close

Layanan Publik

Layanan Publik

Jelang HUT RI ke-80, Lampu Hias di Sekitar Alun-alun Kajen Banyak yang Padam

IMG-20250814-WA0019

Warta Desa 14 Agustus 2025 — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80, suasana di sekitar Alun-alun Kajen hingga kawasan 0 KM tampak kurang semarak. Hal ini disebabkan oleh banyaknya lampu hias jalan yang mati di sepanjang jalur tersebut.

Lampu-lampu hias yang seharusnya mempercantik kota justru terlihat padam dan dibiarkan begitu saja. Beberapa warga dan pedagang di sekitar Alun-alun Kajen mengungkapkan kekecewaannya.

“Bulan Agustus ini banyak warga yang menghias kampungnya dengan lampu warna-warni, tapi di pusat kota malah lampunya mati dan dibiarkan,” ujar seorang pedagang setempat.

Puluhan lampu hias diduga dalam kondisi rusak atau mati, membuat kesan kurang indah di pusat keramaian kota. Padahal, momen perayaan kemerdekaan biasanya identik dengan hiasan meriah dan pencahayaan yang semarak.

Warga berharap pihak pemerintah kabupaten atau dinas terkait segera mengambil tindakan dan memperbaiki lampu-lampu hias tersebut agar suasana perayaan HUT RI ke-80 di Kajen terasa lebih semarak dan membanggakan.

“Kami berharap segera ada perbaikan, terutama di jalan utama dari titik 0 KM hingga kawasan Alun-alun KPU Kajen,” imbuh warga lainnya. (Gusanto)

 

QR Code

Terkait
Asik masyuk hingga tengah malam di Alun-Alun Kajen, pasangan ini diminta pulang

Kajen, Wartadesa. - Pasangan muda-mudi berusia belasan tahun yang sedang dimabuk cinta, asik masyuk di tempat gelap Alun-Alun Kajen ini Read more

Warga keluhkan ‘pemalakan’ harga kuliner di alun-alun Kajen dan Batang

Kajen, Wartadesa. - Liburan lebaran sering dimanfaatkan warga untuk menikmatinya bersama keluarga di alun-alun. Seperti yang dilakukan oleh Darun, warga Read more

Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

Warga: Kalau bikin SIM Jangan dipersulit

Kajen, Wartadesa. - Surat Ijin Mengemudi (SIM) bagi warga Kota Santri sudah menjadi barang penting. Mereka menganggap bahwa surat-surat kendaraan, Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Empat Tahun Krisis Air, Warga Griya Rahma Wangandowo Minta Solusi dari Pengembang

IMG-20250813-WA0002

Warta Desa. Pekalongan, 13 Agustus 2025 – Warga Perumahan Griya Rahma yang terletak di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan krisis air bersih yang telah mereka alami selama hampir empat tahun. Hingga saat ini, perumahan yang dihuni sekitar 20 kepala keluarga atau 60 jiwa tersebut belum memiliki sumber air mandiri dan masih bergantung pada pasokan dari Perumahan Asik di wilayah terdekat.

Permasalahan semakin memburuk selama musim kemarau. Debit air yang rendah menyebabkan aliran tidak lancar, dan dalam dua bulan terakhir, kondisi makin parah akibat pompa air mengalami kerusakan tanpa adanya perbaikan dari pihak pengembang.

Warga menyebut telah berulang kali mencoba mediasi dengan pihak pengembang, namun belum mendapat respons maupun solusi yang jelas. Dalam keadaan mendesak, mereka akhirnya meminta bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan.

BPBD merespons dengan mengirimkan bantuan air bersih pada Jumat malam (8/8/2025), yang digunakan untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya. Sementara untuk air minum, warga masih harus membelinya secara mandiri.

“Empat tahun kami bertahan dengan kondisi ini. Kami hanya ingin hak dasar kami, yaitu air bersih, bisa dipenuhi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga berharap pihak pengembang segera menyediakan solusi permanen berupa sambungan air bersih agar persoalan ini tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Saat tim Wartadesa mengunjungi lokasi, terlihat bahwa pihak PDAM sudah mulai melakukan pemasangan jaringan baru ke Perumahan Griya Rahma. Warga menyambut baik langkah ini dan berharap proses pemasangan bisa segera rampung agar krisis air yang selama ini mereka alami segera berakhir. (Gusanto)

 

QR Code

Terkait
Warga Wangandowo tolak pendirian karaoke

Bojong, Wartadesa. - Ratusan warga Desa Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan menggelar aksi unjukrasa, menolak pendirian karaoke di wilayahnya. Kontributor Read more

Demo tutup karaoke tak digubris, warga Wangandowo geruduk tempat karaoke ilegal

Bojong, Wartadesa. - Kesabaran ada habisnya, demikianlah yang dirasakan oleh warga Desa Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan. Setelah sebelumnya pada Sabtu, Read more

Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

Warga: Kalau bikin SIM Jangan dipersulit

Kajen, Wartadesa. - Surat Ijin Mengemudi (SIM) bagi warga Kota Santri sudah menjadi barang penting. Mereka menganggap bahwa surat-surat kendaraan, Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Galian Kabel Optik Membahayakan Pengguna Jalan di Jalur Kajen–Bojong

kabel

Warta Desa, Pekalongan, 13 Agustus 2025 – Sejumlah galian kabel optik yang dibiarkan terbuka di sepanjang Jalan Kajen–Bojong, Kabupaten Pekalongan, dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Galian yang belum ditutup tersebut dinilai sangat membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Kondisi ini semakin berisiko saat malam hari, karena lubang galian tidak terlihat jelas, sehingga rawan menyebabkan kecelakaan.

“Kalau malam hari sangat berbahaya, lubangnya tidak kelihatan. karna lobang pas dipinggir jalan dan agak dalam” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat berharap agar pihak pelaksana proyek, khususnya dari pihak perusahaan kabel optik, lebih memperhatikan keselamatan pengguna jalan. Sebelum pemasangan kabel dilakukan, lubang sebaiknya segera ditutup atau dikerjakan secepatnya agar tidak membahayakan.

Selain itu, warga juga meminta agar para pengembang proyek lebih mengutamakan aspek keselamatan, terutama di area padat aktivitas masyarakat. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

Warga: Kalau bikin SIM Jangan dipersulit

Kajen, Wartadesa. - Surat Ijin Mengemudi (SIM) bagi warga Kota Santri sudah menjadi barang penting. Mereka menganggap bahwa surat-surat kendaraan, Read more

Meski UMR Kota Santri Naik, namun belum penuhi KHL

Kedungwuni, Wartadesa. - Naiknya Upah Minumum Regional (UMR) Kota Santri dari sebelumnya Rp. 1.583.697 menjadi Rp. 1.721.637 atau naik sebesar Read more

Wisatawan keluhkan sampah di Pantai Widuri

Pemalang, Wartadesa. - Kondisi Pantai Widuri di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang penuh dengan sampah dan kotoran manusia dikeluhkan oleh Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pihak RSUD Kraton Tanggapi Keluhan Antrian di Poli Bedah Onkologi

rsud kraton1

Warta Desa, Pekalongan. – Menanggapi keluhan warga terkait lamanya waktu tunggu di Poli Bedah Onkologi RSUD Kraton, pihak rumah sakit menyampaikan klarifikasi. Humas RSUD Kraton membenarkan bahwa jumlah pasien yang datang setiap harinya memang cukup tinggi.

“Benar, antrian di poli bedah onkologi memang panjang karena jumlah pasien yang kami tangani bisa mencapai lebih dari 150 orang per hari,” ujar Humas RSUD Kraton saat dikonfirmasi.

Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa mereka telah berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik, namun saat ini mengalami kendala pada keterbatasan fasilitas.

“Kami sudah berusaha maksimal dalam memberikan pelayanan. Namun, karena keterbatasan ruang yang ada saat ini, kami belum bisa menambah jumlah dokter di lokasi RSUD Kraton. Penambahan ruang praktek tidak memungkinkan di gedung yang sekarang,” lanjutnya.

Lebih lanjut, pihak RSUD Kraton menjelaskan bahwa solusi jangka menengah sedang dikaji, termasuk kemungkinan pemindahan atau pengembangan layanan ke lokasi rumah sakit yang baru agar distribusi pasien lebih merata dan pelayanan menjadi lebih optimal.

Pihak rumah sakit menyampaikan terima kasih atas masukan dari masyarakat dan berharap dapat terus meningkatkan mutu layanan demi kenyamanan dan keselamatan pasien. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Warga Keluhkan Lamanya Antrian di Poli Bedah Onkologi RSUD Kraton

Warta Desa, Pekalongan, 11 Agustus 2025 – Sejumlah warga mengeluhkan lamanya proses antrian di ruang bedah onkologi Rumah Sakit Umum Daerah Read more

Kongregasi Suster-Suster Santa Bunda Maria Menangkan PK Sengketa Lahan RSUD Kraton

Kota Pekalongan, Wartadesa. - Kongregasi Suster-Suster Santa Bunda Maria memenangkan upaya hukum luar biasa, Peninjauan Kembali (PK) Pemkab Pekalongan atas Read more

Sembilan tenaga medis RSUD Kraton positif Korona

Enam  jamaah Tabligh positif Korona Kota Pekalongan, Wartadesa. - Humas RSUD Kraton, Teguh Ikhwan mengabarkan bahwa sembilan tenaga medis di Read more

Tenaga medis RSUD Kraton jalani isolasi mandiri, layanan Poli Rawat Jalan tutup sementara

Kota Pekalongan, wartadesa. - Pelayanan di poliklinik rawat jalan RSUD Kraton ditutup sementara lantaran puluhan tenaga medis, baik perawat maupun Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Warga Keluhkan Lamanya Antrian di Poli Bedah Onkologi RSUD Kraton

rsud

Warta Desa, Pekalongan, 11 Agustus 2025 – Sejumlah warga mengeluhkan lamanya proses antrian di ruang bedah onkologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton, Kabupaten Pekalongan. Pasien harus menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan penanganan dari dokter spesialis.

Keluhan ini disampaikan salah seorang warga asal Kajen yang merasa kecewa karena belum juga dipanggil meskipun sudah datang sejak pagi hari.

“Saya sudah menunggu cukup lama di lobi Poli Bedah Onkologi, tapi belum juga dipanggil. Antriannya sangat lambat,” ujarnya kepada awak media.

Pasien dan keluarga berharap pihak rumah sakit dapat meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam hal kecepatan penanganan serta ketersediaan tenaga medis.

“Kami berharap RSUD Kraton bisa menambah jumlah dokter, agar antrian tidak terlalu panjang dan pasien bisa segera ditangani,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, pihak RSUD Kraton melalui Humas menyampaikan klarifikasi. Dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pihak rumah sakit membenarkan bahwa lonjakan jumlah pasien memang menjadi tantangan tersendiri.

“Terima kasih atas masukannya. Memang benar, antrian cukup panjang karena jumlah pasien yang datang bisa mencapai lebih dari 150 orang per hari,” ujar Humas RSUD Kraton.

Pihak RSUD menjelaskan bahwa mereka telah berupaya memberikan pelayanan secara maksimal, namun terkendala oleh keterbatasan ruang di gedung yang saat ini digunakan.

“Kami sudah berusaha maksimal dalam memberikan pelayanan. Namun karena keterbatasan lahan dan ruang praktek, penambahan dokter belum memungkinkan di lokasi saat ini. Penambahan tenaga medis akan kami rencanakan di RSUD yang baru,” tambahnya.

Masyarakat pun berharap ke depan layanan kesehatan di RSUD Kraton dan rumah sakit lain di wilayah Kabupaten Pekalongan dapat semakin baik, efisien, dan ramah terhadap kebutuhan pasien. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Anak 5 Tahun Belum Dapat Kamar Inap di RSUD Kajen, Keluarga Keluhkan Pelayanan

WARTA DESA, PEKALONGAN – Seorang anak berusia sekitar lima tahun bernama Alvino, warga Desa Pedawang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, hingga Senin Read more

Warga Tanggeran Paninggaran Bingung dengan Pelayanan RSUD Kajen, Pasien Bolak-balik Tanpa Penjelasan Diagnosa

Warta Desa, Pekalongan, 12 Juli 2025 – Keluarga Teguh, warga Desa Tanggeran , Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan pelayanan di Read more

Dinyatakan Meninggal di RSUD Kajen, Warga Karanggondang Sempat Hidup Kembali Saat Tiba di Rumah

Warta Desa, Pekalongan, 28 Juni 2025 – Peristiwa mengejutkan terjadi di Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Seorang warga bernama Suryo Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Pemandangan Tak Sedap: Jalan Berlubang di Area Tugu Durian Karanganyar Belum Diperbaiki

IMG-20250811-WA0029

Warta Desa, Pekalongan, 11 Agustus 2025 – Kondisi jalan berlubang di bawah lampu merah Tugu Durian, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, hingga kini belum juga mendapat perbaikan. Keberadaan lubang tersebut menjadi pemandangan yang kurang sedap dan menuai keluhan dari para pengguna jalan.

Lubang yang digenangi air terutama saat hujan turun, dinilai membahayakan dan menghambat kelancaran lalu lintas di kawasan yang cukup ramai tersebut.

“Sangat mengganggu saat berkendara. Apalagi saat hujan, lubangnya tidak kelihatan karena tergenang air,” ujar salah satu pengguna jalan pada Senin (11/8/2025).

Keluhan juga datang dari para pedagang di sekitar area. Mereka menyebutkan bahwa kerusakan jalan itu telah berlangsung cukup lama.

“Sudah sekitar tujuh bulan lubangnya ada, tapi belum juga diperbaiki,” ungkap seorang pedagang yang sehari-hari berjualan di dekat Tugu Durian.

Masyarakat berharap agar dinas terkait segera turun tangan untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini juga dinilai berisiko menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Semoga pemerintah lebih memperhatikan kondisi jalan-jalan berlubang, terutama di jalur kabupaten atau provinsi,” tambah warga lainnya. (Gusanto)

 

QR Code

Terkait
Jalan Sragi berlubang, warga berharap segera ada perbaikan

Sragi, Wartadesa. - Jalan Sragi makin memprihatinkan saja dibeberapa titik nampak semakin rusak, baik mulai retak ataupun yang sudah menjadi Read more

Protes jalan rusak, warga tanam drum

Sragi, Wartadesa. - Ada pemandangan yang berbeda ketika lewat Jalan Kalijambe-Sragi Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Kalau biasanya pemandangan 'obyek wisata Read more

Pengembang tol sepakati perbaikan jalan secara tambal sulam

Kajen, Wartadesa. - Pengembang jalan tol ruas Pemalang-Batang  sepakat untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat mobilisasi dump-truck pembangunan jalan tol Read more

Warga kecewa, akses jalan ke pemakaman rusak akibat alat berat proyek tol

Sragi, Wartadesa. - Sekitar pukul 12.00 siang warga dukuh Tegalpacing Desa Bulakpelem Kecatan Sragi Kabupaten Pekalongan geger, lantaran akses jalan Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Terminal Bus di Kecamatan Kesesi Disorot Akibat Banyaknya Genangan Air

terminal

Warta Desa, Pekalongan, 11 Agustus 2025 – Terminal bus di Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, menjadi sorotan masyarakat karena kondisinya yang kurang layak, terutama saat musim hujan.

Banyak pengguna terminal mengeluhkan adanya genangan air di sejumlah titik yang mengganggu akses serta kenyamanan mereka dalam menggunakan transportasi umum. Keluhan ini telah berulang kali disampaikan kepada pihak pengelola, namun hingga kini belum ada tindakan nyata yang dilakukan.

Beberapa ruas terminal juga tampak rusak dan memerlukan perbaikan segera, seperti aspal yang terkelupas serta banyaknya lumpur di setiap titik genangan air. Sayangnya, pihak pengelola maupun instansi terkait terkesan menutup mata terhadap kondisi tersebut.

Masyarakat berharap agar pengelola terminal dan dinas terkait segera melakukan perbaikan. Dengan fasilitas yang memadai, terminal ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pengguna transportasi umum, terutama bus antar kota maupun antar kecamatan. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Terminal Bus Kajen di Kabupaten Pekalongan , Dipenuhi Rumput dan Jalan Berlubang

Warta Desa, Pekalongan, 30 Juli 2025 – Kondisi Terminal Bus Kajen di Kabupaten Pekalongan kian memprihatinkan. Area terminal tampak terbengkalai, Read more

Tren harian pemudik meningkat, namun terminal bus sepi

Pekalongan, Wartadesa. - Meski kondisi di stasiun dan terminal masih sepi. Namun tren kenaikan harian pemudik yang tiba di Pekalongan Read more

Menhub akan tertibkan calo dan terminal bayangan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dalam kunjungannya ke Terminal Pekalongan hari ini mengungkapkan akan menertibkan calo Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Penambalan Jalan di Tugu KM 00 Tak Kunjung Rampung, Pengguna Jalan Mengeluh

dalan

WARTA DESA, PEKALONGAN – Pemandangan tak sedap terlihat di sekitar Tugu KM 00, Kabupaten Pekalongan. Sebuah pekerjaan penambalan jalan yang telah dipasang tanda pengaman sejak kurang lebih satu minggu lalu, hingga kini belum juga diselesaikan.

Warga dan pengguna jalan yang melintas mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Selain mengurangi kenyamanan, pemasangan tanda pengaman yang terlalu lama tanpa progres penyelesaian juga dinilai membahayakan pengendara, terutama di malam hari.

“Kalau memang mau diperbaiki, ya segera saja diselesaikan. Ini sudah hampir seminggu lebih tanda pengamannya dibiarkan begitu saja, malah bikin jalan tambah sempit,” ujar salah satu pengendara yang rutin melewati lokasi, Senin (11/8/2025).

Penundaan penyelesaian pekerjaan tersebut memicu pertanyaan publik terkait kinerja pihak pelaksana. Warga berharap instansi terkait dapat segera menindaklanjuti agar kondisi jalan kembali normal dan tidak mengganggu arus lalu lintas.

Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana atau instansi yang bertanggung jawab mengenai alasan terhentinya pekerjaan tersebut. Sementara itu, para pengguna jalan berharap perbaikan dapat segera rampung demi keselamatan dan kelancaran mobilitas di kawasan Tugu KM 0. (Gusanto)

QR Code
Terkait

[caption id="attachment_1448" align="aligncenter" width="960"] Pembukaan kemah budaya pelajar se-Kab. Pekalongan di lapangan desa Sukoyoso, Kajen (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

Festival Rebana “Goyang” Pendopo Bupati

Kajen, Wartadesa - Gemuruh suara rebana memenuhi pendopo Bupati Pekalongan, Jalan Mandurorejo Kajen, Jum'at (21/10). Duapuluh peserta dari berbagai penjuru Read more

Usung kearifan lokal lewat rebana

Syair-syair religi bernuansa Jawa turut meramaikan festival rebana kota Santri, Jum'at (21/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Warga Dukuh Grugak Keluhkan Jalan Rusak Selama 10 Tahun, Harap Ada Perbaikan dari Pemerintah

Screenshot_2025_0808_161636

Warta Desa, Kalipancur, Pekalongan – Warga Dukuh Grugak, Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan kondisi jalan desa yang sudah rusak parah selama lebih dari satu dekade. Hingga kini, belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan maupun pembangunan, baik dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten.

Jalan utama yang menghubungkan Dukuh Grugak dengan pusat desa tersebut berada dalam kondisi memprihatinkan. Dipenuhi lubang dan permukaan yang tidak rata, jalan tersebut menjadi becek dan licin saat musim hujan, serta berdebu ketika musim kemarau tiba. Kondisi ini telah lama menyulitkan warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami sudah jenuh bertahun-tahun merasakan jalan rusak yang berlubang. Kalau hujan turun, jadi becek sekali. Susah dilalui anak-anak sekolah maupun kendaraan,” ujar salah satu warga, Sutrisno (48), kepada wartawan, Kamis (8/8/2025)

“Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten. Jangan dibiarkan terus seperti ini, karena ini jalan utama bagi warga,” kata warga lainnya, Siti Aminah (42).

Menurut warga, kondisi jalan yang rusak juga berdampak pada perekonomian mereka, terutama saat musim panen. Kendaraan pengangkut hasil pertanian sering kesulitan melintas karena kondisi jalan yang tidak layak.

Warga Dukuh Grugak kini menaruh harapan besar kepada pihak desa dan pemerintah daerah agar segera merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan di wilayah mereka.

“Kami tidak meminta muluk-muluk, hanya ingin jalan kami bisa dilalui dengan layak, tidak seperti sekarang ini. Sudah lebih dari 10 tahun kami menanti,” pungkas Susanto.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah desa Kalipancur maupun Pemerintah Kabupaten Pekalongan terkait rencana perbaikan jalan tersebut. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait
Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

Warga: Kalau bikin SIM Jangan dipersulit

Kajen, Wartadesa. - Surat Ijin Mengemudi (SIM) bagi warga Kota Santri sudah menjadi barang penting. Mereka menganggap bahwa surat-surat kendaraan, Read more

Meski UMR Kota Santri Naik, namun belum penuhi KHL

Kedungwuni, Wartadesa. - Naiknya Upah Minumum Regional (UMR) Kota Santri dari sebelumnya Rp. 1.583.697 menjadi Rp. 1.721.637 atau naik sebesar Read more

Wisatawan keluhkan sampah di Pantai Widuri

Pemalang, Wartadesa. - Kondisi Pantai Widuri di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang penuh dengan sampah dan kotoran manusia dikeluhkan oleh Read more

selengkapnya
Layanan PublikSeni Budaya

MIRIS! Pendopo Lama Kabupaten Pekalongan Terlupakan, Disulap Jadi Lahan Bisnis Sementara Bangunan Sejarah Terbengkalai

IMG-20250804-WA0030

Warta Desa,Pekalongan – Ditengah geliat pembangunan dan modernisasi yang terus berlangsung di Kabupaten Pekalongan, nasib bangunan bersejarah justru semakin terpinggirkan. Salah satunya adalah Pendopo Lama Kabupaten Pekalongan, yang kini keadaannya sangat memprihatinkan. Bangunan yang dahulu menjadi pusat pemerintahan dan simbol kekuasaan lokal itu kini seakan hanya menjadi saksi bisu kehampaan sejarah, dilupakan oleh penguasa dan tidak dipedulikan oleh pihak terkait.

Ironisnya, kawasan sekitar pendopo kini justru dipenuhi oleh aktivitas ekonomi, mulai dari warung, stan makanan, toko-toko kaki lima, hingga tempat parkir komersial. Aktivitas bisnis yang semakin padat di sekitar area pendopo tidak diiringi dengan upaya perawatan atau pelestarian terhadap bangunan utamanya. Pendopo dibiarkan kusam, reyot, dan nyaris tak terawat. Cat tembok yang mengelupas, kayu-kayu yang lapuk, dan atap yang mulai rusak menjadi pemandangan sehari-hari yang mencoreng identitas budaya daerah.

Seorang warga setempat, Bapak Sutrisno (62), yang sejak kecil tinggal di kawasan itu, mengungkapkan keprihatinannya.

> “Dulu pendopo ini menjadi pusat kegiatan adat dan pemerintahan. Sekarang hanya jadi pemandangan yang menyedihkan. Tidak ada lagi jiwa sejarah di sini. Pemerintah seakan membiarkannya hancur pelan-pelan,” ucapnya.

 

Pendopo Lama tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga nilai arsitektural tinggi sebagai salah satu peninggalan masa pemerintahan kabupaten tempo dulu. Namun, nilai-nilai luhur tersebut saat ini tertutup oleh geliat bisnis yang mengitari kawasan tersebut. Seolah-olah, ekonomi lebih dikedepankan daripada pelestarian warisan leluhur.

Beberapa pemerhati budaya juga menyayangkan tidak adanya langkah konkret dari pemerintah daerah dalam menyelamatkan bangunan tersebut.
“Kalau dibiarkan seperti ini terus, tinggal tunggu waktu sampai pendopo itu benar-benar roboh atau digantikan bangunan lain,” ujar Turadi, pegiat sejarah lokal. “Padahal jika dirawat dan difungsikan dengan baik, pendopo bisa jadi ikon wisata sejarah Pekalongan.”

Tidak sedikit pula yang menilai bahwa pengelolaan kawasan ini hanya berpihak pada kepentingan sesaat. Tanpa ada regulasi ketat, area sekitar pendopo disulap jadi lahan parkir dan kios-kios yang memberi keuntungan instan, tetapi menggerus nilai budaya.

Hingga kini belum ada informasi pasti dari pihak pemerintah daerah mengenai rencana revitalisasi atau pelestarian pendopo. Dinas terkait pun belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan masyarakat.

Dengan kondisi seperti ini, masyarakat berharap agar Pendopo Lama Pekalongan tidak hanya dijadikan latar belakang dari geliat bisnis yang kian ramai, tetapi juga dijadikan prioritas dalam pelestarian sejarah daerah. Sudah saatnya pemerintah membuka mata dan telinga terhadap kondisi nyata warisan budaya yang tengah sekarat di depan mata. (Agung Dwi Wicaksono)

 

QR Code

Terkait
Alih Fungsi Pendopo Lama Pekalongan Dinilai Komersial, Abaikan Nilai Sejarah Leluhur

Warta Desa, Pekalongan – Bangunan bersejarah Pendopo Lama Kabupaten Pekalongan kembali menuai sorotan publik. Alih fungsi bangunan yang dulunya merupakan pusat Read more

Muhammadiyah dan Pendidikan: Refleksi di Hari Pendidikan Nasional 2025

Oleh : H. Tjahyono, M. Pd “Orang Islam jangan hanya menjadi penonton dalam arus kemajuan. Kita harus menjadi pelaku, dan Read more

Tren Banyak BMT Kolaps, Muhammadiyah Kajen Pekalongan Ingatkan Semangat Pendirian BT Muhamka

Warta Desa, Pekalongan - Di tengah kondisi banyaknya lembaga koperasi dan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) yang kolaps dan tidak sehat, Read more

selengkapnya