Pemalang, Wartadesa. – Warga Cawet, Kecamatan Watukumpul, Pemalang bersama jajaran Polres Pemalang, Forkompinda, Dandim 0711, Karang Taruna, GP Ansor, Pemuda Pancasila, Tagana KSB Pemalang ramai-ramai menanam rumput vetiver dalam gelaran Ngrumat Cawet, Nandur Bareng Rumput Vetiver di Desa Cawet, Jum’at (13/03).
Penanaman rumput vetiver bertujuan untuk mengurangi resiko bencana tanah longsor, dikarenakan rumput ini berakar dan berbatang kuat. Selain itu, vertiver bernilai ekonomis, bibitnya dapat dijual, rumputnya dapat dijadikan pakan ternak dan akarnya dapat diolah menjadi kerajinan tangan. Selain itu rumput ini dapat merehabilitasi lokasi-lokasi yang kurang subur serta dapat menjaga kelestarian lingkungan.
Bupati Pemalang, Junaedi dalam kesempatan tersebut mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, karena potensi bencana cenderung meningkat setiap tahun, akibat pergerakan bumi berbeda beda. “Karena itu masyarakat dituntut lebih peduli terhadap lingkungan,” kata Junaedi.
Menurut Junaedi, Kecamatan Watukumpul merupakan wilayah dengan potensi bencana tertinggi di Kabupaten Pemalang, seperti tanah longsor, sehingga menjadi prioritas konsentrasi bersama, agar lebih waspada.
Diketahui, akar rumput vetiver berbentuk serabut dan jauh masuk kedalam tanah setelah tumbuh, akarnya dapat mencapai hingga kedalaman 5.2 meter. Jika ditanam di lereng-lereng keras dan berbatu, ujung-ujung akar vetiver mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang kuat.
Akar-akar ini mampu menahan partikel-partikel tanah sehingga dapat mencegah erosi. Batangnya kaku dan keras, tahan terhadap aliran air. Jika ditanam rapat atau berdekatan, akan membentuk pagar dan mampu mengurangi kecepatan aliran air dan menahan matrial sediment. Tumbuhan ini tidak menghasilkan bunga dan biji-bijian namun dapat tumbuh menyebar seperti alang-alang atau rerumputan lainnya. (Eva Abdullah)















