close

Lingkungan

BencanaLayanan PublikLingkungan

Banjir rob di Wonokerto capai 1,5 meter

simonet

Wonokerto, Wartadesa. – Banjir rob di Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto mencapai 1,5 meter. Akibatnya, 14 warga dukuh tersebut terpaksa diungsikan ke TPSR yang lokasinya lebih tinggi. Rabu (03/06).

“Untuk sementara yang dapat saya evakuasi 14 jiwa. Ini mereka yang minat untuk mengungsi. Namun jika nanti situasi robnya tidak surut warga lainnya akan kita paksa untuk ngungsi. Kita terus melakukan pantauan,” kata Sugiono, Kades Semut, Kamis (04/06).

Sebelumnya banjir rob hanya berkisar 30-40 centimeter, namun air laut pasang membuat ketinggian air pedukuhan Simonet semakin tinggi.  “Jika sebelumnya rob masih wajar sekitar 30 cm hingga 40 cm. Mulai kemarin dan hari ini kok ndak surut tapi malah tambah karena mungkin didorong angin yang kencang air pasang lautnya,” lanjut Sugiono.

Untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi, Sugiono menambahkan bahwa saat ini kebutuhan ditanggung oleh pihak desa, sembari menunggu bantuan dari pihak lain.

Tingginya rob di Simonet diakibatkan oleh tanggul raksasa melintang, yang menyebabkan air laut yang meluap tidak bisa mengalir ke sisi selatan tanggul.

Sugiono meminta agar pemerintah membangun tanggul penahan gelombang di Simonet yang saat ini dihuni oleh 56 rumah dengan 250 kepala keluarga.

Menurutnya dulu tanggul penahan gelombang tingginya dua meter, namun saat ini tinggal satu meter ketinggiannya, hal demikian menyebabkan air dari laut langsung menyerbu Simonet. “Breakwater itu dulu tingginya sekitar dua meter, namun sekarang ambles hingga tingginya kurang dari 1 meter. Konstruksi batu untuk pemecah gelombang ini juga banyak yang bolong sehingga tidak berfungsi optimal saat air laut pasang,” lanjutnya.

Selasa (02/06) sebelumnya, Pemkab Pekalongan menawarkan relokasi warga yang tinggal di Simonet. “Kami menawarkan solusi relokasi bagi warga dukuh semonet untuk mendekati pemukiman warga lain. Tapi mata pencahariannya tetap di sini,” ucap Bupati Pekalongan saat mengunjungi pedukuhan tersebut.

Menurut Bupati Asip, untuk mewujudkannya kita butuh proses waktu yang cukup lama, namun minimal hari ini pihaknya sudah memulai untuk menyampaikan program-programnya melalui sosialisasi oleh kades setempat.

“Pemkab punya altenatif untuk pemukiman yang aman tanpa masyarakat meninggalkan basis mata pencahariannya yaitu nelayan”tandasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Jaga ketahanan pangan saat pandemi Korona, Kades wuled ajak manfaatkan pekarangan

berkebun

Tirto, Wartadesa. –  Sawan (wabah/pagebluk) Korona saat ini membawa kondisi sulit bagi siapapun. Sehingga warga perlu meningkatkan cadangan pangan, karena wabah pagebluk tersebut tidak bisa diprediksi kapan berakhir. Hal demikian membuat Kepala Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Pekalongan mengajak seluruh warganya untuk memanfaatkan area yang ada untuk ditanami dengan sayur dan tanaman pangan lainnya untuk menjaga cadangan pangan warga.

“Kondisi seperti sekarang sulit diprediksi sehingga kita perlu meningkatkan cadangan pangan, karena wabah pageblug atau sawan tidak bisa di prediksi kapan akan berakhir. Sedangkan pengangguran semakin banyak, anjuran pemerintah utuk tetap di rumah demi kebaikan kita harus kita turuti… Kami berharap warga desa untuk stop sambat dan gluntang-gluntung (mengeluh dan berdiam diri dirumah saja). Yok, kita manfaatkan pekarangan, samping, belakang rumah utk kita tanami sayuran,” tuturnya, Selasa (21/04).

Menurut Wasduki, membangun ketahanan pangan dalam rangka menghadapi musim paceklik sudah selayaknya dilakukan oleh berbagai kalangan, termasuk jajaran pemerintah desa dan warganya. “Ojo mung sambat karo gluntang gluntung, bergerak sedulurku, tanam apa yang bisa kita tanam,” lanjutnya.

Ajakan untuk memanfaatkan lahan yang ada yang dilakukannya tersebut, saat ini sudah dimulai dari dirinya dan para perangkat desa, “kami mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan lahan yang ada, minimal menanam sayuran yang cepat panen, sehingga bisa membantu ketersediaan gizi warga menghadapi virus Korona,” ujar Wasduki menambahkan.

Pantauan di lapangan, area samping dan belakang rumah milik Kepala Desa dan Perangkat Desa Wuled, serta lahan milik pemerintah desa yang menganggur sudah dibersihkan dan mulai ditanami berbagai sayuran dan tanaman kebun obat atau apotik hidup. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Lingkungan

Alih fungsi lahan jadi penyebab longsor di Pranten Batang

longsor pranten

Batang, Wartadesa. – Alih fungsi lahan di Desa Pranten Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang disinyalir menjadi penyebab longsor dan banjir bandang yang menutup akses jalan warga setempat, Jum’at (17/04) kemarin.

Diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bawang, kemarin mengakibatkan banjir lumpur yang membanjiri beberapa jalan di Dukuh Sigemplong Desa Pranten Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.

Selain banjir disertai material lumpur, longsor terjadi hingga menyebagbkan akses menuju Pranten–Bawang tidak dapat di lewati pengguna jalan, walaupun tidak menimbulkan korban jiwa namun terdapat kerugian pada petani, dengan luas area yang terkena bencana alam seluas tiga hektar tanaman bawang putih.

“Alih fungsi lahan hutan salah satu faktor terjadinya tanah longsor, untuk meminimalisir bencana longsor maka mulai sekarang perbanyak tanaman keras yang bisa menyimpan air serta cocok ditanam di daerah tebing,” ujar Wihaji saat meninjau lokasi dan memimpin kerja bakti membersihkan material longsor, Sabtu (18/04).

“Saya apresiasi dan berterima kasih atas dedikasi dan jiwa relawan TNI Polri dan ormas melakukan pembersihan material longsoran, sehingga jalan bisa dilalui kembali,” lanjut Wihaji.

Wihaji juga berharap dengan kejadian tanah longsor bisa menjadi pelajaran bagi kita, agar menjaga kelestarian hutan dan ekosistem alam. Sehingga bisa meminimlaisir dan mencegah bencana longsor.

Sementara itu, Kepala Pelaksanan BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi mengungkapkan, bencana longsor dan banjir bandang terjadi, Jumat (17/4) pukul 08.00 WIB, menyebabkan tebing setinggi 50 meter dan lebar 25 meter longsor membawa material menutupi Jalan Dukuh Pranten Desa Pranten Kecamatan Bawang.

“Walaupun bencana longsor dan banjir bandang yang menimpa Desa Praten tidak ada korban jiwa namun, ada kerugian petani diprediksi Mencapai Rp455 juta,” jelas Ulul Azmi.

Kapolsek Bawang Polres Batang AKP Muharom mengatakan bahwa Desa Pranten merupakan wilayah paling rawan bencana. “Desa Pranten daerah paling rawan bencana tanah longsor, karena masuk rawan bencana Polsek dan Koramil Bawang berupaya semaksimal mungkin mempersiapkan gencarkan sosialisasi masyarakat agar tanggap dan tangguh bencana,”kata AKP Muharom. (Eva Abdullah)

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Longsor Kandangserang, ratusan warga terisolir

Kandangserang, Wartadesa. -  Ratusan warga Desa Klasem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan kini hidup dalam kondisi khawatir saat hujan deras, pasalnya Read more

selengkapnya
Lingkungan

Kedungkebo akan dijadikan TPA Sampah, ini syarat yang diminta warga

kedungkebo

Karangdadap, Wartadesa. –  Berlebihnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA)  Sampah di Bojonglarang membuat Pemerintah Kabupaten Pekalongan mencari alternatif lokasi TPA Sampah. Sebelumnya alternatif TPA Sampah diusulkan di Desa Kaligawe, Karangdadap, namun ditolak warga. Kini Desa Kedungkebo menjadi salah satu alternatif lokasi TPA Sampah tersebut. Namun warga dan pemerintah desa setempat mempunyai syarat yang harus dipenuhi.

Pemkab Pekalongan bersama DPRD melalui Komisi III merencanakan akan mengalikan TPA Sampah ke Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap. Terkait hal tersebut Komisi III meninjau langsung lokasi yang akan dijadikan TPA Sampah di desa setempat.

“Letaknya sangat memenuhi, laporan dari Kades Kedungkebo pun bahwa masyarakat tidak keberatan jika diwilayahnya dijadikan TPA, tetapi ada beberapa persyaratan yang diajukan oleh masyarakat. InsyaAllah nanti akan dipenuhi oleh Pemerintah Daerah lewat dinas terkait,” ujar Catur Ardiansah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (14/04).

Sementara itu Camat Karangdadap, Abdul Qoyyum  menyampaikan beberapa persyaratan yang diajukan oleh warga Kedungkebo. Ada empat hal yakni, pertama masyarakat meminta agar ada beberapa warganya diajak ke Malang untuk study banding terkait dengan pengelolaan sampah secara modern dan ramah lingkungan, kedua, agar dump truk yang membawa sampah   menggunakan bak tertutup sehingga tidak ada sampah yang jatuh dijalanan.

Ketiga warga  meminta dalam pengelolaan sampah tersebut melibatkan tenaga dari warga sekitar sehingga memberikan dampak ekonomi juga di sekitar. Keempat agar juga terkoneksi dengan KBK yang merupakan dibawah pengelolaan BUMDes untuk wisata edukasi dan wisata kuliner. (Eva Abdullah)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
EducationEkonomiLingkungan

Kedutaan Ceko dan Ostrava Zoo dukung kegiatan ekonomi di habitan Owa Jawa

ostrava

Petungkriyono, Wartadesa. – Konservasi Owa Jawa melalui kegiatan ekonomi berkelanjutan di daerah Hutan Petungkriyono, Pekalongan didukungoleh Kedutan Republik Ceko dan Ostrava Zoo. Ostrava Zoo merupakan kebun binatang terbesar di Czechia.

Swaraowa sebelumnya telah menginisiasi pemberdayaan ekonomi melalui kopi untuk konservasi berkelanjutan Owa Jawa di Hutan Petungkriyono. Konservasi yang dilakukan Swaraowa dengan melibatkan warga setempat ini dimulai sejak 2012 lalu.

Penelitian yang dilakukan oleh Swaraowa, mencatat  populasi terbesar untuk Owa di Jawa Tengah terdapat di Hutan Petungkriyono, Pekalongan. Prioritas upaya pelestarian dengan peningkatan ekonomi warga sekitar hutan habitat Owa jawa terus di kembangkan hingga saat ini.

Pengembangan pengolahan komoditas hutan, peningkatan kapasitas kelompok-kelompok masyarakat sekitar hutan dan pemasaran menjadi kegiatan utama untuk mendorong keberlanjutan pelestarian Owa Jawa dan habitat aslinya. Sejak tahun 2012 dengan bantuan Ostrava Zoo dan beberapa donor lain sudah memberikan hasil nyata dengan munculnya usaha kopi untuk konservasi Kopi Owa di tingkat lokal hingga pasar internasional.

Tahun 2019 Owa Jawa bekerjasama dengan Ostrava Zoo menggelar charity run (lari dengan tujuan untuk menggalang dana konservasi Owa Jawa). Dari laman swaraowa disebutkan bahwa tujuan dari penggalangan dana tersebut untuk mendukung tim lapangan dengan kendaraan operasional yang dapat digunakan untuk kampanye edukasi konservasi dan pemasaran produk-produk komuditas kopi Petungkriyono. Gelaran acara tersebut berhasil mengumpulkan dana CZK 200.000. (atau senilai Rp 13.069.274.000).

Dana yang terkumpulkan kemudian diserahkan ke tim swaraowa untuk pembelian kendaraan operasional, mendukung kegiatan ekonomi di habitat Owa Jawa, dan mendukung edukasi konservasil. Penyerahan dana secara simbolis dilakukan perwakilan dari Ostrava Zoo yang di wakili oleh Frantisek Pibirsky dan Jacub Cerny Deputi Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia. (Sumber: swaraowa)

Terkait

[caption id="attachment_1441" align="aligncenter" width="803"] Calon penerima PKH di Kecamatan Kedungwuni divalidasi, Rabu (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Kedungwuni, Wartadesa - Read more

Video: Jembatan Pantianom Sragi rusak parah

https://youtu.be/5a-RUxZT9IQ Rusak parah. Jembatan Pantianom yang menghubungkan kecamatan Sragi dan kecamatan Bojong kondisinya memprihatinkan, rusak parah dan belum ada perbaikan. Read more

Warga Keluhkan Harga Cabai Meroket

Meroket. Harga cabai melonjak naik, demikian dituturkan Anik, pedagang cabai di Pasar Induk Kajen (27/11). Foto: Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Pemuda Desa Tegalontar Swadaya adakan Penyemprotan Desinfektan

tegallontar

Sragi, Wartadesa. – Senin (23/03) Sekelompok pemuda Desa Tegalontar Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan mengadakan giat penyemprotan disinfektan di tempat ibadah desa setempat secara swadaya kegiatan berlangsung mulai pukul 19.30 sampai 03.00 dini hari.

Kordinator kegiatan, Gigih mengatakan kegiatan tersebut muncul dari ide beberapa pemuda. “Kegiatan ini muncul dari kawan – kawan pemuda untuk turut serta berberan mencegah munculnya korona dilingkungan kami dan menyikapi berita Hoax yang beredar dimedsos , adapun biaya kami kontengan ( swadaya ) sasaran kami adalah tempat ibadah,” sebut Gigih

Dia berharap masyarakat didesanya jangan panik dan mengikuti apa yang telah dianjurkan oleh pemerintah terkait penyebaran virus Korona (Covid-19).

Kades Tegalontar Mohammad Rizal mengapresuasi apa yang telah dilakukan oleh pemuda didesanya tersebut. “Saya sangat mengapresiasi semangat para pemuda yang telah melaksanakan kegiatan penyemprotan desinfektan tersebut mudah – mudahan akan bermanfaat khususnya untuk masyarakat Tegalontar.” Kata Rizal. (Eva Abdullah)

Terkait
Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia

Bekasi, Wartadesa. – Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) yang berdiri pada tahun 2016 yang lalu, menyelenggarakan Gathering dan Silaturrahim perdana Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

selengkapnya
Lingkungan

Akan dibangun taman, sampah di Bojongbata dibersihkan

sampah bojongbata

Pemalang, Wartadesa. – Sampah yang menumpuk, lama, di tepi jalanan Bojongbata, Kabupaten Pemalang dibersihkan kemarin, Jum’at (13/03). Rencananya tempat tersebut akan dibuat taman dengan anggaran dari APBD tahun 2020. Sebelumnya tepi jalanan tersebut  ditumbuhi tanaman pisang dan rumput liar, tapi karena ada satu orang yang  membuang tebangan pohon dan sampah-sampah, akhirnya banyak orang jadi ikut-ikutan.

Warga Perumahan Bojongbata yang berada di RW 17 dan RW 12, bersama pihak Kelurahan, dibantu tenaga DLH Pemalang,  bergotong royong mengatasi timbunan sampah yang sudah sejak lama mengonggok ditempat itu, oleh DLH, timbunan sampah tersebut, rencananya akan segera dituntaskan hari ini juga.

Lurah Bojongbata, Ahmad Saifudin, saat ditemui dilokasi mengatakan, gotong royong membersihkan sampah yang dilakukan warganya dilingkungan RT. 05 RW. 17. merupakan respon bersama agar lingkungan perumahan Bojongbata tidak terlihat kumuh. Kepada seluruh warganya, Lurah Saifuddin berharap, mereka dapat memantau kebersihan dilokasi tersebut, karena menurut Saifuddin, sampah yang dibuang ditempat itu, bukanlah sampah rumah tangga.

“Maka demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, saya minta kesadaran seluruh masyarakat supaya dapat menerapkan ketertiban dalam membuang sampah,” ujar Saifuddin.

Sementara itu, Ketua RW. 17 Kelurahan Bojongbata, Rasiman mengharapkan masyarakat yang membuang, rancah -rancah atau ranting -ranting pohon dan lainnya di lingkungan Perumnas Bojongbata dengan menggunakan armada, supaya bisa langsung masuk ke TPA Pesalakan. Karena menurut Rasiman, lokasi yang digunakan untuk tempat pembuangan sampah tersebut bukanlah TPS namun ditepi jalan umum.

“Jika nanti akan ditunjang dengan restorasi atau taman oleh Pemda, kita akan berkoordinasi dengan Aliansi Patih Sampun. untuk merawat taman tersebut bersama-sama dengan di RW 17 dan 12”, ungka rasiman.

Senada dengan Rasiman, Kepala Unit Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang, Slamet Sugisto berharap, Bojongbata bersih dari sampah. Tempat tersebut, kata Sugisto, kedepan akan dijadikan taman dengan anggaran APBD tahun 2020. Terkait dengan kegiatan gotong-royong yang dilakukan oleh warga RW 17 dan 12, dalam ikut mengatasi sampah liar, pihaknya menyampaikan apresiasi dan terimakasih.  (Eva Abdullah)

Terkait
Sampah truk tercecer dijalan, bahayakan pengguna jalan

Bahayakan pengguna jalan. Truk pengangkut sampah ini melaju dengan beban melebihi kapasitas, sehingga sampah yang dibawanya Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

Jembatan putus, jalur Bodas-Pagelaran tak bisa dilalui

jembatan bodas

Pemalang, Wartadesa. – Putusnya jembatan penghubung antara Desa Bodas dan Desa Pagelaran, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang pada Kamis siang (12/03) membuat jalur antar desa tersebut tidak bisa dilalui.

Hujan lebat yang terjadi sejak pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB tersebut menyebabkan banjir besar di Sungai Picung dan meruntuhkan jembatan yang ada di jalan desa, tepatnya di RT 012 RW 003.

“Kejadian berawal hari Kamis tanggal 12 Maret 2020 pukul 14.00 WIB di Desa Bodas terjadi hujan dengan intensitas sedang, sampai dengan pukul 21.00 WIB hujan tidak berhenti. Hal tersebut menyebabkan terjadinya banjir besar di Sungai Picung dan meruntuhkan jembatan yang ada di sungai tersebut,” terang Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu melalui Kapolsek Watukumpul AKP Muawan Subagio.

Berdasarkan peta bencana BPBD Kabupaten Pemalang, Desa Bodas termasuk ke dalam salah satu wilayah rawan bencana tanah longsor di Kecamatan watukumpul karena kondisi tanah yang terjal dan labil, papar  Muawan Subagio

Kesimpulan sementara penyebab bencana hujan sangat lebat dan tanah labil dengan dampak Bencana yaitu akses jalan menuju Desa Pagelaran terputus. Perkiraan Kerugian sekitar 100 juta. Pungkas Muawan. (Eva Abdullah)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

selengkapnya
Lingkungan

Ramai-ramai tanam rumput di Cawet

rumput cawet

Pemalang, Wartadesa. – Warga Cawet, Kecamatan Watukumpul, Pemalang bersama jajaran Polres Pemalang, Forkompinda, Dandim 0711, Karang Taruna, GP Ansor, Pemuda Pancasila, Tagana KSB Pemalang ramai-ramai menanam rumput vetiver dalam gelaran Ngrumat Cawet, Nandur Bareng Rumput Vetiver di Desa Cawet, Jum’at (13/03).

Penanaman rumput vetiver bertujuan untuk mengurangi resiko bencana tanah longsor, dikarenakan rumput ini berakar dan berbatang kuat. Selain itu, vertiver bernilai ekonomis, bibitnya dapat dijual, rumputnya dapat dijadikan pakan ternak dan akarnya dapat diolah menjadi kerajinan tangan. Selain itu rumput ini dapat merehabilitasi lokasi-lokasi yang kurang subur serta dapat menjaga kelestarian lingkungan.

Bupati Pemalang, Junaedi dalam kesempatan tersebut mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, karena potensi bencana cenderung meningkat setiap tahun, akibat pergerakan bumi berbeda beda. “Karena itu masyarakat dituntut lebih peduli terhadap lingkungan,” kata Junaedi.

Menurut Junaedi, Kecamatan Watukumpul merupakan wilayah dengan potensi bencana tertinggi di Kabupaten Pemalang, seperti tanah longsor, sehingga menjadi prioritas konsentrasi bersama, agar lebih waspada.

Diketahui, akar rumput vetiver berbentuk serabut dan jauh masuk kedalam tanah setelah tumbuh, akarnya dapat mencapai hingga kedalaman 5.2 meter. Jika ditanam di lereng-lereng keras dan berbatu, ujung-ujung akar vetiver mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang kuat.

Akar-akar ini mampu menahan partikel-partikel tanah sehingga dapat mencegah erosi. Batangnya kaku dan keras, tahan terhadap aliran air. Jika ditanam rapat atau berdekatan, akan membentuk pagar dan mampu mengurangi kecepatan aliran air dan menahan matrial sediment. Tumbuhan ini tidak menghasilkan bunga dan biji-bijian namun dapat tumbuh menyebar seperti alang-alang atau rerumputan lainnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Desa di Pemalang didorong buat Perdes Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan

spanduk

Pemalang, Wartadesa. – Desa-desa di Kabupaten Pemalang didorong untuk menghasilkan Peraturan Desa (Perdes) tentang pelestarian lingkungan. Perdes tersebut  sedang digodog oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH)Kabupaten Pemalang bersama para kades dan lurah se-Kabupaten Pemalang selama tiga hari mulai Senin (02-04/03).

“Acara sosialisasi penyusunan Perdes berdasarkan undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan,” kata Suyanto dalam sambutan yang dibacakan di gedung pertemuan di kawasan Jalan A Yani, Kabupaten Pemalang.

Suyanto menambahkan bahwa warga mempunyai hak dan kesempatan seluas-luasnya untuk berperan aktif dalam perlindngan dan pengelolaan lingkungan. Ia berharap agar warga turut serta terlibat dalam penyusunan Perdes tersebut.

Sementara itu perwakilan para kades mengusulkan agar Pemkab Pemalang membantu anggaran dalam pengelolaan sampah, karena ADD tidak masuk  dalam menejemen ADD, dan kalau pun ada, anggaran tersebut tidak cukup.

Seperti diberitakan Warta Desa sebelumnya, sejumlah anak muda yang tergabung dalam Comal Unity merasa geram dan marah terhadap perilaku warga yang tidak bertanggungjawab dengan membuang sampah tidak pada tempatnya. Sontak akhirnya merekapun memutuskan untuk memasang spanduk yang berisi tulisan mendoakan pembuang sampah sembarang ditempat tersebut dicabut nyawanya.

“Ya Allah mohon cabutlah segera nyawa mereka yang buang sampah di sini,” begitu tulisan spanduk yang dipasang warga di TPS liar, depan makam Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Bagaimana tidak ngeri membaca spanduk tersebut.

Tidak hanya itu, dibawah tulisan tersebut mereka juga menuliskan pemberitahuan ancaman pidana bagi yang ketahuan membuang sampah sembarangan akan dihukum penjara 3 bulan atau denda Rp 50 miliar sesuai dengan Perda No. 13 tahun 2012. (Eva Abdullah)

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

Warga temukan mayat tak dikenal di Kedungbanjar Pemalang, Andakah keluarganya?

Pemalang, Wartadesa. - Polsek Taman Kabupaten Pemalang menunggu 1 x 24 jam, jika tidak ada keluarga yang mengakui korban maka Read more

selengkapnya