close

Lingkungan

LingkunganSosial Budaya

Masuk musim penghujan, ini pemetaan wilayah rawan longsor dan banjir di Pekalongan

longsor

Kajen, WartaDesa. – Masuknya musim penghujan di Kota Santri membuat Pemerintah Kabupaten Pekalongan menghimbau warga untuk waspada terhadap bencana longsor dan banjir. Pemkab memetakan sejumlah wilayah kecamatan yang rawan longsor, antara lain Kecamatan Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, dan Doro, sedangkan daerah rawan banjir, seperti Kecamatan Kajen, Wiradesa, dan Wonokerto, dan Bojong.

Untuk mengantisipasi rawan bencana tersebut, Pemkab bersama TNI tengah menyiapkan sarana, prasarana, dan personel untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam. Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Arini Harimurti, Kamis (29/10).

“Kami meminta seluruh masyarakat berhati-hati dan siaga apabila hujan deras mengguyur di wilayahnya,” tutur Arini.

Arini menyebut wilayah yang rawan longsor meliputi Kecamatan Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang dan Doro. Sedang wilayah rawan banjir meliputi Kajen, Wiradesa, Wonokerto dan Bojong.

Sementara itu,  Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan  mengungkapkan bahwa sejumlah personel Polri, PMI, dan mahasiswa sudah disiapkan dalam penanggulangan bencana.

“Kita akan melibatkan unsur Polri, Palang Merah Indonesia (PMI) dan mahasiswa dalam kesiapsiagaan bencana atau penanggulangan bencana alam,” tuturnya. (Bono)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Lingkungan

Tim Penggerak PKK Tersono raih juara pertama lomba ecobrick

ekobrick

Batang, WartaDesa. – Tim Penggerak PKK Kecamatan Tersono, Batang, Jawa Tengah meraih juara pertama dalam ajang lomba pemanfaatan sampah plastik di Kantor PKK Kabupaten Batang, Selasa (20/10). Disusul TP PKK Kecamatan Gringsing sebagai runner-up.

Lomba yang dihelat oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang ini bertujuan memanfaatkan limbah plastik memiliki nilai ekonomis dan seni.

“Selain itu ada nilai seni yang terkandung dalam pembuatan kreasi ecobrick dalam perlombaan,”  ujar Uni Kuslantasih, istri Bupati Batang.

Menurut Uni, kegiatan tersebut turut mengeduasi warga dalam pemanfaatan ecobrick. “Edukasi ke masyarakat terkait kepedulian terhadap lingkungan sangat penting, perlombaan ini juga sebagai langkah untuk menuju hal tersebut,” lanjutnya.

Sebelumnya, PKK Kabupaten Batang telah memanfaatkan enam ton limbah plastik menjadi taman ecobrick yang berada di lingkungan Kantor Setda setempat.

Jumlah ecobrick sendiri dihitung mencapai lebih dari 26.000 botol. Ribuan ecobrick dibuat untuk kursi, meja, pagar taman, gapura taman bahkan sebuah bangunan rumah green house. (Eva Abdullah)

Terkait
Mengisi ronda dengan catur dan jimpitan

Reban. Batang. Wartadesa - Menjaga kemamanan lingkungan di pos kamling (keamanan lingkungan) kadang menjenukan. Nah, warga Reban Kabupaten Batang mempunyai Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Bus wisata yang ditumpangi warga Batang masuk jurang

Purbalingga, Wartadesa. - Naas, bus pariwisata Metropolitan E 7599 V yang membawa 64 warga Batang yang hendak berwisata ke objek Read more

Hidup sebatangkara, kakek ini makan seadanya

Batang, Wartadesa. - Tinggal sebatangkara, di rawa-rawa sebelah timur Mencawak, Sigandu Kabupaten Batang dengan gubuk berdinding terpal, itulah kondisi kakek Ra'adi Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Warga Genting Gunung Prau tolak pemanfaatan mata air yang tidak kantongi PKS

pipa air

Kendal, WartaDesa.Warga Desa Genting Gunung, di lereng Gunung Prau, Sukorejo, Kendal menolak pemanfaatan mata air di wilayah Gunung Prau yang tidak memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS). Hal tersebut untuk menjaga keseimbangan ekosistem, flora dan fauna di Gunung Prau demi tersedianya air bersih di masa depan. Demikian rilis yang dikirimkan melalui narahubung, Andi Gunawan, Jum’at (16/10).

Dalam rilisnya, Andi yang juga Ketua Garda Prau,  mengungkapkan bahwa warga Genting Gunung telah menandatangani berita acara penolakan pemanfaatan mata air sesuai dengan rapat mediasi antara  Pemerintah Desa Genting Gunung dan Pemerintah Desa Pathak Banteng yang dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Oktober 2020 di BFP (Bejen Forest Park) terkait pemanfaatan mata air di wilayah Desa Genting Gunung.

Dalam berita acara tersebut disepakati dan warga Genting Gunung akan melaksanakan tindakan,

1) Menertibkan pemakaian air di Wilayah Gunung Prahu yang tidak memiliki PKS (Perjanjian Kerja Sama);
2) Melakukan survey / kajian pemakaian mata air di hulu sungai Terong.
2. Berdasarkan hasil survey / kajian mata air yang akan diambil oleh Pemerintah Desa Pathak Banteng yang dilakukan oleh segenap warga Genting Gunung.

Pihak Perhutani, dan CDK 4 serta CDK 9, pihak Desa Genting Gunung memutuskan hal – hal sebagai berikut :
1) Menolak pemanfaatan sumber mata air yang berada di wilayah Desa Genting Gunung untuk dimanfaatkan oleh Desa Pathak Banteng mengingat sumber mata air tersebut mengarah / mengalir ke aliran sungai terong yang pada saat ini sudah dimanfaatkan oleh beberapa desa yang berada di aliran sungai kali terong tersebut.

Selanjutnya, 2) Berkomitmen untuk menjaga keseimbangan ekosistem baik flora maupun fauna di Gunung Perahu demi tersedianya air untuk warga lerang prahu di masa depan.
3) Berkomitmen untuk memulihkan hutan lindung di gunung prahu, khususnya di DAS Sungai Terong.
4) Berkomitmen untuk mengajak desa pemakai air di Gunung Prahu untuk menjaga keutuhan Hutan Lindung demi tersedianya air di masa depan.

Andi mengatakan, warga dan beberapa elemen naik ke mata air untuk mencabut pipa yang mengarah ke Igirmranak yang tidak ada PKS-nya, dan sebagian lagi menuju titik pengambilan air patak banteng.

Elemen warga naik ke mata air Gunung Prau, Jum’at (09/10). Foto Andi Gunawan

“Warga Bringinsari naik dari Balong. Warga Ngargosari, Purwosari, CDK 4, CDK Temanggung, Polhut, mantri sama mandor tanam, Fordas Bodri, manggung mangu, naik dari Kenjuran.  Sampai puncak kita ketemu di Pos 4 jalur kenjuran dengan warga Patak Banteng dan Genting Gunung,” ujar Andi melalui pesan WhatsApp, Jum’at (09/10).

Saat tiba di Pos 4 jalur pendakian Kenjuran, cuaca berkabut dan diputuskan untuk menunggu kabut menipis, karena medan jurang dan tebing dalam. “Di sana kami berembug langkah selanjutnya. Kami bagi tugas, sebagian warga Genting Gunung mencabut pipa yang mengarah ke Igirmranak yang tidak ada PKS nya, dan sebagian lagi kami menuju titik pengambilan air Patak Banteng,” lanjut Andi.

Andi menambahkan, dalam perjalanan menuju titik pengambilan air, di HT (handy talky) sudah banyak suara-suara yang menyebutkan bahwa pipa-pipa Patak Banteng dirusak dan dipotong, “padahal kami belum tahu lokasinya dan belum sampai.

Saat itu, lanjut Andi,  Kades Genting Gunung, Kades dan Bhabinkamtibmas Purwosari menuju Patak Banteng dengan kendaraan dan belum bisa menyusul ke puncak karena cuaca hujan angin.

“Sampai di TKP kami sudah mendapati beberapa warga Patak Banteng sudah di lokasi sebelum kami sampai. Dan anehnya, pipa yang ada di seberang warga Patak Banteng itupun sudah terpotong-potong,  padahal posisinya berlawanan denga arah kedatangan kami.” Pungkasnya. (Redaksi)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Satu tahun beroperasi dengan alat berat, Galian C di Limpung tak berijin

galian c

Batang, WartaDesa. – Beroperasinya Galian C di Desa Babatan dan Plumbon, Limpung, Batang satu tahun terakhir dengan penambangan alat berat, membuat lahan seluas tiga hektar di bantaran sungai dan persawahan produktif rusak. Parahnya, penambang tidak mengantongi ijin galian.

Hal tersebut terungkap saat operasi mendadak (sidak) dilakukan oleh Komisi D DPRD Kabupaten Batang, Kamis (10/09) kemarin.

“Galian C di antara wilayah Desa Babatan dan Plumbon ini sudah sangat parah merusak lingkungan. Jika diteruskan, maka bisa membahayakan lingkungan sekitar,” ungkap Ketua Komisi D, Fathurrohman.

Fathurrohman menyebut bahwa dua alat berat digunakan untuk melakukan penambangan batu kali, dengan galian mencapai kedalaman beberapa meter. Hingga menyebabkan lubang cukup dalam tidak jauh dari jembatan penghubung dua desa tersebut.

Jika penambangan terus dilakukan, masih menurut Rohman, saat musim hujan dan debit air naik, akan terjadi dampak yang tidak diinginkan, seperti longsor dan banjir.

“Kita tadi sudah minta pada pihak Dinas Lingkungan Hidup yang juga ikut ke lokasi untuk secepatnya berkoordinasi dengan pihak terkait agar mengambil langkah tegas dalam menyikapi penambangan ilegal tersebut,” tegas Fathurrohman.

Keterangan dari perangkat Desa Plumbon, Eryanto menyebut bahwa tambang Galian C awalnya menggunakan alat manual, penggunaan alat berat dilakukan satu tahun terakhir. “Penggunaan alat berat mulai dilakukan sejak satu tahun yang lalu. Sedangkan untuk kawasan yang ditambang sendiri berada di wilayah Desa Plumbon dan Babatan,” tuturnya.

Sementara, Ibnu Djoko P dari DLH Pemkab Batang  menyebut akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengambil langkah selanjutnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Mengisi ronda dengan catur dan jimpitan

Reban. Batang. Wartadesa - Menjaga kemamanan lingkungan di pos kamling (keamanan lingkungan) kadang menjenukan. Nah, warga Reban Kabupaten Batang mempunyai Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Bus wisata yang ditumpangi warga Batang masuk jurang

Purbalingga, Wartadesa. - Naas, bus pariwisata Metropolitan E 7599 V yang membawa 64 warga Batang yang hendak berwisata ke objek Read more

Hidup sebatangkara, kakek ini makan seadanya

Batang, Wartadesa. - Tinggal sebatangkara, di rawa-rawa sebelah timur Mencawak, Sigandu Kabupaten Batang dengan gubuk berdinding terpal, itulah kondisi kakek Ra'adi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Warga Pulosari mulai kesulitan air bersih

gambuhan

Pemalang, Wartadesa. – Warga desa-desa di lereng Gunung Slamet Kabupaten Pemalang, khususnya Kecamatan Pulosari mulai kesulitan mendapatkan air bersih memasuki musim kemarau. Hal tersebut berulang setiap musim, lantaran kondisi demografi wilayah tersebut.

Seperti terjadi di Dusun Gajah Oling, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang. Warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Hal tersebut membuat TNI/Polri bersama BPBD setempat membantu penyaluran 5000 liter air bersih.

“Harapannya, bantuan air bersih bisa bermanfaat dan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya,”kata Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho.

Sementara itu warga yang menerima bantuan air bersih ini mematuhi protokol kesehatan. Mereka mengenakan masker kain dan menjaga jarak. Terdapat kurang lebih 200 warga yang mengantri saat pembagian air bersih. (Eva Abdullah)

Terkait
Pacuan kuda Pulosari Pemalang baru 70 persen

Akan segera disempurnakan Pemalang, Wartadesa. - Pembangunan infrastruktur pacuan kuda di Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang baru 70%. Hal Read more

Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia

Bekasi, Wartadesa. – Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) yang berdiri pada tahun 2016 yang lalu, menyelenggarakan Gathering dan Silaturrahim perdana Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalKesehatanLingkungan

Kasus pencemaran limbah di Pegaden Tengah kembali dilaporkan

lurah pegaden

Wonopringgo, Wartadesa. – Kasus pencemaran anak kali Sengkarang di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan kembali mencuat. Setelah sebelumnya, Rabu (17/06) siang, warga setempat mendapati limbah cair dibuang ke sungai tanpa melalui proses.

Dalam video yang dikirimkan warga Pegaden Tengah kepada Wartadesa, terlihat bahwa limbah cair yang belum diolah, disalurkan melalui peralon dan dibuang ke sungai.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa Pegaden Tengah, A. Rofiq. Mereka meminta agar pelaku ditindak sesuai dengan kesepakatan antara warga dengan pengusaha cucian jins sebelumnya, untuk tidak membuang limbah cair ke sungai sebelum diolah di IPAL.

A. Rofiq yang kami konfirmasi pada Ahad (21/06) membenarkan kejadian tersebut. Bahkan ia menunjukkan video dimaksud. “Benar, warga melaporkan kejadian tersebut pada Rabu (17/06). Kemudian kami tindak-lanjuti bersama Bhabinkamtibmas, BPD dan perwakilan warga mendatangi dua pengusaha yang diduga membuang limbah cair cucian jins tanpa diolah tersebut,” ujarnya.

Saat saya bersama BPD, Bhabin, dan perwakilan warga ke rumah Pak Karim, lanjut Rofiq, disana didapati limbah cair sudah diproses di IPAL, “Kalau di rumah Pak Karim, air yang keluar terlihat sudah putih, dan tidak berbau. Adanya air di anakan kali Sengkarang yang hitam, mungkin dari pengusaha yang membuang diatasnya,” lanjutnya.

Rofiq dan tim kemudian mendatangi pengusaha Tikno, untuk mengecek IPAL disana. Benar saja, kapasitas yang berlebih, membuat limbah cair melimpas dari IPAL dan dibuang saja ke sungai. “Ternyata air melimpas dari IPAL tersebut, otomatis limbah cair tersebut mengalir ke sungai,” jelas Rofiq.

“Kaji Tikno saat itu sedang menjalani operasi, jadi yang menerima anaknya. Nah anaknya ini berjanji dalam satu pekan ini akan menghentikan aktivitas cucian jins, sambil memperbaiki kapasitas IPAL,” lanjut Rofiq.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Dinas Perkim dan Satpol PP Kabupaten Pekalongan, “Hari kamisnya, pihak desa melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Perkim dan Satpol PP Kabupaten Pekalongan. Mereka berjanji akan segera menindak tegas,” pungkas Rofiq.

Sementara itu, salah seorang warga Pegaden Tengah mengungkapkan bahwa, seharusnya ada tindakan tegas dari Pemerintah Desa Pegaden Tengah, untuk menutup usaha pencucian jins yang terbukti menyalahi perjanjian sebelumnya.

Ia berharap agar pihak terkati dan pemerintah desa tegas menindak pengusaha nakal yang membuang limbah cair tanpa diolah. Pasalnya hal tersebut sudah dilakukan berulang, dengan alasan IPAL bocor dan melimpas. Pungkasnya. (Tim Liputan: Buono/Eva Abdullah)

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Bakal ada wisata pantai termegah di Kota Pekalongan

wisata laut

Pekalongan, Wartadesa. – Bakal hadirnya obyek wisata baru di Kota Pekalongan, yakni, wisata laut terbesar di Indonesia dalam waktu dekat ini, ditanggapi warga. Menurut warga Pemerintah Kota Pekalongan sebaiknya menyelesaikan terlebih dulu masalah banjir rob yang merendam wilayah pantai utara Kota Batik selama puluhan tahun tersebut.

Imam Nurhuda, salah seorang aktivis lingkungan yang tinggal di Kota Pekalongan mengatakan bahwa penyelesaian rob di Kota Pekalongan lebih urgen, “lebih urgen menyelesaikan rob ketimbang membangun obyek wisata,” tuturnya Kamis (11/06) dihubungi Warta Desa.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Hoed, ia mengatakan bahwa pembangunan tempat wisata harus memperhatikan aspek lingkungan dan kelestariannya.

“Pembangunan tempat wisata harus memperhatikan aspek lingkungan dan kelestarian, pembangunan yang hanya berorientasi ekonomi sangat berbahaya apalagi wilayah pesisir utara Pekalongan adalah satu masalah utama kota yaitu banjir dan rob. Atau bisa dikatakan Kota Pekalongan yang rentan terhadap bencana” lanjut Imam.
Imam Nurhuda berpandangan bahwa seharusnya pihak Pemkot melakukan kajian yang matang dengan melibatkan warga. “Harus dilakukan kajian dan perencanaan yang matang dan melibatkan semua unsur, termasuk keterlibatan masyarakat dan komunitas.” Lanjutnya.
Imam menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh Pemkot, tidak sekedar sosialisasi, melainkan seluruh pihak terkait membahas bersama, “perlu dikumpulkan para stakeholder untuk membahas dari berbagai aspek pendekatan. Tidak hanya sekedar sosialisasi.”
Imam juga mengingatkan bahwa daerah pesisir utara rawan bencana.  “Daerah pesisir Pekalongan rawan bencana, hati-hati apabila akan membangun proyek wisata.” Pungkasnya.
Diketahui, hari ini Pemkot Pekalongan menerima serah terima maket pembangunan wisata laut terbesar di Indonesia dari Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) RI.

Serahterima maket tersebut dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman Provinsi Jawa Tengah, Dwiatma Singgih Raharja, ST kepada Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz, dalam rapat koordinasi pembangunan wisata laut terbesar di Kawasan Pesisir Kota Pekalongan.

Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz,  mengatakan bahwa pembangunan tempat wisata laut terbesar dibiayai oleh Kemen PUPR  dan sudah mulai dikerjakan pada akhir Maret 2020 kemarin dengan anggaran sepenuhnya bersumber dari APBN.

Pembangunan tahap pertama akan dipusatkan di Pantai Pasir Kencana dan tahap kedua akan diprioritaskan di Pantai Slamaran dan tahap ketiga di Pantai Sari, serta tahap terakhir Wisata Mangrove.

“Tahun ini sudah mulai pengerjaan dan Detail Engineering Design (DED) sudah selesai dipaparkan oleh tim dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah (BPPW) Provinsi Jawa Tengah Direktorat Jenderal Cipta Karya
Kemen-PUPR,” papar Saelany.

Menurut Saelany, dengan terwujudnya taman wisata laut ini dapat meningkatkan perekonomian menuju kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Pekalongan Utara. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Lima desa di Pemalang terendam rob

rob pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Dampak banjir rob di pesisir utara Kabupaten Pemalang dirasakan warga. Sedikitnya lima desa di Kota Ikhas terdampak, akibat air pasang tersebut. Lima desa terdampak meliputi Desa Ketapang, Blendung, Tasikrejo, Kertosari, dan Limbangan.

Ketinggian air di masing-masing desa yang terkena rob mengganggu akses warga, utamanya saat warga beraktivitas di permukiman atau rumah mereka.

Selain lima desa tersebut, rob juga merendam permukiman warga di Desa Kaliprau, kondisi ketinggian air saat ini setinggi 25 centimeter di Dusun IV RT 06 RW 06.

Camat Ulujami, Yanuar Nitbani mengatakan bahwa banjir rob dimulai dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, kemudian malam hari sampai pagi banjir rob surut.

Yanuar menambahkan bahwa banjir rob di wilayah Ulujami sudah memasuki hari kelima, menurutnya seharusnya sudah selesai, namun akibat cuaca ekstrim kali ini, banjir rob masih dialami warga. “Mestinya sudah selesai, tapi tahun ini lebih lama dan ekstrim,” ujar Yanuar, Jumat (5/6).

Hingga saat ini, belum ada warga di lima desa tersebut yang mengungsi akibat banjir rob.

Sementara itu, BMKG mengingatkan bahwa bulan ini akan terjadi ombak besar dan berpontensi terhadap tinggi nya rob pada pertengahan bulan ini. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Banjir rob di Wonokerto capai 1,5 meter

simonet

Wonokerto, Wartadesa. – Banjir rob di Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto mencapai 1,5 meter. Akibatnya, 14 warga dukuh tersebut terpaksa diungsikan ke TPSR yang lokasinya lebih tinggi. Rabu (03/06).

“Untuk sementara yang dapat saya evakuasi 14 jiwa. Ini mereka yang minat untuk mengungsi. Namun jika nanti situasi robnya tidak surut warga lainnya akan kita paksa untuk ngungsi. Kita terus melakukan pantauan,” kata Sugiono, Kades Semut, Kamis (04/06).

Sebelumnya banjir rob hanya berkisar 30-40 centimeter, namun air laut pasang membuat ketinggian air pedukuhan Simonet semakin tinggi.  “Jika sebelumnya rob masih wajar sekitar 30 cm hingga 40 cm. Mulai kemarin dan hari ini kok ndak surut tapi malah tambah karena mungkin didorong angin yang kencang air pasang lautnya,” lanjut Sugiono.

Untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi, Sugiono menambahkan bahwa saat ini kebutuhan ditanggung oleh pihak desa, sembari menunggu bantuan dari pihak lain.

Tingginya rob di Simonet diakibatkan oleh tanggul raksasa melintang, yang menyebabkan air laut yang meluap tidak bisa mengalir ke sisi selatan tanggul.

Sugiono meminta agar pemerintah membangun tanggul penahan gelombang di Simonet yang saat ini dihuni oleh 56 rumah dengan 250 kepala keluarga.

Menurutnya dulu tanggul penahan gelombang tingginya dua meter, namun saat ini tinggal satu meter ketinggiannya, hal demikian menyebabkan air dari laut langsung menyerbu Simonet. “Breakwater itu dulu tingginya sekitar dua meter, namun sekarang ambles hingga tingginya kurang dari 1 meter. Konstruksi batu untuk pemecah gelombang ini juga banyak yang bolong sehingga tidak berfungsi optimal saat air laut pasang,” lanjutnya.

Selasa (02/06) sebelumnya, Pemkab Pekalongan menawarkan relokasi warga yang tinggal di Simonet. “Kami menawarkan solusi relokasi bagi warga dukuh semonet untuk mendekati pemukiman warga lain. Tapi mata pencahariannya tetap di sini,” ucap Bupati Pekalongan saat mengunjungi pedukuhan tersebut.

Menurut Bupati Asip, untuk mewujudkannya kita butuh proses waktu yang cukup lama, namun minimal hari ini pihaknya sudah memulai untuk menyampaikan program-programnya melalui sosialisasi oleh kades setempat.

“Pemkab punya altenatif untuk pemukiman yang aman tanpa masyarakat meninggalkan basis mata pencahariannya yaitu nelayan”tandasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Jaga ketahanan pangan saat pandemi Korona, Kades wuled ajak manfaatkan pekarangan

berkebun

Tirto, Wartadesa. –  Sawan (wabah/pagebluk) Korona saat ini membawa kondisi sulit bagi siapapun. Sehingga warga perlu meningkatkan cadangan pangan, karena wabah pagebluk tersebut tidak bisa diprediksi kapan berakhir. Hal demikian membuat Kepala Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Pekalongan mengajak seluruh warganya untuk memanfaatkan area yang ada untuk ditanami dengan sayur dan tanaman pangan lainnya untuk menjaga cadangan pangan warga.

“Kondisi seperti sekarang sulit diprediksi sehingga kita perlu meningkatkan cadangan pangan, karena wabah pageblug atau sawan tidak bisa di prediksi kapan akan berakhir. Sedangkan pengangguran semakin banyak, anjuran pemerintah utuk tetap di rumah demi kebaikan kita harus kita turuti… Kami berharap warga desa untuk stop sambat dan gluntang-gluntung (mengeluh dan berdiam diri dirumah saja). Yok, kita manfaatkan pekarangan, samping, belakang rumah utk kita tanami sayuran,” tuturnya, Selasa (21/04).

Menurut Wasduki, membangun ketahanan pangan dalam rangka menghadapi musim paceklik sudah selayaknya dilakukan oleh berbagai kalangan, termasuk jajaran pemerintah desa dan warganya. “Ojo mung sambat karo gluntang gluntung, bergerak sedulurku, tanam apa yang bisa kita tanam,” lanjutnya.

Ajakan untuk memanfaatkan lahan yang ada yang dilakukannya tersebut, saat ini sudah dimulai dari dirinya dan para perangkat desa, “kami mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan lahan yang ada, minimal menanam sayuran yang cepat panen, sehingga bisa membantu ketersediaan gizi warga menghadapi virus Korona,” ujar Wasduki menambahkan.

Pantauan di lapangan, area samping dan belakang rumah milik Kepala Desa dan Perangkat Desa Wuled, serta lahan milik pemerintah desa yang menganggur sudah dibersihkan dan mulai ditanami berbagai sayuran dan tanaman kebun obat atau apotik hidup. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya