close

Bencana

BencanaSosial Budaya

Sinergi Muhammadiyah-Aisyiyah Wiradesa Gelar Bakti Sosial di Posko Pengungsian Banjir

wiradesa

WIRADESA, Warta Desa — Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Kantor Layanan (KL) Wiradesa bersama jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), dan Klinik Pratama Aisyiyah (KPA) Wiradesa menggelar aksi kemanusiaan bagi korban banjir, Kamis (22/1/2026). Kegiatan bakti sosial kesehatan dan penyaluran logistik ini dipusatkan di dua titik pengungsian, yakni Posko Masjid Eks Pabrik Dupantex dan Kopindo.

Layanan Kesehatan Gratis bagi Ratusan Pengungsi

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan fokus utama pada pemeriksaan kesehatan bagi para penyintas. Tim medis dari Klinik Pratama Aisyiyah terjun langsung memberikan pengobatan gratis untuk mengatasi keluhan kesehatan yang lazim muncul saat bencana.

Badan Pengelola Harian Klinik Pratama Aisyiyah, Hj. Mari Sumarni, menjelaskan bahwa mayoritas pengungsi mengeluhkan gejala demam, flu, serta gangguan kulit akibat lingkungan yang lembap pascabanjir. Layanan ini diberikan kepada sekitar 100 pengungsi di masing-masing lokasi guna memastikan kondisi fisik warga segera pulih.

Penyaluran Logistik dan Dukungan Psikososial

Selain bantuan medis, tim relawan juga menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan beban harian pengungsi. Bantuan yang diberikan meliputi:

  • Biskuit Cahaya sebanyak dua karton.

  • Minyak kayu putih untuk 90 kepala keluarga (dukungan dari PCM dan LazisMu).

  • Air mineral untuk kebutuhan hidrasi pengungsi.

Tidak hanya kebutuhan fisik, aspek psikologis anak-anak di pengungsian juga menjadi perhatian. Di Posko Masjid Eks Pabrik Dupantex, relawan mengadakan permainan dan kuis sederhana bagi anak-anak usia TK dan SD. Sebagai penyemangat, diberikan hadiah berupa uang bagi anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan agar mereka tetap ceria di tengah situasi sulit.

Komitmen Dakwah Sosial Kemanusiaan

Ketua LazisMu KL Wiradesa, H. Slamet Fahrudin, menyatakan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian persyarikatan dalam memberikan layanan yang cepat dan mudah bagi warga terdampak. Senada dengan hal tersebut, Ketua PCA Wiradesa, Hj. Umu Hanik, menegaskan bahwa kolaborasi singkat namun terarah ini adalah respon cepat tanggap terhadap musibah yang menimpa warga Tirto dan sekitarnya.

Kepala Kantor Kesekretariatan PCM & Lazismu Wiradesa, Mustaqim, SE, menambahkan bahwa sinergi antara LazisMu, PCM, PCA, dan Klinik Pratama Aisyiyah merupakan pilar dakwah sosial Muhammadiyah. Kegiatan yang berakhir pada pukul 12.00 WIB ini diharapkan tidak hanya meringankan beban materiil, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan pascabanjir. (Rossi Ikhuddin)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Mahasiswa Ormawa UMPP dan MDMC Ringankan Beban Warga Terdampak Banjir Pekalongan

template berita foto warta desa(2)

PEKALONGAN, WARTA DESA, – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan secara nyata oleh jajaran mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), para mahasiswa terjun langsung ke lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Pekalongan. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial serta wujud nyata empati sivitas akademika terhadap musibah yang menimpa warga sekitar.

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, para mahasiswa bersama tim relawan MDMC mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok yang sangat diperlukan oleh masyarakat saat ini. Tidak sekadar menyerahkan paket bantuan, para mahasiswa juga menyisir area terdampak untuk berinteraksi langsung dengan warga guna memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat. Keterlibatan aktif ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami manajemen kebencanaan secara praktis, mulai dari proses koordinasi hingga pendampingan langsung di lapangan.

Kehadiran para relawan muda ini pun disambut baik oleh masyarakat setempat. Salah satu warga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam karena bantuan tersebut dinilai sangat meringankan beban ekonomi keluarga di tengah kondisi sulit akibat luapan air. Menurutnya, aksi jemput bola yang dilakukan oleh mahasiswa UMPP dan tim MDMC sangat membantu warga yang memiliki keterbatasan akses untuk mencari kebutuhan sehari-hari selama banjir melanda.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini merupakan sarana pembelajaran luar kelas yang sangat efektif untuk mengasah kepekaan sosial. Dengan turun langsung ke medan bencana, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan responsif terhadap isu-isu kemanusiaan. Kampus UMPP menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat saat situasi darurat adalah bagian penting dari implementasi nilai-nilai pengabdian.

Pihak universitas berharap kolaborasi antara Ormawa UMPP dan MDMC ini dapat terus terjaga dan menjadi agenda berkelanjutan dalam setiap upaya penanggulangan bencana. Aksi nyata ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga relawan dapat memperkuat solidaritas sosial serta memberikan dampak positif yang signifikan bagi ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. (Davina Zafa)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

KSR PMI Unit UMPP Terjun Langsung Evakuasi Korban Banjir di Pekalongan

template berita foto warta desa(1)

PEKALONGAN, WARTA DESA – Intensitas hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan banjir meluas di sejumlah titik permukiman warga di wilayah Pekalongan. Kondisi ini melumpuhkan aktivitas harian masyarakat dan memaksa sebagian besar warga untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Menanggapi situasi darurat tersebut, Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) bergerak cepat dengan terlibat aktif dalam proses evakuasi serta penanganan warga yang terdampak bencana.

Sejumlah personel relawan dari KSR PMI Unit UMPP diterjunkan langsung ke titik-titik lokasi banjir yang paling parah. Fokus utama mereka adalah memberikan bantuan evakuasi bagi kelompok rentan, mulai dari anak-anak, lansia, ibu hamil, hingga penyandang disabilitas. Dalam menjalankan aksinya di lapangan, para relawan ini senantiasa melakukan koordinasi intensif dengan PMI Kabupaten Pekalongan, BPBD, serta berbagai unsur relawan lainnya untuk memastikan seluruh proses evakuasi berjalan dengan aman, tertib, dan tepat sasaran.

Pada wilayah dengan ketinggian air yang cukup signifikan, para relawan harus menggunakan perahu karet untuk menjangkau pemukiman yang terisolasi. Selain mengangkut warga ke posko pengungsian, tim KSR PMI Unit UMPP juga membantu mengamankan barang-barang berharga milik warga serta memberikan layanan pertolongan pertama sederhana bagi mereka yang membutuhkan. Kehadiran para mahasiswa ini di tengah kepungan banjir menjadi wujud nyata dari kepedulian terhadap penderitaan sesama.

Peran KSR PMI Unit UMPP tidak berhenti pada tahap evakuasi saja. Mereka juga turut berpartisipasi dalam pendataan warga terdampak serta membantu pengelolaan aktivitas di lokasi pengungsian sesuai arahan dari pihak PMI setempat. Para relawan mendampingi warga untuk menjaga suasana tetap kondusif sekaligus membantu penyaluran logistik dan kebutuhan dasar agar tepat sampai ke tangan mereka yang membutuhkan di lapangan.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai dasar kepalangmerahan yang meliputi kemanusiaan, kesukarelaan, dan kepedulian. Bagi KSR PMI Unit UMPP, keterlibatan dalam penanggulangan bencana ini adalah bagian dari pengabdian masyarakat sekaligus sarana pembelajaran penting bagi mahasiswa untuk mengasah jiwa sosial, kesiapsiagaan, dan kerja sama tim. Pihak Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan sendiri memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatan mahasiswa ini, karena hal tersebut sejalan dengan komitmen universitas dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi.

Melalui semangat kemanusiaan ini, KSR PMI Unit UMPP berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Para relawan juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan selalu mengikuti instruksi dari pihak berwenang. KSR PMI Unit UMPP menegaskan komitmennya untuk terus bersiaga dan berkontribusi secara berkelanjutan dalam setiap upaya penanggulangan bencana di masa mendatang. (Dafina Zafa)

Terkait
Inovasi Sehat untuk Diabetes: Peran Multigrain, Umbi Yakon, dan Daun Kelor dalam Menjaga Gula Darah

Oleh : Elisa Issusilaningtyas Diabetes mellitus telah menjadi ancaman kesehatan global yang serius, dengan prevalensi terus meningkat di seluruh dunia. Read more

Isra’ Mi’raj sebagai Sumber Nilai Pendidikan Spiritual dan Moral

Oleh : Dr. Cholisa Rosanti,M.Si Peristiwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar kisah perjalanan Nabi Muhammad saw. dari Masjidil Haram ke Masjidil Read more

Bekali Calon Bidan Ilmu Holistik, FIKes UMPP Bedah Buku Yoga Prenatal untuk Kehamilan Sehat

Pekalongan, Warta Desa, - Kesehatan ibu dan anak menjadi fokus utama dalam agenda akademik terbaru di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Pada Read more

selengkapnya
Bencana

Hujan Lebat Enam Jam Rendam Desa Karangjompo, Warga Kritik Normalisasi Banjir Tahunan

template berita foto warta desa_20260118_203857_0000

Pekalongan, Warta Desa. – Hujan lebat yang mengguyur selama kurang lebih enam jam pada Jumat malam telah memicu banjir di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan, termasuk Desa Karangjompo di Kecamatan Tirto.

Berdasarkan pantauan di lapangan, air merendam jalan utama desa dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa serta menggenangi gang-gang, pemukiman warga, hingga fasilitas publik seperti sekolah dan taman pendidikan Al-Qur’an. Kondisi genangan air ini bervariasi di setiap titik, di mana wilayah Dusun Damyak Kulon tercatat mengalami dampak cukup parah dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa.

​Salah satu warga Desa Karangjompo, Anwar, mengungkapkan bahwa banjir di wilayahnya seolah telah menjadi agenda tahunan setiap kali musim hujan tiba. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh terus-menerus dinormalisasi karena merupakan bentuk ketidakmampuan pemerintah dalam melindungi warga.

Anwar berpendapat bahwa pemerintah seharusnya lebih serius memprioritaskan penanggulangan pada tahap pra-bencana, mengingat salah satu penyebab utama banjir adalah tidak berfungsinya sistem drainase dan saluran air yang tersumbat sampah atau mengalami kerusakan permanen. Ia mendesak pemangku kebijakan untuk segera membenahi tata ruang perkotaan dan sistem pengairan agar air dapat mengalir dengan lancar.

​Selain masalah teknis di wilayah hilir, pengelolaan lahan di wilayah atas yang tidak terkendali, seperti penggundulan hutan dan perubahan tutupan lahan, dinilai menjadi faktor pemicu meningkatnya debit air menuju dataran rendah.

Menurut Anwar, pemerintah yang memiliki modal, akses, dan kewenangan harus mampu memprioritaskan penyelesaian masalah banjir yang setiap tahun wilayah terdampaknya semakin meluas. Warga berharap setidaknya ada langkah nyata untuk meminimalisir risiko agar mereka tidak terus dihantui rasa khawatir setiap kali hujan turun.

​Keluhan serupa juga disampaikan oleh Sahrul Khanafi, warga Pacar, yang menyatakan bahwa banjir kali ini membuat warga sangat menderita karena sulit menjalankan aktivitas untuk mencari nafkah. Di dalam rumahnya sendiri, ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa, yang tentu saja lebih dalam jika dibandingkan dengan kondisi di jalan raya.

Masyarakat kini sangat membutuhkan solusi konkret dan jangka panjang dari pihak pemerintah agar persoalan menahun ini tidak terus berulang dan merugikan ekonomi warga desa. (M. Najmul Ula) 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Tanggap Darurat Banjir Pekalongan: PDM Kabupaten Pekalongan Instruksikan Penguatan Peran Cabang, Ranting, dan Lazismu

template berita foto warta desa(1)

PEKALONGAN, WARTA DESA – Banjir yang merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Pekalongan sejak Sabtu dini hari, 17 Januari 2026, memicu respons cepat dari jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan. Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono, secara resmi meminta seluruh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) untuk bergerak maksimal bersama Kantor Layanan Lazismu di wilayah masing-masing. Instruksi ini disampaikan melalui pesan singkat yang disebarluaskan oleh Wakil Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, H. Riyanto,  pada Ahad, 18 Januari 2026.

Dalam upaya penanganan di lapangan, koordinasi intensif telah dilakukan dengan PCM Wuled dan PRM Samborejo di Kecamatan Tirto untuk membantu warga yang terdampak. Berdasarkan laporan dari KH. Arifin Arghubi melalui ranting Samborejo, kebutuhan mendesak bagi para penyintas saat ini meliputi logistik pangan seperti mie instan, telur, hingga makanan siap saji. Langkah pemenuhan bantuan ini terus diupayakan agar distribusi bantuan logistik dapat menjangkau warga yang terisolasi maupun yang berada di posko pengungsian.

Sejalan dengan arahan tersebut, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Pekalongan, H.M. Rofiansa Sulthon, juga telah menginstruksikan timnya untuk segera melakukan asesmen di berbagai titik bencana. Hingga saat ini, laporan asesmen telah masuk dari wilayah Sragi dan Rowoyoso Wonokerto, di mana terdapat puluhan hingga ratusan warga yang mengungsi di Masjid At-Taqwa Sragi dan Masjid Asy-Syifa Rowoyoso. Saat ini, prioritas utama relawan MDMC bersama Tim SAR Gabungan adalah melakukan evakuasi terhadap kelompok rentan, termasuk lansia, ibu hamil, warga yang sedang sakit, serta warga dengan keterbatasan gerak.

Dukungan operasional juga ditegaskan oleh Manager Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo,  yang mendesak seluruh Kantor Layanan Lazismu untuk sigap mendata jumlah dan lokasi pengungsi. Ia menekankan pentingnya koordinasi cepat dengan pusat jika wilayah terdampak membutuhkan pasokan Rendangmu untuk keperluan dapur umum. Dengan sinergi antara struktur organisasi Muhammadiyah dan lembaga zakat ini, diharapkan penanganan dampak banjir di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan lebih efektif dan terukur bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan. ***

Kontributor: Nanang Fahrudin Editor: Redaksi Warta Desa

Terkait
Spirit “One Muhammadiyah One Response”: MDMC Kudus Terjang Banjir Evakuasi Warga

KUDUS, WARTA DESA – Sejak Jumat (09/01), cuaca ekstrem dan hujan lebat memicu bencana hidrometeorologi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Read more

Rowosari Diamuk Badai: Satu Rumah Roboh dan BUMDes Hancur, Saatnya Kendal Perkuat Mitigasi Pesisir

WARTA DESA, KENDAL – Cuaca ekstrem kembali menunjukkan taringnya di pesisir Kabupaten Kendal. Pada Sabtu (10/1/2026) petang, hujan deras dan angin Read more

Pasca Bencana Longsor Banjarnegara, Lazismu Pekalongan Berkolaborasi dengan Lazismu Wilayah Jawa Tengah Salurkan Bantuan Untuk Pemulihan

Warta Desa, Banjarnegara – Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, yang terjadi pada hari Ahad, 16 Read more

SMAN 1 Kesesi Salurkan Donasi Bencana Sumatera Rp 2,8 Juta Melalui Lazismu Pekalongan

WARTA DESA, PEKALONGAN – Rasa kepedulian terhadap korban bencana alam di Sumatera ditunjukkan oleh keluarga besar SMA Negeri 1 Kesesi, Kabupaten Read more

selengkapnya
Bencana

WASPADA CUACA EKSTREM: Pohon Pinus Tumbang di Melik Susukan, Akses Jalan dan Listrik Sempat Terputus

template berita foto warta desa

SUSUKAN, WARTA DESA –Hujan lebat yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara pada Minggu (18/01/2026). Cuaca ekstrem ini mengakibatkan sebuah pohon pinus berukuran besar tumbang di area Melik, Desa Susukan, yang membawa dampak cukup serius bagi mobilitas warga dan fasilitas umum di sekitarnya.

Batang pohon yang besar tersebut melintang tepat di tengah jalan sehingga mengakibatkan akses jalan lumpuh total bagi kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain menutup akses transportasi, robohnya pohon pinus ini juga menimpa jaringan kabel PLN yang menyebabkan aliran listrik ke rumah-rumah warga terputus. Akibatnya, aktivitas ekonomi dan rumah tangga warga sempat terganggu karena padamnya listrik serta sulitnya melintas di jalur tersebut.

Menanggapi kejadian tersebut, petugas gabungan bersama warga setempat langsung bergerak cepat melakukan aksi gotong royong di lokasi kejadian. Dengan menggunakan gergaji mesin dan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu memotong batang pohon dan membersihkan material kayu agar akses jalan dapat segera kembali normal. Saat ini, upaya evakuasi masih terus dioptimalkan sembari menunggu perbaikan jaringan kabel oleh pihak terkait.

Mengingat cuaca ekstrem dan angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Warga diharapkan tetap berhati-hati saat melintas di kawasan yang rawan pohon tumbang serta segera mencari tempat berlindung yang aman apabila terjadi hujan badai secara tiba-tiba.  ***

 

Reporter: Andi Purwandi Tanggal: 18 Januari 2026

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

selengkapnya
Bencana

Jembatan Gantung Bantaragung-Kalilanang Terputus, Akses Warga Lumpuh Total

template berita foto warta desa_20260117_144644_0000

PEMALANG, WARTA DESA – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Pemalang sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari (17/01/2026) mengakibatkan infrastruktur penting bagi warga terputus. Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bantaragung dan Desa Kalilanang dilaporkan ambruk akibat terjangan arus sungai yang meluap setelah diguyur hujan semalaman.

Kondisi Jembatan Terkini

​Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu pagi pukul 06.44 WIB, jembatan gantung tersebut mengalami kerusakan struktural yang sangat parah:

  • Tali Sling Terputus: Kekuatan arus sungai yang membawa material sampah dan kayu membuat tali pengikat jembatan tidak kuat menahan beban, menyebabkan badan jembatan melengkung jatuh ke arah sungai.
  • Akses Terisolasi: Putusnya jembatan ini membuat akses ekonomi dan mobilitas warga antara Bantaragung dan Kalilanang lumpuh total. Warga kini harus memutar jauh untuk mencari jalur alternatif.

Update Banjir dan Longsor di Wilayah Pemalang

​Selain jembatan putus, laporan dari Kabar Pemalang menunjukkan bahwa beberapa titik lain di wilayah Pemalang juga dalam kondisi siaga akibat hujan ekstrem:

  • Banjir Pemukiman: Air merendam kawasan Dukuh Rani dan area sekitar Terminal Randudongkal. Wilayah Padmo (Randudongkal) dan Desa Suru (Bantarbolang) juga dilaporkan tergenang banjir yang cukup tinggi.
  • Akses Jalan Terputus: Jalur utama menuju Warukumpul (Wisnu-Majakerta) ditutup total karena tertimbun material tanah longsor. Titik longsor tambahan juga terpantau di Desa Wianu.

Kondisi Pekalongan: Air Mencapai Dada

​Sebagai informasi tambahan bagi warga yang hendak menuju arah timur, Kota Pekalongan saat ini sedang mengalami banjir besar. Di beberapa titik seperti Jalan Kurinci hingga Jalan Slamet (Bendan), ketinggian air dilaporkan telah mencapai dada orang dewasa, sehingga sangat berbahaya untuk dilintasi kendaraan.

Himbauan Warga

​Pemerintah desa menghimbau warga untuk:

  1. Menjauhi bantaran sungai: Mengingat debit air masih tinggi dan arus sangat kuat.
  2. Mencari Jalur Alternatif: Menghindari rute jembatan Bantaragung-Kalilanang dan jalur Majakerta-Warukumpul yang masih tertutup.
  3. Waspada Bencana Susulan: Tetap siaga jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi sore nanti.

Laporan: Tim Warta Desa

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Kecelakaan, bakul klepon meninggal akibat jalan tergenang air

Tirto, Wartadesa. - Malang bagi Karyatun (50), bakul (penjual-red) klepon dan gethuk, warga Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, motor Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

selengkapnya
Bencana

Diguyur Hujan 5 Jam, Desa Pait Terendam Banjir Hingga 1 Meter, Puluhan Warga Mengungsi

template berita foto warta desa(3)

SIWALAN, WARTA DESA – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan selama lebih dari lima jam sejak Sabtu dini hari (17/1/2026), mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Salah satu wilayah terdampak paling parah adalah Desa Pait, Kecamatan Siwalan.

Sedikitnya 90 rumah warga di Dukuh Tugurejo (RT 01 dan 02, RW 05), Desa Pait, terendam air dengan ketinggian yang bervariasi antara 30 hingga 100 sentimeter. Selain rumah tinggal, fasilitas umum seperti satu sekolah dan dua tempat ibadah juga ikut terendam luapan air.

Puluhan Jiwa Mengungsi di Mess Lokatex

Berdasarkan data dari PMI Kabupaten Pekalongan, banjir ini berdampak pada 285 jiwa. Hingga Sabtu siang, tercatat 15 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 68 jiwa telah dievakuasi ke tempat pengungsian.

“Sebanyak 15 KK atau 68 jiwa saat ini mengungsi di Mess Lokatex. Pengungsi terdiri dari berbagai usia, mulai dari lansia, dewasa, hingga balita,” terang Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko.

Sementara itu, puluhan keluarga lainnya dilaporkan masih memilih bertahan di rumah masing-masing sambil terus memantau perkembangan debit air. Meski seluruh rumah terdampak terendam air, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan permanen.

Kebutuhan Mendesak Pengungsi

Pihak PMI telah menerjunkan tim untuk melakukan asesmen, evakuasi, dan pelayanan ambulans. Namun, dukungan bantuan logistik sangat dibutuhkan segera oleh para pengungsi, di antaranya:

  • Makanan dan minuman siap saji.

  • Perlengkapan bayi dan obat-obatan.

  • Alas tidur (tikar/kasur), selimut, dan perlengkapan mandi.

Banjir Meluas ke Sejumlah Kecamatan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, menyebutkan bahwa kondisi banjir ini meluas ke beberapa wilayah lain selain Siwalan, yakni di Kecamatan Tirto, Sragi, Wiradesa, dan Buaran dengan rata-rata air masuk ke rumah setinggi 30 sentimeter.

“Kami masih terus memantau perkembangan di lapangan. Mengingat hujan masih mungkin terjadi, jumlah pengungsi dimungkinkan bisa bertambah,” ujar Agus Pranoto.

Longsor di Kandangserang

Selain musibah banjir, BPBD juga melaporkan kejadian tanah longsor di Desa Harjosari, Kecamatan Kandangserang. Material batu besar dilaporkan menimpa rumah warga dan menutup akses jalan utama yang menghubungkan Bubak (Kandangserang) dengan Paninggaran.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera berkoordinasi dengan perangkat desa atau posko bencana terdekat jika kondisi air di lingkungan masing-masing terus meningkat.

Update Situasi: Hingga berita ini diturunkan, hujan gerimis masih menyelimuti wilayah Siwalan dan sekitarnya, yang menyebabkan akses menuju lokasi banjir di beberapa titik masih terkendala genangan. (Redaksi)

Terkait
Dua Kader Nasyiatul Aisyiyah Pekalongan Terjun ke Misi Kemanusiaan Banjir dan Longsor Aceh-Sumatera

PEKAJANGAN, WARTA DESA – Spirit kemanusiaan terus menyala di dada para kader Nasyiatul Aisyiyah (NA). Kali ini, dua kader terbaik Pimpinan Read more

Kendal Dikepung Banjir: Jalur Pantura Lumpuh, Perjalanan Kereta Api Terhambat

KENDAL, WARTA DESA – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pantura sejak Kamis sore (15/01) mengakibatkan banjir besar Read more

Spirit “One Muhammadiyah One Response”: MDMC Kudus Terjang Banjir Evakuasi Warga

KUDUS, WARTA DESA – Sejak Jumat (09/01), cuaca ekstrem dan hujan lebat memicu bencana hidrometeorologi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Read more

Indonesia Dikepung Bencana Hidrometeorologi: Dari Banjir Bandang Sumatera hingga Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah

WARTA DESA, -- Awal tahun 2026 menjadi periode krusial bagi penanggulangan bencana di Indonesia. Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendali dan Read more

selengkapnya
Bencana

Sungai Bremi Meluap, Ratusan Warga Tirto Mengungsi di Masjid Al Karomah

Selection_101

PEKALONGAN, WARTA DESA – Hujan deras dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Pekalongan selama beberapa hari terakhir mengakibatkan Sungai Bremi meluap. Kondisi ini memicu banjir parah di sejumlah wilayah, terutama di Kelurahan Tirto, Sabtu (17/1/2026).

Hingga pukul 10.45 WIB, tercatat sekitar 170 warga telah mengevakuasi diri dan mengungsi di Masjid Al Karomah Tirto. Masjid ini menjadi salah satu titik pengungsian utama bagi warga Kampung Baru Tirto, di mana ketinggian air dilaporkan mencapai titik tertinggi hingga 100 sentimeter.

Kondisi Terkini dan Lokasi Terdampak

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, menjelaskan bahwa kombinasi drainase yang penuh dan limpasan air Sungai Bremi membuat pemukiman warga terendam cukup dalam.

“Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan genangan di sejumlah ruas jalan dan permukiman. Kami mencatat ketinggian air bervariasi antara 10 cm hingga 1 meter,” ungkap Budi.

Selain di Masjid Al Karomah, warga juga tersebar di beberapa titik pengungsian lain seperti:

  • Aula Kecamatan Pekalongan Barat: 400 jiwa.

  • Mushola Al Ikhsan Sidomulyo: 80 jiwa.

  • Beberapa gedung sekolah dan mushola di wilayah Tirto serta Bendan.

Kebutuhan Mendesak Pengungsi

Warga yang berada di Masjid Al Karomah dan posko lainnya saat ini sangat membutuhkan bantuan logistik dan kesehatan. Berdasarkan pendataan tim di lapangan, kebutuhan yang paling mendesak meliputi:

  • Obat-obatan dan Perlengkapan Kesehatan: Salep kulit, minyak kayu putih, balsem.

  • Kebutuhan Bayi dan Lansia: Pampers anak dan dewasa.

  • Perlengkapan Tidur: Selimut dan alas tidur.

Peringatan Cuaca Ekstrem

BPBD menyebutkan bahwa cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh fenomena atmosfer global (La Nina lemah dan Monsun Asia) serta fase bulan baru. Kondisi ini diprediksi dapat meningkatkan potensi hujan lebat dan angin kencang hingga awal Februari 2026.

“Seluruh unsur TNI, Polri, dan relawan telah kami libatkan untuk memastikan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar di pengungsian,” tambah Budi.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing, warga diminta segera melapor ke posko siaga bencana terdekat.

Update Per 17 Januari 2026, 11:00 WIB: Tim medis mulai menyisir lokasi pengungsian di Masjid Al Karomah untuk mengecek kondisi kesehatan lansia dan balita. Logistik makanan siap saji dari dapur umum mulai didistribusikan secara bertahap. (Redaksi)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Dua Kader Nasyiatul Aisyiyah Pekalongan Terjun ke Misi Kemanusiaan Banjir dan Longsor Aceh-Sumatera

template berita foto warta desa(1)

PEKAJANGANWARTA DESA – Spirit kemanusiaan terus menyala di dada para kader Nasyiatul Aisyiyah (NA). Kali ini, dua kader terbaik Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) di wilayah Kabupaten Pekalongan resmi dilepas untuk bertugas dalam misi kemanusiaan sebagai bagian dari Tim Kesehatan Respon Bencana Alam di Aceh dan Sumatera.

Kedua kader tersebut adalah Muflikha Rifkoh dari PCNA Pencongan dan Maulidiyah dari PCNA Siwalan. Keduanya bergabung dalam tim relawan medis yang diinisiasi oleh RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Misi Medis di Garis Depan

Sesuai dengan latar belakang keahlian mereka, Muflikha yang ahli di bidang farmasi dan Maulidiyah di bidang kebidanan akan memfokuskan pelayanan pada aspek kesehatan bagi para penyintas bencana banjir dan tanah longsor.

Kehadiran kader perempuan dalam tim ini dinilai sangat krusial, terutama dalam menangani:

  • Kebutuhan spesifik kesehatan ibu dan anak.

  • Pengelolaan dan distribusi obat-obatan di lokasi bencana.

  • Pemeriksaan kesehatan umum bagi pengungsi.

Bukti Ketangguhan Kader Perempuan

Keberangkatan mereka merupakan bukti nyata bahwa kader Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya aktif dalam ranah organisasi, tetapi juga tangguh dan siap terjun ke medan bencana yang sulit demi membantu sesama.

Sinergi antara Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Kesehatan dengan organisasi otonom seperti NA ini mendapat apresiasi luas. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan Muhammadiyah dalam merespons panggilan kemanusiaan di tingkat nasional secara kolaboratif.

Dengan perlengkapan standar keamanan relawan dan rompi khas MDMC, tim ini bertolak menuju titik-titik terdampak di Aceh dan beberapa wilayah Sumatera. Selain memberikan pertolongan medis pertama, mereka juga akan melakukan pendampingan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Selamat bertugas, Muflikha Rifkoh dan Maulidiyah. Semoga dedikasi dan pengabdian kalian menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat di Aceh dan Sumatera.***

Kontributor: Siti Zahroul M

Editor : Redaksi Warta Desa

Terkait
Harmonisasi Jadi Kunci, Nasyiatul Aisyiyah Perkuat Peran Perempuan Muda dalam Keberagaman

WARTA DESA, PEKALONGAN – Nasyiatul Aisyiyah (NA) terus mengukuhkan perannya sebagai ruang tumbuh bagi perempuan muda untuk belajar, bergerak, dan berkontribusi Read more

Lazismu Kantor Layanan Nasyiyatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan Bagikan Sembako dan Rendang di Lebakbarang

Warta Desa, PEKALONGAN - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kantor Layanan (KL) Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Read more

Nasyiatul A’isyiyah Pekalongan gelar ToT Pashmina

Pekajangan, Wartadesa. - Pimpinan Daerah Nasyi'atul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan menggelar Training of Trainer (ToT-pelatihan untuk pelatih) Pelayanan Remaja Sehat Read more

Dorong Kemajuan Gerakan Perempuan, Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah Lakukan Konsolidasi di Pekalongan.

Warta Desa,Pekalongan - Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah mengadakan kegiatan Konsolidasi Wilayah dengan meluncurkan program unggulan terbaru, Sabtu, Read more

selengkapnya