close

Lingkungan

Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Warga Degayu perbaiki pintu air yang jebol

perbaikan jebol pintu air degayu_daeng mamase

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Warga Degayu bersama anggota Koramil Pekalongan utara bergotong-royong memperbaiki pintu ari di area persawahan kelurahan setempat. Sebelumnya, pintu air yang terbuat dari kayu dengan kanan-kirinya masih berupa tanah tersebut jebol. Akibatnya air laut masuk ke lahan persawahan warga. Sabtu (28/07)

“Pintu air hanya terbuat dari kayu, kanan dan kiri masih pakai tanah dan masih belum permanen sehingga mudah tergerus air rob,” ujar Kapten Inf Suhardi, Danramil 19 Pekalongan Utara.

Suhardi menambahkan, untuk mencegah   air laut tidak masuk ke area persawahan, untuk sementara waktu dilakukan penutupan sementara dengan menggunakan tanah urugan. “Untuk sementara pintu air yang jebol, kami memperbaiki dengan penanganan secara darurat dengan di urukan tanah,” lanjutnya.

Perbaikan pintu air yang bersifat sementara tersebut diharapkan bisa menahan air laut masuk ke persawanan untuk sementara waktu.

Sementara itu, warga yang merupakan petani desa setempat berharap ada tindakan dari pemerintah untuk memperbaiki pintu air secara permanen, mengingat pintu air tersebut sangat vital bagi keberlangsungan lahan pertanian di Kelurahan Degayu. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan PublikLingkungan

Dinilai merusak lingkungan, warga Cangak minta galian C ditutup

galian c cangak

Pemalang, Wartadesa. – Penambangan galian C di kawasan   Desa Cangak Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang didesak untuk segera ditutup. Desakan warga dari Desa Cangak, Payung dan  Krangbrai tersebut karena  dinilai merusak lingkungan.

Penambangan galian c di areal tersebut sudah berjalan sejak 2010 lalu.  Kondisi ini menjadi kehawatiran banyak pihak, sehingga warga berharap segera ditutup. Apalagi lahan di kawasan hutan itu rusak cukup parah dan membahayakan.

Kepala Desa Payung, Kalkuto mengungkapkan bahwa bekas galian C meninggalkan lubang-lubang yang menganga dan membahayakan keselamatan warga.  Menurutnya antara pemilik lahan dan penambang tidak transparan dengan pemerintah desa. “Penambang membeli tanah beserta kandungannya dengan harga Rp. 500 ribu pada tahun 2009. Yang paling untung ya … penambangnya,” ujarnya.

Kalkuto menyebut wajar jika warga menuntut galian C tersebut ditutup, lantaran tidak ada ijin dari desa. “Kalaupun ada ijin dari provinsi, seharusnya kan pihak desa diberikan tembusannya,” lanjutnya

Sementara Nuryadi, salah seorang penambang galian C mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengantongi ijin melalui Pemprov Jateng. Dia mengaku baru  membeli lahan tersebut Rp. 600 juta dan baru melakukan penambangan empat bulan.

Nuryadi mengaku akan menanggung kerugian besar jika lahan tersebut ditutup warga. (sm dan berbagai sumber)

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan PublikLingkungan

Ratusan warga Desa Petanjungan demo kontraktor tol

demo tol petajugan

Pemalang, Wartadesa. – 150 warga Desa Petanjugan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang menggelar aksi unjuk rasa, Jum’at (20/07). Aksi warga dipicu rusaknya jalan yang tak kunjung diperbaiki oleh kontraktor tol.

Aksi yang digelar sejak pukul 09.99 WIB tersebut dibarengi dengan pembentangan spanduk dan pamflet bertuliskan “Kapan jalan akan diberbaiki”, “Jangan hanya Janji yang Kami Terima, Warga Petanjungan Menagih Janji Perbaikan Jalan”, “Bukan debu yang kumau”, ‘Kembalikan jalanku seperti dulu”, “Jalan berlubang, bergelombang dan penderitaan”.

Selain membentangkan spanduk tuntutan warga, warga juga menyuarakan tuntutannya dengan menggunakan pengeras suara. Warga juga melakukan aksi tanam pohon pisang di sepanjang jalan desa yang rusak.

Aksi dimulai dari Balaidesa setempat, kemudian warga melakukan longmarch (aksi jalan kaki) ke lokasi pembangunan jalan tol, di atas underpass Desa Petanjungan.

Kepala Desa Petanjungan, Sriyanto mengungkapkan bahwa tanggung jawab perbaikan jalan ada ditangan Pemkab Pemalang, bukan tanggungjawab pemerintah desa. Sriyanto meminta apabila jalan tol sudah operasional, jalan desa harus segera diperbaiki.

Menutur Sriyanto, pihaknya sudah sering mengirimkan surat ke PT. SMJ untuk segera memperbaiki jalan desa yang rusak. namun, masih menurut Sriyanto, hingga saat ini tidak ada tanggapan dan realisasinya.

Salah seorang warga, Talani, dalam orasinya mengungkapkan bahwa warga menuntut adanya perbaikan jalan di Desa Petanjungan yang rusak akibat aktifitas truk dam pengangkut material tol.

Warga memberi deadline (batas waktu) kepada PT. SMJ untuk memperbaiki jalan yang rusak, maksimal satu minggu (Jum’at depan). Bila kontraktor tol tidak melakukan perbaikan, warga akan melakukan unjuk rasa dengan peserta aksi yang lebih banya. Lanjut Talani.

Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Fahmi Hakim yang hadir dalam unjuk rasa tersebut mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah ada kesepakatan antara Pemda Pemalang dengan PT. PBTE terkait permasalahan jalan yang rusak. Penanggungjawab kerusakan jalan adalah PT. SMJ.

“Kami dari DPRD Kab Pemalang khususnya Komisi B telah membentuk Tim Monev Pembangunan Jalan Tol yang melintas di wilayah Kab. Pemalang,” ujar Fahmi.

Fahmi menambahkan, pihaknya menunggu warga untuk segera mengirimkan surat ke dewan untuk dijadikan dasar rapat dengar pendapat dengan PT. SMJ.

Sementara itu, Humas PT. Waskita, Jhon Peang mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PT. SMJ, DPRD, Pemkab Pemalang dan Pemerintah Desa Petanjugan untuk segera menidaklanjuti tuntutan warga.

Mendapat jawaban dari PT. Waskita, wargapun mengakhiri aksi demo dengan membubarkan diri, dan membersihkan pohon pisang yang sebelumnya ditanam di sepanjang jalan. (Eva Abdullah)

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

selengkapnya
EkonomiHukum & KriminalLingkunganSosial Budaya

Buntut pembuangan limbah proyek, Bupati akan panggil pelaksana pembangunan PLTU

wihaji akan panggil pltu

Batang, Wartadesa. – Bupati Batang, Wihaji akan memanggil pelaksana pembanguna Pembangkit Listrik Tenaga Uap (batu bara) Batang, Rabu (11/07). Demikian disampaikannya saat menerima puluhan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Batang, Selasa (10/07) sore.

Para nelayan asal Desa Roban Barat Kedungsegog, Tulis, Roban Timur, Sengon, Subah, Seklayu, Sidorejo, Gringsing datang ke kantor kabupaten, mengadukan limbah buangan (drijing) proyek PLTU Batang.

Menurut Ketua HSNI Batang, Teguh Tarmujo, nelayan Batang melaporkan adanya pembuangan limbah drijing pembangunan PLTU yang tidak sesuai dengan aturan. “Pembuangan drijing tersebut merusak ratusan alat tangkap nelayan, sehingga ikan sulit ditangkap, sehingga meresahkan nelayan,” ujarnya.

Teguh berharap agar Bupati Batang memfasilitasi keluhan tersebut. “Nelayan sudah menyampaikan aspirasi dengan baik. Kami berharap, Pak Bupati menegur keras pelaksana pembangunan proyek tersebut. Dengan demikian, nelayan tetap bisa menangkap ikan,” lanjut Teguh.

Menjawab keluhan para nelayan, Wihaji mengatakan akan menindaklanjuti keluhan tersebut. “Saya selaku kepala daerah besok (Rabu, 11/7-Red) akan memanggil pelaksana pembangunan PLTU terkait dengan keluhan nelayan. Pemkab akan berdiri di atas aturan, karena memiliki tim pengawalan amdal yang tiap enam bulan sekali ada evaluasi. Kalau memang nanti tidak sesuai dengan amdal, akan diberi teguran keras.” Ujarnya. (WD)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

1,3 KM geotube di Kandang Panjang ambles

ilustrasi geotube

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Geotube (tanggul penahan gelombang dengan menggunakan karung yang diisi dengan pasir) di pesisir Kelurahan Kandang Panjang dan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan ambles. Akibatnya, rob di wilayah tersebut masih tetap tinggi. Karena air dari laut langsung masuk ke permukiman warga.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Pekalongan Slamet Miftahudin, sepanjang 1,3 KM geotube yang ambles teresebut, 200 meter diantaranya rusak, sehingga harus segera diperbaiki. Sedang yang mengalami ambles, harus segera ditinggikan.

Miftahudin menambahkan bahwa amblesnya geutube tersebut lantaran tergerus dari dua sisi. Geutube tergerus dari sisi belakang, yangki Kali Bitingan dan dari sisi depan, berupa terjangan ombak.

Walikota Pekalongan, Mochammad Saelany Machfudz, mengatakan bahwa ambles dan rusaknya geotube tersebut menjadi biang keladi rob di Kota Pekalongan yang tidak kunjung surut. Demikian disampaikan saat meninjau lokasi, Selasa (10/07).

Menurutnya, karena yang berwenang mengatasi permasalahan seputar pantai dan geotube adalah pemerintah provinsi. Pihaknya telah menyurati BBWS Pemali Juana. Dalam surat tersebut, Pemkot Pekalongan mengajukan bantuan dana untuk memperbaiki geotube yang rusak dan ambles tersebut.

”Saya sudah buat surat ke BBWS agar segera dibantu, diutamakan. Sebab, kalau menunggu pembangunan tanggul rob selesai, masih lama, Sehingga dalam rentang waktu tersebut masyarakat masih terkena rob. Untuk mengurangi hal itu, geotube harus segera diperbaiki,” paparnya. (WD)

Terkait
Warga Karangjompo butuh penanganan rob segera

Rumah warga Karangjompo kec. Tirto - Pekalongan sudah bertahun-tahun tergenang rob. Mereka butuh penanganan segera Pemkab Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Setahun kampungnya terendam rob, warga Mulyorejo Tirto bikin surat terbuka untuk Jokowi

Tirto, Wartadesa. - Rob berkepanjangan yang menimpa wilayah pantura Kabupaten dan Kota Pekalongan membuat Eko Riyanto, warga Desa Mulyorejo Kecamatan Read more

Setahun terendam rob, warga inginkan kehidupan seperti dulu lagi

Pekalongan, Wartadesa. - Banjir rob yang melanda desa dan kelurahan di wilayah Pantura Kabupaten dan Kota Pekalongan telah mematikan sendi-sendi Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Fakta menarik jembatan Kalikeruh Luragung Kandangserang

warga luragung menyeberang kali
  • Keindahan kalikeruh Desa Luragung Kandangserang Kabupaten Pekalongan

Kandangserang, Wartadesa. – Paska jembatan Kalikeruh Desa Luragung Kecamatan Kandangserang yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang, ini putus, warga harus menyeberangi sungai untuk berinteraksi dan beraktivitas. Bertaruh nyawa.

Jembatan tersebut menghubungkan wilayah Desa Luragung, Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, dengan Kecamatan Watu Kumpul, Kabupaten Pemalang.

Putusnya jembatan DAS Kalikeruh tersebut, bukan hanya menghambat jalur akses ekonomi, namun meyulitkan warga kedua kabupaten yang bekerja dan bersekolah di Kabupaten Pekalongan maupun Pemalang.

Bupati Asip mengungkapkan bahwa jembatan Kali Keruh dibangun pada tahun 2003 oleh Pemerintah Propinsi (Pemprov) Jateng dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat. “Jembatan ini merupakan akses bagi anak-anak sekolah dan pedagang, baik warga Kabupaten Pekalongan dan Pemalang yang melakukan aktivitas perekonomian di kedua kabupaten. Karena itu, menuntut penanganan segera,” katanya, Ahad (18/02)

Asip berjanji  dalam waktu dekat atau minggu akhir bulan Februari, segera dibangun jembatan darurat. Sehingga, warga kedua kabupaten tidak lagi kesulitan, mengingat jalan di Kabupaten Pekalongan menuju Kabupaten Pemalang sudah sangat bagus dengan posisi dicor dan diaspal bagus. “Untuk kepentingan masyarakat, karena vital, akses dua kabupaten, paling tidak dibangun jembatan darurat dahulu,” tandas Bupati Asip. (Dokumentasi dari berbagai sumber)

 

 

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Tertutup longsor di Sidomulyo, 4 travel tak bisa lanjutkan perjalanan

longsor sidumulyo

Lebakbarang, Wartadesa. – Sebanyak 70 penumpang dari empat mobil travel jurusan Jakarta tidak bisa berangkat melanjutkan perjalanan lantaran ruas jalan Lebakbarang-Sidomulyo tertimbun longsor. Sabtu (23/06).

Pewarta Wartadesa di lokasi kejadian melaporkan bahwa hujan berintensitas sedang sejak siang hari, yang mengguyur selama dua jam lebih membuat tanah di wilayah Desa Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan yang labil dan retak-retak, menjadi penyebab longsor.

Lokasi longsor di Sidomulyo merupakan wilayah rawan longsor, berjarak kurang dari 50 meter dari lokasi longsor sebelumnya.

Longsor menutup akses jalan Sidomulyo-Lebakbarang, Sabtu (23/06). Foto: Budi Rahayu Setiawan/Wartadesa

Sutoyo (40), salah seorang penumpang travel jurusan Lebakbarng-Jakarta yang hendak kembali bekerja di Ibukota menceritakan, longsor terjadi sekira pukul 17.10 WIB. “Longsor sekitar jam 17.0 WIB mas … akibat hujan turus dari siang hari, … kami ada empat buah travel dengan total penumpang 70 orang tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Ditunda sampai besok mas … nunggu warga membersihkan material longsor,” tuturnya.

Hal yang sama diungkapka oleh Andi (32), warga Sidomulyo. “Terpaksa saya menunda keberangkatan travel saya yang membawa penumpang tujuan Jakarta,” ujarnya.

Sementara salah seorang sopir jurusan Lebakbarang-Karanganyar, Wastejo (50) mengungkapkan bahwa kemungkinan dirinya tidak bisa segera bekerja seperti biasa, mengingat pembersihan material oleh warga yang akan dilakukan besok hanya menggunakan cara manual.

 “Kemungkinan besok libur narik angkutan. Jika hanya menggunakan tenaga manusia akan memakan waktu berhari hari.” Ujar Wastejo.

Pewarta Wartadesa melaporkan bahwa material longsor berupa tanah dan batu, menutup badan jalan dengan ketinggian dua meter. Hingga tidak bisa dilalui moda transportasi apapun, Akibatnya akses warga terisolasi.

Longsor juga menyebabkan beberapa rumah di wilayah Desa Sidomulyo disekitar area, mengalami retak-retak. Hingga berita ini diturunkan, penghuni rumah yang mengalami retak-retak belum melakukan pengungsian. Meski demikian warga bersiap-siap dan waspada menjaga kemungkinan yang terjadi. (Budi Rahayu Setiawan)

Bacaan terkait

Longsor, Lebakbarang terisolir

Longsor di Petungkriyono dan Lebakbarang, akses jalan terputus

Longsor Lebakbarang, evakuasi material dilanjutkan pagi ini

 

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
BencanaKesehatanLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Warga Panjang Baru dirikan tanggul darurat penahan gelombang

ilustrasi karungpasir

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Warga Kelurahan Panjang Baru Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan bergotong-royong membangun tanggul penahan gelombang tinggi dengan karung berisi pasir dan batu. Pembangunan tanggul tersebut untuk mengatisipasi tingginya gelombang yang diprediksi akan terjadi di wilayah Utara Pekalongan.

Tanggul yang dibuat oleh warga memang sangat sederhana. Warga memanfaatkan karung sebagai media. Karung diisi dengan pasir dan batu kemudian ditata sedemikian rupa, berjajar sepanjang pantai di Jalan Kunti.

“Dengan bahan seadanya, warga bergotong royong, karung-karung yang ada kemudian kita isi dengan pasir dan batu. Kemudian kita taruh di sepanjang pantai Jalan Kunti,” tutur Winoto, warga setempat.

Winoto menambahkan bahwa tujuan dibanggunnya tanggul tersebut untuk menghalangi gelombang tinggi langsung ke daratan, tetapi mengenai dulu tanggul.

Selain itu, masih menurut Winoto, pemasangan karung di sepanjang pantai Jalan Kunti tersebut jug ntuk mengantisipasi banjir rob susulan.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Panjang Baru, Aiptu Haryanto mengungkapkan bahwa keterlibatan pihak kepolisian dalam kegiatan pemasangan karung yang difungsikan sebagai penahan gelombang tinggi merupakan kebahagiaan tersendiri.

Pihak kepolisian turut bangga serta mendukung penuh atas apa yang dilaksanakan jajarannya khususnya untuk membantu kesulitan rakyat.  (Eva Abdullah)

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Lebaran dua hari, Pekalongan kembali direndam rob

rob depan tpi kota

Pekalongan, Wartadesa. – Banjir rob kembali merendam wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan dua hari selepas lebaran, Ahad (17/06). Pantauan Wartadesa, kondisi rob di depan TPI Kota Pekalongan mulai naik sejak pukul 13.00 WIB. Demikian juga di wilayah Panjang Wetan, genangan air rob terus naik.

Nurul Annisa, warga Panjang Wetan mengungkapkan bahwa sejak pagi, air mulai naik, “Belum sebesar banjir rob yang kemarin, tapi air mulai naik sejak pagi hari. Hingga siang ini air terus naik. Semoga pemerintah kota segera tanggap,” tuturnya.

Baca: Kota Santri diprediksi kembali dilanda rob besar pada 20 Juni mendatang

Ketinggian air rob saat ini sekitar 30 centimeter di jalan depan TPI Kota Pekalongan meski jalan sudah ditinggikan.

Winoto, warga Pasirsari menyebut bahwa tiga jam terakhir, air rob makin naik. “Sejak pagi tadi mas …. air mulai naik, tiga jam ini hampir seluruh wilayah Pekalongan Utara terkena dampak rob.” Tuturnya.

Winoto menambahkan bahwa saat ini ombak di pantai pasir sari tinggi, “Ombak saat ini tinggi, hingga melewati tanggul. Kami disini sudah mulai siaga satu mas …. jika bajir rob besar kembali terjadi.” Lanjutnya.

Namun demikian, menurut Winoto, sore hari ini, air kembali surut. “Alhamdulillah …. mulai pukul 15.00 WIB ini air mulai surut,” tambahnya.

Kondisi air laut pasang dan rob yang semakin tinggi juga terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan, Dyan Retnanti, warga Api Api Wonokerto mengungkapkan bahwa air di kampungya mulai tinggi. “Air rob makin tinggi mas, ketinggian air sekarang bertambah sekitar 20 hingga 30 centimeter dari sebelumnya,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP), memprediksi akan terjadi peningkatan air pasang yang cukup tinggi di wilayah Laut Jawa Pekalongan. Sesuai prediksi air laut periode tanggal 14 Juni sampai dengan 20 Juni 2018.

Elevasi air laut atau air pasang tertinggi 40,37 akan terjadi pada hari Ŕabu Legi, tanggal 20 Juni 2018 Jam 16.00 WIB. Dan akan mengalami surut terendah pada hari yang sama jam 23.00 WIB, mencapai – 39,55. Hal ini menjadi ancaman rob besar bagi warga pesisir Kota Santri dan sekitarnya, di saat Hari Lebaran berlangsung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengungkapkan, kajian riset dari BRSDM KP, menyebutkan, bahwa pada tanggal 20 Juni akan terjadi puncak kenaikan air pasang di wilayah PPN Pekalongan.

Dijelaskan, prediksi elevasi air laut di lokasi PPN Pekalongan untuk periode 14-20 Juni 2018, akan terjadi air pasang tertinggi, tepatnya pada 20 Juni 2018, pukul 16.00 WIB. Kemudian, akan terjadi pula surut terendah pada 20 Juni 2018, tepatnya pukul 23.00 WIB. (Ali Bana)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Kota Santri diprediksi kembali dilanda rob besar pada 20 Juni mendatang

rob pekalongan

Kajen, Wartadesa. – Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP), memprediksi akan terjadi peningkatan air pasang yang cukup tinggi di wilayah Laut Jawa Pekalongan. Sesuai prediksi air laut periode tanggal 14 Juni sampai dengan 20 Juni 2018.

Elevasi air laut atau air pasang tertinggi 40,37 akan terjadi pada hari Ŕabu Legi, tanggal 20 Juni 2018 Jam 16.00 WIB. Dan akan mengalami surut terendah pada hari yang sama jam 23.00 WIB, mencapai – 39,55. Hal ini menjadi ancaman rob besar bagi warga pesisir Kota Santri dan sekitarnya, di saat Hari Lebaran berlangsung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengungkapkan, kajian riset dari BRSDM KP, menyebutkan, bahwa pada tanggal 20 Juni akan terjadi puncak kenaikan air pasang di wilayah PPN Pekalongan.

Dijelaskan, prediksi elevasi air laut di lokasi PPN Pekalongan untuk periode 14-20 Juni 2018, akan terjadi air pasang tertinggi, tepatnya pada 20 Juni 2018, pukul 16.00 WIB. Kemudian, akan terjadi pula surut terendah pada 20 Juni 2018, tepatnya pukul 23.00 WIB.

“Dari BMKG belum mengeluarkan edaran resmi. Namun, BMKG sudah memprediksi juga bahwa akan terjadi gelombang tinggi di Laut Jawa,” terang Bambang, kemarin.

Atas dasar inilah, pihak BPBD akan melakukan antisipasi kesiapsiagaan bencana. Sehingga jangan sampai terjadi sesuaitu namun BPBD belum memberikan warning system kepada masyarakat. “Karena ini libur, maka perlu adanya koordinasi. Kami sudah beri surat kepada Bupati Pekalongan, Wabup, Sekda dengan dasar riset tadi, untuk mengambil langkah-langkah antisipasi,” ujar dia.

Pihak BPBD akan mempersiapkan Posko Pengungsian di Gedung IBC Wiradesa, Gedung KPRI Gemi Bebel Wonokerto, Gedung Eks Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Wiradesa, Gedung Pertemuan Kantor Camat Tirto dan Kantor Camat Siwalan.

Langkah antisipasi ini di antaranya melakukan sosialisasi kepada masyarakat, persiapan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, permohonan dukungan peralatan, sarana dan prasarana, serta personel kesiapsiagaan bencana.

“Adanya prediksi ini kita harus antisipasi. Jangan sampai kecolongan. Sebab, pada saat terjadinya rob tinggi 23 Mei lalu, kajian riset juga telah memprediksi hal tersebut sebelumnya,” ungkap Bambang.

Sementara untuk kondisi rob saat ini, genangan masih menyelimuti permukiman di 11 desa pesisir Kota Santri. “Hari ini sempat agak naik. Namun agak kecil. Genangan tidak terlalu tinggi dibanding sebelumnya. Hanya jalan-jalan yang rendah saja yang tergenang,” tandasnya. (Eva Abdullah) 

Terkait
Warga Karangjompo butuh penanganan rob segera

Rumah warga Karangjompo kec. Tirto - Pekalongan sudah bertahun-tahun tergenang rob. Mereka butuh penanganan segera Pemkab Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Setahun kampungnya terendam rob, warga Mulyorejo Tirto bikin surat terbuka untuk Jokowi

Tirto, Wartadesa. - Rob berkepanjangan yang menimpa wilayah pantura Kabupaten dan Kota Pekalongan membuat Eko Riyanto, warga Desa Mulyorejo Kecamatan Read more

Setahun terendam rob, warga inginkan kehidupan seperti dulu lagi

Pekalongan, Wartadesa. - Banjir rob yang melanda desa dan kelurahan di wilayah Pantura Kabupaten dan Kota Pekalongan telah mematikan sendi-sendi Read more

selengkapnya