close

Lingkungan

Hukum & KriminalLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

PT SMJ mangkir dari tanggung jawab perbaikan jalan

jalan pemalang rusak

Pemalang, Wartadesa. – Subkontraktor pelaksana pembangunan jalan tol Trans Jawa ruas Pemalang mangkir saat diundang rapat oleh Komisi B DPRD Kabupaten Pemalang, Senin (06/08). Agenda rapat yang merupakan tindak lanjut dari rapat pada 26 Juli lalu tersebut mengagendakan pemulihan kondisi jalan desa maupun jalan kabupaten yang rusak akibat imbas pembangunan tol.

”Agenda kami pada rapat itu didasari progres capaian yang dikerjakan PT SMJ sangat rendah. Padahal kontrak Oktober mendatang sudah selesai. Disamping itu MoU tentang pemulihan jalan terdampak tol sudah dibuat,” kata Fahmi, Ketua Komisi B.

Fahmi menambahkan, perjanjian antara Pemkab Pemalang dengan kontraktor tol menyebut bahwa perbaikan jalan yang rusak menjadi tanggung jawab SMJ. Namun perjanjian (MoU) tersebut tidak dipatuhi oleh PT SMJ. Dari 79,1 KM jalan yang rusak hanya 4,2 KM yang diperbaiki. “Ruas jalan yang diperbaiki yaitu ruas yalan Widodaren-Karangasem, atau sekitar 6,7 persen yang sudah diperbaiki,” lanjutnya.

Senin kemarin, masih menurut Fahmi, seharusnya jalan yang rusak sudah dikerjakan oleh SMJ, tetapi saat diundang malah tidak datang.

”Padahal kondisi masyarakat kini sudah sangat resah. Ingin segera jalan rusak yang sudah sekitar dua tahun segera diperbaiki,” tegas Fahmi.

Meskipun pihak SMJ tidak datang hari itu, rapat memutuskan ke depan PBTR yang mengadakan rapat dengan mengudang seluruh pihak. Yakni DPRD, Pemkab Pemalang, PT SMJ dan perwakilan desa masing-masing. Rapat untuk menyusun jadwal penanganan per ruas dengan melaksanakan survei bareng.

”Jika hal itu (perbaikan jalan) tidak dilaksanakan maka DPRD akan meminta kepada Bagian Hukum Pemkab Pemalang menuntut secara hukum,” ungkap Fahmi. (Eva Abdullah)

 

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Warga Degayu perbaiki pintu air yang jebol

perbaikan jebol pintu air degayu_daeng mamase

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Warga Degayu bersama anggota Koramil Pekalongan utara bergotong-royong memperbaiki pintu ari di area persawahan kelurahan setempat. Sebelumnya, pintu air yang terbuat dari kayu dengan kanan-kirinya masih berupa tanah tersebut jebol. Akibatnya air laut masuk ke lahan persawahan warga. Sabtu (28/07)

“Pintu air hanya terbuat dari kayu, kanan dan kiri masih pakai tanah dan masih belum permanen sehingga mudah tergerus air rob,” ujar Kapten Inf Suhardi, Danramil 19 Pekalongan Utara.

Suhardi menambahkan, untuk mencegah   air laut tidak masuk ke area persawahan, untuk sementara waktu dilakukan penutupan sementara dengan menggunakan tanah urugan. “Untuk sementara pintu air yang jebol, kami memperbaiki dengan penanganan secara darurat dengan di urukan tanah,” lanjutnya.

Perbaikan pintu air yang bersifat sementara tersebut diharapkan bisa menahan air laut masuk ke persawanan untuk sementara waktu.

Sementara itu, warga yang merupakan petani desa setempat berharap ada tindakan dari pemerintah untuk memperbaiki pintu air secara permanen, mengingat pintu air tersebut sangat vital bagi keberlangsungan lahan pertanian di Kelurahan Degayu. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan PublikLingkungan

Dinilai merusak lingkungan, warga Cangak minta galian C ditutup

galian c cangak

Pemalang, Wartadesa. – Penambangan galian C di kawasan   Desa Cangak Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang didesak untuk segera ditutup. Desakan warga dari Desa Cangak, Payung dan  Krangbrai tersebut karena  dinilai merusak lingkungan.

Penambangan galian c di areal tersebut sudah berjalan sejak 2010 lalu.  Kondisi ini menjadi kehawatiran banyak pihak, sehingga warga berharap segera ditutup. Apalagi lahan di kawasan hutan itu rusak cukup parah dan membahayakan.

Kepala Desa Payung, Kalkuto mengungkapkan bahwa bekas galian C meninggalkan lubang-lubang yang menganga dan membahayakan keselamatan warga.  Menurutnya antara pemilik lahan dan penambang tidak transparan dengan pemerintah desa. “Penambang membeli tanah beserta kandungannya dengan harga Rp. 500 ribu pada tahun 2009. Yang paling untung ya … penambangnya,” ujarnya.

Kalkuto menyebut wajar jika warga menuntut galian C tersebut ditutup, lantaran tidak ada ijin dari desa. “Kalaupun ada ijin dari provinsi, seharusnya kan pihak desa diberikan tembusannya,” lanjutnya

Sementara Nuryadi, salah seorang penambang galian C mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengantongi ijin melalui Pemprov Jateng. Dia mengaku baru  membeli lahan tersebut Rp. 600 juta dan baru melakukan penambangan empat bulan.

Nuryadi mengaku akan menanggung kerugian besar jika lahan tersebut ditutup warga. (sm dan berbagai sumber)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan PublikLingkungan

Ratusan warga Desa Petanjungan demo kontraktor tol

demo tol petajugan

Pemalang, Wartadesa. – 150 warga Desa Petanjugan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang menggelar aksi unjuk rasa, Jum’at (20/07). Aksi warga dipicu rusaknya jalan yang tak kunjung diperbaiki oleh kontraktor tol.

Aksi yang digelar sejak pukul 09.99 WIB tersebut dibarengi dengan pembentangan spanduk dan pamflet bertuliskan “Kapan jalan akan diberbaiki”, “Jangan hanya Janji yang Kami Terima, Warga Petanjungan Menagih Janji Perbaikan Jalan”, “Bukan debu yang kumau”, ‘Kembalikan jalanku seperti dulu”, “Jalan berlubang, bergelombang dan penderitaan”.

Selain membentangkan spanduk tuntutan warga, warga juga menyuarakan tuntutannya dengan menggunakan pengeras suara. Warga juga melakukan aksi tanam pohon pisang di sepanjang jalan desa yang rusak.

Aksi dimulai dari Balaidesa setempat, kemudian warga melakukan longmarch (aksi jalan kaki) ke lokasi pembangunan jalan tol, di atas underpass Desa Petanjungan.

Kepala Desa Petanjungan, Sriyanto mengungkapkan bahwa tanggung jawab perbaikan jalan ada ditangan Pemkab Pemalang, bukan tanggungjawab pemerintah desa. Sriyanto meminta apabila jalan tol sudah operasional, jalan desa harus segera diperbaiki.

Menutur Sriyanto, pihaknya sudah sering mengirimkan surat ke PT. SMJ untuk segera memperbaiki jalan desa yang rusak. namun, masih menurut Sriyanto, hingga saat ini tidak ada tanggapan dan realisasinya.

Salah seorang warga, Talani, dalam orasinya mengungkapkan bahwa warga menuntut adanya perbaikan jalan di Desa Petanjungan yang rusak akibat aktifitas truk dam pengangkut material tol.

Warga memberi deadline (batas waktu) kepada PT. SMJ untuk memperbaiki jalan yang rusak, maksimal satu minggu (Jum’at depan). Bila kontraktor tol tidak melakukan perbaikan, warga akan melakukan unjuk rasa dengan peserta aksi yang lebih banya. Lanjut Talani.

Anggota DPRD Kabupaten Pemalang, Fahmi Hakim yang hadir dalam unjuk rasa tersebut mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah ada kesepakatan antara Pemda Pemalang dengan PT. PBTE terkait permasalahan jalan yang rusak. Penanggungjawab kerusakan jalan adalah PT. SMJ.

“Kami dari DPRD Kab Pemalang khususnya Komisi B telah membentuk Tim Monev Pembangunan Jalan Tol yang melintas di wilayah Kab. Pemalang,” ujar Fahmi.

Fahmi menambahkan, pihaknya menunggu warga untuk segera mengirimkan surat ke dewan untuk dijadikan dasar rapat dengar pendapat dengan PT. SMJ.

Sementara itu, Humas PT. Waskita, Jhon Peang mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PT. SMJ, DPRD, Pemkab Pemalang dan Pemerintah Desa Petanjugan untuk segera menidaklanjuti tuntutan warga.

Mendapat jawaban dari PT. Waskita, wargapun mengakhiri aksi demo dengan membubarkan diri, dan membersihkan pohon pisang yang sebelumnya ditanam di sepanjang jalan. (Eva Abdullah)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
EkonomiHukum & KriminalLingkunganSosial Budaya

Buntut pembuangan limbah proyek, Bupati akan panggil pelaksana pembangunan PLTU

wihaji akan panggil pltu

Batang, Wartadesa. – Bupati Batang, Wihaji akan memanggil pelaksana pembanguna Pembangkit Listrik Tenaga Uap (batu bara) Batang, Rabu (11/07). Demikian disampaikannya saat menerima puluhan anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Batang, Selasa (10/07) sore.

Para nelayan asal Desa Roban Barat Kedungsegog, Tulis, Roban Timur, Sengon, Subah, Seklayu, Sidorejo, Gringsing datang ke kantor kabupaten, mengadukan limbah buangan (drijing) proyek PLTU Batang.

Menurut Ketua HSNI Batang, Teguh Tarmujo, nelayan Batang melaporkan adanya pembuangan limbah drijing pembangunan PLTU yang tidak sesuai dengan aturan. “Pembuangan drijing tersebut merusak ratusan alat tangkap nelayan, sehingga ikan sulit ditangkap, sehingga meresahkan nelayan,” ujarnya.

Teguh berharap agar Bupati Batang memfasilitasi keluhan tersebut. “Nelayan sudah menyampaikan aspirasi dengan baik. Kami berharap, Pak Bupati menegur keras pelaksana pembangunan proyek tersebut. Dengan demikian, nelayan tetap bisa menangkap ikan,” lanjut Teguh.

Menjawab keluhan para nelayan, Wihaji mengatakan akan menindaklanjuti keluhan tersebut. “Saya selaku kepala daerah besok (Rabu, 11/7-Red) akan memanggil pelaksana pembangunan PLTU terkait dengan keluhan nelayan. Pemkab akan berdiri di atas aturan, karena memiliki tim pengawalan amdal yang tiap enam bulan sekali ada evaluasi. Kalau memang nanti tidak sesuai dengan amdal, akan diberi teguran keras.” Ujarnya. (WD)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

1,3 KM geotube di Kandang Panjang ambles

ilustrasi geotube

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Geotube (tanggul penahan gelombang dengan menggunakan karung yang diisi dengan pasir) di pesisir Kelurahan Kandang Panjang dan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan ambles. Akibatnya, rob di wilayah tersebut masih tetap tinggi. Karena air dari laut langsung masuk ke permukiman warga.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Pekalongan Slamet Miftahudin, sepanjang 1,3 KM geotube yang ambles teresebut, 200 meter diantaranya rusak, sehingga harus segera diperbaiki. Sedang yang mengalami ambles, harus segera ditinggikan.

Miftahudin menambahkan bahwa amblesnya geutube tersebut lantaran tergerus dari dua sisi. Geutube tergerus dari sisi belakang, yangki Kali Bitingan dan dari sisi depan, berupa terjangan ombak.

Walikota Pekalongan, Mochammad Saelany Machfudz, mengatakan bahwa ambles dan rusaknya geotube tersebut menjadi biang keladi rob di Kota Pekalongan yang tidak kunjung surut. Demikian disampaikan saat meninjau lokasi, Selasa (10/07).

Menurutnya, karena yang berwenang mengatasi permasalahan seputar pantai dan geotube adalah pemerintah provinsi. Pihaknya telah menyurati BBWS Pemali Juana. Dalam surat tersebut, Pemkot Pekalongan mengajukan bantuan dana untuk memperbaiki geotube yang rusak dan ambles tersebut.

”Saya sudah buat surat ke BBWS agar segera dibantu, diutamakan. Sebab, kalau menunggu pembangunan tanggul rob selesai, masih lama, Sehingga dalam rentang waktu tersebut masyarakat masih terkena rob. Untuk mengurangi hal itu, geotube harus segera diperbaiki,” paparnya. (WD)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Fakta menarik jembatan Kalikeruh Luragung Kandangserang

warga luragung menyeberang kali
  • Keindahan kalikeruh Desa Luragung Kandangserang Kabupaten Pekalongan

Kandangserang, Wartadesa. – Paska jembatan Kalikeruh Desa Luragung Kecamatan Kandangserang yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang, ini putus, warga harus menyeberangi sungai untuk berinteraksi dan beraktivitas. Bertaruh nyawa.

Jembatan tersebut menghubungkan wilayah Desa Luragung, Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, dengan Kecamatan Watu Kumpul, Kabupaten Pemalang.

Putusnya jembatan DAS Kalikeruh tersebut, bukan hanya menghambat jalur akses ekonomi, namun meyulitkan warga kedua kabupaten yang bekerja dan bersekolah di Kabupaten Pekalongan maupun Pemalang.

Bupati Asip mengungkapkan bahwa jembatan Kali Keruh dibangun pada tahun 2003 oleh Pemerintah Propinsi (Pemprov) Jateng dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemerintah Pusat. “Jembatan ini merupakan akses bagi anak-anak sekolah dan pedagang, baik warga Kabupaten Pekalongan dan Pemalang yang melakukan aktivitas perekonomian di kedua kabupaten. Karena itu, menuntut penanganan segera,” katanya, Ahad (18/02)

Asip berjanji  dalam waktu dekat atau minggu akhir bulan Februari, segera dibangun jembatan darurat. Sehingga, warga kedua kabupaten tidak lagi kesulitan, mengingat jalan di Kabupaten Pekalongan menuju Kabupaten Pemalang sudah sangat bagus dengan posisi dicor dan diaspal bagus. “Untuk kepentingan masyarakat, karena vital, akses dua kabupaten, paling tidak dibangun jembatan darurat dahulu,” tandas Bupati Asip. (Dokumentasi dari berbagai sumber)

 

 

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Tertutup longsor di Sidomulyo, 4 travel tak bisa lanjutkan perjalanan

longsor sidumulyo

Lebakbarang, Wartadesa. – Sebanyak 70 penumpang dari empat mobil travel jurusan Jakarta tidak bisa berangkat melanjutkan perjalanan lantaran ruas jalan Lebakbarang-Sidomulyo tertimbun longsor. Sabtu (23/06).

Pewarta Wartadesa di lokasi kejadian melaporkan bahwa hujan berintensitas sedang sejak siang hari, yang mengguyur selama dua jam lebih membuat tanah di wilayah Desa Sidomulyo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan yang labil dan retak-retak, menjadi penyebab longsor.

Lokasi longsor di Sidomulyo merupakan wilayah rawan longsor, berjarak kurang dari 50 meter dari lokasi longsor sebelumnya.

Longsor menutup akses jalan Sidomulyo-Lebakbarang, Sabtu (23/06). Foto: Budi Rahayu Setiawan/Wartadesa

Sutoyo (40), salah seorang penumpang travel jurusan Lebakbarng-Jakarta yang hendak kembali bekerja di Ibukota menceritakan, longsor terjadi sekira pukul 17.10 WIB. “Longsor sekitar jam 17.0 WIB mas … akibat hujan turus dari siang hari, … kami ada empat buah travel dengan total penumpang 70 orang tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Ditunda sampai besok mas … nunggu warga membersihkan material longsor,” tuturnya.

Hal yang sama diungkapka oleh Andi (32), warga Sidomulyo. “Terpaksa saya menunda keberangkatan travel saya yang membawa penumpang tujuan Jakarta,” ujarnya.

Sementara salah seorang sopir jurusan Lebakbarang-Karanganyar, Wastejo (50) mengungkapkan bahwa kemungkinan dirinya tidak bisa segera bekerja seperti biasa, mengingat pembersihan material oleh warga yang akan dilakukan besok hanya menggunakan cara manual.

 “Kemungkinan besok libur narik angkutan. Jika hanya menggunakan tenaga manusia akan memakan waktu berhari hari.” Ujar Wastejo.

Pewarta Wartadesa melaporkan bahwa material longsor berupa tanah dan batu, menutup badan jalan dengan ketinggian dua meter. Hingga tidak bisa dilalui moda transportasi apapun, Akibatnya akses warga terisolasi.

Longsor juga menyebabkan beberapa rumah di wilayah Desa Sidomulyo disekitar area, mengalami retak-retak. Hingga berita ini diturunkan, penghuni rumah yang mengalami retak-retak belum melakukan pengungsian. Meski demikian warga bersiap-siap dan waspada menjaga kemungkinan yang terjadi. (Budi Rahayu Setiawan)

Bacaan terkait

Longsor, Lebakbarang terisolir

Longsor di Petungkriyono dan Lebakbarang, akses jalan terputus

Longsor Lebakbarang, evakuasi material dilanjutkan pagi ini

 

 

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

selengkapnya
BencanaKesehatanLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Warga Panjang Baru dirikan tanggul darurat penahan gelombang

ilustrasi karungpasir

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Warga Kelurahan Panjang Baru Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan bergotong-royong membangun tanggul penahan gelombang tinggi dengan karung berisi pasir dan batu. Pembangunan tanggul tersebut untuk mengatisipasi tingginya gelombang yang diprediksi akan terjadi di wilayah Utara Pekalongan.

Tanggul yang dibuat oleh warga memang sangat sederhana. Warga memanfaatkan karung sebagai media. Karung diisi dengan pasir dan batu kemudian ditata sedemikian rupa, berjajar sepanjang pantai di Jalan Kunti.

“Dengan bahan seadanya, warga bergotong royong, karung-karung yang ada kemudian kita isi dengan pasir dan batu. Kemudian kita taruh di sepanjang pantai Jalan Kunti,” tutur Winoto, warga setempat.

Winoto menambahkan bahwa tujuan dibanggunnya tanggul tersebut untuk menghalangi gelombang tinggi langsung ke daratan, tetapi mengenai dulu tanggul.

Selain itu, masih menurut Winoto, pemasangan karung di sepanjang pantai Jalan Kunti tersebut jug ntuk mengantisipasi banjir rob susulan.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Panjang Baru, Aiptu Haryanto mengungkapkan bahwa keterlibatan pihak kepolisian dalam kegiatan pemasangan karung yang difungsikan sebagai penahan gelombang tinggi merupakan kebahagiaan tersendiri.

Pihak kepolisian turut bangga serta mendukung penuh atas apa yang dilaksanakan jajarannya khususnya untuk membantu kesulitan rakyat.  (Eva Abdullah)

 

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Lebaran dua hari, Pekalongan kembali direndam rob

rob depan tpi kota

Pekalongan, Wartadesa. – Banjir rob kembali merendam wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan dua hari selepas lebaran, Ahad (17/06). Pantauan Wartadesa, kondisi rob di depan TPI Kota Pekalongan mulai naik sejak pukul 13.00 WIB. Demikian juga di wilayah Panjang Wetan, genangan air rob terus naik.

Nurul Annisa, warga Panjang Wetan mengungkapkan bahwa sejak pagi, air mulai naik, “Belum sebesar banjir rob yang kemarin, tapi air mulai naik sejak pagi hari. Hingga siang ini air terus naik. Semoga pemerintah kota segera tanggap,” tuturnya.

Baca: Kota Santri diprediksi kembali dilanda rob besar pada 20 Juni mendatang

Ketinggian air rob saat ini sekitar 30 centimeter di jalan depan TPI Kota Pekalongan meski jalan sudah ditinggikan.

Winoto, warga Pasirsari menyebut bahwa tiga jam terakhir, air rob makin naik. “Sejak pagi tadi mas …. air mulai naik, tiga jam ini hampir seluruh wilayah Pekalongan Utara terkena dampak rob.” Tuturnya.

Winoto menambahkan bahwa saat ini ombak di pantai pasir sari tinggi, “Ombak saat ini tinggi, hingga melewati tanggul. Kami disini sudah mulai siaga satu mas …. jika bajir rob besar kembali terjadi.” Lanjutnya.

Namun demikian, menurut Winoto, sore hari ini, air kembali surut. “Alhamdulillah …. mulai pukul 15.00 WIB ini air mulai surut,” tambahnya.

Kondisi air laut pasang dan rob yang semakin tinggi juga terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan, Dyan Retnanti, warga Api Api Wonokerto mengungkapkan bahwa air di kampungya mulai tinggi. “Air rob makin tinggi mas, ketinggian air sekarang bertambah sekitar 20 hingga 30 centimeter dari sebelumnya,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP), memprediksi akan terjadi peningkatan air pasang yang cukup tinggi di wilayah Laut Jawa Pekalongan. Sesuai prediksi air laut periode tanggal 14 Juni sampai dengan 20 Juni 2018.

Elevasi air laut atau air pasang tertinggi 40,37 akan terjadi pada hari Ŕabu Legi, tanggal 20 Juni 2018 Jam 16.00 WIB. Dan akan mengalami surut terendah pada hari yang sama jam 23.00 WIB, mencapai – 39,55. Hal ini menjadi ancaman rob besar bagi warga pesisir Kota Santri dan sekitarnya, di saat Hari Lebaran berlangsung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Sujatmiko mengungkapkan, kajian riset dari BRSDM KP, menyebutkan, bahwa pada tanggal 20 Juni akan terjadi puncak kenaikan air pasang di wilayah PPN Pekalongan.

Dijelaskan, prediksi elevasi air laut di lokasi PPN Pekalongan untuk periode 14-20 Juni 2018, akan terjadi air pasang tertinggi, tepatnya pada 20 Juni 2018, pukul 16.00 WIB. Kemudian, akan terjadi pula surut terendah pada 20 Juni 2018, tepatnya pukul 23.00 WIB. (Ali Bana)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

selengkapnya