wartadesa. – 300-san suporter Persekap Pekalongan menggalar aksi penggalangan koin dan mimbar bebas di Tugu 0 Kilometer, Kajen. Aksi dimulai dengan longmarch (berjalan kaki) dari jalan Mandurorejo Kajen, menuju ke Tugu ) Kilometer, Jum’at (21/06).

Sepanjang aksi longmarch, peserta aksi membentangkan berbagai spanduk, baligho dan atribut bernada kekecewaan terhadap pengurus Persekap.

Koordinator Lapangan Aksi, Imam Chasani mengungkapkan bahwa aksi yang digelar merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian, serta solidaritas dari suporter Persekap Kabupaten Pekalongan yang tahun ini mundur dari kompetisi Liga 3 Jawa Tengah dengan alasan minimnnya anggaran.

“Kami semua sebagai suporter memiliki kebanggaan apabila tim bertanding dalam sebuah kompetisi. Kami suporter Persekap Kabupaten Pekalongan pada 2014 pernah mengantarkan Persekap juara tiga pada kompetisi liga 3 Jawa Tengah. Prestasi tersebut mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan di luar daerah juga bisa melalui sepak bola. Namun untuk tahun ini Persekap Kabupaten Pekalongan tidak ikut kompetisi. Untuk itu aksi kepedulian, keprihatinan dan solidaritas kami gelar,” ujar pria yang lebih dikenal dengan sebutan Katank Nusantara tersebut.

Imam menambahkan bahwa pihaknya menyayangkan ketidak-ikutan Persekap dalam Liga 3 Jateng tersebut, menurutnya, informasi saat ini, tim sudah terbentuk, bahkan sudah melakukan ujicoba pertandingan, asisten dan pelatih pun sudah terbentuk.

Menurut Imam, tim juga sudah didaftarkan, tetapi belum menyelesaikan administrasi dll. Puncaknya pada rapat Askab pada hari selasa memutuskan untuk mencabut pendaftaran atau mengundurkan diri, keputusan tersebut diambil tanpa melibatkan para suporter.

Oleh karena itu, suporter Persekap sudah mengajukan surat audiensi kepada Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi agar bisa menyelesaikan permasalahan ini, tetapi sedang pergi tugas ke luar negeri.  “Kami tetap akan berjuang agar Persekap bisa ikut kompetisi Liga 3 Jateng karena keputusan terakhir besok tanggal 22 juni 2019 di Asprov PSSI Jateng,” pungkas Imam. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

Batal ikut Liga 3, suporter Persekap bakal galang koin

 

selengkapnya
Layanan PublikOlahragaSosial Budaya

Batal ikut Liga 3, suporter Persekap bakal galang koin

koin persekap

Kajen, Wartadesa. – Penarikan mundur Persekap Pekalongan dalam Liga 3 dalam keputusan rapat Askab PSSI Kabupaten Pekalongan, Kamis (19/06) malam dengan alasan minimnya anggaran keuangan dan fokus pada program pembinaan serta menghidupkan kompetisi internal di Kabupaten Pekalongan, membuat suporter Persekap bakal menggelar aksi penggalangan koin, agar tim kebanggaan Wong nKalongan bisa ikut pada gelaran Liga 3.

Demikian disampaikan oleh Imam Chasani, salah seorang suporter, Kamis (20/06) disela-sela mengurus ijin aksi di Polres Pekalongan. Ia mengatakan bahwa penggalangan koin akan digelar di tugu 0 KM Kajen pada Jum’at (21/06) selepas sholat Jum’at.

Imam Chasani yang akrab dipanggil Katank Nusantara mengungkapkan bahwa minimnya anggaran tidak dapat dijadikan alasan, batalnya keikutsertaan Persekap dalam Liga 3. Ia mengungkapkan, sejak 2006 ia aktif menjadi suporter Persekap. Sejak tahun 2006 higga 2009, meski minim anggaran, Persekap ikut dalam kompetisi tersebut.

“Tahun 2006 – 2009 Persekap berputar di divisi 3, ada angaran atau tidak ada anggaran yo panggah milu kompetisi sistem home turnamen,” ujarnya.

Katank menambahkan, “Isu minim anggaran merupakan isu klasik dari jaman baheula selalu disampaikan (Askab)  tapi   disetiap tahunnya Persekap selalu ikut serta dengan angaran ninim tanpa apbd alias madiri, atau tetap dengan anggaran minim dari apbd yang melalui Koni.”.

Katank menceritakan perjalanan Persekap Pekalongan dalam tiap Divisi yang diikutinya, “Tahun 2010-2011 Persekap di divisi 2 dan divisi 1,  yo minim anggaran. Tahun 2012 yo panggah main  di Divisi 1. Tahun 2013, iki jaman istimewa Divisi 1, dana melipah yo main, meski ora lolos penyisihan grub, main di Batang,” lanjutnya.

Pada Tahun 2014 Persekap Pekalongan tidak mengikuti Divisi 1, masih lanjut Katank, karena ada informasi Divisi 1, 2, 3 dilebur jadi satu Liga Nusantara. “Iki ya rodo lucu ceritane, kudu didemo sek. Tapi hasilnya menjadi prestasi terbaik sepanjang masa. (Persekap Pekalongan) juara Jateng dan finish 12 besar Nasional, oleh (dapat) bonus berupa hak suara di kongres PSSI.”

Tahun 2015 dan 2016 Persekap Pekalongan juga mengikuti kompetisi, meski pada Tahun 2015 mandek ditengah jalan, lantaran terkena sanksi FIFA. “Th 2016 yo panggah milu walau satu hari sebelum pendaftara ditutup suporter nuntut ke Bupati Pekalongan , karena Askab tidak ada anggaran dari Koni yang pada waktu itu  lagi ada masalah internal,” ujar Imam Chasani.

Menurut Imam, dari tahun 2016, suporter Persekap Pekalongan puasa tidak nonton  laga Persekap dengan adanya kompetisi internal untuk pembinaan yang berjenjang.

Suporter Persekap lainnya, Hamam Triadi mengungkapkan, Tahun 2018 Persekap kembali mengikuti Liga 3. “Tahun 2018 yo milu Liga 3 dan lumayan (hasilnya). Sebelumnya diawali dengan diputarnya Divisi 1 Askab. Saat itu lapangan yang dipakai Stadion Widya Manggala Krida (SWMK) Kedungwuni sempat kebanjiran.  Dan pada saat itu pula, kami selaku suporter memohon audiesi dengan DPRD Kabupaten Pekalongan, tetang permohonan revitalisasi stadion SWMK karena posisi terakhir stadion direhab pada Tahun 2007. Dan alkhamdulilah direspon, Tahun 2019 ini sudah masuk tahap lelang untuk penambahan tribun sebelah Timur,” ujar Hamam.

Hamam Triadi menyayangkan keputusan Askab untuk tidak mengikuti (menarik keikutsertaan) Liga 3, padahal tim sudah disiapkan sejak Februari dan sudah mendaftar pada Liga Divisi 3. “Tim sudah disiapkan sejak Februari 2019, sudah seleksi pemain dan uji coba degan Peribat Batang. Bahkan sudah mendaftar, malah detik terakhir sebelum TM ditarik mundur,” tuturnya kecewa.

Menurut Hamam, alasan minim anggaran merupaka barang lawas yang selalu diulang oleh Askab. “Jadi terkait  alasan minim anggaran, iku barang lawas yang selalu berulang tanpa solusi dari pihak Askab.  Padahal di tahun ini suadah ada orang yang bersedia menjadi Manajer Persekap, –sejak Februari Persekap tidak mempunyai manajer–,” lanjutnya.

Hamam berharap agar Persekap dikelola oleh orang yang paham bidangnya, hal tersebut untuk menjadikan Persekap hidup, bukan linglung. “Intinya sederhana, sebuah organisasi jika dijalankan oleh orang-orang yang paham akan bidangnya, iku akan lebih  hidup bukan malalah linglug,” tuturnya.

Informasi yang didapatkan dari suporter Persekap, ada kabar bahwa ada tuntutan untuk menggelar KLB lantaran program kerja Askab PSSI Kabupaten Pekalongan periode 2017-2021 dinilai gagal. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan PublikSosial Budaya

Tak kunjung diperbaiki, warga Petungkriyono cor jalan rusak

jalan petung

Petungkriyono, Wartadesa. – Lebih lima tahun jalan rusak di depan kantor Kecamtan Petungkriyono tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, membuat warga bersama anggota kepolisian setempat bergotong-royong melakukan pengecoran jalan. Sabtu-Ahad (15-16/06).

Inisiatif warga tersebut dilakukan mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses utama pemerintahan Petungkriyono dan jalan utama warga dari berbagai desa di Kecamatan Petungkriyono. Kondisi jalan yang menanjak dan aspalnya hampir seluruhnya mengelupas, hanya menyisakan pecahan batu (warga menyebutnya kali asat) membuat pengguna jalan kesulitan bahkan banyak yang terjatuh ketika melintas jalan tersebut. Hal tersebut menyulitkan aktifitas warga maupun petani setempat.

Seperti dalam liputan video Warta Desa sebelumnya, Wahid, warga Garung, Petungkriyono mengatakan bahwa kerusakan jalan dari depan kantor kecamatan hingga lokasi obyek wisata Curug Bajing maupun Curug Muncar, berjarak sekitar tiga kilometer tersebut sudah lima tahun lebih belum juga ada perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Padahal ruas jalan tersebut masuk jalan kabupaten.

Hal senada diungkapkan salah satu wisatawan asal Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Santo. Ia yang baru kali pertama mengunjungi obyek wisata Curug Bajing mengungkapkan bahwa jalan ke obyek wisata tersebut ekstrim. Menurut Santo, ia tak akan kembali berkunjung ke destinasi wisata unggulan Kabupaten Pekalongan jika kondisi jalan yang rusak tak diperbaiki.

Anggota Polsek Petungkriyono Aiptu Bono Rahardjo ikut kerja bakti bersama warga yang sudah berkumpul dari pukul 06.00 WIB dan tanpa sungkan langusung memulai memperbaiki jalan rusak. Rencananya jalan yang rusak akan di cor agar kuat dan tahan lama.

Dengan alat sederhana yang dipinjami Aiptu Sugeng dan Bripka Tarmanto langsung membantu masyarakat Petungkriyono untuk membawakan bahan cor menambal jalan yang rusak dengan semangat yang tinggi.

Kapolsek Petungkriyono Polres Pekalongan Iptu Agus Supriyono menegaskan kepada semua Anggota Polsek Petungkriyono untuk membantu semua kegiatan masyarakat Petungkriyono bila diperlukan bantuan jangan sungkan-sungkan memberikan bantuan. (Eva Abdullah)

selengkapnya