close

Lingkungan

BencanaLayanan PublikLingkungan

400 warga Karangjompo masih mengungsi

mengungsi

Tirto, Wartadesa. – Sedikitnya 400 warga Pedukuhan Karangjompo Wetan Desa Karangjompo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan masih berada di pengungsian akibat banjir rob. Mereka menempati lantai dua TPQ Al Hidayah.

“Di Desa Jeruksari ribuan KK tergenang, di Desa Karangjompo Wetan ini 1 RW juga tergenang, ada sekitar 400 orang yang mengungsi di TPQ Al Hidayah, desa setempat karena ada lantai tingkatnya, sehingga aman,”  ujar Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan saat meninjau lokasi banjir rob, Kamis (24/05) kemarin.

Asip menambahkan bahwa banjir rob melanda hampir seluruh wilayah pesisir Pekalongan. “Ini kejadian rob yang terjadi hampir merata di sepanjang wilayah pesisir Pekalongan, semuanya terkena, baik Kota Pekalongan, maupun Kabupaten Pekalongan. Ketinggian airnya membuat warga harus mengungsi,” lanjutnya.

Wilayah Karangjompo Wetan  terendam rob dengan ketinggian lebih dari satu meter. Asip memerintahkan BPBD untuk segera melakukan pengamanan warga, membantu logistik terutama untuk sahur dan berbuka.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, langsung memerintahkan BPBD dan jajaran terkait segera melakukan pengamanan warga, kemudian membantu kebutuhan logistik warga terdampak, agar bisa memenuhi kebutuhan makan sahur dan buka puasa.

“Dalam kondisi seperti ini kita harus melangkah cepat, warga juga harus senantiasa siaga, begitu melihat kondisi kurang aman, air rob tinggi, jangan tunggu waktu langsung menyelematkan iri, mengungsi, dan kami dari Pemkab akan berusaha melakukan yang terbaik,” jelas bupati.

Sementara itu, banjir rob di wilayah Kota Pekalongan, terutama di Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat masih tinggi. Pemkot menyiapkan dapur umum untuk membantu logistik warga terdampak.

Sedikitnya 15 ribu bungkus nasi didistribusikan dapur umum yang telah disediakan Pemkot untuk  para korban terdampak rob.

Dapur umum terbesar yang berada di Gor Jatayu, dapat mendistribusikan makanan ke pengungsi sebanyak 5000 bungkus tiap kali distribusi.

“Dua hari ini kami membuat makanan berupa nasi bungkus untuk para pengungsi, setiap kali mendustribusikan 5.000 nasi bungkus, dan dalam sehari bisa dua kali karena untuk sahur dan berbuka puasa jadi total ada 15 ribu nasi bungkus yang sudah distribusikan,” ujar Amri Cusniaty Kabid Rehabilitasi Perlindungan dan Jaminan Sosial dari Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana  Kota Pekalongan. (Eva Abdullah)

Terkait
Warga Karangjompo butuh penanganan rob segera

Rumah warga Karangjompo kec. Tirto - Pekalongan sudah bertahun-tahun tergenang rob. Mereka butuh penanganan segera Pemkab Read more

Terkena proyek tol, siswa SDN Purwodadi mengungsi

Sragi, Wartadesa. - Siswa-siswi SD Negeri Purwodadi Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan harus mengungsi, pindah ketika mengikuti proses kegiatan belajar mengajar Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Setahun kampungnya terendam rob, warga Mulyorejo Tirto bikin surat terbuka untuk Jokowi

Tirto, Wartadesa. - Rob berkepanjangan yang menimpa wilayah pantura Kabupaten dan Kota Pekalongan membuat Eko Riyanto, warga Desa Mulyorejo Kecamatan Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Wilayah Kota Pekalongan ini diperkirakan macet saat mudik lebaran 2018

macet jalan pantura

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Jelang mudik lebaran 2018 ini, beberapa titik di pantai utara Pekalongan diperkirakan akan mengalami kemacetan. Data dari Dinas Perhubungan Kota Pekalongan, titik rawan kemacetan diperkirakan sepanjang jalan pantai utara.

Jalan Sudirman hingga kawasan jembatan Grogolan menjadi titik rawan macet, demikian disampaikan oleh Restu Hidayat, Kepala Bidang Manajemen Rekayasa Lalulintas Dishup Kota Pekalongan, Kamis (24/05).

Kemacetan diperkirakan karena adanya proyek pelebaran jembatan Grogolan serta perbaikan sarana untuk pejalan kaki, lanjut Restu.

Selain jalan Sudirman, kemacetan diperkitakan bakal terjadi di Jalan Gajah Mada, Jalan Pemuda, KHM Mansyur, Jenderal Sudirman hingga jalan Dr. Sutomo.

Restu menghimbau warga pengguna jalan pantura Pekalongan untuk waspada, “Saya mengimbau masyarakat perlu waspada terhadap kepadatan lalu lintas di jalur pantura maupun jalan dalam kota. Arus lalu lintas kendaraan kini juga mulai meningkat,” katanya.

Menurut Restu, pihaknya saat ini tengah memperbaiki kabel sejumlah CCTV yang tersambung dengan monitor di ruang ATCS milik Pemkot yang mengalami putus akibat perbaikan jembatan Grogolan.

Untuk pemantauan arus lalu lintas, penempatan kabel FO digeser dari sebelumnya pada sisi Selatan ke sisi Utara jembatan. (Eva Abdullah, suber: Antara)

Terkait
Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

Jalur Warungasem-Bandar macet total, pengendara motor pinsan, tak ada petugas yang mengatur, keluh netizen

Bandar, Wartadesa. - Libur tahun baru benar-benar dimanfaatkan warga untuk berwisata. Akibatnya kemacetan terjadi dibeberapa ruas jalan arah lokasi wisata Read more

Setahun kampungnya terendam rob, warga Mulyorejo Tirto bikin surat terbuka untuk Jokowi

Tirto, Wartadesa. - Rob berkepanjangan yang menimpa wilayah pantura Kabupaten dan Kota Pekalongan membuat Eko Riyanto, warga Desa Mulyorejo Kecamatan Read more

Surabayan macet parah, ternyata jembatan Pringgodani ‘ditutup’

Bojong, Wartadesa. - Kemacetan luar biasa sejak pagi hingga sore ini, Kamis (6/4) di ruas pertigaan Surobayan Bojong akibat dua ujung Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Kokam Pemuda Muhammadiyah Wuled bagi bantuan korban rob Karangjompo

kokam bantu warga rob
  • Dua Kecamatan di Kota Pekalongan terendam rob

Tirto, Wartadesa. – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhahammadiyah (Kokam) Pemuda Muhammadiyah Cabang Wuled Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan menggelar bakti sosial dengan membagikan paket bantuan makan sahur kepada warga terdampak rob di Desa Karangjompo Kecamatan Tirto, dinihari tadi. Kamis (24/05).

Heru Gunawan, Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Cabang Wuled yang juga Pimpinan Pemuda Wilayah Jawa Tengah  mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Kokam Pemuda Muhammadiyah Wuled untuk membantu meringankan beban korban banjir rob di Desa Karangjompo.

Bantuan  langsung disalurkan kepada warga terdampak dengan menggunakan Mobil Peduli Umat Pemuda Muhammadiyah Cabang Wuled. Anggota Kokam dengan berjalan kaki, kemudian membagikan paket bantuan tersebut langsung dari pintu ke pintu korban terdampak rob.

Sementara itu, kondisi banjir rob di Kota Pekalongan makin mengkhawatirkan. Dua kecamatan di wilayah tersebut terendam banjir rob. Dua kecamatan tersebut yakni Kecamatan Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat.

Permukiman warga di Kelurahan Panjang Wetan, Kandang Panjang, Panjang Baru, Bandengan, Krapyak, Padukuhan Kraton Kecamatan Pekalongan Utara dan Kelurahan Pasirkratonkramat dan Tirto di Kecamatan Pekalongan Barat terendam air.

Sedikitnya 2.000 warga mengungsi akibat banjir rob tersebut. “Tempat pengungsian dibagi di beberapa titik, ada di Kecamatan Pekalongan Utara, SD Panjang Wetan 3, Citra Garden, Rusunawa Panjang Baru, Gor Jatayu, Stadion Hoegeng, aula kelurahan kandang panjang dan Jalan Patriot,” ujar Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih, Kamis dinihari.

Sri Ruminingsih mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyediakan dapur umum dan logistik di Gor Jetayu, Makam Pahlawan dan Jalan Patriot untuk membantu korban bencana rob.

Saat ini kondisi bantuan yang dibutuhkan oleh warga adalah perlengkapan bayi, air minum dan selimut. Sri Ruminingsih meminta bantuan kepada seluruh pihak yang tergerak untuk membantu Pemkot Pekalongan mengingat dana darurat telah habis digunakan untuk pasar darurat.

“Kami butuh bantuan dari semua pihak, anggaran memang ada sebesar Rp 2 miliar tapi sudah digunakan untuk pasar darurat 1,5 miliar, kemungkinan sisanya masih Rp 300 juta,” pungka Sri Ruminingsih. (Eva Abdullah)

 

Terkait
Warga Karangjompo butuh penanganan rob segera

Rumah warga Karangjompo kec. Tirto - Pekalongan sudah bertahun-tahun tergenang rob. Mereka butuh penanganan segera Pemkab Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Setahun kampungnya terendam rob, warga Mulyorejo Tirto bikin surat terbuka untuk Jokowi

Tirto, Wartadesa. - Rob berkepanjangan yang menimpa wilayah pantura Kabupaten dan Kota Pekalongan membuat Eko Riyanto, warga Desa Mulyorejo Kecamatan Read more

Setahun terendam rob, warga inginkan kehidupan seperti dulu lagi

Pekalongan, Wartadesa. - Banjir rob yang melanda desa dan kelurahan di wilayah Pantura Kabupaten dan Kota Pekalongan telah mematikan sendi-sendi Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan PublikLingkungan

Hot News: Warga Babalanlor dan Wiradesa gelar demo

demo ketandan

Wiradesa, Wartadesa. – Kekesalan warga Desa Babalanlor sampai pada puncaknya. Warga hari ini, Rabu (23/05) menggelar aksi demo terkait parahnya kondisi jalan yang rusak hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Siang tadi sekira pukul 11.00 WIB, salah seorang mahasiswa IAIN Pekalongan mengalami kecelakaan setelah menyalip sebuah truk. Kondisi jalan yang berlubang membuat mahasiswa tersebut tertabrak truk.

[srizonfbvidsingle id=248931265846388]

Kekesalan warga juga dirasakan warga karena mereka menganggap selama ini pihak kontraktor pembangunan tol, PT SMJ terkesan tutup mata. “Kekesalan warga Desa Babalanlor sampai pada puncaknya, karena selama ini pihak SMJ tutup mata, yang mana jalan yang dilalui truk pengangkut tanah rusak parah, (pihak SMJ) terkesan acuh tak acuh.” Ujar Slamet Hadiprayono, salah seorang warga, Rabu (23/05).

Slamet menambahkan, warga menuntut perbaikan jalan secepatnya. Jika hari ini tanggal 23 Mei 2018 tidak ada tindakan  (perbaikan jalan) maka warga Desa Babalanlor tidak sungkan menutup akses truk SMJ. Lanjutnya.

Pantauan di lapangan, hingga malam ini warga Ketandan Desa Wiradesa Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan juga menggelar aksi demo. Sakdullah, warga setempat mengungkapkan bahwa tuntutan warga hanya satu yakni kontraktor tol segera melakukan perbaikan ruas jalan yang rusak akibat pembangunan jalan tol yang telah merenggut banyak korban kecelakaan.

Sementara itu, informasi yang didapatkan oleh Wartadesa, Aktivis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Pekalongan akan menggelar aksi demo pada Kamis (24/05).

“Besok akan ada aksi demo terkait jalan tol dari seluruh aktivis FEBI. Demo akan dilakukan sejak pukul 08.00 WIB di Bojong. Titik kumpul di Kampus IAIN Kajen,” pesan singkat dari salah seorang aktivis FEBI, Ayu kepada Wartadesa hari ini. (Eva Abdullah)

 

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Tanggul Karangjompo jebol, rob makin tinggi

tanggul jebol

Tirto, Wartadesa. – Tanggul penahan sungai Bremi di Desa karangjompo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan jebol. Akibatnya air langsung meluap menggenangi rumah warga di sepanjang tujuh kilometer, wilayah yang dilanda banjir rob tersebut.

Jebolnya tanggul penahan sungai tersebut menambah ketinggian banjir rob di wilayah Tirto dan sekitarnya. Menurut warga, tanggul sungai Bremi jebol sudah dua hari lalu, hingga air meluap menggenangi permukiman warga.

“Memang kadang air hampir meluap tapi tak pernah parah seperti ini, sejak dua hari lalu air deras mengalir masuk ke pemukiman,”  tutur Kusrin, salah seorang warga.

Kusrin menambahkan bahwa jebolnya tanggul terjadi di beberapa titik karena tingginya air sungai Bremi hingga menutup jembatan yang sering digunakan aktivitas warga.

Wilayah Karangjompo berbatasan langsung dengan Jeruksari. Jebolnya tanggul jelas berimbas pada wilayah Jeruksari.

Ali Sahbana, warga Jeruksari mengungkapkan bahwa sudah lebih dari dua pekan, wilayah Jeruksari terendam lebih dari satu meter.   “Sudah dua pekan lebih pemukiman terendam, walaupun wilayah kami sering dilanda rob, tapi tidak separah kali ini,” ujarnya.

Hingga saat ini, sedikitnya 200 warga Kramatsari mengungsi. Seperti diberitakan Wartadesa sebelumnya, sedikitnya 2000 warga Jeruksari terendam banjir rob. Banjir rob terparah berada di RW 07 yang menggenangi 350 rumah sejak pukul 17.30 WIB dan akan surut pada pagi hari.

Ketinggian rob paling parah terjadi di RW 7 dengan tinggi lebih dari 1 meter yang dihuni sebanyak 350 rumah. Air pasang itu biasannya datang pada pukul 17.30 dan surut ketika pagi hari. Adanya fenomena pasang surut tersebut membuat petugas siaga bencana sempat mengalami kebingungan lantaran penanganannya tidak langsung selesai sekaligus. (Eva Abdullah)

Terkait
Warga Karangjompo butuh penanganan rob segera

Rumah warga Karangjompo kec. Tirto - Pekalongan sudah bertahun-tahun tergenang rob. Mereka butuh penanganan segera Pemkab Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Setahun kampungnya terendam rob, warga Mulyorejo Tirto bikin surat terbuka untuk Jokowi

Tirto, Wartadesa. - Rob berkepanjangan yang menimpa wilayah pantura Kabupaten dan Kota Pekalongan membuat Eko Riyanto, warga Desa Mulyorejo Kecamatan Read more

Setahun terendam rob, warga inginkan kehidupan seperti dulu lagi

Pekalongan, Wartadesa. - Banjir rob yang melanda desa dan kelurahan di wilayah Pantura Kabupaten dan Kota Pekalongan telah mematikan sendi-sendi Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Asip: Tiap industri wajib bikin IPAL

limbah-1

Kajen, Wartadesa. – Setiap pelaku industri wajib memenuhi ijin lingkungan berupa Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKP UKL) dan penyediaan instalasi pengelolaan limbah (IPAL). Demikian disampaikan oleh Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan menjawab pertanyaan anggota dewan terkait persoalan limbah tekstil di Kota Santri dalam rapat paripurna DPRD beberapa waktu lalu.

Menurut Asip Kholbihi, sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2015 Tentang Izin Usaha Industri dan Ketentuan Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Air Limbah, setiap industri wajib mememenuhi ijin lingkungan berupa UKP UKL dan IPAL.

Rapat paripurna Bupati dengan DPRD Kabupaten Pekalongan membahas arah kebijakan rencana pembangunan industri di Kabupaten Pekalongan tahun 2018-2038 disusun berbasis pada potensi industri unggulan daerah.

Bupati menyebut sedikitnya ada empat jenis industri yang menjadi arah kebijakan rencana pembangunan industri di Kabupaten Pekalongan. Di antaranya pertama industri tekstil dan produk tekstil, kedua industri kerajinan, ketiga industri pengelohan berbasis pertanian dan perkebunan dan keempat industri pengeolahan ikan.

“Tentu tidak hanya empat jenis industri saja, pemerintah tetap mengakomodir industri lain yang potensial dan merupakan potensi daerah,” kata Bupati Asip Kholbihi.

Terkait penanganan limbah di Kabupaten Pekalongan, sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan meminta agar usaha pencucian jins yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk tidak diterbitkan ijin usahanya. Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi C, Heri Triyono Sabdo dalam audiensi dengan warga Desa Karangsari Kecamatan Bojong di ruang rapat dewan. Senin (23/04).

“Jika belum ada IPAL, jangan dikasih izinnya. Sebelum izin keluar kan ada kajian di lapangan terlebih dahulu,” ujar Heri menjawab tuntutan warga.

Permasalahan limbah di Desa Karangsari Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan merupakan permasalahan lama yang tidak juga terselesaikan.  Bahkan Pemkab telah menganggarkan Rp. 8 miliar untuk pembuatan IPAL Komunal yang kemudian dana tersebut tidak terserap lantaran ditolak oleh warga.

Buruknya kesadaran pengusaha Pekalongan dalam mengelola limbah tekstil, sering dikeluhkan oleh warga. Seperti beberapa kasus di wilayah  Karangsari Bojong, Pegaden Tengah Wonopringgo dan beberapa daerah lain.

Limbah cair tekstil cucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan, J  yang langsung dibuang ke sungai tanpa olah terlebih dahulu, dikeluhkan oleh warga setempat.

Ahad (24/9) sebuah fanspage media lokal Pekalongan mengunggah keluhan warga bernama Achsan Wonopringgo. Dia mengeluhkan sungai di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo yang tercemar limbah cucian jins. “Pk Asip Kholbihi tlg sungai Desa Pegaden Tengah, Wonopringgo di pantau pak.sudah parah benar.tercemar limbah cucian jeans.mereka lgsung membuang ke sungai tnpa melakukan proses.” Tulis admin fanspage tersebut.

Permasalahan lainnya, keberadaan IPAL Komunal masih belum dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku industri rumahan di Kecamatan Tirto, khususnya Desa Tegaldowo.

Menurut Kabid  Pencegahan dan Pengawasan Lingkungan Dinas Perkim LH Kabupaten Pekalongan, Ir Yarochim, IPAL Komunal di beberapa tempat fungsinya masih kurang dioptimalkan. Seperti di Desa Tegaldowo Tirto.

Menurut Yarochim, hal tersebut dikarenakan kesadaran pengusaha untuk pengolahan limbah masih rendah. Sebenarnya pihak dinas sudah melakukan sosialisasi. Hanya saja masyarakat cenderung berpikir beban produksi akan semakin bertambah dengan adanya IPAL.

Kesadaran warga akan bahaya limbah industri tekstil sebetulnya sudah bagus. Beberapa kali warga melakukan aksi demo menolak ulah pengusaha yang membuang limbah tekstil langsung ke sungai. Diperlukan kesungguhan dari pemerintah setempat untuk menegakkan Peraturan Pemerintah Nomor 107 Tahun 2015 Tentang Izin Usaha Industri dan Ketentuan Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Air Limbah, setiap industri wajib mememenhi ijin lingkungan berupa UKP UKL dan IPAL. (Eva Abdullah, disusun dari berbagai sumber)

 

Terkait
Warga Kalijambe, antusias sambut IPAL Komunal berbasis masyarakat

Sragi, Wartadesa. - Warga dukuh Genteongkidul Desa Kalijambe Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan menyambut gembira dan antusias peresmian Instalasi Pengolah Air Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Dua ribu rumah warga Jeruksari terendam rob hingga satu meter

rob jeruk sari

Tirto, Wartadesa. – Sedikitnya 2000 rumah warga di Desa Jeruksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan terendam air rob hingga satu meter. Banjir rob terparah berada di RW 07 yang menggenangi 350 rumah sejak pukul 17.30 WIB dan akan surut pada pagi hari.

Salah seorang warga setempat, Warkuni mengungkapkan bahwa banjir rob surut, namun datang langi. “Nek surut yo mesti surut..tapi mengko teko meneh.” Tuturnya, Ahad (20/05).

Data dari BMKG memprediksikan bahwa kenaikan air pasang terjadi pada 18 hingga 21 Mei 2018. Sebelumnya pada April lalu, banjir rob juga menggenangi wilayah RW 07 Desa Jeruksari hingga lebih dari satu meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pekalongan Bambang Sujatmiko, mengungkapkan bahwa pihaknya mendirikan dua posko darurat beserta logistik dan perahu karet untuk berjaga-jaga.

Dijelaskan, ketinggian rob paling parah terjadi di RW 7 dengan tinggi lebih dari 1 meter yang dihuni sebanyak 350 rumah. Air pasang itu biasannya datang pada pukul 17.30 dan surut ketika pagi hari. Adanya fenomena pasang surut tersebut membuat petugas siaga bencana sempat mengalami kebingungan lantaran penanganannya tidak langsung selesai sekaligus.

‘’Meskipun demikian kami tetap siaga dengan menyediakan dua posko darurat beserta logistik dan perahu karet. Kami juga akan melakukan perbaikan tanggul,’’ tuturnya.

Dengan adanya posko, secara otomatis masyarakat bisa melakukan evakuasi secara mandiri jika sewaktu-waktu air pasang meninggi. ‘’Air pasang ini setiap hari mengalami pasang surut sehingga juga menyulitkan masyarakat beraktivitas utamannya pada bulan Ramadan,’’ tuturnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Warga Karangjompo butuh penanganan rob segera

Rumah warga Karangjompo kec. Tirto - Pekalongan sudah bertahun-tahun tergenang rob. Mereka butuh penanganan segera Pemkab Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Setahun kampungnya terendam rob, warga Mulyorejo Tirto bikin surat terbuka untuk Jokowi

Tirto, Wartadesa. - Rob berkepanjangan yang menimpa wilayah pantura Kabupaten dan Kota Pekalongan membuat Eko Riyanto, warga Desa Mulyorejo Kecamatan Read more

Setahun terendam rob, warga inginkan kehidupan seperti dulu lagi

Pekalongan, Wartadesa. - Banjir rob yang melanda desa dan kelurahan di wilayah Pantura Kabupaten dan Kota Pekalongan telah mematikan sendi-sendi Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

SMJ dinilai Dewan langgar komitmen perbaiki jalan rusak imbas tol

surat terbuka

Kajen, Wartadesa. – PT SMJ, pelaksana pembangunan jalan tol dinilai oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah II Kab. Pekalongan telah melanggar komitmen untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat pembangunan jalan tol. Demikian diungkapkan oleh Munir, Sekretaris Komisi C DPRD beberapa waktu lalu.

Dewan berencana akan memanggil pengelola dan instansi terkait terkait darurat jalan rusak akibat pembangunan jalan tol. Diperoleh informasi sebelumnya, pada Senin (14/05) lalu, dewan memanggil Pemkab dan perwakilan kontraktor tol, namun sampai saat ini belum terlaksana.

“Untuk itu dalam waktu dekat ini komitmen kami dari Komisi C akan memanggil kembali rekanan proyek tol dalam rangka menghadapi lebaran ini jalan yang rusak akibat pembangunan proyek tol harus diperbaiki. Jangan sampai terus beralasan karena proyek nasional namun imbasnya masyarakat yang dirugikan,” kata Munir.

Menurut Munir,  DPRD Kabupaten Pekalongam  sudah berulang kali mengadakan rapat bersama Waskita, SMJ, Kepolisian, Kejaksaan dan Dinas Pekerjaan Umum. Dalam setiap rapat, pihak Waskita dan SMJ menyatakan berkomitmen untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat dilalui truk bermuatan material proyek pembangunan Tol.

“Kami sudah menuntut supaya jalan yang rusak segera diperbaiki jangan sampai menunggu selesai. Minimal yang berlubang ditutup sehingga tidak membahayakan pengguna jalan namun dalam kenyataannya komitmen kesepakatan malah dilanggar sehingga menimbulkan banyak korban kecelakaan,” ujar Munir beberapa waktu lalu.

Komitmen lain yang harus disepakati, lanjut Munir, menyiram jalan sehingga tak berdebu dan licin. Kemudian muatan truk juga harus ditutup menggunakan terpal sehingga tidak jatuh berceceran yang berimbas membahayakan pengguna jalan, dan yang terakhir sopir dilarang ugal- ugalan.

Munir menegaskan bahwa Pemkab dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum harus segera menginventarisir jalan yang rusak imbas dari pembangunan jalan tol. Sehingga sebelum lebaran sudah diperbaiki.  “Kita pantau bareng- bareng supaya jalan segera diperbaiki,” imbuhnya.

Surat Terbuka Untuk Presiden

Tidak ada kejelasan dan komitmen dari kontraktor tol untuk memperbaiki jalan yang rusak juga menggerakkan warga menulis surat terbuka untuk Presiden RI.

Surat terbuka yang ditulis oleh Didiek Harahap, Ketua Yayasan Gema Desa Nusantara, Bojong Kabupaten Pekalongan ini diunggah di laman media sosial Wartadesa pada Rabu (16/05). Hingga saat ini tulisan tersebut sudah dibagikan oleh warganet Pekalongan sebanyak 723 kali, dikomentari oleh 1,5 ribu orang dan menjangkau 183.465 orang.

Beragam komentar disampaikan oleh warganet, rata-rata mereka mendukung surat terbuka tersebut agar Pemerintah segera menegur pelaksana proyek tol untuk segera memperbaiki jalan yang rusak imbas dari tol.

Berikut surat terbuka untuk Presiden RI Joko Widodo tersebut.

#SuratTerbukaWargaUntukPresidenRI
Assalamualaikum Wr.Wb.
Selamat malam, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT

Kpd Bpk Presiden RI Joko Widodo Presiden Joko Widodo @jokowi
Kpd Bpk Bupati Pekalongan Asip Kholbihi Asip Kholbihi Asip Kholbihi@asipkhobihi

Semoga Bapak beserta keluarga dalam keadaan sehat dan diberkahi dalam menjalankan amanah yang diemban.

Sudilah kiranya Bapak berkenan membaca uneg-uneg yang ada dalam hati ini, semoga uneg-uneg ini bisa mewakili suara warga Pekalongan secara umum.

Bapak ynng terhormat, kami tidak menolak proyek jalan tol, kami juga tidak anti proyek jalan tol. Kami menyadari ini proyek nasional yang wajib bagi kami mendukungnya. Tetapi kami mohon kepada Bapak untuk juga memikirkan dampak yang terjadi dari pembangunan jalan tol ini, setiap hari kami harus menghirup debu jalanan dampak dari proyek ini. Bagaimana nasib anak-anak kami kelak jikalau setiap hari harus menghirup udara yang sudah tidak sehat lagi?.

Kami tidak akan menuntut apa-apa, cukup bagi kami apabila Bapak berkenan memperbaiki jalan-jalan yang rusak karena dampak dari proyek tol ini.

Kami tahu dan sadar jikalau jalan ini diperbaiki pun akan tetap rusak karena proyek yang masih lama, tetapi apakah karena kesadaran kami ini harus banyak korban yang berjatuhan?.

Sudah beberapa kali kecelakaan terjadi karena kondisi jalan penuh lubang dan berdebu, bukan hanya disiram air agar tidak berdebu menjadi solusinya, karena dengan disiram, justru jalan menjadi licin dan bnyak mengakibatkan kecelakaan.

Bapak Presiden RI dan Bapak Bupati yang terhormat, perlu bapak ketahui, dampak proyek tol ini tidak hanya sekedar jalnan rusak dan berdebu, disamping masalah kesehatan tapi dari sisi ekonomi juga besar dampaknya, para pedagang keliling entah yang menggunakan gerobak dorong, sepeda kayuh, atau pun sepeda motor tentunya akan merasakan dampak yang palig berat. warung-warung makan yang berada dipinggir jalan tidak luput dari debu jalanan. pengusaha angkutan transportasi pastinya juga merasakan dampaknya. Masih banyak jika diuraikan dampak merugikan dari proyek tol ini.

Memang kematian adalah takdir, kecelakaan juga garis hidup, tapi kita sebagai manusia tentunya harus berusaha, sama halnya dengan rejeki yang juga takdir, tetapi kita wajib untuk berihtiar agar rejeki itu datang.

Sekali lagi kami sampaikan, kami tidak menolak proyek tol dan kami tidak anti proyek tol, tapi tolong jangan karena tol, jalan jadi bodol. Jangan karena tol kendaraan jadi ambrol, jangan karena tol kesehatan jadi jebol.

Semoga Bapak berkenan membaca tulisan ini dan dapat menindak lanjuti agar kami bisa menghirup udara segar lagi, agar anak-anak kami bisa tersenyum berseri merayakan idul fitri sebentar lagi.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

ttd

Didiek Harahab, S.A.P., M.Si.
ketua Yayasan Gema Desa Nusantara
Jl. Rogopenepi Desa Ketitanglor No. 58 Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan 51156 Phone: 0285-7830303

Keterangan Foto: Korban kecelakan di ruas jalan Bojong-Wiradesa Kabupaten Pekalongan, Selasa (15/05)

(Eva Abdullah)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan PublikLingkungan

Jalan rusak akibat proyek tol, warga Bodeh blokir jalan

blokir jalan

Pemalang, Wartadesa. – Puluhan truk dam pengangkut material pembangunan jalan tol di Kecamatan Bodeh Kabuapten Pemalang tidak dapat beroperasi lantaran warga melakukan aksi blokade jalan. Pemblokiran jalan tersebut akibat warga habis kesabarannya menunggu janji pihak pengembang memperbaiki jalan yang rusak akibat pembangunan tol. Selasa (15/05) siang.

“Ini adalah tindak lanjut kami bersama masyarakat Kecamatan Bodeh yang melakukan pertemuan yang dihadiri oleh para Kepala Desa,Damanhuri Humas PT SMJ,Sartono PT PBTR, Yudhi Kuswoyo DPU-PR, dan banyak lagi saksi yang menyaksikan pada tanggal 3 Mei 2018 di Balai Desa Pendowo dan pada waktu itu kami memilih jalan demokrasi, musyawarah untuk mufakat sebagai jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan maupun memperjuangkan berbagai ide dan keinginan masyarakat akan kondisi kerusakan infrastruktur jalan akibat dampak proyek jalan tol yang dituangkan dalam selembar kertas surat pernyataan,” kata Andi Rustono. Koordinator aksi.

Menurut Andi Rustono, dalam surat pernyataan hasil mediasi pada 3 Mei 2018 tersebut, pihak pengembang bersedia melakukan perbaikan jalan dan sudah dimulai pada tanggal 10 Mei 2018. “Dalam surat pernyataan tersebut tertulis bahwa pada tanggal 10 Mei 2018 harus ada progres atau rencana yang jelas terhadap perbaikan jalan Kabupaten (Comal Bodeh) dan jika sampai batas waktu tidak ada progres jalan akan ditutup,” lanjut Rustono.

Setelah ditunggu hingga hari Senin kemarin tidak ada tanda-tanda perbaikan jalan, masih lanjut Rustono, warga melakukan aksi blokade. ”Jangan salahkan kami jika terpaksa melakukan penutupan jalan yang sebenarnya sama sekali bukan maksud yang kami hendaki, tapi pihak SMJ, PBTR sudah melukai kami,” tuturnya.

“Warga memahami bahwa proyek jalan tol merupakan progam nasional, perintah Presiden dan bisa digunakan untuk mudik lebaran tahun ini, namun mohon dengan segala hormat pihak Pelaksana Proyek  memperhatikan, bergerak cepat, dalam hal perbaikan jalan/infrastruktur terutama jalan-jalan desa yang dilalui angkutan proyek,” imbuh Rustono.

Kusworo, salah seorang  warga Desa Muncang mengungkapkan bahwa,  ”tiap hari kami dipaksa menghirup udara berdebu saat musim kemarau,  dan apabila hujan jalan depan depan rumah kami seperti sungai, tak jarang pengendara sepeda motor jatuh mengalami kecelakaan maupun terjatuh karena lubang,” tutur warga yang rumahnya berada tepat di pinggir jalan.

Kusworo menambahkan bahwa seharusnya ada pemeliharaan jalan dari pelaksana proyek terkait jalan yang rusak tersebut.  “Jalanan rusak berat tidak diperbaiki, padahal itu adalah jalan warga bukan jalan proyek. Mestinya ada pemeliharaan dari pelaksana proyek,” lanjut Kusworo. (Eva Abdullah)

 

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Jelang Ramadhan Personek dan Komunitas Guru Lebakbarang perbaiki jalan

kerjabakti lebakbarang

Lebakbarang, Wartadesa. – Puluhan warga yang tergabung dalam Persatuan Sopir Kenek (Personek) bersama Komunitas Guru Lebakbarang, serta pelajar, aparat Koramil dan jajaran personel Polsek Lebakbarang menggelar kegiatan pengurukan jalan rusak di Bantarkulon-Mendolo, Kecamatan Lebakbarang. Selasa (15/05).

Menjelang bulan Ramadhan, komunitas ini bersama-sama warga menggelar kerja bakti dengan tujuan mengurangi korban jatuh yang melintas jalan, akibat jalan yang rusak dan berlubang.

Puluhan pelajar juga dikerahkan, mereka bersama-sama warga melakukan bersih-bersih jalan dan menambal beberapa lubang jalan.

Komunitas Guru dan Pelajar Lebakbarang menggelar kerjabakti jelang bulan Ramadhan, Selasa (15/05)

“Tujuannya sih untuk melakukan bersih-bersih jalan dan menambal jalan yang rusak. Karena sudah banyak korban berjatuhan akibat jalan rusak,” tutur Wastejo dari komunitas Personek.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Anna, salah seorang pelajar, “Ya … ini bentuk dari kepedulian kita sebagai warga Lebakbarang untuk peduli terhadap lingkungan sekitar kita. Banyak jalan berlubang dan rusak, kalau tidak segera ditangani akan lebih banyak korban yang jatuh,” tuturnya.

Sementara itu, Riandi Bowo Satmiko (28), salah seorang sopir anggota Personek mengungkapkan bahwa  kerja bakti penggurugan jalan yang rusak dan berlubang dikalukan karena sering terjadi kecelakaan. “Karena di jalan Sidomulyo-Makirah sering terjadi motor terjatuh dan membuat per kendaraan sering patah.” Tuturnya.

Riandi berharap agar pemerintah setempat segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut. ” esan kami kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk segera memperbaiki jalan tersebut. Kami melakukan kerja bakti bukan untuk mencari sensasi ataupun yang lainnya. Semua demi keselamatan  kita bersama.” Pungkasnya.

Dalam kerjabakti tersebut, relawan dibagi dalam dua kegiatan, Komunitas Guru dan pelajar melakukan kerjabakti di wilayah Bantarkulon hingga Mendolo. Sedang Personek melakukan kerjabakti di Sidomulyo, Lebakbarang. (Budi R. Setiawan)

 

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya