close

Lingkungan

Lingkungan

Ramai-ramai tanam rumput di Cawet

rumput cawet

Pemalang, Wartadesa. – Warga Cawet, Kecamatan Watukumpul, Pemalang bersama jajaran Polres Pemalang, Forkompinda, Dandim 0711, Karang Taruna, GP Ansor, Pemuda Pancasila, Tagana KSB Pemalang ramai-ramai menanam rumput vetiver dalam gelaran Ngrumat Cawet, Nandur Bareng Rumput Vetiver di Desa Cawet, Jum’at (13/03).

Penanaman rumput vetiver bertujuan untuk mengurangi resiko bencana tanah longsor, dikarenakan rumput ini berakar dan berbatang kuat. Selain itu, vertiver bernilai ekonomis, bibitnya dapat dijual, rumputnya dapat dijadikan pakan ternak dan akarnya dapat diolah menjadi kerajinan tangan. Selain itu rumput ini dapat merehabilitasi lokasi-lokasi yang kurang subur serta dapat menjaga kelestarian lingkungan.

Bupati Pemalang, Junaedi dalam kesempatan tersebut mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, karena potensi bencana cenderung meningkat setiap tahun, akibat pergerakan bumi berbeda beda. “Karena itu masyarakat dituntut lebih peduli terhadap lingkungan,” kata Junaedi.

Menurut Junaedi, Kecamatan Watukumpul merupakan wilayah dengan potensi bencana tertinggi di Kabupaten Pemalang, seperti tanah longsor, sehingga menjadi prioritas konsentrasi bersama, agar lebih waspada.

Diketahui, akar rumput vetiver berbentuk serabut dan jauh masuk kedalam tanah setelah tumbuh, akarnya dapat mencapai hingga kedalaman 5.2 meter. Jika ditanam di lereng-lereng keras dan berbatu, ujung-ujung akar vetiver mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang kuat.

Akar-akar ini mampu menahan partikel-partikel tanah sehingga dapat mencegah erosi. Batangnya kaku dan keras, tahan terhadap aliran air. Jika ditanam rapat atau berdekatan, akan membentuk pagar dan mampu mengurangi kecepatan aliran air dan menahan matrial sediment. Tumbuhan ini tidak menghasilkan bunga dan biji-bijian namun dapat tumbuh menyebar seperti alang-alang atau rerumputan lainnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Desa di Pemalang didorong buat Perdes Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan

spanduk

Pemalang, Wartadesa. – Desa-desa di Kabupaten Pemalang didorong untuk menghasilkan Peraturan Desa (Perdes) tentang pelestarian lingkungan. Perdes tersebut  sedang digodog oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH)Kabupaten Pemalang bersama para kades dan lurah se-Kabupaten Pemalang selama tiga hari mulai Senin (02-04/03).

“Acara sosialisasi penyusunan Perdes berdasarkan undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan,” kata Suyanto dalam sambutan yang dibacakan di gedung pertemuan di kawasan Jalan A Yani, Kabupaten Pemalang.

Suyanto menambahkan bahwa warga mempunyai hak dan kesempatan seluas-luasnya untuk berperan aktif dalam perlindngan dan pengelolaan lingkungan. Ia berharap agar warga turut serta terlibat dalam penyusunan Perdes tersebut.

Sementara itu perwakilan para kades mengusulkan agar Pemkab Pemalang membantu anggaran dalam pengelolaan sampah, karena ADD tidak masuk  dalam menejemen ADD, dan kalau pun ada, anggaran tersebut tidak cukup.

Seperti diberitakan Warta Desa sebelumnya, sejumlah anak muda yang tergabung dalam Comal Unity merasa geram dan marah terhadap perilaku warga yang tidak bertanggungjawab dengan membuang sampah tidak pada tempatnya. Sontak akhirnya merekapun memutuskan untuk memasang spanduk yang berisi tulisan mendoakan pembuang sampah sembarang ditempat tersebut dicabut nyawanya.

“Ya Allah mohon cabutlah segera nyawa mereka yang buang sampah di sini,” begitu tulisan spanduk yang dipasang warga di TPS liar, depan makam Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Bagaimana tidak ngeri membaca spanduk tersebut.

Tidak hanya itu, dibawah tulisan tersebut mereka juga menuliskan pemberitahuan ancaman pidana bagi yang ketahuan membuang sampah sembarangan akan dihukum penjara 3 bulan atau denda Rp 50 miliar sesuai dengan Perda No. 13 tahun 2012. (Eva Abdullah)

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

Warga temukan mayat tak dikenal di Kedungbanjar Pemalang, Andakah keluarganya?

Pemalang, Wartadesa. - Polsek Taman Kabupaten Pemalang menunggu 1 x 24 jam, jika tidak ada keluarga yang mengakui korban maka Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Wiradesa dan Wonokerto bak kota air, berikut video warga

banjir woker

Wonokerto, Wartadesa. – Seorang warganet asal Wonokerto, Nurkasih Andi, Pekalongan mengunggah kondisi banjir di wilayah kecamatan setempat. Banjir merendam wilayah tersebut hingga setinggi paha orang dewasa. Senin (24/02). Dalam video tersebut ia mengungkapkan bahwa kondisi alam yang ekstrim perlu disikapi bersama, terutama para pengambil kebijakan, lantaran tempat tersebut sudah puluhan tahun, banjir saat hujan turun.

[ae-fb-embed url=’https://www.facebook.com/wartadidesa/videos/208422950305026/’ width=’500′]

Kapolsek Wiradesa AKP Yorisa Prabowo mengungkapkan bahwa banjir merendam desa dan kelurahan di Kecamatan Wiradesa meliputi Kel. Pekuncen, Kel. Kepatihan, Kel. Bener, Kel. Mayangan, Desa Bondansari, Desa Kauman, Desa Kemplong, Desa Kadipaten dan Desa Petukangan.

Sedangkan wilayah Kecamatan Wonokerto, meliputi Desa Wonokerto Kulon, Desa Wonokerto Wetan, Desa Pecakaran , Desa Tratebang , Desa Semut, Desa Api-Api, Desa Pesanggrahan, Desa Sijambe, Desa Bebel, Desa Rowoyoso dan Desa Werdi .

Banjir yang menggenangi beberapa desa dan kelurahan tersebut diakibatkan curah hujan yang tinggi dan hanya menggenangi diruas-ruas jalan dengan ketinggian air sekitar 10 – 40 cm, kemudian hanya beberapa rumah yang terendam banjir dengan ketinggian sekitar 10-40 cm. (Eva Abdullah)

Terkait
IPNU IPPNU Wonokerto bentengi diri dengan Densus Aswaja

PAC IPPNU Wonokerto menggelar kegiatan Densus Aswaja di Masjid Hidayatullah, desa Semut (15/10). Foto Wahidatul Maghfiroh/wartadesa Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

selengkapnya
Lingkungan

Ratusan anak-anak padati kali Wuled, ada apa?

tebar ikan

Tirto, Wartadesa. – Ratusan anak-anak beserta warga Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan memadati area sungai di sepanjang ruas jalan desa setempat. Para peserta didik, mulai dari playgrup, PAUD, TK beserta guru mereka tampak berbondong-bondong, mereka berbaris rapi, guna memeriahkan penebaran benih ikan nila di sungai depan Balai Desa Wuled. Sabtu (08/02).

Perhelatan yang juga dihadiri oleh Camat Tirto, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dan kelembagaan desa serta tokoh masyarakat tersebut berlangsung semarak.

Wasduki, Kepala Desa Wuled mengatakan bahwa kegiatan tersebut telah direncanakan sejak awal tahun lalu. “Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan lingkungan yang sudah kami rencanakan, awal tahun lalu kami mengajukan proposal bantuan benih ikan kepada Dinas Kelautan dan perikanam Kabupaten Pekalongan, Alhamdulillah bisa kami laksanakan hari ini,” jelasnya.

Pelibatan anak-anak pada kegiatan penebaran benih ikan tersebut menurut Wasduki, agar generasi penerus mencintai dan menjaga lingkungan sejak dini. “Adapun kami melibatkan anak-anak, mereka adalah generasi penerus dengan diikut sertakan mereka pada kegiatan semacam ini, kami harap bisa tertanam jiwa dan semangat untuk mencintai dan menjaga lingkungan dan ekosistem sejak dini,” harap wasduki

Agus Dwi Nugroho, Camat Tirto dalam sambutanya berpesan supaya warga Wuled bisa menjaga lingkungan utamanya sungai yang telah ditaburi benih ikan

“Setelah ditaburi ikan saya harap sungainya dijaga, jangan buang sampah ke sungai, buanglah sampah pada tempatnya karena sungai akan kotor dan tencemari, nanti ikanya bisa mati. Sebelum ikanya besar jangan diambil dulu tunggu setelah ikan itu besar baru bisa dipanen, “pesan Camat Tirto kepada anak – anak dan semua yang hadir di lokasi tersebut.

Penebaran benih diawali oleh Camat Tirto, Kepaladesa, perwakilan dari pesertadidik dan masyarakat, tak ketinggalan peristiwa tersebut juga diabadikan oleh para ibu-ibu dengan berswafoto atau selfie. ( Eva Abdullah )

Terkait
Warga Karangjompo butuh penanganan rob segera

Rumah warga Karangjompo kec. Tirto - Pekalongan sudah bertahun-tahun tergenang rob. Mereka butuh penanganan segera Pemkab Read more

Kecelakaan, bakul klepon meninggal akibat jalan tergenang air

Tirto, Wartadesa. - Malang bagi Karyatun (50), bakul (penjual-red) klepon dan gethuk, warga Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, motor Read more

Ratusan warga Wuled ubah wajah desa dengan Berjumpa

Tirto, Wartadesa. - Delapan ratus warga Desa Wuled Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan memadati ruas jalan sepanjang Jalan Desa Wuled, Jum'at Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Langgar kesepakatan berulang, warga Pegaden Tengah minta Pemdes tegas

langgar kesepakatan
Wonopringgo, Wartadesa. – Pengusaha cucian jins di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan ini nekat tetap beroperasi meski pada Jum’at (24/01) telah menandatangani surat pernyataan tidak akan beroperasi sebelum pengolahan IPAL nya sesuai dengan baku mutu air.
 
Sidak (inspeksi mendadak) warga bersama BPD Desa Pegaden Tengah mendapati Karim masih mengoperasikan usahanya. Sidak yang dilakukan pada Senin (27/01) tengah malam tersebut membuktikan bahwa pernyataan yang dibuat pengusaha tidak dijalankan.

Warga setempat, Ahmad saat dihubungi Warta Desa mengatakan bahwa pada Jum’at (24/01) telah dilakukan pertemuan warga dengan Dinas LH, Pol PP yang difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Wonopringgo dan Pemdes Pegaden Tengah, terkait pelanggaran yang dilakulan pengusaha cucian jins di Pegaden.
 
“Dari LH hanya mengeluarkan sangsi SP 1, Padahal sudah melanggar lima kali. Dan warga menolak hasil keputusan itu,” tutur Ahmad.
 
Terkait dengan dilayangkannya surat peringatan pertama oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalongan, warga menolak. Mereka berharap agar pemerintah desa setempat melalui dinas terkait menutup usaha cujian jins yang tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 5 Tahun 2014, tentang Pengelolaan Air Limbah.
 
“Warga ingin Pemdes Pegaden Tengah dan dinas terkait bertindak tegas. Warga ingin loundry jeans saudara Karim dtutup selamanya,” tutup Ahmad. (Eva Abdullah)
Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

selengkapnya
BencanaLingkunganSosial Budaya

Drainase buruk, sebagian Pekalongan banjir

banjir pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Buruknya saluran drainase di Kota Pekalongan mengakibatkan genangan air ada dimana-mana, akibat hujan deras dan banjir yang merendam sebagian wilayah Kota Batik semalam. Hingga pagi ini, genangan air masih merendam wilayah pertigaan SMPN 2 Kota Pekalongan, hingga menyebabkan kemacetan.

“Genangan ada dimana-mana akibat hujan deras dan banjir semalam… Dipertigaan SMP2, lampu merah menyebabkan kemacetan kendaraan… Saluran air yang semestinya berfungsi tapi apa daya… drainase jelek menyebabkan air tersumbat,” tutur salah seorang warga Pasir Kramat Kraton, Imam Nur Huda.

Banjir merendam sebagian wilayah Kota Pekalongan, sejak Senin (20/01) malam akibat hujan lebih dari tiga jam. Banjir terparah terjadi di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara. “Ketinggian air bervariatif, mulai dari 15 sampai 50 centimeter. Beberapa titik jalan utama Kota Pekalongan juga terendam,” kata Relawan PMI Kota Pekalongan, Yudha Wijaya.

Yudha mengamini pendapat warga bahwa banjir disebabkan oleh buruknya drainase, “banjir juga disebabkam drainase yang kurang baik sehingga air tidak mengalir saat terjadi hujan deras.” Lanjut Yudha.

Ratusan rumah di Pekalongan Utara terendam banjir, bahkan RSUD Kraton, mulai dari halaman parkir hingga ruang jenazah dan dua ruang perawatan, yakni ruang Mawar dan Wijaya Kusuma ikut terendam. Sejumlah petugas terlihat mengevakuasi pasien, semalam. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Lingkungan

Warga Paninggaran dan LSM datangi pabrik Gondorukem terkait limbah

lsm

Paninggaran, Wartadesa. – Warga dan beberapa anggota LSM Forum Pekalongan Bangkit, Selasa (7/01) mendatangi Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Paninggaran Kabupaten Pekalongan Jawa Tengan, diketahui kedatangan mereka adalah dalam rangka klarifikasi terkait dampak limbah Pabrik tersebut, menurut warga ada potensi menggaggu kenyamanan warga sekitar utamanya disektor air bersih, kendati sempat alot dan nyaris bersitegang Akhirya warga beserta sejumlah LSM tersebut bisa bertemu dengan kepala PGT dan berdiskusi di salah satu ruang Pabrik.

Dalam diskusi singkat tersebut Bambang, salah satu warga sekitar Pabrik mengeluhkan terjadinya dampak limbah cair yang menganggu kondusi air kali disekitarya

“Saya berharap limbah pabrik getah tersebut sebelum layak di buang ke sungai sebaiknya di proses dulu dengan tehnologi pengolahan limbah yang memadai sehingga kami yang tinggal di bawah pabrik dan kebetulan menggunakan air sungai tersebut tidak terkena dampaknya, yang sangat buruk bila air limbah itu pas sedang di buang ke kali bentuknya berbusa warnanya kuning keruh dan baunya sangat menyengat berbau terpentin dan getah pinus serta menimbulkan gatal – gatal dan lengket – lengket ” ujar Bambang

Kepala PGT Paninggaran Suwarto ketika ditanya paska diskusi terkait kedatangan warga dan sejumlah LSM mengaku akan segera menindaklanjuti informasi dan keluhan warga tersebut

“Nanti akan kami tindak lanjuti, artinya untuk pembenahan dan kababaikan bersama kedepanya, dalam hal ini kami tidak keberatan untuk bekerjasama dengan warga terkait dampak limbah dan lingkungan hidup” sebut Suwarto

Semantara Ketua LSM Forum Pekalongan Bangkit, M Subekhi Usup mengatakan siap mengawal semua kepentingan masyarakat

“Kami tentu siap mengawal warga ataupun mayarakat , apalagi ini menyangkut air bersih dilingkungan warga yang sudah kita ketahui bersama kalau air merupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang sangat mendasar tentu kami akan totalitas , katanya

“Dan jika nanti kami temukan sesuatu yang perlu diperbaiki tentu kami akan perjuangkan semaksimal mungkin, dari bebarapa informasi yang sudah kami himpun kami akan segera cek lapangan, kalau kami temukan pelanggaran Ohh..itu beda lagi ” tegas Usup. ( Eva Abdullah )

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

Cawet longsor akibat hujan deras

cawet

Pemalang, Wartadesa. – Hujan deras pada awal tahun 2020 membuat longsor terjadi di Desa Cawet, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Longsor memporak-porandakan talud depan rumah milik Subhan di Dukuh Kramat RT. 15/02. Rabu kemarin.

Keterangan dari Iptu M. Subagio, Kapolsek Watukumpul menyebut bahwa longsor terjadi saat hujan menggerus batu yang ditata tanpa semen yang dijadikan sandaran irigasi di jalan raya Cawet-Cikadu.

Usai longsor, belasan warga pada Kamis (02/01/2020) melakukan kerjabakti melakukan normalisasi saluran air dan mengevakuasi material longsoran batu.

Kepala desa setempat, Topik mengatakan bahwa pihaknya akan menggunakan anggaran dari pemerintah desa untuk memperbaiki talud tersebut secara permanen untuk mencegah longsor kembali terjadi. (Eva Abdullah)

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

Warga temukan mayat tak dikenal di Kedungbanjar Pemalang, Andakah keluarganya?

Pemalang, Wartadesa. - Polsek Taman Kabupaten Pemalang menunggu 1 x 24 jam, jika tidak ada keluarga yang mengakui korban maka Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalKesehatanLayanan PublikLingkungan

Lagi! Limbah cair cucian jins dibuang ke kali

limbah1

Wonopringgo, Wartadesa. – Praktik “kotor” pengusaha cucian jins dengan membuang limbah cairnya langsung ke kali ditemukan kembali oleh warga Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Meski kali ini bukan pengusaha desa setempat, melainkan desa yang bersebelahan, dengan asal sumber limbah cair diatas aliran kali Desa Pegaden.

Rabu (18/12) malam, sehabis salat Isya tepatnya. Seorang warga Pegaden Tengah mencium aroma tidak sedap (kembali–setelah beberapa minggu aroma tersebut hilang dari sekitar mereka). Pemuda berinisial S ini kemudian turun ke kali yang melintas di tepi perkebunan tebu di desanya. Dengan senter seadanya, ia mencium bau tak sedap tersebut bersumber dari air yang mengalir. Iapun kemudian mengeluarkan ponselnya, merekam kondisi air yang kembali hitam dengan aroma tak sedap.

Beberapa warga lainnya kemudian mengecek sumber utama pembuangan limban cair cucian jins. Mereka mengambil sampel air yang kemudian dimasukkan ke dalam botol minuman kemasan, untuk dilakukan tes hari ini (Kamis, 19/12). Dengan menyusuri aliran sungai menuju ke arah Selatan. Beberapa pemuda Pegaden Tengah menyusuri sumber pembuang limbah cair cucian jins.

Baca: warga-segel-limbah-cucian-jins-boleh-dibuka-asal

dugaan-pencemaran-limban-cucian-jins-pegaden-tengah-diselidiki

limbah-cucian-jins-pegaden-tengah-disedot

Dugaan awal bahwa limbah sengaja dialirkan ke sungi oleh para pengusaha desa setempat yang sebelumnya disegel oleh warga, dan baru satu hari dibuka oleh Satpol PP Kabupaten Pekalongan tidak terbukti. Mereka menyusuri sungai makin ke Selatan. Dan ternyata, sumber limbah cucian jins yang langsung dibuang ke kali berasal dari salah satu pengusaha cucian jins Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo.

“Ternyata bukam dari ketiga loundry yang kemaren buka segel. (sumbernya) Dari loundry jeans Rowokembu pak… Ini juga masih kita selidiki juga.” Tutur Ahmad, salah seorang pemuda Pegaden dalam rombongan yang menyusuri kali Pegaden malam itu.

Meski sudah mengantongi nama, siapa yang membuang limbah cucian jins ke kali. Ahmad belum bersedia menyebut nama pengusaha tersebut. “Belum berani keluarkan nama pak. Besok saya akan konfirmasi dulu dengan anggota BPD (Pe)gaden dari dukuh Seputut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga usaha cucian jins di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan akhirnya dibuka segelnya. Sebelumnya usaha tersebut disegel warga dalam sebuah aksi warga beberapa waktu silam. Pembukaan segel tersebut menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Pekalongan karena sudah memenuhi persyaratan. Selasa (17/12).

Adapun tiga lokasi usaha cucian jins yang dibuka segelnya, dan diperbolehkan beroperasi kembali adalah usaha cucian jins milik Makmur, Sutikno dan Abdul Karim. Sebelum pembukaan segel, petugas yang datang  Kasat Pol PP Kab. Pekalongan Risnoto, Kasat Intelkam Polres Pekalongan AKP Susilo Kalis Rubiyono, S.H., Camat Wonopringgo diwakili Topo Harjanto, Danramil Wonopringgo Kapten Sunarto, Kapolsek Wonopringgo Iptu Akhmat Fauzi, Dinas Perkim dan LH Zahlul Khafizin, dan ketiga pengusaha, mendengarkan pembacaan berita acara surat perintah pembukaan segel.

Dalam berita acara telah dimuat diantaranya Surat Perintah Kepala Katuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pekalongan Nomor : 800/533/2019 tanggal 16 desember 2019 perihal pembukaan segel usaha laundry di Desa Pegadentengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. Dasar pertimbangan surat perizinan usaha sudah lengkap, sudah memiliki bak penampungan limbah dan siap untuk menyedot, berita acara peninjauan bak tampung oleh Dinas perkim LH dan Pemerintah Desa serta masyarakat dan surat pernyataan yang dibuat pemilik usaha yang disaksikan oleh para pihak.

Pembukaan segel menurut petugas dalam rangka dilakukannya uji coba IPAL di masing-masing pengusaha guna menentukan atau mengetahui kelayakan IPAL yang dimiliki oleh para pengusaha. Pembukaan segel cucian jins di Desa Pegadentengah dilaksanakan secara simbolis di tempat usaha Makmur.

Diberitakan sebelumnya, warga menolak pembukaan segel usaha cucian jins  pada saat ujicoba sampel limbah yang akan diproses pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Ahmad, warga setempat saat dikonfirmasi Warta Desa, Ahad (15/12) mengatakan bahwa penolakan warga terhadap pembukaan segel pembuangan limbah cucian jins oleh warga, sebelum ada kesepakatan tertulis bahwa para pengusaha tidak akan mengalirkan limbahnya ke sungai.

“Poin (point)  intinya adalah rasa ketidakpercayaan warga kepada para pengusaha (tidak mengalirkan limbah ke sungai), karena pengalaman selama puluhan tahun warga selalu dibohongi (limbah tidak dialirkan ke sungai … tetapi tetap saja dialirkan ke sungai … utamanya pada malam dinihari,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Ahmad menambahkan, sebelumnya berkali-kali para pengusaha berjanji tidak akan mengalirkan air limbah cucian jins ke sungai, tetapi masih saja mengalirkannya ke sungi.

Diketahui pada Kamis (12/12) perwakilan warga menyampaikan keberatan warga terhadap pembukaan segel saluran pembuangan limbah cucian jins Desa Pegaden Tengah dengan mendatangi kantor Camat Wonopringgo. Warga meminta camat setempat menandatangani pernyataan menolak membuka segel. Namun pihak kecamatan menolak menandatangani karena ingin berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Satpol PP Kabupaten Pekalongan dan dinas terkait.

“Terkait pembukaan segel yang dikabarkan akan dibuka hari ini (Kamis),  perwakilan warga datang ke kecamatan meminta untuk menandatangani surat penolakan pembukaan segel cucian jins. Secara terbuka camat menolak terlebih dahulu untuk menandatangani surat penolakan tersebut dikarenakan camat ingin mengkoordinasikan surat penolakan tersebut terlebih dahulu kepada pihak satpol PP yang mempunyai wewenang dalam pembukaan segel,” lanjut Ahmad.

Ahmad menambahkan, jika untuk melakukan uji sampel limbah pada IPAL pengusaha cucian jins, warga meminta agar saluran yang disegel warga tidak dibuka. “Kalo cuman uji coba pembukaan IPAL dan juga mencari win solution (solusi bersama) dengan mendatangkan air limbah dari usaha cucian jins yang lain kemudian diproses di IPAL. Apabila sudah memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku maka warga dapat menyetejui pembukaan segel tersebut.” Tuturnya.

Warga juga meminta jika nantinya ada  pengusaha yang tetap melanggar, dengan membuang limbah tanpa diolah IPAL, usaha tersebut langsung di tutup oleh dinas atau instansi terkait.

Dalam kesepakatan sebelumnya saat pertemuan antara Dinas Perkim dan LH dengan warga, bahwa  uji coba harus menggunakan limbah yang bersumber dari usaha itu sendiri dan Satpol PP bersedia untuk menutup langsung apabila ada pengusaha yang melanggar.

Saat ini pembukaan segel saluran limbah cucian jins ditunda terlebih dahulu menunggu kesepakatan warga Pegaden Tengah dengan pengusaha. “Rencananya akan ada pertemuan lagi pada hari Rabu (18/12) untuk membuat kesepakatan bersama antara warga dengan pengusaha cucian jins,” pungkas Ahmad. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Diduga mengalami gangguan jiwa, pemuda ini ditemukan gantung diri

ilustrasi: Sirmanem (26 thn), warga dusun Lendang Beriri, desa Sukadana, kecamatan Bayan - Lombok Utara, ditemukan Read more

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Segel limbah cucian jins Pegaden dibuka dengan pengamanan Polisi

buka segel

Wonopringgo, Wartadesa. – Tiga usaha cucian jins di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan akhirnya dibuka segelnya. Sebelumnya usaha tersebut disegel warga dalam sebuah aksi warga beberapa waktu silam. Pembukaan segel tersebut menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Pekalongan karena sudah memenuhi persyaratan. Selasa (17/12).

Adapun tiga lokasi usaha cucian jins yang dibuka segelnya, dan diperbolehkan beroperasi kembali adalah usaha cucian jins milik Makmur, Sutikno dan Abdul Karim. Sebelum pembukaan segel, petugas yang datang  Kasat Pol PP Kab. Pekalongan Risnoto, Kasat Intelkam Polres Pekalongan AKP Susilo Kalis Rubiyono, S.H., Camat Wonopringgo diwakili Topo Harjanto, Danramil Wonopringgo Kapten Sunarto, Kapolsek Wonopringgo Iptu Akhmat Fauzi, Dinas Perkim dan LH Zahlul Khafizin, dan ketiga pengusaha, mendengarkan pembacaan berita acara surat perintah pembukaan segel.

Dalam berita acara telah dimuat diantaranya Surat Perintah Kepala Katuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pekalongan Nomor : 800/533/2019 tanggal 16 desember 2019 perihal pembukaan segel usaha laundry di Desa Pegadentengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. Dasar pertimbangan surat perizinan usaha sudah lengkap, sudah memiliki bak penampungan limbah dan siap untuk menyedot, berita acara peninjauan bak tampung oleh Dinas perkim LH dan Pemerintah Desa serta masyarakat dan surat pernyataan yang dibuat pemilik usaha yang disaksikan oleh para pihak.

Pembukaan segel menurut petugas dalam rangka dilakukannya uji coba IPAL di masing-masing pengusaha guna menentukan atau mengetahui kelayakan IPAL yang dimiliki oleh para pengusaha. Pembukaan segel cucian jins di Desa Pegadentengah dilaksanakan secara simbolis di tempat usaha Makmur.

Diberitakan sebelumnya, warga menolak pembukaan segel usaha cucian jins  pada saat ujicoba sampel limbah yang akan diproses pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Ahmad, warga setempat saat dikonfirmasi Warta Desa, Ahad (15/12) mengatakan bahwa penolakan warga terhadap pembukaan segel pembuangan limbah cucian jins oleh warga, sebelum ada kesepakatan tertulis bahwa para pengusaha tidak akan mengalirkan limbahnya ke sungai.

“Poin (point)  intinya adalah rasa ketidakpercayaan warga kepada para pengusaha (tidak mengalirkan limbah ke sungai), karena pengalaman selama puluhan tahun warga selalu dibohongi (limbah tidak dialirkan ke sungai … tetapi tetap saja dialirkan ke sungai … utamanya pada malam dinihari,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Ahmad menambahkan, sebelumnya berkali-kali para pengusaha berjanji tidak akan mengalirkan air limbah cucian jins ke sungai, tetapi masih saja mengalirkannya ke sungi.

Diketahui pada Kamis (12/12) perwakilan warga menyampaikan keberatan warga terhadap pembukaan segel saluran pembuangan limbah cucian jins Desa Pegaden Tengah dengan mendatangi kantor Camat Wonopringgo. Warga meminta camat setempat menandatangani pernyataan menolak membuka segel. Namun pihak kecamatan menolak menandatangani karena ingin berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Satpol PP Kabupaten Pekalongan dan dinas terkait.

“Terkait pembukaan segel yang dikabarkan akan dibuka hari ini (Kamis),  perwakilan warga datang ke kecamatan meminta untuk menandatangani surat penolakan pembukaan segel cucian jins. Secara terbuka camat menolak terlebih dahulu untuk menandatangani surat penolakan tersebut dikarenakan camat ingin mengkoordinasikan surat penolakan tersebut terlebih dahulu kepada pihak satpol PP yang mempunyai wewenang dalam pembukaan segel,” lanjut Ahmad.

Ahmad menambahkan, jika untuk melakukan uji sampel limbah pada IPAL pengusaha cucian jins, warga meminta agar saluran yang disegel warga tidak dibuka. “Kalo cuman uji coba pembukaan IPAL dan juga mencari win solution (solusi bersama) dengan mendatangkan air limbah dari usaha cucian jins yang lain kemudian diproses di IPAL. Apabila sudah memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku maka warga dapat menyetejui pembukaan segel tersebut.” Tuturnya.

Warga juga meminta jika nantinya ada  pengusaha yang tetap melanggar, dengan membuang limbah tanpa diolah IPAL, usaha tersebut langsung di tutup oleh dinas atau instansi terkait.

Dalam kesepakatan sebelumnya saat pertemuan antara Dinas Perkim dan LH dengan warga, bahwa  uji coba harus menggunakan limbah yang bersumber dari usaha itu sendiri dan Satpol PP bersedia untuk menutup langsung apabila ada pengusaha yang melanggar.

Saat ini pembukaan segel saluran limbah cucian jins ditunda terlebih dahulu menunggu kesepakatan warga Pegaden Tengah dengan pengusaha. “Rencananya akan ada pertemuan lagi pada hari Rabu (18/12) untuk membuat kesepakatan bersama antara warga dengan pengusaha cucian jins,” pungkas Ahmad. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya