close

Layanan Publik

Berita DesaLayanan Publik

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Garungwiyoro yang Tak Kunjung Diperbaiki

garung

Warta Desa, Garungwiyoro, 23 Juli 2025 – Warga Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan mengeluhkan kondisi jalan utama desa yang rusak parah dan belum mendapat perbaikan. Ruas jalan yang berlubang dan licin tersebut dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.

Menurut pantauan di lapangan, kerusakan jalan terjadi di beberapa titik dengan lubang yang cukup dalam serta permukaan jalan yang licin, sehingga rawan menyebabkan kecelakaan.

Salah satu pegawai dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa jalan tersebut sudah berulang kali diusulkan untuk diperbaiki. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak atasan.

“Sudah sering kami usulkan, tapi memang belum ada tanggapan dari pimpinan,” ujarnya saat ditemui pewarta.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memperbaiki kondisi jalan tersebut agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dan risiko kecelakaan bisa diminimalisir. (Andy Purwandy)

QR Code

Terkait
Pemdes Garungwiyoro Gelar Kerja Bakti Jumat Bersih Sambut HUT ke-80 Bangsa Indonesia

Warta Desa, Pekalongan, 18 Juli 2025 – Pemerintah Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan kerja bakti Jumat Bersih pada Read more

Warga Garungwiyoro Terpeleset di Jalan Licin, Dilarikan ke Klinik

Warta Desa, Garungwiyoro, Senin 16 Juni 2025 — Seorang warga Dukuh Karyamukti, Desa Garungwiyoro, mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi jalan licin Read more

Tak Ada Pagelaran Wayang, Warga Garungwiyoro Rame-Rame Unggah Meme

Warta Desa, Paninggaran. - Geram karena Pemerintah Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan dalam bulan Legeno (penanggalan Jawa) tidak menghelat Read more

Balai Desa Garungwiyoro Kosong , Pelayanan Publik di Hari Kerja Balai terlihat sepi

Warta Desa, Pekalongan, 21 April 2025 – Balai Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, tampak lengang tanpa aktivitas pada hari Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Warga Sembung Jambu Keluhkan Jalan Rusak Bertahun-Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

IMG-20250722-WA0013

WARTA DESA, PEKALONGAN – Warga Desa Sembung Jambu, khususnya di RT 09 dan RT 10, mengeluhkan kondisi jalan di wilayah mereka yang sudah bertahun-tahun tak pernah mendapatkan perbaikan. Jalan tersebut hingga kini belum tersentuh pembangunan aspal maupun rabat beton.

Menurut warga setempat, kerusakan jalan semakin parah dari tahun ke tahun. Di musim kemarau, debu beterbangan hingga mengganggu aktivitas dan kesehatan warga, sedangkan saat hujan turun, jalan berubah menjadi becek dan sulit dilalui kendaraan.

“Setiap hari kami harus melintas di jalan yang rusak ini. Kalau musim kemarau debunya luar biasa, kalau hujan licin dan becek. Sudah lama kami berharap ada pembangunan, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” ungkap salah seorang warga RT 09.

Warga lainnya berharap pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten segera memberikan perhatian untuk memperbaiki akses jalan tersebut. Selain untuk kenyamanan warga, kondisi jalan yang baik juga akan mempermudah distribusi hasil pertanian dan aktivitas perekonomian di daerah mereka.

“Kami hanya ingin jalan kami diaspal atau minimal dirabat beton agar tidak becek dan berdebu seperti ini terus,” kata warga RT 10.

Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Sembung Jambu masih menunggu realisasi pembangunan jalan sebagai bentuk pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Pekalongan.  (Rohadi) 

 

QR Code

Terkait
Protes jalan rusak, warga tanam drum

Sragi, Wartadesa. - Ada pemandangan yang berbeda ketika lewat Jalan Kalijambe-Sragi Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Kalau biasanya pemandangan 'obyek wisata Read more

Pengembang tol sepakati perbaikan jalan secara tambal sulam

Kajen, Wartadesa. - Pengembang jalan tol ruas Pemalang-Batang  sepakat untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat mobilisasi dump-truck pembangunan jalan tol Read more

Warga kecewa, akses jalan ke pemakaman rusak akibat alat berat proyek tol

Sragi, Wartadesa. - Sekitar pukul 12.00 siang warga dukuh Tegalpacing Desa Bulakpelem Kecatan Sragi Kabupaten Pekalongan geger, lantaran akses jalan Read more

Nunggu enam bulan Pemda tak kunjung perbaiki, warga gotong-royong tangani jalan rusak Lebakbarang-Karanganyar

Lebakbarang, Wartadesa. - Kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Lebakbarang-Karanganyar rusak parah dan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan. Sudah banyak Read more

selengkapnya
Layanan PublikPendidikan

Orang Tua Wali Murid SMK di Kesesi Keluhkan Biaya Kegiatan Luar Kota Rp 1,2 Juta

IMG-20250715-WA0021

Warta Desa, Pekalongan – Sejumlah orang tua wali murid  SMK NU Kesesi, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan pungutan biaya sebesar Rp 1,2 juta untuk kegiatan pembelajaran luar kota yang rencananya akan dilaksanakan ke Jakarta dan Bandung

Biaya tersebut dinilai terlalu membebani, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Kegiatan yang disebut sebagai “study tour” atau “kegiatan pembelajaran luar kelas” itu direncanakan akan berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan seluruh siswa kelas tertentu.

“Saya kaget ketika anak saya pulang membawa surat pemberitahuan harus membayar Rp 1,2 juta. Tidak semua orang tua mampu. Sekolah seharusnya mempertimbangkan kondisi ekonomi kami,” ujar seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Menurut informasi yang dihimpun, pembayaran tersebut dijadwalkan secara bertahap namun tetap dinilai memberatkan sebagian besar orang tua. Bahkan beberapa mengaku tidak diberi ruang untuk memilih ikut atau tidak, karena kegiatan ini disebutkan sebagai bagian dari program sekolah.

Keluhan juga ramai dibicarakan di grup media sosial wali murid, yang mempertanyakan transparansi penggunaan dana serta urgensi dari kegiatan tersebut. Beberapa mendesak agar pihak sekolah memberikan penjelasan rinci mengenai rincian biaya dan manfaat kegiatan bagi siswa.

“Kami tidak menolak kegiatan pembelajaran di luar kota, tapi kenapa harus mahal dan seolah wajib? Apakah tidak ada opsi lain yang lebih terjangkau?” ujar wali murid lainnya.

Tanggapan pihak sekolah yang di wakili oleh Didik Hardianto, S.T memberikan keterangan bahwa memang pihak sekolah akan mengadakan acara program keahlian akuntasi,dan otomotif di perusahaan ,di daerah jakarta bandung, dan salah satu dari pihak pengurus sekolah Wibowo selaku KTU menyampaikan bahwa ada sekitar 666 siswa yang mengikuti acara studi tour,dan bila di jumlah dari anggaran tiap murid 1.200.000 x 666 siswa total 799.200.000.dan di perkirakan akan menggunakan bus pariwisata 15 unit

Beberapa orang tua berencana mengajukan surat keberatan secara kolektif untuk meminta evaluasi dan penjelasan dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan setempat. (Agung Dwi Wicaksono) 

 

QR Code

Terkait

[caption id="attachment_1326" align="alignnone" width="800"] Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

IPNU IPPNU Wonokerto bentengi diri dengan Densus Aswaja

PAC IPPNU Wonokerto menggelar kegiatan Densus Aswaja di Masjid Hidayatullah, desa Semut (15/10). Foto Wahidatul Maghfiroh/wartadesa Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Jalan Rusak di Desa Domiyang Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Keluhkan Minimnya Perhatian dari Pemerintah Desa

IMG-20250714-WA0007

Warta Desa, Pekalongan – 14 juli 2025 Warga Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran, mengeluhkan kondisi jalan desa yang rusak parah dan membahayakan pengguna jalan. Jalan yang menghubungkan Domiyang dengan desa lain seperti Notogiwang dan Wangkelang itu rusak sejak bertahun-tahun lalu dan belum mendapat penanganan maksimal.

Menurut warga setempat, kerusakan jalan sudah terjadi cukup lama. “Sudah lama jalannya rusak, tapi belum ada tindakan perbaikan dari pihak desa. Padahal ini jalan utama yang sering dilalui warga untuk aktivitas sehari-hari, termasuk anak-anak sekolah,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

Warga juga mengeluhkan dampak langsung dari kondisi jalan yang rusak, mulai dari kendaraan yang sering mogok, kecelakaan kecil yang kerap terjadi, hingga terganggunya aktivitas ekonomi. Beberapa pengendara bahkan memilih memutar arah lebih jauh demi menghindari jalan yang rusak parah tersebut.

“Kami sudah beberapa kali mengusulkan dalam musyawarah desa, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Kami berharap pemerintah desa bisa lebih responsif terhadap kebutuhan warganya,” tambah, tokoh masyarakat setempat.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan warga terkait pengelolaan dana desa yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dasar. Mereka berharap agar pemerintah desa tidak tutup mata terhadap kebutuhan yang sangat mendesak ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah Desa Domiyang. Warga berharap agar suara mereka segera didengar dan jalan desa segera diperbaiki demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. (Rohmat Hidayat) 

 

QR Code

Terkait
PSGS Silirejo Juara Final BAM Cup 1 Usai Kalahkan Lambanggelun Paninggaran

Warta Desa, Sidomukti, Karanganyar – Final BAM Cup 1 yang digelar pada Minggu, 13 Juli 2025 di Lapangan Desa Sidomukti Read more

Desa Botosari Paninggaran Terkenal sebagai Sentra Home Industri Sapu Songket

Warta Desa, Pekalongan, 13 Juli 2025 – Desa Botosari, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, dikenal luas sebagai sentra home industri kerajinan Read more

Warga Tanggeran Paninggaran Bingung dengan Pelayanan RSUD Kajen, Pasien Bolak-balik Tanpa Penjelasan Diagnosa

Warta Desa, Pekalongan, 12 Juli 2025 – Keluarga Teguh, warga Desa Tanggeran , Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan pelayanan di Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Warga Desa Bukur Keluhkan Jalan Berlubang yang Tak Kunjung Diperbaiki

dalan

Warta Desa, Pekalongan, 14 Juli 2025 – Warga Desa Bukur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan mengeluhkan kondisi jalan kabupaten yang rusak parah dan tak kunjung mendapat perbaikan dari pemerintah daerah. Jalan yang menjadi akses utama warga tersebut sudah lama dalam kondisi berlubang dan semakin membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan tiba.

Lubang-lubang di sepanjang jalan sering kali tertutup oleh genangan air, sehingga sangat rawan menyebabkan kecelakaan.

“Sudah lama jalan ini rusak, tapi belum juga diperbaiki. Kami sebagai warga tentu sangat khawatir, apalagi kalau hujan turun, lubangnya tidak terlihat,” ujar Bapak Hari, salah satu warga yang ditemui di lokasi jalan rusak.

Masyarakat berharap agar dinas terkait segera turun tangan dan memperbaiki jalan kabupaten tersebut demi keselamatan dan kenyamanan bersama. (Gusnto)

QR Code

Terkait
Warga Notogiwang Paninggaran Minta Perhatian Pemerintah: Jalan Rusak Puluhan Tahun Tak Kunjung Diperbaiki

Warta Desa, Pekalongan, 7 Juni 2025 — Warga Desa Notogiwang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, menyampaikan keluhan mendalam kepada pemerintah pusat dan Read more

Warga Lengkong Wonorejo Keluhkan Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

Warta Desa, Pekalongan, 27 Mei 2025 – Warga Dukuh Lengkong, Desa Wonorejo, Wonopringgo  Pekalongan mengeluhkan kondisi jalan desa yang rusak Read more

Minim Respon Pemkab pada Jalan Rusak, Warga Tambor Tambal Swadaya

Warta Desa,Kajen, 19 Mei 2025 — Warga Dukuh Tambor, Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, mempunyai inisiatif menambal jalan berlubang secara mandiri Read more

Jalan Rusak di Desa Legokkalong Bertahun-tahun, Warga Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah Desa

Warta Desa, Pekalongan – Warga Desa Legokkalong, Kecamatan Karanganyar, mengeluhkan kondisi jalan desa yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Kerusakan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Warga Tanggeran Paninggaran Bingung dengan Pelayanan RSUD Kajen, Pasien Bolak-balik Tanpa Penjelasan Diagnosa

IMG-20250713-WA0003

Warta Desa, Pekalongan, 12 Juli 2025 – Keluarga Teguh, warga Desa Tanggeran , Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen yang dinilai membingungkan dan kurang komunikatif.

Menurut keterangan keluarga, Teguh sempat dirawat selama tiga hari oleh dr Mansyur di RSUD Kajen. Namun, saat pulang, pihak keluarga mengaku tidak mendapatkan penjelasan yang jelas terkait diagnosa penyakit yang diderita Teguh.

“Setelah pulang dari rumah sakit, kami tidak tahu pasti sakitnya apa. Dua hari di rumah kondisi Teguh malah semakin lemah, akhirnya kami bawa lagi ke RSUD Kajen,” ungkap salah satu anggota keluarga saat ditemui di rumah sakit, Sabtu (12/7/2025).

 

Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kebingungan keluarga semakin bertambah. Pasalnya, dokter jaga justru menyarankan agar Teguh dirawat jalan dan mengutarakan bahwa kamar penuh serta diperbolehkan pulang, padahal keluarga berharap pasien dapat dirawat inap agar kondisinya segera pulih.

“Kami mohon agar Teguh dirawat inap biar sembuh total. Akhirnya sekarang Teguh dirawat di Ruang Alamanda 01,” tambah keluarga dengan nada cemas.

 

Saat dikonfirmasi oleh keluarga pada pukul 18.20 WIB, perawat jaga menjelaskan dengan sopan dan ramah bahwa dokter memang tidak memberikan penjelasan diagnosa di ruang perawatan. Pihak keluarga disarankan untuk langsung menemui dokter guna menanyakan keterangan diagnosa pasien.

Direktur RSUD Kajen, dr Imam, saat dikonfirmasi awak media mengatakan akan segera mengkroscek kronologinya dan mengundang awak media ke bagian pengaduan untuk kejelasan lebih lanjut.

Hingga berita ini ditulis, pihak RSUD Kajen belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan keluarga pasien tersebut. Warga berharap pelayanan rumah sakit dapat lebih komunikatif dan transparan dalam menyampaikan diagnosa serta tindakan medis kepada keluarga pasien, agar tidak menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran di kemudian hari. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait
Dinyatakan Meninggal di RSUD Kajen, Warga Karanggondang Sempat Hidup Kembali Saat Tiba di Rumah

Warta Desa, Pekalongan, 28 Juni 2025 – Peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Seorang warga bernama Suryo Read more

Mahasiswa UIN Alami Kecelakaan di Pertigaan Wangandowo Bojong, Dilarikan ke RSUD Kajen

Warta Desa, Pekalongan – Sebuah kecelakaan terjadi di pertigaan Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, pada Minggu (10/3/2024). Insiden ini melibatkan dua Read more

PT Kanza Sejahtera Belum Selesaikan Upah Pekerja Proyek Gedung Kartini RSUD Kajen

Warta Desa, Kajen – Sejumlah pekerja proyek pembangunan Gedung Kartini RSUD Kajen mengeluhkan belum dibayarkannya sisa upah mereka oleh PT Read more

Pemuda Asal Desa Kalipancur Hajar Pria di Kos-Kosan karena Cemburu, Korban Dilarikan ke RSUD Kajen

Warta Desa, Pekalongan, 9 Januari 2025 – Seorang pemuda bernama DN, warga Desa Kalipancur, tersulut emosi setelah memergoki pacarnya, DS, Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Warga Tutup Jalan dengan Bambu, Protes Kerusakan Jalan Desa Akibat Truk Tambang

IMG-20250712-WA0002

Warta Desa, Pekalongan, 12 Juli 2025 — Sejumlah warga Dukuh Legok, RT 01 RW 01, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, melakukan aksi protes dengan menutup jalan menggunakan bambu dan kardus bertuliskan keluhan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas kerusakan parah jalan desa akibat lalu lalang truk bermuatan material pasir dan batu.

Menurut warga, setiap hari truk-truk tambang melintas di jalan desa tersebut, menyebabkan aspal dan badan jalan rusak berat. “Truk dilarang masuk. Dalane bodol, seng arep ndandani sopo?” bunyi tulisan di kardus yang dipasang warga di tengah jalan, menandakan kekesalan mereka terhadap kondisi jalan yang tidak kunjung diperbaiki.

Warga berharap pemerintah desa segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas agar truk-truk tambang tidak lagi melintasi jalan tersebut. Mereka juga mengingatkan bahwa jalan desa adalah milik masyarakat, bukan milik pengelola tambang pasir Kali Sengkarang, sehingga harus dijaga bersama. (Gusanto)

 

QR Code
Terkait
Ratusan massa SPN gelar demo hari ini

Pekalongan Kota, Wartadesa - Empat ratus massa dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota dan Kabupaten Pekalongan, Senin (17/10)  menggelar demo Read more

Pembudidaya Ikan Air Tawar di Bintek

Karanganyar, Wartadesa - Pembudi-daya ikan air tawar di Kabupaten Pekalongan diberi bimbingan tentang teknologi budidaya ikan air tawar oleh Dinas Read more

Jalan rusak, warga Pegandon demo

Warga Desa Pegandon menutut perbaikan jalan yang rusak akibat proyek jalan tol Pemalang-Batang, Senin (31/10). Foto: Tribratanewskajen Karangdadap, Wartadesa. - Read more

Kesal dampak pembangunan tol, warga blokir jalan

Sragi, Wartadesa. - Kesal akibat dampak pembangunan tol Pemalang - Batang, malam tadi, Jum'at (18/11) sekitar sekitar pukul 22.00 wib, Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Perbaikan Kebocoran PDAM di Legokkalong Pekalongan Gagal, Jalan Berlubang Jadi Pemicu Kecelakaan

pdam

Warta Desa, Pekalongan, 9 Juli 2025 – Upaya perbaikan kebocoran aliran air milik PDAM Kota Pekalongan di Dukuh Sari, Desa Legokkalong, Kabupaten Pekalongan, hingga kini belum membuahkan hasil. Alih-alih memperbaiki, pekerjaan yang dilakukan justru menimbulkan masalah baru. Jalan raya di sekitar lokasi kini berlubang dan licin apabila terjadi hujan, sehingga membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Dony, salah satu warga yang rumahnya terdampak kebocoran tersebut, mengaku kecewa dengan kinerja petugas PDAM. Ia menuturkan, para pekerja sudah membongkar jalur pipa untuk mencari titik kebocoran, namun tidak menemukannya.

“Pekerja PDAM malah menuduh kebocoran itu disebabkan oleh pralon yang saya pasang untuk sambungan air ke rumah pribadi saya. Padahal sebelum saya memasang pralon, air dari pipa PDAM itu memang sudah bocor dan mengalir ke lahan ini, bahkan sebelum rumah saya dibangun,” ungkap Dony dengan nada kesal.

Ia juga menambahkan, air yang terus menggenang di depan rumah kini menjadi sarang nyamuk dan menimbulkan dampak kesehatan bagi keluarganya, terutama anak-anak kecil yang tinggal di rumah tersebut.

“Kami khawatir karena genangan air ini jadi tempat nyamuk berkembang biak. Anak-anak sering digigit nyamuk, dan kondisi jalan pun rawan menyebabkan orang jatuh,” katanya.

Dony berharap pihak PDAM Kota Pekalongan segera melakukan perbaikan menyeluruh secara profesional, menemukan titik kebocoran yang sebenarnya, dan memperbaiki jalan yang rusak akibat kebocoran tersebut demi keselamatan warga. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Petani Karangsari Bojong Keluhkan Kerugian Akibat Proyek Gas di Pinggir Tol, Minta Desa Bantu Mediasi

Warta Desa, Pekalongan, 8 Juli 2025 – Sejumlah petani di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan kerugian yang mereka alami Read more

Mantri Bank di Bojong Jadi Tersangka Kasus Kredit Fiktif, Negara Rugi Hampir Rp1 Miliar

Warta Desa, Pekalongan – Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan resmi menetapkan NH, seorang oknum mantri pada salah satu bank pelat merah Read more

Warga Syafira Permai Kajen Keluhkan Pemortalan Jalan oleh Warga Mutiara 1 & 2, Merasa Dianggap Bukan Bagian dari Masyarakat

Warta Desa, Pekalongan, 8 Juli 2025 – Warga Perumahan Syafira Permai Kajen di Jalan Singosari Km Nyamok, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan adanya Read more

Warga Keluhkan Biaya PTSL, Pertemuan Klarifikasi Dijadwalkan 17 Juli

Warta Desa, PEKALONGAN, 7 Juli 2025 — Sejumlah warga Desa Sokosari, Kecamatan Karanganyar, mengeluhkan biaya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Read more

selengkapnya
Layanan PublikPertanianSosial Budaya

Petani Karangsari Bojong Keluhkan Kerugian Akibat Proyek Gas di Pinggir Tol, Minta Desa Bantu Mediasi

karangsari

Warta Desa, Pekalongan, 8 Juli 2025 – Sejumlah petani di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan kerugian yang mereka alami akibat proyek pembangunan jaringan gas di pinggir tol yang melintasi wilayah persawahan mereka.

Para petani mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada mandor pelaksana proyek di lapangan. Namun, jawaban yang diterima terkesan sepele dan belum ada tindak lanjut pasti. “Kami sudah mengadu ke mandornya, katanya nanti akan diganti rugi, tapi jawabannya hanya ‘iya nanti’ tanpa ada kejelasan,” ungkap salah satu petani Karangsari yang merasa dirugikan.

Menurut para petani, proyek gas tersebut menyebabkan longsornya tanah urugan di area persawahan mereka. Hal ini membuat sawah menjadi rusak, sulit ditanami, dan menimbulkan potensi gagal panen jika tidak segera ditangani. Beberapa petani bahkan mengaku lahannya sudah ditanami padi dan sebagian sudah mendekati masa panen.

“Kami mohon kepada pemerintah desa untuk membantu kami mediasi dengan pihak PT yang mengerjakan proyek ini. Kami sudah sangat dirugikan, apalagi sawah ini baru saja ditanami dan sebagian tanaman padinya sudah mendekati panen. Sekarang malah terancam gagal panen padahal kami sudah menelan biaya banyak,” kata petani lainnya dengan nada khawatir.

Selain kepada pihak pelaksana proyek, para petani juga sudah melaporkan persoalan ini ke pemerintah desa setempat. Mereka berharap pemerintah desa dapat segera memfasilitasi mediasi dengan pihak perusahaan pelaksana proyek untuk memperjuangkan ganti rugi yang layak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penyelesaian masalah tersebut. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait
Kepala Desa Karangsari Berikan Bantuan kepada Warga Terdampak Longsor di Dukuh Legok

Warta Desa, Karangsari, 10 februari 2025 – Pasca longsor yang terjadi di Dukuh Legok, RT 02 RW 01, Kepala Desa Read more

Longsor di Desa Karangsari, Ancam Pemukiman Warga

Longsor di Desa Karangsari, Dukuh Legok, kec karanganyar RT 02 RW 01, Mengancam Pemukiman Warga Karangsari, 9 februari 2025 – Read more

Tersengat arus listrik, warga Karangsari meninggal

Karanganyar, Wartadesa. - Seorang warga Dukuh Mlaten, Desa Karangsari, Karanganyar, Kabupaten Pekalongan meninggal usai tersetrum arus listrik di Posk Kamling Read more

Warung karaoke dan miras di Karangsari ditutup Satpol PP

Karanganyar, Wartadesa. - Satpol PP Kabupaten Pekalongan memasang stiker penutupan tiga warung karaoke dan penjual minuman keras di wilayah Desa Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Jalan Penghubung di Kecamatan Kesesi Rusak Parah, Warga Keluhkan Kurangnya Perhatian Pemerintah

jalan rusak

Warta Desa, Pekalongan, 5 Juli 2025 — Jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Karyomukti dan Desa Karangrejo di Kecamatan Kesesi mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun. Kondisi ini dikeluhkan warga karena belum ada penanganan serius dari pemerintah daerah.

Warga menyayangkan lambannya respons pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam memperbaiki infrastruktur jalan di wilayah mereka. Hampir di setiap titik jalan di Kecamatan Kesesi mengalami kerusakan yang membahayakan pengguna jalan, terutama petani yang sering melintasi jalur tersebut untuk mengangkut hasil panen.

“Kami berharap jalan kabupaten ini segera diperbaiki agar kami, para petani, tidak takut jatuh saat membawa hasil panen,” ujar salah satu warga.

Masyarakat berharap agar dinas terkait segera menganggarkan perbaikan jalan di wilayah kecamatan Kesesi demi menunjang aktivitas ekonomi dan keselamatan warga. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Warga Lengkong Wonorejo Keluhkan Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

Warta Desa, Pekalongan, 27 Mei 2025 – Warga Dukuh Lengkong, Desa Wonorejo, Wonopringgo  Pekalongan mengeluhkan kondisi jalan desa yang rusak Read more

Minim Respon Pemkab pada Jalan Rusak, Warga Tambor Tambal Swadaya

Warta Desa,Kajen, 19 Mei 2025 — Warga Dukuh Tambor, Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, mempunyai inisiatif menambal jalan berlubang secara mandiri Read more

Jalan Rusak di Desa Legokkalong Bertahun-tahun, Warga Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah Desa

Warta Desa, Pekalongan – Warga Desa Legokkalong, Kecamatan Karanganyar, mengeluhkan kondisi jalan desa yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Kerusakan Read more

selengkapnya