close

Lingkungan

Hukum & KriminalLingkungan

Konflik dengan Pajitex! Warga Watusalam Minta Perlindungan DPR RI

asrul sani

Buaran, Wartadesa. – Warga Rt 13 dan Rt 14 Desa Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan meminta bantuan dan perlindungan hukum kepada Asrul Sani, anggota Komisi III DPR RI atas konflk warga dengan PT Pajitex.

Mengutip rilis dari LBH Semarang, dua warga  ditetapkan sebagai tersangka akibat perlawanan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT Panggung Jaya Indah Tekstile (PT Pajitex) di Desa Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.

Dalam proses hukum, warga Desa Watusalam bersama aktivis lingkungan mengajukan keberatan atas penetapan dua warga menjadi tersangka, namun hingga saat ini, status dua warga tersebut belum berubah.

Dalam pertemuan warga Watusalam didampingi oleh LBH Semarang bersama Asrul Sani, Selasa (21/12) tersebut, Direktur LBH Semarang Etik Oktaviani menyampaikan bahwa PT Pajitek melakukan pencemaran udara melalui cerobong asap dengan bahan bakar batubara. Dua warga pejuang lingkungan yang melakukan protes pencemaran tersebut diproses hukum dan ditahan. Dua warga yang ditahan atas nama Abdul Afif dan Kurohman lantaran melakukan pelemparan kaca PT Pajitex. Sedang Manajer PT Pajitex yang juga mengalami proses hukum pencemaran lingkungan, malah tidak ditahan.

Mendapat paparan dari warga dan LBH Semarang, Asrul Sani berjanji akan membantu warga Watusalam dalam menghadapi kasus tersebut. “Bukan hanya pada proses hukum yang berjalan, tetapi juga proses selanjutnya yang mungkin ditempuh oleh warga,” papar anggota DPR RI asal Kranji Kedungwuni ini.

Menurut Arsul dalam keterangannya kepada media, bahwa langkah pertama yang akan dilakukannya adalah menganalisis seluruh proses hukum yang sudah berjalan, apakah sudah memenuhi prinsip-prinsip keadilan termasuk keadilan restoratif maupun hukum pidana materiel serta formil (KUHAP).

Arsul menyatakan bahwa dari apa yang ia dengarkan dari warga dan LBH Semarang terkesan ada proses hukum yang tidak berimbang dari sisi keadilan. Ini akan jadi atensi untuk disampaikan kepada pimpinan lembaga penegakan hukum masing-masing setelah pengkajian mendalam dilakukan.

“Prinsipnya tidak boleh penegakan hukum dan proses hukum itu tidak berimbang dari sisi keadilan dan penerapan hukumnya antara yang dilakukan terhadap warga biasa dengan perusahaan yg memiliki kekuatan finansial yg besar” ujar Arsul. Karenanya, ia akan meneliti proses hukum yg terjadi di Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri.

Terkait tuntutan warga dua RT di Desa Watusalam sendiri, Arsul menilai bahwa tuntutan mereka itu rasional. Mereka tidak menuntut pabrik Pajitek ditutup, tapi hanya ingin agar pencemaran udara dan suara yang ditimbulkan termasuk terkait dengan pemakaian batu bara bisa dihentikan. Jika soal pencemaran ini tidak bisa diselesaikan dengan baik, Arsul mengatakan sebagai warga asli Pekalongan, ia akan terus ikut mengadvokasi warga. Sejumlah langkah hukum berikutnya akan menjadi opsinya untuk memastikan bahwa  hak warga  atas lingkungan yang sehat akan terpenuhi. (Buono dengan tambahan sumber dari ISP)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

selengkapnya
Lingkungan

Masif Perusakan Hutan Gunung Prau, Warga Tulis Surat Terbuka

6
  • Kondisi Hutan Lindung Gunung Prau Kendal akibat alih fungsi tanaman semusim. Foto: An Rondi, Aktivis Lingkungan setempat

MASIFNYA perusakan hutan lindung Gunung Prau  oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab. Membuat An Rondi, salah seorang warga yang juga aktivis lingungan setempat menulis surat terbuka buat Bupati Kendal,

Dalam surat terbuka yang diunggah di media sosial Facebook, Rondi mengungkapkan bahwa warga pecinta Gunung Prau menemukan beberapa titik kerusakan hutan lindung (HL) Gunung Prau akibat alih fungsi lahan tanaman semusim, perburuan satwa yang dilindungi dan perburuan tanaman gunung untuk dijadikan bonsai.

Menurut warga, apabila kerusakan hutan beserta habitanya terus dibiarkan oleh pengambil kebijakan, dalam hal ini bupati, maka hutan lindung akan rusak. Akibatnya mata air menjadi kering di sepanjang hulu Kaliterong. Hingga menyebabkan kekeringan dan kekurangan air bersih di beberapa dusun sekitar gunung di kaki Gunung Prau seperti wilayah Plantungan, Dusun Bongkaran, Tambirejo; wilayah Sukorejo meliputi Dusun Nguwok, Gamblok dan desa-desa Sukorejo bagian atas.

Rondi juga mengkritisi akibat alih fungsi tanaman hutan menjadi tanaman semusim, saat musim hujan, material tanah akan terbawa air ke sungai dan menjadi penyebab pendangkalan sungai di daerah bawah.

Hal yang paling krusial, yakni pengambilan air pada sumber mata air pegunungan yang  belum ada perjanjian kerjasama dengan Perum Perhutani, acapkali menimbulkan konflik horisontal antar warga. Pengambilan air untuk kebutuhan sehari-hari warga di kaki Gunung Prau seharusnya tetap memperhatikan kelestarian hutan lindung.

Berikut tulisan lengkap surat terbuka tersebut,

Pak Bupati Dico Ganinduto yang terhormat, sebelumnya mohon maaf karena beberapa hal saya beranikan diri menulis ini. Saya memahami betapa banyak sekali tanggungjawab sebagai BUPATI KENDAL, akan tetapi meskipun pada akhirnya ini menambah beban panjenengan, saya sampaikan karena masalah ini jelas bukan kapasitas kami sebagai rakyat biasa yang menyelesaikan, akan tetapi butuh sentuhan kebijakan Pemda untuk menuntaskannya dengan harapan segala sesuatu yang kami khawatirkan tidak akan terjadi dikemudian hari.

Ini tentang masalah klasik gunung prahu :

  1. Hutan Lindung Gunung Prahu yang dibeberapa tempat dirusak oleh oknum yang kurang bertanggungjawab.
    • Kami menemukan beberapa titik kerusakan HL Gunung Prahu berupa : Alih Fungsi lahan (HL jadi lahan tanaman semusim, berubah jadi tanaman kopi), perburuan satwa (burung, hewan dilindungi, dll), perburuan tanaman gunung untuk bahan bonsai.
    • Pendapat kami jika hal ini terus dibiarkan, HL akan semakin rusak akibatnya mata air sudah banyak yang kering di sepanjang hulu kaliterong, beberapa dusun sempat kekeringan yang berada di kaki gunung prahu (wilayah Plantungan : Dusun Bongkaran, Dusun Tambirejo, wilayah sukorejo : Dusun Nguwok, Dusun Gamblok, Desa – desa sukorejo bagian atas) Dusun yang kekeringan ini menggunakan air minum yang keruh jika musim hujan dan kekeringan di musim kemarau, karena pengambilan airnya tidak murni dari mata air tetapi dari aliran kaliterong yang kadang juga menampung air hujan yang sudah melewati lahan pertanian. Pak bupati bisa cek ke lokasi untuk melihat kualitas air yang digunakan warga.
    • Yang kedua jika HL rusak akan semakin banyak material tanah yang terbawa hujan sehingga menjadi endapan di sungai daerah bawah.
  2. Pengambilan Mata Air
    • Dihulu Kaliterong dan kali lampir terjadi pengambilan air (yang menurut informasi yang kami dapatkan) belum ber PKS dengan perhutani sehingga yang beberapa kali terjadi konflik antara warga di sebelah utara gunung dengan pengambil air dari sisi utara. pada dasarnya kami tidak mempermasalahkan pengambilan airnya, hanya saja kita harus sama sama menjaga HL agar tetap lestari, agar tetap menjadi area resapan untuk mata air, agar tetap menjadi sumber keseimbangan kehidupan, akan tetapi kita bisa lihat keadaan HL prau yang semakin hari semakin berkurang, puncak prahu yang semakin seperti lapangan karena aktivitas pariwisata di puncak sana, dll.
    • Air gunung dari sisi utara gunung yang dialirkan ke sisi selatan dan barat gunung bukan hanya untuk minum, akan tetapi digunakan untuk penyiraman pertanian. Hal ini bisa jadi suatu saat nanti akan memicu konflik yang berkepanjangan jika tidak segera diselesaikan, karena sisi utara gunung saat hutan semakin rusak debit air akan turun drastis bahkan mengalami kekeringan.

Sementara cukup dulu pak bupati keluhan saya ini, mohon dengan sangat bisa ditanggapi, kami siap bersama – sama menyelesaikan permasalahan ini, karena kemampuan kami sangatlah terbatas, kemampuan kami hanya sebatas menanam dan menanam dan kami usahakan untuk tidak menyerah meskipun tanaman kami kemarin akhirnya harus berubah lagi menjadi tanaman semusim kembali. (Buono)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

Ini penyebab Pekalongan lebih dulu tenggelam ketimbang Jakarta

simonet

BURUKNYA pengelolaan tata guna lahan menyebabkan 22 persen Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Kupang mengalami sedimentasi (baca: degradasi ekosistem dan limpasan permukaan), menjadi penyebab mengapa 10 tahun terakhir ini Kota dan Kabupaten Pekalongan tak henti dilanda banjir dan rob.

Penelitian yang dilakukan oleh Syam, Denia Aulia, Wengi, Khair Ranggi Laksita, Gandapurnama, Arifi dari Aliansi Ketahanan Banjir Zurich beberapa waktu lalu menyebut demikian. Kawanan dari Mercy Corps Indonesia, Universitas Diponegoro, dan Institut Pertanian Bogor, melakukan penilaian risiko dan dampak iklim di DAS Sungai Kupang dan wilayah pesisir Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan.

Selain buruknya kondisi DAS di Pekalongan, pengambilan air dalam secara berlebihan menyebabkan laju penurunan tanah makin mengkhawatirkan, yakni berkisar antara 0 – 34,5 sentimeter (median 16,5) per tahun. Wilayah pesisir dan hilir sungai mengalami laju penurunan muka tanah paling tinggi. Hingga menyebabkan genangan permanen desa-desa di pesisir Pekalongan.

Sementara lantaran kondisi sosial ekonomi kebanyakan warga di sekitar pesisir Pekalongan yang rendah (baca: miskin) mereka terpaksa mendiami rumah-rumah mereka yang terendam secara permanen. Selain itu, susahnya mengubah mata pencaharian warga, membuat mereka sulit untuk berpindah lokasi/relokasi.

Para peneliti melakukan kajian pada 41 desa/kelurahan di Kota dan Kabupaten Pekalongan yang memiliki resiko tertinggi dampak banjir dan rob. Akibat banjir dan rob pada 41 desa/kelurahan tersebut, kerugian yang harus ditanggung warga mencapai USD 474,4 juta dan akan naik lima kali lipat pada tahun 2035 atau sekitar USD 2,15 miliar.

Analisis ini senada dengan pendapat Dr. Heri Andreas dari ITB Bandung yang menyebut bahwa Pekalongan  akan lebih dulu tenggelam ketimbang Jakarta. Menurutnya kondisi penurunan tanah di kawasan pesisir Pekalongan, Semarang, dan Demak lebih mengkhawatirkan karena setiap tahun muka tanah turun 15-20 cm. Jika tidak segera diintervensi, dalam 10 tahun ke depan ketiga kota itu akan tenggelam.

Rekomendasi yang diberikan oleh Aliansi Ketahanan Banjir Zurich kepada pengampu kebijakan di Kota dan Pekalongan yakni melakukan  zonasi dan adaptasi regional, pembangunan infrastruktur pengelolaan banjir, pengelolaan sumber daya air melalui infrastruktur dan konservasi dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan dalam pengurangan risiko bencana. (Bono)

Sumber tulisan: CLIMATE RISK AND IMPACT ASSESSEMENT PEKALONGAN

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Pemdes Karangdowo beli motor pengangkut sampah

sampah karangdowo

Kedungwuni, Wartadesa. – Pemerintah Desa Karangdowo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan melakukan pembelian motor pengangkut sampah dengan sumber anggaran dari Dana Desa Tahun 2021. Motor tesebut diserahkan kepada Bumdes Mugi Langgeng beberapa waktu lalu.

Dilansir dari laman resmi pemerintah desa setempat, pembelian motor pengangkut sampah tersebut, merupakan upaya meningkatkan layanan Bumdes Mugi Langgeng Desa Karangdowo, yakni layanan pungut sampah.

Bumdes desa setempat melalui layanan pungut sampah, sebelumnya mempunyai satu unit motor pengangkut. Namun dengan konsumen sekitar 350 KK, pelayanan pungut sampah belum maksimal.

Kepala Desa Karangdowo, Hufron, berharap dengan penambahan armada baru tersebut layanan Bumdes Mugi Langgeng dapat diperbaiki.

Hufron juga berharap warga yang belum menjadi konsumen bumdes dapat bergabung untuk mengembangkan Bumdes Mugi Langgeng.

“Selain sebagai kontribusi dalam mengembangkan bumdes, juga untuk turut serta menciptakan lingkungan Desa Karangdowo yang jauh lebih bersih lagi.” Pungkasnya. (Buono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Banjir bercampur lumpur kembali landa Pantai Celong

banjir celong

Batang, Wartadesa. – Setiap hujan turun, kini kawasan Pantai Celong, Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih, Batang mengalami banjir. Seperti sebelumnya, hujan yang mengguyur pada Selasa (04/05) petang hingga jelang tengah malam  menyebabkan air bercampur lumpur dari area Kawasan Industri Terpadu Batang atau Grand Batang City menerjang pemukiman warga.

Banjir setinggi 30-50 centimeter pun merendam puluhan rumah warga Desa Kedawung. Bahkan Tempat Pelelangan Ikan juga terkena air bah berwarna kecoklatan. Akses jalan warga yang merupakan jalan satu-satunya dipenuhi lumpur, dan merendam bawah jembatan rel sehingga warga kesulitan keluar masuk kampung.

“Banjir sudah beberapa kali terjadi, setiap hujan deras selalu banjir air bercampur lumpur menerjang kampong kami. Hal ini terjadi sejak ada proyek pekerjaan Kawasan Industri Terpadu Batang di dekat desa kami. Berkali kali hal ini sudah kami laporkan ke berbagai pihak namun tidak ada kejelasan penyelesaian penanganan banjir tersebut,” kata Mudi salah satu warga Celong, Selasa, 4 Mei 2021.

Banjir bandang kali ini tidak berlangsung lama, hanya sekitar satu jam tapi sangat menganggu warga. Rumah yang terendam banyak yang rusak juga licin karena bercampur lumpur.

Bupati Batang Wihaji ketika dihubungi mengaku sudah menerima laporan mengenai kejadian bencana banjir bandang di kampung dekat proyek pembangunan kawasan industri tersebut.

“Kami sudah monitor dan segera menidaklanjuti,” kata Wihaji.

Sebelumnya, banjir bercampur dengan lumpur merah melanda kawasan permukiman warga di Pantai Celong, Desa Kedawung, Banyuputih, Batang. Kamis (08/04) malam sekira pukul 19.00 WIB.

Dalam video yang diunggah oleh Suryo Sukarno, jurnalis televisi swasta nasional dalam laman media sosial Facebook, dituliskan keterangan “Malam ini sekitar jam 19.00 banjir bercampur lumpur merah, melanda dikawasan penduduk di pantai Celong desa Kedawung kecamatan Banyuputih Batang. Warga kesulitan akses keluar masuk desanya. Banjir ini dampak proyek pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB ) atau sekarang menjadi Grand Batang City (GBC). Video dokumen warga Celong,”

Video kemudian di pos-ulang di laman Facebook Batang Update dengan respon sebanyak 180 orang, 30 komentar dan dibagikan sebanyak 19 kali.

Banjir disertai dengan lumpur merah ini menurut Suryono (nama Suryo Sukarno) sudah tujuh kali terjadi, “beberapa kali… Info warga sudah 7 kali,” tulisnya saat menjawab komentar dalam video yang diunggahnya.

Sebelumnya, pada 6 Pebruari 2021, banjir disertai dengan lumpur merah mengakibatkan 50 keluarga terdampak. Kepala Desa Kedawung Akhmad Subekhi mengatakan bahwa banjir menyebabkan aktivitas warga terhambat dan juga merendam perabotan elektronik milik warga dan beberapa pintu rumah mengalami kerusakan karena derasnya air disertai lumpur.

Dalam kejadian saat itu, Bupati Batang, Wihaji meninjau lokasi bersama Kapolres Batang dan Dandim 0736 Batang, mengerahkan petugas pemadam kebakaran untuk menyemprot lumpur yang menutup akses jalan.

Menurut Wihaji, banjir pada tanggal 6 Pebruari tersebut mengakibatkan kerugian material mencapai Rp 100 juta. Ia meminta pihak pelaksana pembangunan KITB bertanggungjawab, mengingat musibah tersebut akibat dari penyiapan lahan yang dikerjakan saat itu.

“Untuk kepala desa dan camat, saya minta untuk segera komunikasi dengan korporat KITB guna meminta ganti rugi atas kerugian yang dialami oleh warga. Mengingat banjir yang terjadi merupakan dampak pembangunam KITB,” tegas Bupati Wihaji, mengutip laporan wartawan Radar Pekalongan.

Wihaji meminta agar kejdian tersebut tidak terulang lagi.  Menurutnya, PT Pembangunam Perumahan (PP) harus melakukan langkah pencegahan. Untuk solusi jangka panjang direncanakan membuat sodetan kusus jalan air dari KITB menuju ke laut.  (Bono, dengan sumber tambahan tertera)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

Kawah Sileri Dieng alami erupsi semalam

kawah sileri_foto kompas

/Bajarnegara, Wartadesa. – Kawah Sileri Dieng mengalami erupsi freatik dan memuntahkan material berupa batuan dan lumpur sejauh 400 meter. Tepatnya material batuan 200 meter dan lumpur 400 meter ke arah Selatan, material batuan 200 meter dan lumpur 300 meter ke arah Timur dan 200 meter berupa lumpur ke arah Barat. Kamis (29/04) sekitar pukul 18.25 WIB.

Terekam satu kali gempa letusan dengan amplitudo 42,7 mm dan lama gempa 108,15 detik. Namun tidak ada gempa susulan. Demikian disampaikan oleh Kepala Pos Pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Api Dieng Surip, melansir laporan Kompas.

Sampai saat ini kondisi kawah Sileri masih dalam pemantauan dan berstatus normal atau level 1.“Masih dalam pemantauan terus, belum ada peningkatan yang signifikan, belum ada perkembangan lebih lanjut lagi,” ujarnya.

Warga diminta untuk tidak memasuki area kawah dengan radius 500 meter dari bibir kawah.

Letusan Sileri semalam merupakan letusan besar dibanding pada kejadian tahun 2017 maupun 2018. Sebagai informasi, erupsi freatik Kawah Sileri terakhir terjadi pada 1 April 2018.

“Letusan ini sangat besar dibandingkan dengan letusan tahun 2017 karena luasan lontaran material ke selatan mencapai 400 meter, ke barat 200 meter, ke timur 300 dan ke utara mencapai 500 meter paling jauh,” lanjut Surip.

Salah satu warga Simbangan , Batur, Banjarnegara,Jawa Tengah mengungkapkan, ledakan terdengar sangat keras dari dusun Simbangan dan warga panik. “Suaranya seperti helikopter, keras tapi tidak ada gempa atau gejala apapun, “katanya.

Semua warga kaget, panik dan berhamburan keluar rumah. “Semua keluar rumah dan mengamankan diri, terus ada yang keluar memastikan sumber sumber suara, ternyata bener Sileri, ” pungkasnya. (Sumber: Kompas)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Lingkungan

Batang darurat sampah, TPA Randukuning kelebihan kapasitas

tpa randukuning

Batang, Wartadesa. – Kabupaten Batang memasuki darurat sampah. Pasalnya, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randukuning yang selama ini menampung sampah warga Kota Berkembang ini mengalami kelebihan kapasitas.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batang, Akhmad Handy Hakim   Tempat TPA Randukuning setiap tahunnya mengalami penambahan volume yang peningkatannya cukup signifikan. Dari data volume sampah tahun 2019 hingga 2020 kenaikan volume sampah mencapai 40%.

“2019 itu volume sampah yang masuk ke TPA Randukuning sebanyak 200 ton per hari, namun di 2021 ini volume sampah sudah mencapai 400-500 ton perhari. Adapun penyumbang sampah terbesar berasal dari sampah rumah tangga,” ucap Handy.

Handy menyebut sudah melaporkan masalah tersebut dan mengajukan lokasi pengganti. “Kami sudah melaporkan kepada Pak Bupati, bahwa kebutuhan TPA baru sudah sangat mendesak, karena kondisi TPA Randukuning sudah overload. Kami pun sudah mengajukan beberapa lokasi alternatif, tetapi Pak Bupati masih meminta untuk dilakukan kajian lagi,” katanya.

Adapun disebutkan Handy, pihaknya  sudah menyiapkan tiga lokasi alternatif yang akan digunakan sebagai TPA baru, yakni di Kecamatan Gringsing, Kecamatan Limpung, dan Kecamatan Wonotunggal.

“Kalau sudah menemukan TPA baru, maka TPA Randukuning akan ditutup atau diberlakukan terbatas, hanya untuk mengcover sampah dari Kecamatan Batang saja. Karena selama ini semua sampah dari 15 kecamatan masih terpusat di TPA Randukuning,” tandasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLingkungan

Marak Galian C Ilegal di Batang

tolak-galian-c

Batang, Wartadesa. – Aktivitas penambangan Galian C ilegal di wilayah Batang, Jawa Tengah masih marak terjadi. Misalnya di Kecamatan Bandar, Bawang maupun Wonotunggal, meski dilarang, namun masih sering ditemukan penambangan ilegal di wilayah tersebut. Bahkan beberapa aktivitas penambangan liar di Kali Kupang, Desa Brokoh, Wonotunggal pernah didemo warga.

Hal yang sama terjadi di sempadan kali di wilayah Kecamatan Limpung. Selain itu, meski penambangan galian C berizin pun, saat tidak diawasi, berpotensi melanggar dan merusak lingkungan. Penambangan di sungai atau sempadan sungai ilegal juga dapat menyebabkan permukaan aliran sungai dangkal/turun.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang, Handy Hakim, Rabu (28/04).

Menurut Hakim, penambangan galian C ilegal di kali berpotensi mengganggu aliran sungai ke sistem jaringan irigasi, dapat berdampak ratusan hektar sawah mengalami kendala kesulitan dan tidak teraliri air. Dan berdampak pada turunya produktivitas pangan.

Hakim menambahkan, untuk kewenangan penindakan terhadap kegiatan galian C ilegal merupakan ranah Aparat Penegak Hukum (APH) ataupun satpol PP Kabupaten Batang selaku penegak perda, DPUPR belum memiliki PPNS penataan ruang.

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang,  tidak mengeluarkan izin usaha tetapi punya kewenangan mengeluarkan izin lingkungan. Untuk penambangan ilegal, ia mengakui bukan ranahnya karena hanya mengawasi penambangan dengan izin lingkungan yang berizin.

“Kami hanya menangani yang legal atau resmi saja,” jelasnya.

Saat ini di Kabupaten Batang, hanya 16 titik lokasi penambangan yang punya izin lingkungan. Namun, empat di antaranya tidak akan diperpanjang karena tidak sesuai RTRW.

Izin lingkungan adalah syarat mutlak mengurus izin usaha penambangan, jika tidak memiliki izin lingkungan maka penambangan dinyatakan ilegal. Atau jika ada penambangan di luar perda RT RW maka hal itu ilegal.

Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Batang Triadi Susanto mengakui masih marak terjadi galian c dibeberapa zonasi yang tidak diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) ilegal.

“Kami pernah monitoring bersama tim pengawas dan pengendalian pemanfaatan ruang yang terdiri dari beberapa OPD terkait termasuk Satpol PP beberapa kali. Setiap kali didatangi mereka menghentikan kegiatan tambang yang tidak berizin di lapangan. Akan tetapi Ketika tidak ada pengawasan, mereka kembali beraktivitas,” ucap Triadi.

Berdasarkan perda No.13 Tahun 2019 tentang RTRW Kabupaten Batang Tahun 2019-2031 mengatur hanya ada enam wilayah kecamatan yang diperbolehkan secara terbatas dan bersyarat untuk kegiatan pertambangan batuan yaitu kecamatan Banyuputih, Gringsing, Limpung, Subah, Tersono, dan Tulis.

Triadi menyebut hanya ada tiga kawasan peruntukan yang diperbolehkan secara terbatas dan bersyarat untuk penambangan yaitu kawasan peruntukan industri, kawasan perkebunan dan kawasan hortikultura.

Itu pun ada beberapa syarat dan batasan yang harus dipenuhi dari berbagai yaitu aspek saveguarding pemanfaatan ruang yang sejalan dengan tujuan penataan ruang.

Aspek yang dimaksud aspek keselamatan,  keamanan, pengurangan resiko bencana, aspek ketahanan pangan, aspek ekonomi, aspek kerawanan sosial, dan aspek kelestarian lingkungan serta hankam. (Eva Abdullah)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan PublikLingkungan

Industri di Batang dilarang eksploitasi air bawah

yulianto

Batang, Wartadesa. – Pemerintah Kabupaten Batang melarang seluruh perusahaan dan industri mengeksploitasi air bawah tanah. Hal tersebut sesuai dengan Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan berimbas pada amblasnya muka tanah.

Untuk memenuhi kebutuhan air pada industri, Bupati Batang menginstruksikan menggunakan PUDAM. “Perda RTRW menyebutkan larangan industri maupun perusahaan mengeksploitasi air bawah tanah sebagai upaya mengantisipasi terjadinya amblasnya tanah. Karena itu, kami mendapat instruksi dari Bupati Batang mendata industri yang menggunakan air bawah tanah agar mereka beralih ke PUDAM Sendang Kamulyan,” ujar Yulianto,Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sendang Kamulyan kemarin.

Menurut Yulianto, hingga saat ini ratusan industri di Batang melanggar RTRW lantaran hampir semua industri menggunakan air bawah tanah untuk mencukupi kebutuhannya.

“Oleh karena, kami berharap perusahaan atau industri menghentikan pemanfaatan air bawah tanah dan mengikuti aturan RTRW. Kami siap memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap air bersih,” lanjut Yulianto.

Yulianto mengatakan keseriusan PUDAM Sendang Kamulyan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap air bersih ini dengan menyiapkan infrastruktur yang airnya mengambil dari Perusahaan Daerah Air Bersih SPAM Regional Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Kota Pekalongan.

“Saat ini, jumlah pelanggan air bersih mencapai 52 ribu. Dengan memiliki sejumlah sumber mata air dengan debit air mencapai 700 liter per detik maka kebutuhan iar bersih untuk pelanggan masih mencukupi,” pungkas Yulianto. (Eva Abdullah)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Lingkungan

Peninggian jalan bukan solusi atasi rob Pekalongan

tenggelam dalam diam

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan dinilai hanya sebatas tindakan sementara dan tidak solutif. Hal tersebut terungkap dalam diskusi yang digelar oleh Komunitas Pejuang Krubyuk, Pekalongan dalam gelaran Nonton Bareng (Nobar) dan Diskusi Film Tenggelam Dalam Diam produksi Watchdoc Documentary, Sabtu (10/04) semalam.

Acara sederhana ini dihelat di salah saru rumah warga Kramatsari Gang 7, Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, dengan dihadiri oleh empat orang pematik dan narasumber tim produksi film, warga sekitar, dan mahasiswa dari berbagai latar belakang asal Pekalongan dan sekitarnya.

Kegiatan nobar dan diskusi diawali dengan sambutan dari Komunitas Pejuang Krubyuk yang dimoderatori oleh Eko Marlyanto, warga Pekalongan yang terlibat dalam produksi film Tenggelam Dalam Diam. Dilanjutkan dengan pemutaran film.

Eko membuka diskusi dengan memaparkan realitas terdekat mengenai dampak krisis iklim, edukasi dan menggali keresahan warga Pekalongan terkait banjir dan rob di Kota Pekalongan. Diskusi mengalir dimulai dari cerita perjalanan tim dokumenter dan cerita angkatan realitas masyarakat terdampak rob.

Uly, salah satu aktivis Greenpeace menyampaikan bahwa isu krisis iklim sudah digencarkan sejak lama namun memang belum menjadi topik populis yang ramai mendapat perhatian masyarakat dan pemerintah.

Pejuang Krubyuk sebagai unsur masyarakat setempat, menyampaikan harapan agar selanjutnya permasalahan ini (banjir dan rob) bisa menemukan solusi bersama dan  pemerintah tidak lagi mengatasi permasalahan rob/banjir hanya dengan peninggin jalan atau pun upaya tidak solutif lainnya.

Diskusi memperoleh kesimpulan bahwa untuk selamat dari ancaman perubahan iklim, semua elemen harus mengambil peran untuk memperlambat kiamat ekologis. Misalnya, masyarakat dengan pembiasaan green life style dan pemerintah dengan pembuatan peraturan yang berpihak pada lingkungan serta masyarakat. (Mufida K)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya