close

Lingkungan

BencanaLingkunganSosial Budaya

Warga Kandang bergotong-royong bikin trucuk

trucuk

Pemalang, WartaDesa. – Banyak cara dilakukan warga secara swadaya untuk menanggulangi bahaya banjir, saat musim penghujan. Seperti dilakukan oleh puluhan warga Desa Kandang, Kecamatan Comal, Pemalang. Mereka bergotong-royong membangun trucuk (senderan) di bantaran Kali Comal untuk mencegah luapan air sungai meluap ke permukiman.

Para lelaki bahu-membahu memasang trucuk dari bambu di sepanjang kali Desa Kandang, sementara kaum perempuan menyiapkan makanan dan minuman untuk rasum para pekerja.

Mutahdin, Kepala Desa Kandang mengatakan bahwa kerja bakti yang dilakukan warganya merupakan antisipasi mencegah luapan air Kali Comal yang saat hujan besar airnya meluap ke permukiman warga.  Ia mengatakan bahwa pihaknya menaruh perhatian kepada warga yang tinggal di dekat bantaran Kali Comal.

“Kami menaruh perhatian khusus kepada warga yang tinggal di bantaran Kali Comal, dengan  guyup dan saling bahu membahu untuk mencegah meluapnya debet air Kali Comal pada musim penghujan. Karena tanggul yang sekaligus juga digunakan sebagai ruas jalan, saat ini kondisinya amblas akibat musim hujan pada tahun lalu dan berpotensi jebol apabila musim penghujan kembali datang.” Ujar Mutahdin.

Muhtadin berharap pemerintah daerah secepatnya menangani masalah amblasnya tanggul Kali Comal tersebut. “Pasalnya tanggul tersebut berfungsi sebagai penahan debet air ketika sungai Comal meluap,” pungkasnya. (Bono)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

Warga diminta cepat membaca perubahan alam saat musim hujan

longsor pemalang

Pemalang, WartaDesa. – Warga yang tinggal di daerah rawan bencana, diminta untuk cepat membaca perubahan alam, saat musim penghujan saat ini. Dimana kecepatan membaca perubahan tersebut berfungsi untuk meningkatkan kewaspadaan warga sekitar dalam penanganan bencana alam yang kerap mucul saat curah hujan tinggi. Demikian disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Pemalang, Bambang Ali Nuryanto.

“Antisipasi yang dilakukan masyarakat terhadap bencana tanah longsor, harus segera membaca perubahan alam. Ketika hujan besar, terus terjadi pergerakan tanah, kemudian segera keluar, dan mengingatkan kepada semua masyarakat,”  ujar Bambang, Sabtu (31/10).

Bambang juga meminta warga rawan bencana untuk ramah lingkungan, dengan cara tidak melakukan penebangan pohon semena-mena dan tidak membendung sungai, jembatan, atau gorong-gorong hingga menyebabkan banjir.

BPBD setempat telah memetakan wialayah rawan bencana di Pemalang, yakni wilayah Moga, Bodeh, Watukumpul, Belik, “Kecamatan Watukumpul paling rawan longsor, karena bentuk permukaan bumi (topografi) wilayah tersebut merupakan daerah perbukitan. Ditambah, kini perbukitan tersebut mulai gundul, sehingga manakala terjadi hujan besar bisa menyebabkan longsor dan menimpa bangunan dibawahnya.” Ujarnya.

Pihak BPBD Pemalang juga telah memasang deteksi dini bencana (early warning system/EWS) di lima titik sekitar Watukumpul, yakni Desa Bodas, Cibongas, dan Telagasana.

EWS akan mengeluarkan sirine  saat terjadi gerakan tanah, alat tersebut secara otomatis. Ujar Bambang. Ia menambahkan, di daerah rawan bencana telah terbentuk relawan yang telah dibekali dengan pelatihan dan pembentukan desa tangguh bencana.   (Bono)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Duh! Tiga alat pendeteksi dini bencana di Pekalongan rusak

ews rusak_tribun

Kajen, WartaDesa. – Tiga dari tujuh alat deteksi peringatan dini bencana atau Early Warning System (EWS) yang dipasang di wilayah rawan bencana Kabupaten Pekalongan rusak. Pada Januari 2020 lalu, BPBD setempat menyebut satu EWS  rusak sebelum dipasang. Padahal biaya pengadaan satu paket alat EWS tanah bergerak/longsor cukup mahal yakni senilai Rp118,35 juta

“Dari tujuh yang terpasang di titik-titik rawan longsor, ada tiga alat EWS rusak. tiga alat tersebut berada di Kecamatan Kandangserang,” kata Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan budi Raharjo, Kamis (29/10) dilansir dari Tribun.

Kerusakan EWS menurut Budi disebabkan karena faktor alam. “Semua alat EWS bantuan dari provinsi dan satu buah alat tersebut harganya sangat mahal sekali,” ujarnya.

Diketahui bahwa EWS dipasang di Desa Curugmuncar, Kecamatan Petungkriyono, Desa Kaliombo dan Desa Werdi di Kecamatan Paninggaran, serta Desa Bojongkoneng, Desa Luragung, dan Desa Wangkelang di Kecamatan Kandangserang.

Sebelumnya WartaDesa menulis alat (alarm) peringatan dini bencana  (Early Warning System –EWS) yang merupakan alat untuk mendeteksi dini ancaman tanah bergerak di Wangkelang, Kandangserang, Kabupaten Pekalongan rusak. Demikian disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo, Kamis (09/01) kemarin.

Budi Raharjo mengatakan bahwa Kota Santri memiliki enam EWS di beberapa wilayah, namun saat pengecekan didapati satu EWS yang rusak. “Ada enam EWS,yang masing-masing terpasang di Desa Curugmuncar, Kecamatan Petungkriyono, Desa Kaliombo dan Desa Werdi di Kecamatan Paninggaran, serta Desa Bojongkoneng, Desa Luragung, dan Desa Wangkelang di Kecamatan Kandangserang,” ujarnya.

Budi menyebut alat berharga mahal tersebut rusak karena faktor alam. “Enam EWS merupakan bantuan dari provinsi dan satu buah EWS harganya mahal. Jadi, EWS yang rusak masih berada di lokasi. BPBD belum menganggarkan mengenai pengadaan EWS,” ungkapnya.

Dilansir dari Gatra, harga satu unit EWS mencapai ratusan juta rupiah. “Biaya pengadaan satu paket alat EWS tanah bergerak/longsor cukup mahal yakni senilai Rp118,35 juta,” tutur Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Jawa Tengah, Wahjoedi Fajar.

EWS tidaklah selalu mahal

Seorang rugu Fisika SMK Negeri 2 Bawang, Banjarnegara, Wasis Sucipto mengembangkan teknologi alat peringatan dini longsor (EWS) yang canggih dengan biaya murah. Alat buatannya mampu mendeteksi bencana longsor dan mengirimkan sinyal ke sirine. Sinyal dari gelombang FM ini dapat dikirimkan secara massal kepada seluruh penduduk yang berada di wilayah longsor.

Melalui sebuah antena yang terpasang, gelombang tersebut mengirimkan sinyal ke semua lokasi searah daya pancar antena. Sirine pun berbunyi keras sebagai peringatan bahaya longsor. “Dari pemancar FM itu nanti diterima pesawat radio FM,” ucapnya, Kamis, 6 Desember 2018, dikutip dari liputan enam.

Sinyal peringatan dini gerakan tanah ini pun langsung dapat dipantau melalui ponsel atau radio yang memiliki fasilitas FM. Jika terlalu repot harus selalu mengakses radio, warga pun bisa memasang alat peringatan dini longsor yang juga dilengkapi sirine. Perangkat ini bisa dipasang di lokasi strategis agar seluruh warga yang terancam bisa mendengarnya dengan jelas.

Sirine itu akan berbunyi saat terjadi pergerakan tanah yang membuat alat itu otomatis bekerja. Masyarakat yang menangkap sinyal bahaya dari sirine itu dengan demikian bisa cepat untuk menyelamatkan diri.

Wasis mengklaim, perangkat alat peringatan dini longsor ini mudah ditemukan di toko-toko elektronik dengan harga terjangkau. Perawatannya juga mudah. Tak perlu teknisi khusus untuk memperbaiki alat ini jika sewaktu-waktu mengalami kerusakan. Bahkan, tukang servis radio pun pasti bisa memperbaiki alat ini. (Bono, Eva Abdullah, dengan tambahan sumber tercantum)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Masuk musim penghujan, ini pemetaan wilayah rawan longsor dan banjir di Pekalongan

longsor

Kajen, WartaDesa. – Masuknya musim penghujan di Kota Santri membuat Pemerintah Kabupaten Pekalongan menghimbau warga untuk waspada terhadap bencana longsor dan banjir. Pemkab memetakan sejumlah wilayah kecamatan yang rawan longsor, antara lain Kecamatan Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, dan Doro, sedangkan daerah rawan banjir, seperti Kecamatan Kajen, Wiradesa, dan Wonokerto, dan Bojong.

Untuk mengantisipasi rawan bencana tersebut, Pemkab bersama TNI tengah menyiapkan sarana, prasarana, dan personel untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam. Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Bupati Pekalongan Arini Harimurti, Kamis (29/10).

“Kami meminta seluruh masyarakat berhati-hati dan siaga apabila hujan deras mengguyur di wilayahnya,” tutur Arini.

Arini menyebut wilayah yang rawan longsor meliputi Kecamatan Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang dan Doro. Sedang wilayah rawan banjir meliputi Kajen, Wiradesa, Wonokerto dan Bojong.

Sementara itu,  Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan  mengungkapkan bahwa sejumlah personel Polri, PMI, dan mahasiswa sudah disiapkan dalam penanggulangan bencana.

“Kita akan melibatkan unsur Polri, Palang Merah Indonesia (PMI) dan mahasiswa dalam kesiapsiagaan bencana atau penanggulangan bencana alam,” tuturnya. (Bono)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Lingkungan

Tim Penggerak PKK Tersono raih juara pertama lomba ecobrick

ekobrick

Batang, WartaDesa. – Tim Penggerak PKK Kecamatan Tersono, Batang, Jawa Tengah meraih juara pertama dalam ajang lomba pemanfaatan sampah plastik di Kantor PKK Kabupaten Batang, Selasa (20/10). Disusul TP PKK Kecamatan Gringsing sebagai runner-up.

Lomba yang dihelat oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang ini bertujuan memanfaatkan limbah plastik memiliki nilai ekonomis dan seni.

“Selain itu ada nilai seni yang terkandung dalam pembuatan kreasi ecobrick dalam perlombaan,”  ujar Uni Kuslantasih, istri Bupati Batang.

Menurut Uni, kegiatan tersebut turut mengeduasi warga dalam pemanfaatan ecobrick. “Edukasi ke masyarakat terkait kepedulian terhadap lingkungan sangat penting, perlombaan ini juga sebagai langkah untuk menuju hal tersebut,” lanjutnya.

Sebelumnya, PKK Kabupaten Batang telah memanfaatkan enam ton limbah plastik menjadi taman ecobrick yang berada di lingkungan Kantor Setda setempat.

Jumlah ecobrick sendiri dihitung mencapai lebih dari 26.000 botol. Ribuan ecobrick dibuat untuk kursi, meja, pagar taman, gapura taman bahkan sebuah bangunan rumah green house. (Eva Abdullah)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Warga Genting Gunung Prau tolak pemanfaatan mata air yang tidak kantongi PKS

pipa air

Kendal, WartaDesa. – Warga Desa Genting Gunung, di lereng Gunung Prau, Sukorejo, Kendal menolak pemanfaatan mata air di wilayah Gunung Prau yang tidak memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS). Hal tersebut untuk menjaga keseimbangan ekosistem, flora dan fauna di Gunung Prau demi tersedianya air bersih di masa depan. Demikian rilis yang dikirimkan melalui narahubung, Andi Gunawan, Jum’at (16/10).

Dalam rilisnya, Andi yang juga Ketua Garda Prau,  mengungkapkan bahwa warga Genting Gunung telah menandatangani berita acara penolakan pemanfaatan mata air sesuai dengan rapat mediasi antara  Pemerintah Desa Genting Gunung dan Pemerintah Desa Pathak Banteng yang dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Oktober 2020 di BFP (Bejen Forest Park) terkait pemanfaatan mata air di wilayah Desa Genting Gunung.

Dalam berita acara tersebut disepakati dan warga Genting Gunung akan melaksanakan tindakan,

1) Menertibkan pemakaian air di Wilayah Gunung Prahu yang tidak memiliki PKS (Perjanjian Kerja Sama);
2) Melakukan survey / kajian pemakaian mata air di hulu sungai Terong.
2. Berdasarkan hasil survey / kajian mata air yang akan diambil oleh Pemerintah Desa Pathak Banteng yang dilakukan oleh segenap warga Genting Gunung.

Pihak Perhutani, dan CDK 4 serta CDK 9, pihak Desa Genting Gunung memutuskan hal – hal sebagai berikut :
1) Menolak pemanfaatan sumber mata air yang berada di wilayah Desa Genting Gunung untuk dimanfaatkan oleh Desa Pathak Banteng mengingat sumber mata air tersebut mengarah / mengalir ke aliran sungai terong yang pada saat ini sudah dimanfaatkan oleh beberapa desa yang berada di aliran sungai kali terong tersebut.

Selanjutnya, 2) Berkomitmen untuk menjaga keseimbangan ekosistem baik flora maupun fauna di Gunung Perahu demi tersedianya air untuk warga lerang prahu di masa depan.
3) Berkomitmen untuk memulihkan hutan lindung di gunung prahu, khususnya di DAS Sungai Terong.
4) Berkomitmen untuk mengajak desa pemakai air di Gunung Prahu untuk menjaga keutuhan Hutan Lindung demi tersedianya air di masa depan.

Andi mengatakan, warga dan beberapa elemen naik ke mata air untuk mencabut pipa yang mengarah ke Igirmranak yang tidak ada PKS-nya, dan sebagian lagi menuju titik pengambilan air patak banteng.

Elemen warga naik ke mata air Gunung Prau, Jum’at (09/10). Foto Andi Gunawan

“Warga Bringinsari naik dari Balong. Warga Ngargosari, Purwosari, CDK 4, CDK Temanggung, Polhut, mantri sama mandor tanam, Fordas Bodri, manggung mangu, naik dari Kenjuran.  Sampai puncak kita ketemu di Pos 4 jalur kenjuran dengan warga Patak Banteng dan Genting Gunung,” ujar Andi melalui pesan WhatsApp, Jum’at (09/10).

Saat tiba di Pos 4 jalur pendakian Kenjuran, cuaca berkabut dan diputuskan untuk menunggu kabut menipis, karena medan jurang dan tebing dalam. “Di sana kami berembug langkah selanjutnya. Kami bagi tugas, sebagian warga Genting Gunung mencabut pipa yang mengarah ke Igirmranak yang tidak ada PKS nya, dan sebagian lagi kami menuju titik pengambilan air Patak Banteng,” lanjut Andi.

Andi menambahkan, dalam perjalanan menuju titik pengambilan air, di HT (handy talky) sudah banyak suara-suara yang menyebutkan bahwa pipa-pipa Patak Banteng dirusak dan dipotong, “padahal kami belum tahu lokasinya dan belum sampai.

Saat itu, lanjut Andi,  Kades Genting Gunung, Kades dan Bhabinkamtibmas Purwosari menuju Patak Banteng dengan kendaraan dan belum bisa menyusul ke puncak karena cuaca hujan angin.

“Sampai di TKP kami sudah mendapati beberapa warga Patak Banteng sudah di lokasi sebelum kami sampai. Dan anehnya, pipa yang ada di seberang warga Patak Banteng itupun sudah terpotong-potong,  padahal posisinya berlawanan denga arah kedatangan kami.” Pungkasnya. (Redaksi)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Satu tahun beroperasi dengan alat berat, Galian C di Limpung tak berijin

galian c

Batang, WartaDesa. – Beroperasinya Galian C di Desa Babatan dan Plumbon, Limpung, Batang satu tahun terakhir dengan penambangan alat berat, membuat lahan seluas tiga hektar di bantaran sungai dan persawahan produktif rusak. Parahnya, penambang tidak mengantongi ijin galian.

Hal tersebut terungkap saat operasi mendadak (sidak) dilakukan oleh Komisi D DPRD Kabupaten Batang, Kamis (10/09) kemarin.

“Galian C di antara wilayah Desa Babatan dan Plumbon ini sudah sangat parah merusak lingkungan. Jika diteruskan, maka bisa membahayakan lingkungan sekitar,” ungkap Ketua Komisi D, Fathurrohman.

Fathurrohman menyebut bahwa dua alat berat digunakan untuk melakukan penambangan batu kali, dengan galian mencapai kedalaman beberapa meter. Hingga menyebabkan lubang cukup dalam tidak jauh dari jembatan penghubung dua desa tersebut.

Jika penambangan terus dilakukan, masih menurut Rohman, saat musim hujan dan debit air naik, akan terjadi dampak yang tidak diinginkan, seperti longsor dan banjir.

“Kita tadi sudah minta pada pihak Dinas Lingkungan Hidup yang juga ikut ke lokasi untuk secepatnya berkoordinasi dengan pihak terkait agar mengambil langkah tegas dalam menyikapi penambangan ilegal tersebut,” tegas Fathurrohman.

Keterangan dari perangkat Desa Plumbon, Eryanto menyebut bahwa tambang Galian C awalnya menggunakan alat manual, penggunaan alat berat dilakukan satu tahun terakhir. “Penggunaan alat berat mulai dilakukan sejak satu tahun yang lalu. Sedangkan untuk kawasan yang ditambang sendiri berada di wilayah Desa Plumbon dan Babatan,” tuturnya.

Sementara, Ibnu Djoko P dari DLH Pemkab Batang  menyebut akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengambil langkah selanjutnya. (Eva Abdullah)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Warga Pulosari mulai kesulitan air bersih

gambuhan

Pemalang, Wartadesa. – Warga desa-desa di lereng Gunung Slamet Kabupaten Pemalang, khususnya Kecamatan Pulosari mulai kesulitan mendapatkan air bersih memasuki musim kemarau. Hal tersebut berulang setiap musim, lantaran kondisi demografi wilayah tersebut.

Seperti terjadi di Dusun Gajah Oling, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Pemalang. Warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Hal tersebut membuat TNI/Polri bersama BPBD setempat membantu penyaluran 5000 liter air bersih.

“Harapannya, bantuan air bersih bisa bermanfaat dan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya,”kata Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo Nugroho.

Sementara itu warga yang menerima bantuan air bersih ini mematuhi protokol kesehatan. Mereka mengenakan masker kain dan menjaga jarak. Terdapat kurang lebih 200 warga yang mengantri saat pembagian air bersih. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalKesehatanLingkungan

Kasus pencemaran limbah di Pegaden Tengah kembali dilaporkan

lurah pegaden

Wonopringgo, Wartadesa. – Kasus pencemaran anak kali Sengkarang di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan kembali mencuat. Setelah sebelumnya, Rabu (17/06) siang, warga setempat mendapati limbah cair dibuang ke sungai tanpa melalui proses.

Dalam video yang dikirimkan warga Pegaden Tengah kepada Wartadesa, terlihat bahwa limbah cair yang belum diolah, disalurkan melalui peralon dan dibuang ke sungai.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa Pegaden Tengah, A. Rofiq. Mereka meminta agar pelaku ditindak sesuai dengan kesepakatan antara warga dengan pengusaha cucian jins sebelumnya, untuk tidak membuang limbah cair ke sungai sebelum diolah di IPAL.

A. Rofiq yang kami konfirmasi pada Ahad (21/06) membenarkan kejadian tersebut. Bahkan ia menunjukkan video dimaksud. “Benar, warga melaporkan kejadian tersebut pada Rabu (17/06). Kemudian kami tindak-lanjuti bersama Bhabinkamtibmas, BPD dan perwakilan warga mendatangi dua pengusaha yang diduga membuang limbah cair cucian jins tanpa diolah tersebut,” ujarnya.

Saat saya bersama BPD, Bhabin, dan perwakilan warga ke rumah Pak Karim, lanjut Rofiq, disana didapati limbah cair sudah diproses di IPAL, “Kalau di rumah Pak Karim, air yang keluar terlihat sudah putih, dan tidak berbau. Adanya air di anakan kali Sengkarang yang hitam, mungkin dari pengusaha yang membuang diatasnya,” lanjutnya.

Rofiq dan tim kemudian mendatangi pengusaha Tikno, untuk mengecek IPAL disana. Benar saja, kapasitas yang berlebih, membuat limbah cair melimpas dari IPAL dan dibuang saja ke sungai. “Ternyata air melimpas dari IPAL tersebut, otomatis limbah cair tersebut mengalir ke sungai,” jelas Rofiq.

“Kaji Tikno saat itu sedang menjalani operasi, jadi yang menerima anaknya. Nah anaknya ini berjanji dalam satu pekan ini akan menghentikan aktivitas cucian jins, sambil memperbaiki kapasitas IPAL,” lanjut Rofiq.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Dinas Perkim dan Satpol PP Kabupaten Pekalongan, “Hari kamisnya, pihak desa melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Perkim dan Satpol PP Kabupaten Pekalongan. Mereka berjanji akan segera menindak tegas,” pungkas Rofiq.

Sementara itu, salah seorang warga Pegaden Tengah mengungkapkan bahwa, seharusnya ada tindakan tegas dari Pemerintah Desa Pegaden Tengah, untuk menutup usaha pencucian jins yang terbukti menyalahi perjanjian sebelumnya.

Ia berharap agar pihak terkati dan pemerintah desa tegas menindak pengusaha nakal yang membuang limbah cair tanpa diolah. Pasalnya hal tersebut sudah dilakukan berulang, dengan alasan IPAL bocor dan melimpas. Pungkasnya. (Tim Liputan: Buono/Eva Abdullah)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Bakal ada wisata pantai termegah di Kota Pekalongan

wisata laut

Pekalongan, Wartadesa. – Bakal hadirnya obyek wisata baru di Kota Pekalongan, yakni, wisata laut terbesar di Indonesia dalam waktu dekat ini, ditanggapi warga. Menurut warga Pemerintah Kota Pekalongan sebaiknya menyelesaikan terlebih dulu masalah banjir rob yang merendam wilayah pantai utara Kota Batik selama puluhan tahun tersebut.

Imam Nurhuda, salah seorang aktivis lingkungan yang tinggal di Kota Pekalongan mengatakan bahwa penyelesaian rob di Kota Pekalongan lebih urgen, “lebih urgen menyelesaikan rob ketimbang membangun obyek wisata,” tuturnya Kamis (11/06) dihubungi Warta Desa.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Hoed, ia mengatakan bahwa pembangunan tempat wisata harus memperhatikan aspek lingkungan dan kelestariannya.

“Pembangunan tempat wisata harus memperhatikan aspek lingkungan dan kelestarian, pembangunan yang hanya berorientasi ekonomi sangat berbahaya apalagi wilayah pesisir utara Pekalongan adalah satu masalah utama kota yaitu banjir dan rob. Atau bisa dikatakan Kota Pekalongan yang rentan terhadap bencana” lanjut Imam.
Imam Nurhuda berpandangan bahwa seharusnya pihak Pemkot melakukan kajian yang matang dengan melibatkan warga. “Harus dilakukan kajian dan perencanaan yang matang dan melibatkan semua unsur, termasuk keterlibatan masyarakat dan komunitas.” Lanjutnya.
Imam menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan oleh Pemkot, tidak sekedar sosialisasi, melainkan seluruh pihak terkait membahas bersama, “perlu dikumpulkan para stakeholder untuk membahas dari berbagai aspek pendekatan. Tidak hanya sekedar sosialisasi.”
Imam juga mengingatkan bahwa daerah pesisir utara rawan bencana.  “Daerah pesisir Pekalongan rawan bencana, hati-hati apabila akan membangun proyek wisata.” Pungkasnya.
Diketahui, hari ini Pemkot Pekalongan menerima serah terima maket pembangunan wisata laut terbesar di Indonesia dari Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) RI.

Serahterima maket tersebut dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Pemukiman Provinsi Jawa Tengah, Dwiatma Singgih Raharja, ST kepada Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz, dalam rapat koordinasi pembangunan wisata laut terbesar di Kawasan Pesisir Kota Pekalongan.

Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz,  mengatakan bahwa pembangunan tempat wisata laut terbesar dibiayai oleh Kemen PUPR  dan sudah mulai dikerjakan pada akhir Maret 2020 kemarin dengan anggaran sepenuhnya bersumber dari APBN.

Pembangunan tahap pertama akan dipusatkan di Pantai Pasir Kencana dan tahap kedua akan diprioritaskan di Pantai Slamaran dan tahap ketiga di Pantai Sari, serta tahap terakhir Wisata Mangrove.

“Tahun ini sudah mulai pengerjaan dan Detail Engineering Design (DED) sudah selesai dipaparkan oleh tim dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Tengah (BPPW) Provinsi Jawa Tengah Direktorat Jenderal Cipta Karya
Kemen-PUPR,” papar Saelany.

Menurut Saelany, dengan terwujudnya taman wisata laut ini dapat meningkatkan perekonomian menuju kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di Kecamatan Pekalongan Utara. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya