close

Layanan Publik

KesehatanLayanan Publik

Anak 5 Tahun Belum Dapat Kamar Inap di RSUD Kajen, Keluarga Keluhkan Pelayanan

rohadi

WARTA DESA, PEKALONGAN – Seorang anak berusia sekitar lima tahun bernama Alvino, warga Desa Pedawang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, hingga Senin (4/8/2025) belum juga mendapatkan kamar rawat inap di RSUD Kajen, meski telah menunggu hampir 24 jam di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Paman Alvino, yang mendampingi sang anak, mengaku kecewa atas situasi tersebut. Ia khawatir kondisi kesehatan keponakannya memburuk akibat keterlambatan mendapatkan perawatan intensif.

“Kami datang sejak kemarin, tapi sampai sekarang belum juga ada kamar. Anak ini sedang sakit dan butuh dirawat dengan baik, tapi harus terus menunggu,” ujarnya.

Pihak RSUD Kajen, melalui staf bernama Amel saat dikonfirmasi via WhatsApp, membenarkan bahwa saat ini semua kamar rawat inap dalam kondisi penuh.

“Memang kamar penuh. Ada sekitar 20 pasien yang sedang mengantre kamar di IGD. Kami sedang menunggu pasien yang pulang agar bisa langsung ditempati oleh pasien baru,” jelasnya.

Amel menambahkan bahwa pihak rumah sakit terus berupaya mengatur penempatan pasien sebaik mungkin di tengah keterbatasan ruangan.

“Kami memahami keluhan keluarga pasien dan mohon pengertiannya. Tim kami terus berkoordinasi agar pelayanan tetap berjalan, meski kapasitas sedang penuh,” tambahnya.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan keterbatasan kapasitas kamar rawat inap di rumah sakit daerah, terutama saat jumlah pasien melonjak. Keluarga pasien berharap RSUD Kajen dapat segera menambah fasilitas atau mencari solusi jangka pendek demi kenyamanan dan keselamatan pasien, terutama anak-anak. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait
Warga Tanggeran Paninggaran Bingung dengan Pelayanan RSUD Kajen, Pasien Bolak-balik Tanpa Penjelasan Diagnosa

Warta Desa, Pekalongan, 12 Juli 2025 – Keluarga Teguh, warga Desa Tanggeran , Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan pelayanan di Read more

Dinyatakan Meninggal di RSUD Kajen, Warga Karanggondang Sempat Hidup Kembali Saat Tiba di Rumah

Warta Desa, Pekalongan, 28 Juni 2025 – Peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Seorang warga bernama Suryo Read more

Mahasiswa UIN Alami Kecelakaan di Pertigaan Wangandowo Bojong, Dilarikan ke RSUD Kajen

Warta Desa, Pekalongan – Sebuah kecelakaan terjadi di pertigaan Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, pada Minggu (10/3/2024). Insiden ini melibatkan dua Read more

PT Kanza Sejahtera Belum Selesaikan Upah Pekerja Proyek Gedung Kartini RSUD Kajen

Warta Desa, Kajen – Sejumlah pekerja proyek pembangunan Gedung Kartini RSUD Kajen mengeluhkan belum dibayarkannya sisa upah mereka oleh PT Read more

selengkapnya
Layanan Publik

FUNGSI TROTOAR DI KAJEN TAK SESUAI, DIGUNAKAN UNTUK BERJUALAN

IMG-20250731-WA0006

WARTA DESA,  KAJEN – Fungsi trotoar sebagai fasilitas umum bagi pejalan kaki di sejumlah titik di wilayah Kajen, Kabupaten Pekalongan, mulai disalahgunakan. Pantauan di lapangan, trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki kini dipadati pedagang kaki lima (PKL), khususnya di kawasan Alun-Alun Kajen, Pasar Kajen, hingga Tugu 0 Kilometer.

Keberadaan PKL di atas trotoar menyebabkan warga yang hendak berjalan kaki harus turun ke badan jalan, yang tentunya sangat membahayakan keselamatan, terutama pada jam-jam sibuk.

“Harusnya trotoar itu buat orang jalan kaki, bukan buat jualan. Tapi ini malah penuh pedagang, orang jadi jalan di jalan raya,” ujar santo, seorang warga Kajen, Rabu (30/7).

Situasi ini mencerminkan lemahnya penegakan aturan serta minimnya pengawasan dari dinas terkait. Meski sudah sering kali menjadi keluhan masyarakat, belum terlihat adanya tindakan nyata dari Satpol PP atau pihak Pemkab Pekalongan untuk menertibkan para PKL yang melanggar.

Keberadaan PKL memang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat kecil, namun tidak bisa dibiarkan melanggar aturan dan membahayakan pengguna jalan lain. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah penertiban sekaligus mencarikan solusi, seperti penataan lokasi berjualan yang lebih representatif tanpa mengganggu fasilitas publik.

Trotoar adalah hak pejalan kaki, dan seharusnya dikembalikan fungsinya sebagaimana mestinya demi kenyamanan dan keselamatan bersama. (gusanto)

 

QR Code

Terkait

[caption id="attachment_1448" align="aligncenter" width="960"] Pembukaan kemah budaya pelajar se-Kab. Pekalongan di lapangan desa Sukoyoso, Kajen (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

Festival Rebana “Goyang” Pendopo Bupati

Kajen, Wartadesa - Gemuruh suara rebana memenuhi pendopo Bupati Pekalongan, Jalan Mandurorejo Kajen, Jum'at (21/10). Duapuluh peserta dari berbagai penjuru Read more

Usung kearifan lokal lewat rebana

Syair-syair religi bernuansa Jawa turut meramaikan festival rebana kota Santri, Jum'at (21/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

selengkapnya
Layanan Publik

FUNGSI TROTOAR DI KAJEN TAK SESUAI, DIGUNAKAN UNTUK BERJUALAN

IMG-20250730-WA0016

Warta Desa, KAJEN – Fungsi trotoar sebagai fasilitas umum bagi pejalan kaki di sejumlah titik di wilayah Kajen, Kabupaten Pekalongan, mulai disalahgunakan. Pantauan di lapangan, trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman bagi pejalan kaki kini dipadati pedagang kaki lima (PKL), khususnya di kawasan Alun-Alun Kajen, Pasar Kajen, hingga Tugu 0 Kilometer.

Keberadaan PKL di atas trotoar menyebabkan warga yang hendak berjalan kaki harus turun ke badan jalan, yang tentunya sangat membahayakan keselamatan, terutama pada jam-jam sibuk.

“Harusnya trotoar itu buat orang jalan kaki, bukan buat jualan. Tapi ini malah penuh pedagang, orang jadi jalan di jalan raya,” ujar santo, seorang warga Kajen, Rabu (30/7).

Situasi ini mencerminkan lemahnya penegakan aturan serta minimnya pengawasan dari dinas terkait. Meski sudah sering kali menjadi keluhan masyarakat, belum terlihat adanya tindakan nyata dari Satpol PP atau pihak Pemkab Pekalongan untuk menertibkan para PKL yang melanggar.

Keberadaan PKL memang berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat kecil, namun tidak bisa dibiarkan melanggar aturan dan membahayakan pengguna jalan lain. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah penertiban sekaligus mencarikan solusi, seperti penataan lokasi berjualan yang lebih representatif tanpa mengganggu fasilitas publik.

terkait terhadap hak-hak pengguna jalan kaki menjadi persoalan serius yang perlu segera diatasi. Padahal, trotoar memiliki berbagai fungsi penting, antara lain:

1. Fasilitas Pejalan Kaki

Trotoar menyediakan ruang aman dan nyaman bagi pejalan kaki, menjauhkan mereka dari risiko tertabrak kendaraan bermotor.

2. Meningkatkan Keselamatan

Dengan desain yang tepat, trotoar mampu meminimalisasi interaksi langsung antara pejalan kaki dan kendaraan, sehingga mengurangi potensi kecelakaan.

3. Menjaga Kelancaran Lalu Lintas

Trotoar membantu menghindari keberadaan pejalan kaki di badan jalan, yang dapat memperlambat arus kendaraan dan menimbulkan kemacetan.

4. Meningkatkan Kenyamanan dan Kesehatan

Trotoar yang bersih, terawat, dan dilengkapi penerangan akan mendukung kenyamanan pengguna. Selain itu, fasilitas ini juga mendorong gaya hidup sehat dengan lebih banyak berjalan kaki.

5. Meningkatkan Estetika Kota

Trotoar yang tertata rapi turut memperindah wajah kota dan memberikan nilai lebih bagi ruang publik.

Sayangnya, semua manfaat tersebut terancam hilang jika penyalahgunaan trotoar terus dibiarkan. Penempatan lapak pedagang dan parkir liar di atas trotoar bukan hanya merugikan pejalan kaki, tapi juga menunjukkan rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga fasilitas umum.

Seruan untuk Semua Pihak

Dibutuhkan komitmen bersama antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, pedagang, serta masyarakat umum untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagaimana mestinya. Penataan ulang kawasan Pasar Kajen dan sekitarnya, serta penegakan aturan secara tegas terhadap pelanggaran, perlu segera dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan bersama. (Gusanto)

 

QR Code

Terkait
Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

Warga: Kalau bikin SIM Jangan dipersulit

Kajen, Wartadesa. - Surat Ijin Mengemudi (SIM) bagi warga Kota Santri sudah menjadi barang penting. Mereka menganggap bahwa surat-surat kendaraan, Read more

Meski UMR Kota Santri Naik, namun belum penuhi KHL

Kedungwuni, Wartadesa. - Naiknya Upah Minumum Regional (UMR) Kota Santri dari sebelumnya Rp. 1.583.697 menjadi Rp. 1.721.637 atau naik sebesar Read more

Wisatawan keluhkan sampah di Pantai Widuri

Pemalang, Wartadesa. - Kondisi Pantai Widuri di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang penuh dengan sampah dan kotoran manusia dikeluhkan oleh Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Terminal Bus Kajen di Kabupaten Pekalongan , Dipenuhi Rumput dan Jalan Berlubang

IMG-20250730-WA0013

Warta Desa, Pekalongan, 30 Juli 2025 – Kondisi Terminal Bus Kajen di Kabupaten Pekalongan kian memprihatinkan. Area terminal tampak terbengkalai, dipenuhi rerumputan liar, serta banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan dan berlubang.

Kurangnya perawatan dan minimnya perhatian dari pengelola menjadi penyebab utama kerusakan ini. Setelah pengelolaan terminal dialihkan ke pemerintah provinsi, tata kelola Terminal Kajen dinilai semakin menurun. Hingga kini, belum tampak adanya upaya serius untuk memperbaiki infrastruktur di area tersebut.

Padahal, terminal ini masih aktif digunakan sebagai pusat keberangkatan dan kedatangan bus antarkota maupun angkutan lokal. “Terminal ini masih beroperasi, tapi kondisinya sekarang sangat tidak layak dipandang,” ujar seorang pedagang yang berjualan di kawasan terminal.

Warga sekitar dan pengguna jasa transportasi berharap pemerintah provinsi segera memberikan perhatian dan perbaikan menyeluruh agar Terminal Kajen kembali menjadi fasilitas umum yang nyaman, tertata, dan layak digunakan. (Gusanto)

 

QR Code

Terkait
Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

Warga: Kalau bikin SIM Jangan dipersulit

Kajen, Wartadesa. - Surat Ijin Mengemudi (SIM) bagi warga Kota Santri sudah menjadi barang penting. Mereka menganggap bahwa surat-surat kendaraan, Read more

Meski UMR Kota Santri Naik, namun belum penuhi KHL

Kedungwuni, Wartadesa. - Naiknya Upah Minumum Regional (UMR) Kota Santri dari sebelumnya Rp. 1.583.697 menjadi Rp. 1.721.637 atau naik sebesar Read more

Wisatawan keluhkan sampah di Pantai Widuri

Pemalang, Wartadesa. - Kondisi Pantai Widuri di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang penuh dengan sampah dan kotoran manusia dikeluhkan oleh Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Jalan Rusak di Kabupaten Pekalongan Kian Parah, Belum Ada Tindakan dari Dinas Terkait

jalan rusak

Warta Desa, Pekalongan – 24 Juli 2025. – Kondisi infrastruktur jalan di berbagai wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kian memprihatinkan. Sejumlah ruas jalan kabupaten yang menjadi jalur utama aktivitas warga kini dalam keadaan rusak parah, berlubang, bahkan ada yang nyaris tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Mirisnya, hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari dinas terkait untuk melakukan perbaikan.

Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan jalan tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Kesesi, Paninggaran, Bojong, Lebakbarang, dan Kandang serang. Warga mengeluhkan bahwa jalan berlubang dan bergelombang itu sudah lama tak diperbaiki, bahkan beberapa titik sudah rusak bertahun-tahun.

“Setiap hari saya lewat sini buat antar anak sekolah. Kalau hujan, lubangnya tertutup air, jadi sering bikin motor jatuh,” ungkap Sugiarto, warga Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran Bojong, saat ditemui Rabu (24/7).

Kerusakan jalan tersebut tak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian. Pengiriman hasil pertanian dan usaha mikro menjadi terhambat karena kondisi jalan yang tidak layak dilalui.

“Truk pengangkut hasil panen sering mogok karena roda masuk ke lubang. Ongkos kirim jadi mahal karena sopir banyak yang tidak mau lewat jalan ini,” kata Warto, petani asal Kecamatan Kesesi.

Keluhan warga sudah beberapa kali disampaikan ke pemerintah desa dan kecamatan, bahkan sebagian sudah diajukan dalam musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) tahunan. Namun, belum ada realisasi nyata dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pekalongan.

“Kami sudah ajukan perbaikan jalan sejak tahun lalu, tapi sampai sekarang belum ada respon. Hanya janji-janji terus,” ujar seorang perangkat desa di Kecamatan Kesesi yang enggan disebut namanya.

Minimnya anggaran seringkali dijadikan alasan klasik oleh pemerintah daerah dalam menunda perbaikan infrastruktur jalan. Namun hal ini justru menambah kekesalan warga yang merasa hak dasarnya sebagai pengguna jalan tidak terpenuhi.

“Kalau masalah anggaran, ya harusnya bisa diprioritaskan. Jalan ini urat nadi ekonomi warga. Masa tiap tahun cuma wacana terus,” keluh Nur Hasanah, tokoh masyarakat Desa kandang serang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas PUPR Kabupaten Pekalongan. Awak media telah berusaha menghubungi pihak terkait melalui sambungan telepon dan pesan Wa, namun belum mendapat jawaban.

Sementara itu, para warga berharap agar pemerintah segera turun tangan melakukan penanganan cepat dan permanen terhadap kerusakan jalan. Mereka juga meminta agar program pembangunan infrastruktur tidak hanya terfokus di wilayah kota atau kawasan strategis, tetapi juga menyentuh daerah-daerah pedesaan yang sangat membutuhkan.

“Jangan tunggu ada korban jiwa atau demo besar dulu baru diperbaiki. Kami cuma minta hak dasar kami sebagai warga terpenuhi,” pungkas seorang warga dari Kecamatan Paninggaran (Rohmat Hidayat)

 

QR Code

Terkait
Protes jalan rusak, warga tanam drum

Sragi, Wartadesa. - Ada pemandangan yang berbeda ketika lewat Jalan Kalijambe-Sragi Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Kalau biasanya pemandangan 'obyek wisata Read more

Pengembang tol sepakati perbaikan jalan secara tambal sulam

Kajen, Wartadesa. - Pengembang jalan tol ruas Pemalang-Batang  sepakat untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat mobilisasi dump-truck pembangunan jalan tol Read more

Warga kecewa, akses jalan ke pemakaman rusak akibat alat berat proyek tol

Sragi, Wartadesa. - Sekitar pukul 12.00 siang warga dukuh Tegalpacing Desa Bulakpelem Kecatan Sragi Kabupaten Pekalongan geger, lantaran akses jalan Read more

Nunggu enam bulan Pemda tak kunjung perbaiki, warga gotong-royong tangani jalan rusak Lebakbarang-Karanganyar

Lebakbarang, Wartadesa. - Kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Lebakbarang-Karanganyar rusak parah dan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan. Sudah banyak Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Fasilitas Sekolah SD Kalijoyo 2 Rusak Parah, Belum Ada Tanggapan dari Dinas Terkait

IMG-20250724-WA0031

Warta Desa, Pekalongan 24 Juli 2025– Kondisi bangunan SD Negeri Kalijoyo 2, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, memprihatinkan. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan pada atap dan dinding, sementara fasilitas WC juga tak layak digunakan. Hingga kini, belum ada tanggapan atau upaya perbaikan dari dinas terkait.

Pantauan di lokasi, beberapa ruang kelas terlihat berlubang pada bagian atap, sehingga bocor saat hujan. Dinding juga mulai retak dan kusam. Fasilitas WC untuk siswa bahkan dalam kondisi tidak berfungsi, menyulitkan kegiatan belajar-mengajar dan membahayakan kesehatan siswa.

“Kalau hujan, anak-anak harus dipindahkan ke ruangan lain karena bocor. Kasihan, mereka jadi tidak nyaman belajar,” ujar Kepala sekolah Pak Tarno, Rabu (24/7/2025).

Pihak sekolah mengaku telah beberapa kali mengusulkan perbaikan melalui proposal dan laporan ke dinas pendidikan kabupaten, namun hingga saat ini belum mendapat respons.

Wali murid juga mengeluhkan kondisi tersebut. Mereka berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman.

“Kami hanya ingin anak-anak bisa sekolah dengan layak. Kalau terus dibiarkan, khawatirnya malah membahayakan,” kata salah satu orang tua murid.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan diharapkan segera turun tangan untuk menindaklanjuti kondisi ini sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (Agung Dwi Wicaksono)

 

QR Code

Terkait
Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

Warga: Kalau bikin SIM Jangan dipersulit

Kajen, Wartadesa. - Surat Ijin Mengemudi (SIM) bagi warga Kota Santri sudah menjadi barang penting. Mereka menganggap bahwa surat-surat kendaraan, Read more

Meski UMR Kota Santri Naik, namun belum penuhi KHL

Kedungwuni, Wartadesa. - Naiknya Upah Minumum Regional (UMR) Kota Santri dari sebelumnya Rp. 1.583.697 menjadi Rp. 1.721.637 atau naik sebesar Read more

Wisatawan keluhkan sampah di Pantai Widuri

Pemalang, Wartadesa. - Kondisi Pantai Widuri di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang penuh dengan sampah dan kotoran manusia dikeluhkan oleh Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan Publik

Proyek Aspal di Desa Windurojo Sudah Ditumbuhi Rumput, Dibiayai Dana APBD provinsi Bankeu Rp200 Juta

IMG-20250724-WA0010

Warta Desa, Pekalongan – Proyek pengaspalan jalan di Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, yang dibiayai dari dana bantuan keuangan (Bankeu) sebesar Rp200 juta, menuai sorotan. Pasalnya, belum lama selesai dikerjakan, permukaan jalan tersebut kini sudah ditumbuhi rumput di beberapa titik.

papan peoyek pwngerjaan aapal bankeu. Foto: Agung Dwi Wicakso/Warta Desa

Pantauan di lapangan, kondisi jalan yang seharusnya rapi justru tampak tidak terawat. Rumput liar mulai tumbuh di celah-celah aspal, menandakan lemahnya kualitas pengerjaan atau minimnya pengawasan dalam pelaksanaannya.

Nama pekerjaan, pembangunan atau rehabilitasi sarana prasarana aspal jalan.

Lokasi Dusun karangmoncol
Volume panjang 490 m x lebar 3 m
Waktu pelaksanaan 14 hari
Anggaran 200 juta
Pelaksana CV. Putra Gunung Sagara

Salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa. “Baru selesai beberapa waktu lalu, tapi sekarang sudah tumbuh rumput. Padahal dananya besar, Rp200 juta katanya,” ujarnya, Kamis (24/7/2025).

Warga berharap pihak desa maupun instansi terkait bisa memberikan penjelasan terbuka soal kualitas proyek tersebut. Mereka menilai anggaran yang cukup besar seharusnya bisa menghasilkan jalan yang awet dan berkualitas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa Windurojo maupun pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi.

Pihak Inspektorat dan Dinas PUPR Kabupaten Pekalongan diharapkan segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan audit proyek, demi menjamin akuntabilitas penggunaan dana Bankeu tersebut. (Agung Dwi Wicaksono)

 

QR Code

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Murid SMK Ma’arif NU Kajen Kecelakaan, Puskesmas Kajen Dikeluhkan Tak Ada Petugas Saat Pagi

laka

Warta Desa, PEKALONGAN – Seorang siswa SMK Ma’arif NU Kajen bernama An. Nazriel Maelan mengalami kecelakaan lalu lintas di depan lapangan Kebonagung, Kajen, pada Selasa (23/7/2025) sekitar pukul 07.15 WIB.

Korban segera dilarikan warga ke Puskesmas Kajen untuk mendapatkan perawatan. Namun, setibanya di Puskesmas, warga tidak menemukan satu pun petugas yang berjaga pada jam tersebut.

“Mosok jam 7.15 puskesmas belum ada petugas sama sekali. Akhirnya korban terpaksa dibawa pulang,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Peristiwa ini pun menuai sorotan masyarakat yang menilai pelayanan kesehatan di Puskesmas Kajen tidak maksimal, terlebih pada jam rawan aktivitas pagi ketika masyarakat sangat membutuhkan layanan kesehatan darurat.

Hingga berita ini ditulis, pihak Puskesmas Kajen belum memberikan keterangan resmi terkait ketidakhadiran petugas pada pagi hari tersebut.

Warga berharap pemerintah segera mengevaluasi jam pelayanan dan kehadiran petugas medis di Puskesmas Kajen agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan warga yang membutuhkan pertolongan cepat dapat terjamin. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Hindari motor, truk pasir nyungsep ke sawah

Kecelakaan tunggal, dr Hasyim dilarikan ke RS Kedungwuni, Wartadesa. - Malang bagi pengemudi truk pasir yang melintasi jalan poros desa Read more

Terlindas truk di Kertijayan, korban meninggal ditempat

Buaran, Wartadesa. - Kecelakaan antara motor matik hitam berplat G 6206 TK dengan  truck crane penggarap proyek tol bernomor polisi Read more

Motor vs truk, satu orang tewas

Kandeman, Wartadesa. - Kecelakaan kembali terjadi di ruas jalan Pantura, tepatnya di depan SMK Negeri 01 Kandeman Batang, Sabtu (30/12) Read more

Hindari Luwak, truk masuk jurang

Lebakbarang, Wartadesa. - Nasib malang menimpa Imam, warga dukuh Belang Desa Rogoselo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Truk yang ia kendarai Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Warga Keluhkan Lambatnya Penanganan Jalan Rusak di Desa Kwagean

IMG-20250723-WA0008

Warta Desa, Pekalongan, 23 Juli 2025 — Warga Dukuh Sibetok, Desa Kwagean, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan mengeluhkan kerusakan parah pada jalan desa yang tak kunjung diperbaiki. Kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata ini semakin parah saat musim hujan karena lubang-lubang tertutup air, sehingga membahayakan pengguna jalan.

Jalan tersebut merupakan akses utama warga untuk beraktivitas, termasuk anak-anak yang bersekolah dan para pedagang. Kerusakan yang tak kunjung ditangani menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kami berharap jalan di Desa Kwagean segera diperbaiki karena ini jalan utama bagi warga, terutama untuk anak-anak sekolah dan pedagang,” ujar salah satu warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak pemerintah desa mengenai rencana perbaikan jalan tersebut. Warga berharap pemerintah desa segera mengambil tindakan agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan lancar dan aman. (Gusanto)

 

QR Code

Terkait
Ulah pengguna jalan ini bahayakan siswa

Terobos lampu. Ulah pengendara yang menerobos lampu merah ini membahayakan siswa YMI Wonopringgo. (30/10). Foto: Buono/wartadesa Read more

Agak risih sih dengernya, tapi ….

Wonopringgo, Wartadesa. - Agak risih juga sih dengernya, disebutin organ reproduksi, trus masa-masa remaja ... kadang mimpi basah, tapi karena Read more

Fesyen show meriahkan praktik salon LPKS SMAIS Wonopringgo

Wonopringgo, Wartadesa. - Ada yang cantik-cantik nih di SMA Islam YMI Wonopringgo... Peserta pelatihan kecakapan hidup (lifeskill) Lembaga Pelatihan Kerja Read more

Kapt. Inf. Suhardi: Jangan mau diprovokasi hal yang dapat memecah belah NKRI

Wonopringgo, Wartadesa. - Presiden Jokowi berharap agar rakyat Indonesia bersatu-padu dan waspada terhadap dissenting opinion (pendapat yang berbeda-red.)  yang mengancam Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Jalan Kabupaten di Kecamatan Wonopringgo Rusak Parah, Warga Resah

wopi

Warta Desa, Pekalongan, 23 Juli 2025 — Kondisi jalan kabupaten di Desa Kwagean, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, dikeluhkan warga akibat kerusakan yang cukup parah. Jalan berlubang dan tidak rata membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama saat musim hujan.

Menurut warga, lubang-lubang di jalan sering kali tidak terlihat saat tergenang air, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan. Keterlambatan perbaikan jalan ini pun dikeluhkan banyak pihak.

“Kami berharap jalan kabupaten di Desa Kwagean segera diperbaiki, karena ini jalur utama anak-anak sekolah dan para pedagang,” ujar seorang penjual soto di lokasi.

Warga berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera menindaklanjuti kerusakan ini demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat sekitar. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Warga Keluhkan Jalan Rusak di Garungwiyoro yang Tak Kunjung Diperbaiki

Warta Desa, Garungwiyoro, 23 Juli 2025 – Warga Desa Garungwiyoro, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan mengeluhkan kondisi jalan utama desa yang rusak Read more

Warga Sembung Jambu Keluhkan Jalan Rusak Bertahun-Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

WARTA DESA, PEKALONGAN – Warga Desa Sembung Jambu, khususnya di RT 09 dan RT 10, mengeluhkan kondisi jalan di wilayah Read more

Empat Saksi Kasus Dugaan Penculikan Gacon Besok Hadir di Mapolda Jateng

Warta Desa, Semarang, 22 Juli 2025. - Penyidikan kasus dugaan penculikan terhadap Purwanto alias Gacon terus bergulir. Terbaru, sejumlah saksi Read more

Sertifikat Tanah Belum Diserahkan, Pengembang Safania Residence Minta Konsumen Bersabar

WARTA DESA, PEKALONGAN – Pengembang perumahan Safania Residence di Desa Karangsari, Kabupaten Pekalongan, Dori Yusro, hingga kini belum menyerahkan sertifikat Read more

selengkapnya