close

Layanan Publik

Layanan PublikPertanian

Pembangunan Jalan Usaha Tani di Bukit Goromanik Rogoselo Tuai Sorotan Warga

jut

WARTA DESA, PEKALONGAN – Pembangunan jalan usaha tani yang menggunakan dana aspirasi APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp197.788.000 di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, menuai kritik dari warga. Proyek yang dibangun menuju arah kebun di Bukit Goromanik itu dinilai lebih menguntungkan kepentingan pribadi seorang oknum anggota DPRD yang diketahui memiliki lahan di wilayah tersebut.

Sejumlah warga menilai, pembangunan ini merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang jabatan. “Kalau memang mau membangun jalan usaha tani, saya bisa tunjukkan lokasi yang tepat, di mana masyarakat banyak yang bisa merasakan manfaatnya,” ujar Suklas, warga Rogoselo.

Menurutnya, masih banyak jalan di Desa Rogoselo yang membutuhkan perhatian. Salah satunya, jalan penghubung Rogoselo–Sidoharjo yang kini rusak parah dan sudah lama dikeluhkan masyarakat.

Kritik juga ramai bermunculan di media sosial. Warga melalui platform TikTok menyesalkan prioritas pembangunan yang dianggap tidak tepat sasaran. Mereka berharap agar pembangunan infrastruktur benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat luas, bukan hanya kepentingan segelintir orang.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait sorotan warga dan ramainya komentar di media sosial, oknum anggota DPRD yang bersangkutan melalui ketua ranting partainya memberikan tanggapan singkat.
“Nggih mas, biarkan saja. Kegiatan niku atas usulan masyarakat melalui reses, pelaksanane Dinas Pertanian. Kebetulan saja kulo gadah kebun ten mriku,” jelasnya. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

Warga: Kalau bikin SIM Jangan dipersulit

Kajen, Wartadesa. - Surat Ijin Mengemudi (SIM) bagi warga Kota Santri sudah menjadi barang penting. Mereka menganggap bahwa surat-surat kendaraan, Read more

Meski UMR Kota Santri Naik, namun belum penuhi KHL

Kedungwuni, Wartadesa. - Naiknya Upah Minumum Regional (UMR) Kota Santri dari sebelumnya Rp. 1.583.697 menjadi Rp. 1.721.637 atau naik sebesar Read more

Wisatawan keluhkan sampah di Pantai Widuri

Pemalang, Wartadesa. - Kondisi Pantai Widuri di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang penuh dengan sampah dan kotoran manusia dikeluhkan oleh Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Warga Dukuh Grugak Kalipancur Keluhkan Jalan Rusak Parah, Tuntut Perbaikan Segera

kalipancur

WARTA DESA, PEKALONGAN – Warga Dukuh Grugak, Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, mengeluhkan kondisi jalan di wilayah mereka yang rusak parah hampir di seluruh titik. Jalan yang sudah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan ini menjadi persoalan serius bagi masyarakat, karena merupakan akses utama menuju pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan dan juga jalur pendidikan bagi anak-anak sekolah.

Keluhan datang dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari warga biasa, ketua RT, hingga LPMD. Mereka menegaskan bahwa kerusakan jalan tersebut telah lama diusulkan, namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan.

“Jalan di Dukuh Grugak ini adalah akses utama kami. Setiap hari dipakai warga untuk ke sekolah, ke pasar, hingga ke kantor pemerintahan. Tapi kondisinya rusak parah dan dibiarkan begitu saja,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.

Menurut informasi yang dihimpun, pemerintah desa sebenarnya sudah pernah membahas permasalahan ini dalam musyawarah dusun (musdus) tahun 2024, dan dijanjikan perbaikan akan dimasukkan dalam anggaran tahun 2026. Namun, warga menilai janji itu terlalu lama dan membuat mereka merasa dianaktirikan.

Seorang ibu rumah tangga bahkan mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai selama ini usulan warga Dukuh Grugak kurang mendapat perhatian. Bahkan saat momen pencalonan bupati tahun 2024 lalu, warga sempat ditanya apa keinginan mereka jika calon menang.

“Waktu itu kami jawab cuma pinginnya jalannya halus. Tapi sampai sekarang ya masih begini-begini saja,” keluhnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian nyata, bukan sekadar janji. Mereka menegaskan perbaikan jalan Dukuh Grugak adalah kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda. (Rohadi)

Terkait
Protes jalan rusak, warga tanam drum

Sragi, Wartadesa. - Ada pemandangan yang berbeda ketika lewat Jalan Kalijambe-Sragi Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Kalau biasanya pemandangan 'obyek wisata Read more

Pengembang tol sepakati perbaikan jalan secara tambal sulam

Kajen, Wartadesa. - Pengembang jalan tol ruas Pemalang-Batang  sepakat untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat mobilisasi dump-truck pembangunan jalan tol Read more

Warga kecewa, akses jalan ke pemakaman rusak akibat alat berat proyek tol

Sragi, Wartadesa. - Sekitar pukul 12.00 siang warga dukuh Tegalpacing Desa Bulakpelem Kecatan Sragi Kabupaten Pekalongan geger, lantaran akses jalan Read more

Nunggu enam bulan Pemda tak kunjung perbaiki, warga gotong-royong tangani jalan rusak Lebakbarang-Karanganyar

Lebakbarang, Wartadesa. - Kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Lebakbarang-Karanganyar rusak parah dan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan. Sudah banyak Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Warga Keluhkan Jalan Poros Wirodeso–Siwalan di Warukidul Rusak Bertahun-tahun

dalan rusak

WARTA DESA, PEKALONGAN – Warga Desa Warukidul RW 01, Kecamatan Wirodeso, mengeluhkan kondisi jalan poros penghubung antar kecamatan Wirodeso–Siwalan, khususnya akses menuju Desa Blimbing Wuluh, yang sudah lama rusak namun belum juga tersentuh perbaikan. Jalan yang melintasi area persawahan tersebut bertahun-tahun dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan.

Kerusakan jalan ini menimbulkan dampak serius bagi warga. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi licin dan becek sehingga membahayakan pengguna jalan. Sementara pada musim kemarau, jalanan menimbulkan debu tebal yang mengganggu aktivitas warga. Bahkan, tidak jarang pengendara sepeda motor terjatuh akibat jalan yang berlubang dan bergelombang.

Seorang warga Warukidul RW 01 mengaku sangat terganggu dengan kondisi jalan tersebut, apalagi jalan ini juga menjadi jalur pendidikan karena setiap hari dilewati anak-anak sekolah.

“Jalan ini sudah rusak bertahun-tahun. Kalau hujan becek, kalau kemarau debunya luar biasa. Kami berharap ada tindakan nyata dari pemerintah kabupaten, jangan dibiarkan terus begini,” ungkapnya.

Pemerintah Desa Warukidul ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa jalan tersebut bukan berstatus jalan desa, melainkan jalan poros penghubung antar kecamatan. Menurut perangkat desa, usulan perbaikan sudah disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan sedikitnya tiga kali, namun hingga kini belum ada realisasi dari pemerintah kabupaten.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Camat Wirodeso, Sugino, menyampaikan jawaban singkat bahwa dirinya sedang menghadiri rapat di Setda Kabupaten Pekalongan dan akan segera melakukan pengecekan terkait kondisi jalan tersebut.

Warga pun berharap Pemkab Pekalongan segera turun tangan memperbaiki jalan poros Wirodeso–Siwalan agar akses transportasi kembali lancar, kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu, serta risiko kecelakaan dapat diminimalisir. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Protes jalan rusak, warga tanam drum

Sragi, Wartadesa. - Ada pemandangan yang berbeda ketika lewat Jalan Kalijambe-Sragi Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Kalau biasanya pemandangan 'obyek wisata Read more

Pengembang tol sepakati perbaikan jalan secara tambal sulam

Kajen, Wartadesa. - Pengembang jalan tol ruas Pemalang-Batang  sepakat untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat mobilisasi dump-truck pembangunan jalan tol Read more

Warga kecewa, akses jalan ke pemakaman rusak akibat alat berat proyek tol

Sragi, Wartadesa. - Sekitar pukul 12.00 siang warga dukuh Tegalpacing Desa Bulakpelem Kecatan Sragi Kabupaten Pekalongan geger, lantaran akses jalan Read more

Nunggu enam bulan Pemda tak kunjung perbaiki, warga gotong-royong tangani jalan rusak Lebakbarang-Karanganyar

Lebakbarang, Wartadesa. - Kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Lebakbarang-Karanganyar rusak parah dan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan. Sudah banyak Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Warga Sembungjambu Protes Jalan Rusak Lewat Karnaval Jalan Sehat

Screenshot_2025_0824_181002

WARTA DESA, PEKALONGAN – Warga Desa Sembungjambu, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, kembali menyuarakan keluhan terkait jalan rusak parah di wilayah mereka. Protes kali ini dilakukan secara kreatif melalui karnaval jalan sehat yang digelar rutin setiap tahun oleh warga RT 10, 11, dan 12 RW 03, Minggu pagi (24/8/2025).

Aksi tersebut menjadi sorotan lantaran sejumlah peserta tampil dengan cosplay menyerupai pejabat desa, bahkan menggunakan nama kepala desa, sambil mengenakan topeng tikus dan membawa replika uang dalam koper. Aksi simbolik itu dinilai sebagai sindiran keras terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Kegiatan yang biasanya bernuansa hiburan berubah menjadi media penyampaian aspirasi masyarakat. Meski sebelumnya sudah ramai diperbincangkan setelah unggahan warganet viral di media sosial, keluhan warga hingga kini masih berlanjut. Mereka berharap aksi ini bisa mengetuk hati pemerintah desa maupun kabupaten untuk segera melakukan perbaikan.

Jalan Depan SDN 02 Sembungjambu Rusak Parah

Kondisi paling memprihatinkan terdapat di depan SDN 02 Sembungjambu, tepatnya di RT 12/RW 03. Jalan utama menuju sekolah itu rusak parah dan disebut warga sudah puluhan tahun tidak pernah tersentuh perbaikan signifikan.

Kerusakan tersebut berdampak besar pada aktivitas pendidikan. Saat musim hujan, jalan berlubang tergenang air dan becek sehingga menyulitkan siswa, guru, maupun warga untuk melintas. Sedangkan di musim kemarau, debu beterbangan hingga masuk ke lingkungan sekolah, mengganggu kenyamanan belajar bahkan berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan.

“Jalan ini sudah lama rusak, mungkin puluhan tahun, tapi belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Padahal ini akses penting bagi anak-anak sekolah,” ungkap salah satu warga.

Masyarakat berharap pemerintah dapat segera turun tangan. Bagi mereka, perbaikan jalan di depan sekolah adalah kebutuhan mendesak dan prioritas agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman tanpa harus terganggu kondisi lingkungan yang buruk. (Rohadi)

QR Code

 

Terkait
Protes jalan rusak, warga tanam drum

Sragi, Wartadesa. - Ada pemandangan yang berbeda ketika lewat Jalan Kalijambe-Sragi Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Kalau biasanya pemandangan 'obyek wisata Read more

Pengembang tol sepakati perbaikan jalan secara tambal sulam

Kajen, Wartadesa. - Pengembang jalan tol ruas Pemalang-Batang  sepakat untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat mobilisasi dump-truck pembangunan jalan tol Read more

Warga kecewa, akses jalan ke pemakaman rusak akibat alat berat proyek tol

Sragi, Wartadesa. - Sekitar pukul 12.00 siang warga dukuh Tegalpacing Desa Bulakpelem Kecatan Sragi Kabupaten Pekalongan geger, lantaran akses jalan Read more

Nunggu enam bulan Pemda tak kunjung perbaiki, warga gotong-royong tangani jalan rusak Lebakbarang-Karanganyar

Lebakbarang, Wartadesa. - Kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Lebakbarang-Karanganyar rusak parah dan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan. Sudah banyak Read more

selengkapnya
Berita DesaEkonomiHukum & KriminalLayanan PublikLingkunganPendidikan

Proyek Pembangunan JUT Desa Rejosari Bojong Diduga Tidak Sesuai, Anggaran Hampir Rp100 Juta Dipertanyakan

20250822_171248_0000

Bojong – Proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Rejosari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, tahun anggaran 2025, menjadi sorotan publik. Pasalnya, pekerjaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan sebesar Rp99.893.000,00 tersebut dinilai tidak sesuai standar serta minim transparansi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek JUT tersebut tidak mencantumkan volume pekerjaan pada papan informasi. Padahal, sesuai aturan, setiap proyek yang menggunakan anggaran negara wajib menyertakan keterangan lengkap, termasuk panjang, lebar, dan spesifikasi pekerjaan. Tidak adanya informasi tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga.

“Kami bingung, papan informasi hanya mencantumkan judul proyek dan anggaran, tapi tidak ada volume pekerjaan. Harusnya jelas, biar masyarakat bisa ikut mengawasi,” ungkap salah satu warga setempat.

Tak hanya soal administrasi, kualitas teknis proyek pun dipertanyakan. Warga menilai pekerjaan dilakukan tanpa proses pemadatan, sehingga jalan yang dibangun rawan cepat rusak. Kondisi ini dianggap merugikan petani yang menggantungkan akses JUT untuk mengangkut hasil panen.

“Kalau tidak dipadatkan, nanti baru dipakai sebentar saja sudah hancur. Uang hampir seratus juta itu bukan jumlah kecil. Kami berharap jangan asal-asalan,” tegas seorang petani Desa Rejosari.

Tokoh masyarakat juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak pelaksana maupun pemerintah desa. Mereka menilai proyek JUT yang dibiayai APBD Kabupaten Pekalongan seharusnya diawasi ketat agar sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis.

“Transparansi itu penting. Jangan sampai masyarakat hanya tahu ada proyek, tapi tidak tahu bagaimana pelaksanaannya. Apalagi anggarannya besar, hampir seratus juta rupiah. Harus jelas hasilnya,” ujar salah satu tokoh warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun Pemerintah Desa Rejosari belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, sejumlah pihak mendesak Dinas terkait serta Inspektorat Kabupaten Pekalongan untuk segera turun tangan melakukan pengecekan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap proyek pembangunan yang dibiayai APBD harus dilaksanakan dengan transparan dan sesuai standar teknis. Jika dibiarkan, bukan hanya merugikan masyarakat tetapi juga dapat menimbulkan dugaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

[caption id="attachment_1326" align="alignnone" width="800"] Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaEkonomiHukum & KriminalKesehatanLayanan PublikLingkunganPendidikanPolitikSosial Budaya

Warga Bojongminggir Tolak Cafe Remang Penjual Miras Diduga Jadi Tempat Prostitusi

wartadesa.net_20250822_162300_0000

PEKALONGAN, JATENG – Puluhan warga Desa Bojongminggir, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, menggelar aksi penolakan terhadap keberadaan cafe remang-remang yang diduga menjual minuman keras (miras) dan menjadi tempat prostitusi, Jumat (22/8/2025).

Dalam aksi tersebut, warga memasang spanduk besar di sejumlah titik strategis desa sebagai simbol protes keras. Mereka menilai keberadaan cafe tersebut mencemari lingkungan dan meresahkan masyarakat.

Gerakan ini dipelopori oleh Forum Peduli Bojongminggir (FPB) yang digagas para kyai dan sesepuh desa. Ketua FPB, H. Sukarjo, menegaskan aksi ini sebagai wujud komitmen warga menjaga desa agar tetap bersih dari praktik yang merusak moral.

> “Dengan pemasangan spanduk ini, kami ingin menegaskan penolakan terhadap cafe penjual miras. Lingkungan harus dijaga agar tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi keluarga,” tegasnya.

Pendamping warga, Mustadjirin, juga memberi ultimatum. Jika dalam waktu 1×24 jam tidak ada langkah nyata, warga mengancam akan menggelar aksi lebih besar dengan melibatkan ibu-ibu pengajian dan komunitas pemuda Bojongminggir.

Aksi ini mendapat dukungan luas. Banyak warga hadir langsung untuk menunjukkan solidaritas. Ketua Forum Masyarakat Sipil Indonesia (Formasi), Mustadjirin, mendesak aparat penegak hukum (APH) dan Satpol PP bertindak tegas.

> “Kami minta ada tindakan nyata. Jangan biarkan tempat-tempat maksiat menjamur di Pekalongan yang dikenal sebagai kota santri. Apalagi ada gudang miras di utara Masjid Jami’ Bojong Selatan, Pasar Bojong. Itu harus segera ditutup dan disegel,” ujarnya.

Menindaklanjuti aspirasi warga, pihak Forkompimcam Bojong mengeluarkan surat peringatan kepada pemilik warung dan kafe. Surat tertanggal 22 Agustus 2025 itu berisi perintah penghentian aktivitas yang diduga terkait miras, togel, maupun praktik prostitusi, dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Namun, kebijakan ini menuai keberatan. Kiswanti, salah satu pemilik warung, menilai teguran itu tidak adil.

> “Kalau soal miras saya akui salah, tapi kalau dibilang ada prostitusi dan togel, itu tidak benar. Saya jualan warung makan, masa mau ditutup juga? Ruko ini saya beli Rp75 juta, status hak guna pakai, dan tiap tahun tetap bayar pajak bangunan Rp300–400 ribu ke desa,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah dan aparat dapat menindak tegas praktik penjualan miras tanpa mengorbankan pedagang kecil yang tidak terlibat langsung. Aksi ini juga menjadi peringatan agar pihak-pihak yang mendirikan usaha sejenis tidak lagi mengganggu ketertiban serta kehidupan masyarakat Desa Bojongminggir.

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaEkonomiHukum & KriminalKesehatanLayanan PublikLingkunganPendidikanPolitikSosial Budaya

‎Pemdes Jetak Lengkong Gelar Jalan Sehat, Sediakan Hadiah Menarik

IMG-20250822-WA0016

Wonopringgo – 22 – 08 – 2025 Pemerintah Desa Jetak Lengkong menggelar kegiatan jalan sehat dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari perangkat desa, pelajar, hingga masyarakat umum. Jalan sehat tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.

‎Panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi peserta yang beruntung. Hadiah utama berupa sepeda gunung, mesin cuci, dan kulkas, disertai dengan doorprize lainnya seperti kipas angin, peralatan rumah tangga, hingga paket sembako. Kehadiran hadiah-hadiah ini semakin menambah semangat masyarakat untuk mengikuti kegiatan hingga selesai.

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Wonopringgo. Dalam sambutannya, Camat Wonopringgo menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidaklah diraih dengan mudah. Beliau mengajak masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan dengan semangat persatuan, kerja keras, serta partisipasi aktif dalam pembangunan desa maupun bangsa agar Indonesia semakin maju.

‎Selain jalan sehat, Polsek Wonopringgo juga memanfaatkan momentum ini untuk melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba. Penyuluhan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, agar menjauhi narkoba dan menjaga diri dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.

‎Secara keseluruhan, acara jalan sehat di Desa Jetak Lengkong tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarat dengan pesan kebangsaan, kesehatan, serta kesadaran sosial yang bermanfaat bagi seluruh peserta.

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaEkonomiHukum & KriminalKesehatanLayanan PublikLingkunganPendidikanPolitikSosial Budaya

Dugaan Penyelewengan Dana PBB di Desa Sembung Jambu, Bojong, Mencuat ke Publik

IMG-20250822-WA0028

PEKALONGAN – Dugaan penyelewengan dana Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Sembung Jambu, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mencuat dan menjadi sorotan warga. Sejumlah masyarakat mempertanyakan transparansi serta kejelasan pengelolaan dana PBB yang setiap tahun ditarik dari warga, namun dinilai penggunaannya tidak jelas.

Informasi yang dihimpun, dugaan ini bermula dari adanya ketidaksesuaian antara setoran wajib pajak masyarakat dengan laporan desa kepada pemerintah kabupaten. Beberapa warga mengaku telah melunasi kewajiban PBB tepat waktu, namun belakangan diketahui masih tercatat memiliki tunggakan.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya.

> “Saya kaget, padahal setiap tahun saya selalu bayar. Bahkan saya simpan bukti pembayaran. Kok bisa muncul tunggakan? Ini jelas merugikan kami,” ujarnya kesal.

Konfirmasi juga pernah dilakukan warga kepada Kepala Dusun (Kadus) setempat, Alif, pada Rabu malam (20/8) sekitar pukul 20.30 WIB. Menurut pengakuan warga, Kadus menyampaikan bahwa setoran pajak sebenarnya sudah dibayarkan, namun terjadi kesalahan pada sistem perpajakan.

“Pokoknya tahun depan saya urus semua, tak bayarkan. Warga jangan ribut, jangan khawatir, ini tanggung jawabku,” kata Kadus Alif, sebagaimana ditirukan warga.

Sejumlah warga masyarakat Desa Sembung Jambu dukuh Sembung Grecek menilai lemahnya transparansi menjadi penyebab munculnya dugaan penyelewengan ini. Tidak adanya papan informasi atau laporan terbuka membuat masyarakat sulit mengetahui ke mana aliran dana PBB.

“Kami berharap pemerintah desa bisa lebih terbuka, karena uang PBB itu bukan milik pribadi, melainkan kewajiban rakyat yang disetor untuk negara. Kalau benar ada penyelewengan, aparat penegak hukum harus segera turun tangan,” tegas seorang warga lain yang mengaku pajak milik orang tuanya juga bermasalah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Sembung Jambu belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut. Beberapa perangkat desa hanya menyebut permasalahan ini masih dalam proses pengecekan internal.

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaEkonomiKesehatanLayanan PublikLingkunganPendidikanSosial Budaya

Target Sasaran Capai 100 Persen, Brigjen TNI Zainul Bahar Resmi Tutup TMMD Reguler Ke – 125 Kodim Pekalongan di Desa Windurojo

no thumb

Pekalongan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-125 Tahun Anggaran 2025 yang digelar Kodim 0710/Pekalongan secara resmi ditutup setelah berhasil mencapai target sasaran fisik dan non-fisik hingga 100%.

Penutupan digelar melalui upacara yang dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara (Irup), Kapoksahli Kodam IV/Diponegoro Brigjen TNI Zainul Bahar, di Lapangan Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan pada Kamis (21/8/2025).

Kegiatan TMMD yang berlangsung selama 30 hari ini berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di Desa Windurojo. Keberhasilan mencapai target 100% menunjukkan komitmen TNI dan semua pihak dalam mempercepat pembangunan di daerah.

Brigjen TNI Zainul Bahar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat khususnya Desa Windurojo yang telah bersinergi dan bahu-membahu menyukseskan program TMMD Reguler Ke – 125.

“Alhamdulillah semua sasaran – sasaran yang direncanakan dapat dilaksanakan secara 100 persen di seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro”, ungkap Brigjen TNI Zainul Bahar.

Brigjen TNI Zainul Bahar juga berharap bahwa kegiatan seperti ini terus berlanjut melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh jajarannya serta instansi terkait. Adapun hasil yang sudah dicapai agar dijaga bersama – sama agar masa pakainya lebih panjang dan awet.

“Mari kita jaga bersama – sama apa yang telah dicapai, yang pasti semoga akan bermanfaat bagi masyarakat” pungkasnya.

Beberapa sasaran fisik yang telah berhasil diselesaikan antara lain pengaspalan jalan sepanjang 977,5 meter dengan lebar 2–2,5 meter, pengaspalan jalan sepanjang 175 meter dengan lebar 2 meter, pemasangan 6 titik Penerangan Jalan Umum (PJU), dan penataan lahan SMP Satu Atap.

Sasaran tambahan yang merupakan program unggulan KASAD antara lain pembuatan 1 unit sumur bor, 4 titik Pipanisasi, rehabilitasi 4 unit rumah, penanaman 500 bibit pohon di lahan perhutani, percepatan penanganan stunting 100 paket dan bantuan benih padi gogo 10 kg serta jagung 28 kg kepada petani.

Sementara itu sasaran non fisik dilakukan berbagai penyuluhan antara lain, penyuluhan wawasan kebangsaan, kamtibmas, kesehatan, PKK, kebencanaan, pertanian, UMKM, kelembagaan masyarakat desa, tertib berlalu lintas dan penyuluhan pencegahan Bullying pada anak.

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Berita DesaEkonomiLayanan PublikLingkunganPendidikanSosial Budaya

Forkompimcam Wonopringgo Gelar Karnaval Pelajar dan Desa, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Jalan Raya

no thumb

PEKALONGAN – 20/08/2025. Pemerintah Kecamatan Wonopringgo bersama Forkompimcam sukses menggelar karnaval pelajar dan karnaval tingkat desa dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia ke-80 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403, Rabu (20/8/2025).

Acara dimulai pukul 13.00 WIB dengan start di Yonif 407 Padmakusuma dan berakhir di lampu merah Gondang. Panggung kehormatan berdiri megah di depan Kantor Kecamatan Wonopringgo sebagai tempat berkumpulnya jajaran pemerintah dan dewan juri.

Karnaval diikuti ratusan peserta dari berbagai instansi pendidikan negeri, swasta, pondok pesantren, hingga perwakilan desa se-Kecamatan Wonopringgo. Ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan menyaksikan jalannya acara, bahkan mencapai puluhan ribu penonton. Meski cuaca mendung, kemeriahan tidak berkurang sedikit pun.

Camat Wonopringgo, Sigit Kurniawan, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya karnaval ini.

“Karnaval ini kami selenggarakan dari tingkat pelajar hingga tingkat desa, terbuka untuk umum, sebagai wujud syukur atas Kemerdekaan RI ke-80 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403. Antusias masyarakat sangat membanggakan. Semoga melalui kegiatan ini tumbuh rasa cinta tanah air dan patriotisme sejak dini hingga kelak menjaga keutuhan NKRI. Ke depan, semoga acara ini bisa berlangsung lebih meriah lagi,” ujarnya.

Pelaksanaan karnaval juga mendapat pengamanan dari TNI-Polri di wilayah Wonopringgo. Kapolsek Wonopringgo turut hadir langsung memantau jalannya kegiatan bersama jajaran aparat terkait.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Silvia Paparingga, turut memberikan apresiasi.

“Saya merasa bangga dengan adanya karnaval ini karena mampu menampilkan kreativitas dan keunggulan para pelajar, pondok pesantren, hingga desa. Ini menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat Wonopringgo. Semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi,” ungkapnya.

Ragam kreativitas ditampilkan para peserta, mulai dari seni budaya, tarian adat nusantara, hingga kreasi unik dengan tema masing-masing. Hal ini menambah semarak karnaval dan menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.

Karnaval Wonopringgo 2025 tidak hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tetapi juga wujud nyata semangat gotong royong dan kekompakan masyarakat dalam memperingati hari bersejarah bangsa serta daerahnya.

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Older Posts
Newer Posts