close

Layanan Publik

Berita DesaLayanan Publik

Dua Bulan Terendam Rob, Desa Karangjompo Tidak Tersentuh Bantuan Pompa

IMG-20250927-WA0014

WARTA DESA, PEKALONGAN – Sudah lebih dari dua bulan Desa Karang Jompo, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, terendam banjir. Namun hingga kini, belum ada langkah nyata dari pihak terkait untuk membantu warga mengatasi bencana yang berlangsung berkepanjangan tersebut

Kondisi genangan air tidak hanya menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga berdampak serius pada anak-anak sekolah. Banyak pelajar terpaksa berjalan kaki melewati jalanan yang tergenang, bahkan harus melepas sepatu agar bisa sampai ke sekolah.

“Setiap pagi anak-anak harus melepas sepatu, digendong atau jalan di air. Kasihan sekali, tapi mau bagaimana lagi,” ungkap salah satu warga Karang Jompo, Sabtu 27 September 2025

Hingga berita ini diturunkan, belum ada bantuan pompa air yang memadai untuk mengeringkan genangan. Warga menuturkan, sebenarnya ada pompa air di desa tetangga, namun kondisinya pun sudah tidak berfungsi. Akibatnya, masyarakat hanya bisa pasrah menunggu perhatian dari pemerintah kabupaten maupun instansi terkait.

Warga berharap agar pemerintah segera turun tangan memberikan solusi nyata. “Jangan hanya didata, tapi harus ada tindakan. Kami butuh pompa air yang benar-benar bisa bekerja,” tambah warga lainnya.

Banjir berkepanjangan ini menimbulkan keresahan dan kerugian bagi warga Karang Jompo. Tanpa penanganan cepat, dikhawatirkan kondisi akan semakin parah dan menghambat aktivitas masyarakat, terutama sektor pendidikan dan perekonomian desa. (Agung Dwi Wicaksono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Jalan Rusak di Desa Kalijoyo Arah Kandang Serang Dikeluhkan Warga

IMG-20250924-WA0014

WARTA DESA, PEKALONGAN – Kondisi jalan di Desa Kalijoyo, Kabupaten Pekalongan, khususnya jalur yang menghubungkan Kalijoyo menuju Kandang Serang, kini memprihatinkan. Kerusakan jalan berupa lubang dan permukaan aspal yang hancur membuat warga resah.

Sejumlah pengguna jalan mengaku terganggu dengan kondisi tersebut. Selain rawan menyebabkan kecelakaan, jalan rusak juga memperlambat aktivitas warga, khususnya para petani dan pedagang yang setiap hari melewati jalur tersebut untuk beraktivitas ekonomi.

“Sudah lama jalan ini rusak, kalau musim hujan tambah parah karena tergenang air. Banyak pengendara motor yang terjatuh,” keluh Sutrisno, warga Kalijoyo, Rabu (24/9/2025).

Kerusakan jalan ini juga berdampak pada akses menuju kawasan Kandang Serang yang dikenal sebagai salah satu jalur wisata dan perekonomian masyarakat sekitar. Warga berharap pemerintah Kabupaten Pekalongan segera mengambil langkah perbaikan agar mobilitas masyarakat kembali lancar.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan dari pihak terkait. Masyarakat pun mempertanyakan perhatian pemerintah daerah, mengingat kerusakan jalan ini sudah berlangsung cukup lama.

“Kalau dibiarkan, jalannya makin parah. Harapan kami pemerintah kabupaten segera turun tangan, jangan sampai menunggu ada korban lebih banyak,” tambah warga lainnya.

Warga berharap, perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas Pemkab Pekalongan, mengingat jalur tersebut sangat vital sebagai akses penghubung antarwilayah. (Agung Dwi Wicay)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

OPSHID Kabupaten Pekalongan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Layak Huni di Desa Karyomukti

opshid

Warta Desa, Karyomukti, 21 September 2025 — Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) Kabupaten Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam aksi sosial kemasyarakatan. Pada Sabtu pagi, 20 September 2025, OPSHID menggelar kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Syukur Layak Huni untuk Ibu Sutiharti, yang akrab disapa Ibu Sayem, warga Desa Karyomukti, Kecamatan Kesesi.

Sebelumnya, pembongkaran rumah milik Ibu Sayem telah dilaksanakan pada Minggu, 14 September 2025, sebagai langkah awal menuju pembangunan rumah yang lebih layak dan nyaman.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta syair-syair kebangsaan sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat nasionalisme dan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Kesesi, termasuk Kapolsek Kesesi beserta anggota, perwakilan Koramil Kesesi, tokoh masyarakat, Karang Taruna, Kepala Desa Karyomukti Nur Wasis beserta perangkat desa, para pengurus OPSHID Kabupaten Pekalongan, serta puluhan warga setempat.

Bentuk Syukur dan Cinta Tanah Air

Ketua OPSHID Kabupaten Pekalongan, Miskatul Anwar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata rasa syukur atas nikmat kemerdekaan dan wujud kecintaan terhadap tanah air.

“Momen ini sangat istimewa bagi kami, para pemuda Shiddiqiyyah yang tergabung dalam OPSHID-FKYME bersama warga Shiddiqiyyah, sebagai ungkapan syukur dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 serta lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya. Lebih dari itu, acara ini menjadi refleksi makna perjuangan para pahlawan dengan berbagi kasih dan memberikan manfaat nyata bagi sesama,” ujar Miskatul.

Ia menegaskan, seluruh biaya pembangunan rumah — mulai dari material bangunan, tenaga kerja, hingga konsumsi harian — ditanggung sepenuhnya oleh OPSHID-FKYME DPD Kabupaten Pekalongan bersama murid-murid dan warga Shiddiqiyyah, tanpa membebankan sedikit pun kepada keluarga penerima manfaat.

“Pembangunan ini benar-benar nol rupiah bagi keluarga penerima. Ini adalah amanah dari ajaran Guru kami, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtaba Mu’thi, untuk beramal dan berbagi dengan ikhlas sebagai wujud Hubbul Wathon Minal Iman — cinta tanah air bagian dari iman,” tambahnya.

Meskipun pembiayaan sepenuhnya ditanggung oleh OPSHID dan warga Shiddiqiyyah, panitia tetap membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi secara sukarela, baik dalam bentuk dana, bahan bangunan, tenaga, atau konsumsi.

Semangat gotong royong ini diharapkan dapat mempererat hubungan sosial antarwarga dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Proses pembangunan ditargetkan rampung dalam 35 hari kerja, dan rumah akan diserahterimakan dalam kondisi 100% siap huni.

Kepala Desa Karyomukti, Nur Wasis, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada OPSHID atas kepedulian sosialnya.

“Saya mewakili pribadi dan pemerintah desa sangat mengapresiasi langkah OPSHID. Ini adalah program yang sangat mulia. Pemerintah desa siap menyengkuyung, mendukung sepenuhnya, dan berharap pembangunan ini berjalan lancar hingga selesai dan memberi manfaat besar bagi keluarga penerima,” ujar Nur Wasis dalam sambutannya.

Penutup Penuh Harapan

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Ketua OPSHID, Forkopimcam, dan Kepala Desa Karyomukti. Suasana haru dan kebersamaan mewarnai momen tersebut.

OPSHID berharap, kegiatan ini menjadi inspirasi bagi pemuda dan organisasi lainnya untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa, melalui aksi-aksi yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. (Rohadi)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Warga Bojong Keluhkan Pelayanan Puskesmas, Pasien Patah Tulang Sempat Ditolak Rujukan

IMG-20250911-WA0015

Warta Deaa, Pekalongan – 11 September 2025. – Seorang warga Bojong yang mengalami kondisi gawat darurat akibat patah tulang mengaku kecewa dengan pelayanan Puskesmas Bojong 1. Saat meminta rujukan untuk perawatan lebih lanjut, pihak puskesmas justru menyarankan pasien pulang dengan alasan persyaratan kurang lengkap dan BPJS pasien sudah tidak aktif.

Keluarga pasien mengaku sempat kebingungan hingga akhirnya berkoordinasi dengan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben Prabu Faza. Setelah mendapat bantuan komunikasi dari Ruben, barulah pihak puskesmas merespons dan membuatkan surat rujukan untuk pasien.

Kepala Puskesmas Bojong 1, Nunung Wulandari, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, menyampaikan permohonan maaf serta menegaskan akan mengambil langkah pembinaan kepada petugas.

“Ngapunten ampun pak… Besok saya konfirmasi dulu dan akan lakukan pembinaan kepada petugas yang piket. Karena benar salahnya kita belum tahu. Pengumuman pembinaan sampun saya share di grup puskesmas, pak,” tulisnya.

Meski begitu, warga tetap menyesalkan kejadian ini. Menurut mereka, pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas seharusnya lebih sigap dan mengutamakan keselamatan pasien, terlebih dalam kondisi gawat darurat.

“Padahal Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sudah sering mengingatkan secara tegas agar pelayanan kesehatan jangan sampai mengecewakan masyarakat. Tapi faktanya masih saja terjadi hal seperti ini,” ujar salah seorang warga.

Kasus ini menambah sorotan publik terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan. Warga berharap adanya evaluasi serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Rohadi)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Puskesmas Karangdadap Disorot Soal Penanganan Pasien Darurat, Ini Klarifikasinya

puskesmas karangdadap

WARTA DESA, PEKALONGAN – Dugaan buruknya pelayanan di Puskesmas Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, mencuat setelah seorang warga melaporkan adanya keterlambatan penanganan terhadap korban kecelakaan pada Selasa malam (2/9/2025) sekitar pukul 23.30 WIB.

Menurut keterangan warga, seorang korban perempuan berusia sekitar 19 tahun dalam kondisi kritis dibawa menggunakan mobil bak terbuka ke Puskesmas Karangdadap. Namun, setibanya di lokasi, korban tidak segera mendapatkan tindakan medis. Pihak puskesmas bahkan disebut sempat berdebat dengan pengantar korban dan menyarankan agar pasien langsung dibawa ke RSI Pekajangan.

Pelapor juga menyebutkan, meski tersedia ambulans di puskesmas, kendaraan tersebut tidak segera digunakan untuk merujuk korban. Hal ini membuat sopir yang membawa korban panik dan syok. Akhirnya, korban baru dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil keluarga setelah menunggu cukup lama.

Update yang diterima redaksi menyebutkan, korban sempat hampir setengah jam berada di bak kendaraan tanpa tindakan medis berarti sebelum akhirnya masuk IGD RSI Pekajangan. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan warga, yang berharap fasilitas kesehatan tingkat pertama lebih sigap dalam menghadapi kondisi darurat.

Klarifikasi Puskesmas Karangdadap

Menanggapi pemberitaan yang beredar, Kepala Puskesmas Karangdadap, dr. Isti, memberikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp kepada redaksi.

“Terima kasih atas informasi yang telah diberikan. Kami sudah menindaklanjuti dan menelusuri kejadian tersebut,” ujar dr. Isti.

Menurutnya, berdasarkan keterangan petugas jaga UGD, pasien datang sekitar pukul 23.15 WIB dengan kondisi sadar, tanda vital normal, namun terdapat perdarahan di telinga kiri yang diduga akibat cedera kepala sedang.

“Petugas sudah melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik di mobil. Karena ditemukan tanda cedera kepala, pasien harus segera dilakukan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit. Penanganan dari pasien datang hingga dirujuk kurang lebih hanya 10 menit,” jelasnya.

Ia menambahkan, petugas telah menjelaskan bahwa pasien bisa diantar menggunakan ambulans puskesmas dengan prosedur standar, yaitu terlebih dahulu menghubungi rumah sakit rujukan untuk memastikan ketersediaan kamar. Namun, demi mempercepat penanganan, petugas menyarankan agar pasien langsung dibawa menggunakan kendaraan yang dipakai saat itu.

“Pengantar pasien menyetujui untuk mengantar secara mandiri ke rumah sakit,” tegas dr. Isti.

Harapan Warga

Meski sudah ada klarifikasi, warga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama bisa lebih tanggap dalam merespons pasien dengan kondisi darurat.

Catatan Redaksi: Redaksi masih terus berupaya mengonfirmasi lebih lanjut terkait informasi yang beredar, untuk memastikan kebenaran peristiwa ini secara utuh. Perkembangan informasi akan disampaikan pada pembaruan berikutnya. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikPertanian

Pembangunan Jalan Usaha Tani di Bukit Goromanik Rogoselo Tuai Sorotan Warga

jut

WARTA DESA, PEKALONGAN – Pembangunan jalan usaha tani yang menggunakan dana aspirasi APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp197.788.000 di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, menuai kritik dari warga. Proyek yang dibangun menuju arah kebun di Bukit Goromanik itu dinilai lebih menguntungkan kepentingan pribadi seorang oknum anggota DPRD yang diketahui memiliki lahan di wilayah tersebut.

Sejumlah warga menilai, pembangunan ini merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang jabatan. “Kalau memang mau membangun jalan usaha tani, saya bisa tunjukkan lokasi yang tepat, di mana masyarakat banyak yang bisa merasakan manfaatnya,” ujar Suklas, warga Rogoselo.

Menurutnya, masih banyak jalan di Desa Rogoselo yang membutuhkan perhatian. Salah satunya, jalan penghubung Rogoselo–Sidoharjo yang kini rusak parah dan sudah lama dikeluhkan masyarakat.

Kritik juga ramai bermunculan di media sosial. Warga melalui platform TikTok menyesalkan prioritas pembangunan yang dianggap tidak tepat sasaran. Mereka berharap agar pembangunan infrastruktur benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat luas, bukan hanya kepentingan segelintir orang.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait sorotan warga dan ramainya komentar di media sosial, oknum anggota DPRD yang bersangkutan melalui ketua ranting partainya memberikan tanggapan singkat.
“Nggih mas, biarkan saja. Kegiatan niku atas usulan masyarakat melalui reses, pelaksanane Dinas Pertanian. Kebetulan saja kulo gadah kebun ten mriku,” jelasnya. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Warga Dukuh Grugak Kalipancur Keluhkan Jalan Rusak Parah, Tuntut Perbaikan Segera

kalipancur

WARTA DESA, PEKALONGAN – Warga Dukuh Grugak, Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, mengeluhkan kondisi jalan di wilayah mereka yang rusak parah hampir di seluruh titik. Jalan yang sudah bertahun-tahun tidak tersentuh perbaikan ini menjadi persoalan serius bagi masyarakat, karena merupakan akses utama menuju pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan dan juga jalur pendidikan bagi anak-anak sekolah.

Keluhan datang dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari warga biasa, ketua RT, hingga LPMD. Mereka menegaskan bahwa kerusakan jalan tersebut telah lama diusulkan, namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan.

“Jalan di Dukuh Grugak ini adalah akses utama kami. Setiap hari dipakai warga untuk ke sekolah, ke pasar, hingga ke kantor pemerintahan. Tapi kondisinya rusak parah dan dibiarkan begitu saja,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.

Menurut informasi yang dihimpun, pemerintah desa sebenarnya sudah pernah membahas permasalahan ini dalam musyawarah dusun (musdus) tahun 2024, dan dijanjikan perbaikan akan dimasukkan dalam anggaran tahun 2026. Namun, warga menilai janji itu terlalu lama dan membuat mereka merasa dianaktirikan.

Seorang ibu rumah tangga bahkan mengungkapkan kekecewaannya. Ia menilai selama ini usulan warga Dukuh Grugak kurang mendapat perhatian. Bahkan saat momen pencalonan bupati tahun 2024 lalu, warga sempat ditanya apa keinginan mereka jika calon menang.

“Waktu itu kami jawab cuma pinginnya jalannya halus. Tapi sampai sekarang ya masih begini-begini saja,” keluhnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian nyata, bukan sekadar janji. Mereka menegaskan perbaikan jalan Dukuh Grugak adalah kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda. (Rohadi)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Warga Keluhkan Jalan Poros Wirodeso–Siwalan di Warukidul Rusak Bertahun-tahun

dalan rusak

WARTA DESA, PEKALONGAN – Warga Desa Warukidul RW 01, Kecamatan Wirodeso, mengeluhkan kondisi jalan poros penghubung antar kecamatan Wirodeso–Siwalan, khususnya akses menuju Desa Blimbing Wuluh, yang sudah lama rusak namun belum juga tersentuh perbaikan. Jalan yang melintasi area persawahan tersebut bertahun-tahun dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan.

Kerusakan jalan ini menimbulkan dampak serius bagi warga. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi licin dan becek sehingga membahayakan pengguna jalan. Sementara pada musim kemarau, jalanan menimbulkan debu tebal yang mengganggu aktivitas warga. Bahkan, tidak jarang pengendara sepeda motor terjatuh akibat jalan yang berlubang dan bergelombang.

Seorang warga Warukidul RW 01 mengaku sangat terganggu dengan kondisi jalan tersebut, apalagi jalan ini juga menjadi jalur pendidikan karena setiap hari dilewati anak-anak sekolah.

“Jalan ini sudah rusak bertahun-tahun. Kalau hujan becek, kalau kemarau debunya luar biasa. Kami berharap ada tindakan nyata dari pemerintah kabupaten, jangan dibiarkan terus begini,” ungkapnya.

Pemerintah Desa Warukidul ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa jalan tersebut bukan berstatus jalan desa, melainkan jalan poros penghubung antar kecamatan. Menurut perangkat desa, usulan perbaikan sudah disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan sedikitnya tiga kali, namun hingga kini belum ada realisasi dari pemerintah kabupaten.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Camat Wirodeso, Sugino, menyampaikan jawaban singkat bahwa dirinya sedang menghadiri rapat di Setda Kabupaten Pekalongan dan akan segera melakukan pengecekan terkait kondisi jalan tersebut.

Warga pun berharap Pemkab Pekalongan segera turun tangan memperbaiki jalan poros Wirodeso–Siwalan agar akses transportasi kembali lancar, kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu, serta risiko kecelakaan dapat diminimalisir. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Warga Sembungjambu Protes Jalan Rusak Lewat Karnaval Jalan Sehat

Screenshot_2025_0824_181002

WARTA DESA, PEKALONGAN – Warga Desa Sembungjambu, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, kembali menyuarakan keluhan terkait jalan rusak parah di wilayah mereka. Protes kali ini dilakukan secara kreatif melalui karnaval jalan sehat yang digelar rutin setiap tahun oleh warga RT 10, 11, dan 12 RW 03, Minggu pagi (24/8/2025).

Aksi tersebut menjadi sorotan lantaran sejumlah peserta tampil dengan cosplay menyerupai pejabat desa, bahkan menggunakan nama kepala desa, sambil mengenakan topeng tikus dan membawa replika uang dalam koper. Aksi simbolik itu dinilai sebagai sindiran keras terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Kegiatan yang biasanya bernuansa hiburan berubah menjadi media penyampaian aspirasi masyarakat. Meski sebelumnya sudah ramai diperbincangkan setelah unggahan warganet viral di media sosial, keluhan warga hingga kini masih berlanjut. Mereka berharap aksi ini bisa mengetuk hati pemerintah desa maupun kabupaten untuk segera melakukan perbaikan.

Jalan Depan SDN 02 Sembungjambu Rusak Parah

Kondisi paling memprihatinkan terdapat di depan SDN 02 Sembungjambu, tepatnya di RT 12/RW 03. Jalan utama menuju sekolah itu rusak parah dan disebut warga sudah puluhan tahun tidak pernah tersentuh perbaikan signifikan.

Kerusakan tersebut berdampak besar pada aktivitas pendidikan. Saat musim hujan, jalan berlubang tergenang air dan becek sehingga menyulitkan siswa, guru, maupun warga untuk melintas. Sedangkan di musim kemarau, debu beterbangan hingga masuk ke lingkungan sekolah, mengganggu kenyamanan belajar bahkan berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan.

“Jalan ini sudah lama rusak, mungkin puluhan tahun, tapi belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Padahal ini akses penting bagi anak-anak sekolah,” ungkap salah satu warga.

Masyarakat berharap pemerintah dapat segera turun tangan. Bagi mereka, perbaikan jalan di depan sekolah adalah kebutuhan mendesak dan prioritas agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman tanpa harus terganggu kondisi lingkungan yang buruk. (Rohadi)

QR Code

 

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Berita DesaEkonomiHukum & KriminalLayanan PublikLingkunganPendidikan

Proyek Pembangunan JUT Desa Rejosari Bojong Diduga Tidak Sesuai, Anggaran Hampir Rp100 Juta Dipertanyakan

20250822_171248_0000

Bojong – Proyek pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Rejosari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, tahun anggaran 2025, menjadi sorotan publik. Pasalnya, pekerjaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan sebesar Rp99.893.000,00 tersebut dinilai tidak sesuai standar serta minim transparansi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek JUT tersebut tidak mencantumkan volume pekerjaan pada papan informasi. Padahal, sesuai aturan, setiap proyek yang menggunakan anggaran negara wajib menyertakan keterangan lengkap, termasuk panjang, lebar, dan spesifikasi pekerjaan. Tidak adanya informasi tersebut menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga.

“Kami bingung, papan informasi hanya mencantumkan judul proyek dan anggaran, tapi tidak ada volume pekerjaan. Harusnya jelas, biar masyarakat bisa ikut mengawasi,” ungkap salah satu warga setempat.

Tak hanya soal administrasi, kualitas teknis proyek pun dipertanyakan. Warga menilai pekerjaan dilakukan tanpa proses pemadatan, sehingga jalan yang dibangun rawan cepat rusak. Kondisi ini dianggap merugikan petani yang menggantungkan akses JUT untuk mengangkut hasil panen.

“Kalau tidak dipadatkan, nanti baru dipakai sebentar saja sudah hancur. Uang hampir seratus juta itu bukan jumlah kecil. Kami berharap jangan asal-asalan,” tegas seorang petani Desa Rejosari.

Tokoh masyarakat juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak pelaksana maupun pemerintah desa. Mereka menilai proyek JUT yang dibiayai APBD Kabupaten Pekalongan seharusnya diawasi ketat agar sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis.

“Transparansi itu penting. Jangan sampai masyarakat hanya tahu ada proyek, tapi tidak tahu bagaimana pelaksanaannya. Apalagi anggarannya besar, hampir seratus juta rupiah. Harus jelas hasilnya,” ujar salah satu tokoh warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun Pemerintah Desa Rejosari belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, sejumlah pihak mendesak Dinas terkait serta Inspektorat Kabupaten Pekalongan untuk segera turun tangan melakukan pengecekan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap proyek pembangunan yang dibiayai APBD harus dilaksanakan dengan transparan dan sesuai standar teknis. Jika dibiarkan, bukan hanya merugikan masyarakat tetapi juga dapat menimbulkan dugaan adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya