close

Layanan Publik

Hukum & KriminalLayanan Publik

Alih Fungsi Trotoar Jadi Teras Resto, The Bigboss Resto Kajen Disorot Warga

kafe

WARTA DESA, KAJEN, Kabupaten Pekalongan – The Bigboss Resto yang berada di Jl. Diponegoro No. 451, Kecamatan Kajen, menuai sorotan masyarakat karena diduga mengalihfungsikan trotoar menjadi teras usaha dengan lapisan keramik permanen.

Pengamatan lapangan menunjukkan area trotoar menyatu dengan area usaha, sehingga mengganggu fungsi utamanya sebagai ruang aman pejalan kaki dan memaksa warga berjalan di badan jalan yang berpotensi berbahaya. “Trotoar itu fasilitas umum, bukan untuk kepentingan usaha. Kalau semua usaha melakukan hal yang sama, pejalan kaki mau lewat mana?” ujar salah satu warga.

Warga menilai kondisi tersebut bertentangan dengan prinsip ketertiban umum dan penataan ruang kota, mengingat trotoar merupakan aset publik yang tidak boleh dimanfaatkan secara sepihak untuk kepentingan komersial tanpa izin resmi.

Pasalnya, Kabupaten Pekalongan telah memiliki Perda Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Perlindungan Masyarakat yang berlaku sejak 3 September 2024, menggantikan Perda Nomor 2 Tahun 2012.

Dalam perda baru tersebut, trotoar secara tegas dikategorikan sebagai fasilitas umum khusus untuk pejalan kaki, dengan larangan terhadap penguasaan, penyumbatan, atau alih fungsi untuk kepentingan pribadi/usaha, serta pembangunan konstruksi di atasnya. Satpol PP dan perangkat daerah terkait diberi kewenangan untuk melakukan pengawasan dan penertiban.

Bagi pelanggar, perda tersebut mengatur sanksi mulai dari teguran, penghentian usaha, pembongkaran fasilitas, denda administratif, hingga pidana kurungan dan denda puluhan juta rupiah untuk pelanggaran berulang.

Masyarakat berharap penegakan aturan dilakukan secara adil tanpa pilih kasih. “Kami hanya ingin aturan ditegakkan secara adil. Jangan sampai usaha besar bebas memakai fasilitas umum, sementara rakyat kecil cepat ditertibkan,” ungkap salah satu warga.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola resto maupun pemerintah daerah terkait legalitas penggunaan trotoar tersebut. Masyarakat berharap penataan kota di Kajen mengutamakan kepentingan publik, keselamatan pejalan kaki, dan kepatuhan terhadap perda yang berlaku. (Rohadi)

Terkait
FUNGSI TROTOAR DI KAJEN TAK SESUAI, DIGUNAKAN UNTUK BERJUALAN

WARTA DESA,  KAJEN – Fungsi trotoar sebagai fasilitas umum bagi pejalan kaki di sejumlah titik di wilayah Kajen, Kabupaten Pekalongan, Read more

Trotoar Disulap Jadi Parkiran, Toko Serba Tiga Puluh Lima Ribu di Bojong Dikeluhkan Warga

Warta Desa, Pekalongan, 14 April 2024 – Keberadaan toko serba Rp35.000 yang berlokasi di jalur Wiradesa -Kajen, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, Read more

selengkapnya
Layanan Publik

WARGA KELUHKAN KERUSAKAN PARAH JALAN LINGKAR MENUJU POLSEK LEBAKBARANG, BELUM ADA TANDA PERBAIKAN

IMG-20260107-WA0019

WARTA DESA, LEBAKBARANG – 7 Januari 2026 – Kondisi jalan lingkar Desa Lebakbarang yang menghubungkan ke kantor Polsek Lebakbarang terlihat semakin memprihatinkan dengan tingkat kerusakan yang terus memburuk. Permukaan aspal di beberapa titik telah mengelupas secara luas dan membentuk lubang cukup dalam, bahkan sebagian bagian jalan mengalami ambles tinggi di satu sisi yang pernah diatasi secara mandiri dengan pengurugan oleh warga sekitar.

Meski kerusakan sudah terjadi dalam waktu yang tidak singkat, hingga saat ini belum tampak adanya tanda-tanda perbaikan yang akan dilakukan oleh dinas terkait.

Suatu kejadian membuat kekhawatiran warga semakin meningkat ketika seorang warga yang melintas pada sore hari sambil membonceng anaknya mengalami kecelakaan terjatuh di sekitar lokasi kerusakan. Ia mengaku sangat resah karena jalan tersebut merupakan akses utama menuju pusat pemerintahan Kecamatan Lebakbarang serta berbagai kantor pelayanan publik, termasuk Polsek. Setiap hari, jalan ini dilalui oleh pegawai negeri, siswa, dan masyarakat dari berbagai desa di sekitar wilayah kecamatan. Pengguna jalan harus selalu ekstra hati-hati untuk menghindari lubang yang tersebar hampir di seluruh ruas jalan.

“Rusaknya sudah lama, malah tambah parah. Banyak pengendara hampir jatuh,” ujar salah satu warga Lebakbarang. Menurut warga, posisi jalan yang berada di kawasan pemerintahan seharusnya menjadi prioritas dalam penanganan infrastruktur, bukan dibiarkan tanpa perhatian apapun.

Tokoh masyarakat setempat juga menyampaikan harapan agar pemerintah kabupaten segera melakukan kunjungan lapangan dan mengambil langkah konkret. Jalan lingkar menuju Polsek Lebakbarang sekaligus menjadi akses menuju wilayah sekolahan dinilai memiliki fungsi strategis sebagai wajah dari Kecamatan Lebakbarang. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, namun juga berdampak pada kualitas pelayanan keamanan dan pemerintahan di wilayah tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai jadwal perbaikan ruas jalan tersebut. Masyarakat Kecamatan Lebakbarang berharap akan segera mendapatkan respon cepat, minimal dalam bentuk penanganan darurat, agar aktivitas di lingkungan pemerintahan dan Polsek dapat kembali berjalan dengan nyaman dan aman. (Rohadi)

Terkait
Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Lebakbarang kembali longsor, jalan desa lumpuh total

Lebakbarang, Wartadesa. - Longsor kembali terjadi di Desa Kutorembet Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Selasa (14/2) Pukul 17.30 WIB. Akibatnya jalan Read more

Protes jalan rusak, warga tanam drum

Sragi, Wartadesa. - Ada pemandangan yang berbeda ketika lewat Jalan Kalijambe-Sragi Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Kalau biasanya pemandangan 'obyek wisata Read more

Pengembang tol sepakati perbaikan jalan secara tambal sulam

Kajen, Wartadesa. - Pengembang jalan tol ruas Pemalang-Batang  sepakat untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat mobilisasi dump-truck pembangunan jalan tol Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan Publik

Warga Doro Soroti Dugaan Penyalahgunaan Gorong-gorong oleh Toko Bangunan Milik Oknum Legislator

doro

Warta Desa, Doro, Pekalongan, 7 Januari 2026 – Sejumlah warga Kecamatan Doro menyoroti dugaan penyalahgunaan gorong-gorong di pertigaan depan Kantor Bank BRI Unit Doro, lokasi toko bangunan yang berada di sebelah Bank Surya Yuda. Gorong-gorong yang seharusnya berfungsi sebagai drainase umum dibuat tertutup, bahkan dibangun struktur khusus untuk menumpuk material usaha.

Beberapa warga menyatakan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama. Di atas saluran air tampak tumpukan besi dan material bangunan lain yang diduga dapat menghambat aliran air, terutama saat musim hujan, sehingga berpotensi memicu genangan atau banjir di ruas jalan utama Doro.

“Saya sering lewat situ, sekarang gorong-gorongnya seperti hilang karena ditutup dan berdiri suatu bangunan sengaja buat naruh barang dagangan. Padahal itu kan fasilitas umum,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya pada Selasa (6/1).

Warga merujuk pada Perda Kabupaten Pekalongan Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Perlindungan Masyarakat yang berlaku sejak 3 September 2024. Peraturan tersebut melarang pemanfaatan prasarana umum untuk kepentingan pribadi atau usaha yang mengganggu ketertiban, termasuk saluran drainase dan gorong-gorong.

Masyarakat berharap pemerintah daerah melalui Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum, serta pihak terkait segera melakukan pengecekan lapangan dan penertiban. Selain menegakkan perda, langkah cepat diperlukan untuk menjaga kenyamanan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan perkotaan Doro.

“Kalau memang melanggar, ya harus dibuka lagi seperti semula. Jangan karena milik pejabat terus dibiarkan,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemilik toko maupun pemerintah daerah. Warga menunggu tindakan adil dari aparat tanpa pandang bulu. (Rohadi)

Terkait
GP Ansor Kab. Pekalongan serukan warga tak ikut demo

GP Ansor Kab. Pekalongan menghimbau agar warga NU Kab. Pekalongan tidak ikut-ikutan melakukan aksi demo ke Jakarta tanggal 4 Nopember Read more

Operasi Zebra akan digelar serentak November ini

Pekalongan, Wartadesa. - Seluruh jajaran Polsek, Polres dan Polda di Indonesia akan menggelar operasi zebra, terhitung mulai tanggal 16 hingga Read more

Awas penipuan berkedok pengiriman data guru

Pekalongan, Wartadesa. Hati-hati terhadap email yang dikirim dari Hamid Muhammad dengan alamat email humasdikdasmen@gmail.com, email  berupa permintaan data guru dan Read more

Mayat ditemukan di Ponolawen Kesesi

Kesesi, Wartadesa. - Sesosok mayat ditemukan di Desa Ponolawen Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan pagi tadi, Selasa (8/11). Korban ditemukan subuh, Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Ruang Tunggu RSUD Kraton Dikeluhkan Kotor dan Becek, Pasien Merasa Tidak Nyaman

Screenshot_20260106_165244

Warta Desa, Pekalongan – Ruang tunggu di RSUD Kraton dikeluhkan dalam kondisi kotor dan becek. Genangan air yang tidak segera dibersihkan membuat lantai licin dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien dan keluarga yang menunggu. Kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran akan risiko tergelincir, terutama bagi lansia, ibu hamil, dan pasien dengan mobilitas terbatas.

Sejumlah pasien menyebut kursi ruang tunggu tampak basah dan lantai meninggalkan bekas lumpur. Pada saat kondisi itu terjadi, tidak tampak petugas kebersihan yang melakukan penanganan di area tersebut, sehingga genangan dibiarkan cukup lama. Beberapa pengunjung akhirnya memilih berdiri atau berpindah tempat karena khawatir pakaian mereka ikut kotor.

Kondisi becek diduga dipengaruhi oleh aktivitas keluar-masuk pengunjung ke toilet, serta aliran air dari area pintu toilet yang tidak tertangani dengan baik. Namun demikian, pengelolaan kebersihan di area pelayanan publik tetap diharapkan berjalan optimal karena ruang tunggu merupakan area dengan intensitas aktivitas tinggi.

Pasien dan pengunjung berharap pihak manajemen RSUD Kraton meningkatkan pengawasan kebersihan, memperbanyak penanda lantai licin, menyiagakan petugas kebersihan pada jam-jam ramai, serta memastikan lantai tetap kering dan aman dilalui. Kebersihan ruang tunggu dinilai menjadi bagian penting dari mutu pelayanan dan kenyamanan pasien selama berada di lingkungan rumah sakit. (Rohadi)

Terkait
Karya tim STIKES Muhammadiyah Pekajangan digunakan sebagai aplikasi resmi Pemkab

si-darurat diluncurkan Kajen, Wartadesa. - Sistem informasi  si-darurat hasil karya dari Tim STIKES Muhammadiyah Pekajangan yang menjadi juara pada karya Read more

Warga minta layanan RSUD Kraton lebih efektif dan cepat

Pekalongan, Wartadesa. - Pelayanan pasien di Rumah Sakit Unit Daerah (RSUD) Kraton masih dianggap warga Pekalongan lama. Salah seorang warga Read more

Dugaan pungli sejak 2014, pejabar RSUD Kraton diperiksa Polda

Pekalongan, Wartadesa. - Sejumlah pejabat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kraton Kabupaten Pekalongan diperiksa oleh Penyidik Tipikor Polda Jawa Tengah Read more

Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia

Bekasi, Wartadesa. – Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) yang berdiri pada tahun 2016 yang lalu, menyelenggarakan Gathering dan Silaturrahim perdana Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Diduga Terjadi Kelalaian Administrasi, Pembayaran Pajak Lima Tahunan (Ganti Plat) di Samsat Pemalang Tetap Tercatat Menunggak

samsat

WARTA DESA, PEMALANG – Seorang Warga Kabupaten Pemalang mengaku kaget saat ia hendak membayar pajak kendaraan sepeda motor tahunan. Hal itu diketahui saat warga tersebut melakukan cek biaya pajak melalui aplikasi sakpole.

Izul, pemilik honda vario berplat nomor G-5534-UW sempat bingung lantaran saat dicek di aplikasi sakpole, ada keterangan tunggakan sekitar 1 tahun. Padahal pada awal Januari 2025 ia sudah melakukan proses pembayaran pajak 5 tahunan atau yang biasa disebut masyarakat dengan istilah ganti plat, dengan dibantu keponakannya bernama fahri yang langsung datang mengurus ke samsat Kabupaten pemalang pada awal Tahun 2025.

Pada senin 5 Januari 2026, izul yang bekerja di ibukota sempat kaget dan mencoba menghubungi keponakannya fahri yang ada di kampung halaman, terkait adanya kejanggalan tunggakan pajak tersebut.

Menurut fahri, bahwa dirinya sudah melakukan prosedur perpanjang 5 tahunan di samsat pemalang sesuai arahan petugas.

“saya ingat betul waktu itu saya ngurus ganti plat motor om saya, saya lakukan sesuai prosedur resmi, karena motor itu atas nama istri om saya, jadi lengkap ada KTP asli, diurus langsung tanpa calo.” Jelas fahri.

Fahri juga menceritakan detil proses saat mengurus ganti plat tersebut.

“Ya itu kan setahun lalu ya, jadi saya ikutin prosedur resmi dari samsat, pertama saya ke fotokopi, terus antri di cek rangka & mesin, terus saya masuk ke ruangan pertama yang ngisi sejenis formulir itu. Terus saya baru dapat nomer antrian dari satpam, lanjut ke loket penyerahan berkas, terus di panggil di tahap satu untuk membayarkan sejumlah nominal uang, terus saya nunggu lagi sampai STNK & Plat Baru nya jadi. Setelah itu ya saya pulang karena sudah selesai dan saya serahkan ke tante saya yang istrinya om saya itu.” Rinci fahri.

Fahri mengaku kaget saat saat diminta untuk bayar pajak tahunan, ternyata ada tunggakan.

“ya saya heran lah, jelas-jelas saya sudah bayar pajak sesuai prosedur tahun lalu, ko sekarang ada tunggakan. Kan sangat janggal.” Kesal fahri.

Menurut fahri, izul sempat melakukan aduan ke bapenda Jateng pada senin siang (5/1/2026) melalui nomer resmi dari aduan tersebut, pihak bapenda Jateng mengarahkan untuk konfirmasi ke samsat yang bersangkutan.

“kejadian semacam ini sangat merugikan saya, waktu saya harus tersita untuk bolak balik ke samsat pemalang karena kelalaian petugas. Padahal waktu awal tahun itu, fisik kertas STNK juga tidak langsung jadi, dan baru jadi sekitar pertengahan tahun 2025,akhirnya saya harus 2 kali kerja kesitu, itupun saya sudah harus rugi waktu lagi karena pihak samsat yang tidak bisa langsung memberikan kertas fisik STNK nya. Dan ini harus ke samsat lagi untuk konfirmasi kejanggalan tunggakan ini.” Papar fahri.

Padahal menurut fahri, jarak dari bodeh ke samsat pemalang butuh waktu kurang lebih 1 jam, dengan kondisi perjalanan yang melelahkan karena kondisi jalan yang banyak berlubang.

“Apalagi saya harus rugi meninggalkan waktu pekerjaan saya di kajen kabupaten pekalongan, kerugian yang saya alami cukup besar.” Pungkasnya.

Saat mencoba konfirmasi langsung ke Samsat Pemalang pada selasa 6 Januari 2026 sekitar pukul 10.00WIB.

Fahri diarahkan oleh petugas yang berjaga di pintu masuk untuk dipertemukan dengan petugas bernama Zia.

Menurut fahri, zia sempat memberikan beberapa klarifikasi diantaranya adalah adanya kelalaian dari pihak Kasir yang bertugas waktu itu. Namun pihaknya enggan untuk dimintai klarifikasi secara resmi atas kelalaian dari pihak samsat pemalang.

“Ya petugasnya sempat kasih penjelasan panjang kali lebar kali tinggi, dan diantaranya sempat menyebutkan bahwa memang ada kelalaian dari pihak kasir yang bertugas waktu itu. Tapi ya udah cuma minta maaf aja, gak ada tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan pihak samsat. Padahal saya sudah dirugikan bolak-balik hanya gara-gara kelalaian pihak samsat.” Jelas fahri dengan wajah kecewa atas pelayanan pihak samsat Pemalang. (Rohadi)

Terkait
Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

Warga temukan mayat tak dikenal di Kedungbanjar Pemalang, Andakah keluarganya?

Pemalang, Wartadesa. - Polsek Taman Kabupaten Pemalang menunggu 1 x 24 jam, jika tidak ada keluarga yang mengakui korban maka Read more

Pacuan kuda Pulosari Pemalang baru 70 persen

Akan segera disempurnakan Pemalang, Wartadesa. - Pembangunan infrastruktur pacuan kuda di Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang baru 70%. Hal Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

BKPH Karanganyar Tanggap Cepat Longsor di Jalan Penghubung ke Lebakbarang, Pekalongan

IMG-20260105-WA0011

WARTA DESA, KABUPATEN PEKALONGAN – BKPH Karanganyar bersama jajarannya segera bertindak menyikapi terjadinya longsor di jalan raya Karanganyar, jalur penting menuju Kecamatan Lebakbarang, pada hari ini. Peristiwa disebabkan hujan lebat, yang membuat tanah dan batuan menutupi sebagian badan jalan.

Meskipun demikian, arus lalu lintas tetap dapat berjalan satu sisi dengan sistem bergantian. Menurut Catur, Asisten Perhutani (ASPER) BKPH Karanganyar RPH Pekalongan Timur, lokasi longsor berada di petak 28 D, wilayah RPH Rogoselo. “Saat ini jalan masih dapat dilalui, namun kami menunggu alat berat dari dinas terkait untuk pembersihan material longsoran,” ujarnya.

Sejak kejadian, pihak BKPH langsung melakukan pengamanan awal dengan memberikan peringatan dan mengatur lalu lintas agar tetap aman. Catur juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan, dan mematuhi arahan petugas, mengingat cuaca yang tidak menentu dan potensi longsor susulan.

BKPH Karanganyar berharap alat berat segera tiba, sehingga proses penanganan berjalan cepat dan akses jalan kembali normal serta aman untuk masyarakat. (Rohadi)

Terkait

[caption id="attachment_1619" align="alignnone" width="960"] Ngiyup. Warga yang memadati bukaan bendung Gembiro terlihat berteduh karena gerimis. (1/11). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

Gogoh iwak ramaikan bukaan Gembiro

Gogoh iwak. perserta lomba gogoh iwak kesulitan menangkap ikan dengan tangan, hal ini menambah keramaian acara Read more

Warga Kesesi tunggu kali asat

Warga sekitar jembatan Jagung memanfaatkan peristiwa dibukanya bendung Gembiro untuk mencari ikan (1/11). Foto: Eva Abdullah Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Ditanya Soal Monitoring Desa, Camat Lebakbarang Malah Meradang

kecamatan lebakb arang

WARTA DESA, PEKALONGAN, 29-12-2025 – Camat Lebakbarang, Sri Handayani, menunjukkan sikap tidak mau memberikan penjelasan saat dikonfirmasi awak media terkait sistem monitoring yang diterapkan di salah satu desa dalam wilayah Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan.

Dalam proses konfirmasi informasi, Sri Handayani memberikan respons dengan nada suara yang tinggi dan terkesan emosional, sehingga menciptakan suasana yang kurang kondusif selama pertemuan dengan awak media. Ia tegas menyatakan tidak ingin membahas lebih jauh mengenai persoalan yang menjadi sorotan.

“Saya tidak akan mengulas permasalahan yang sudah selesai,” ujar Sri Handayani secara singkat tanpa memberikan klarifikasi lebih lanjut.

Pernyataan tersebut tidak diimbangi dengan penjelasan terkait mekanisme kerja sistem monitoring desa yang dipertanyakan, termasuk apakah sistem pengawasan tersebut telah beroperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau terdapat poin yang perlu diperbaiki. Sikap enggan menjelaskan ini kemudian memunculkan berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat, mengingat tugas pokok kecamatan meliputi pemantauan dan pembinaan terhadap pelaksanaan pemerintahan di tingkat desa.

Sejumlah pihak mengemukakan bahwa keterbukaan informasi merupakan hal krusial untuk menjaga kepercayaan publik, terutama dalam hal pengawasan administrasi dan tata kelola pemerintahan desa. Penolakan untuk memberikan klarifikasi terkait sistem monitoring ini justru berpotensi memunculkan berbagai spekulasi yang tidak jelas di tengah masyarakat. (Rohadi)

Terkait
Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Lebakbarang kembali longsor, jalan desa lumpuh total

Lebakbarang, Wartadesa. - Longsor kembali terjadi di Desa Kutorembet Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Selasa (14/2) Pukul 17.30 WIB. Akibatnya jalan Read more

Warga Kapundutan Lebakbarang berharap punya jembatan gantung

Lebakbarang, Wartadesa. - Warga Desa Kapuntudan Kecamatan Lebakbarang berbondong-bondong menuju ke sungai Sengkarang untuk memperbaiki jembatan sasak (jembatan kaman/siom_warga biasa Read more

Nunggu enam bulan Pemda tak kunjung perbaiki, warga gotong-royong tangani jalan rusak Lebakbarang-Karanganyar

Lebakbarang, Wartadesa. - Kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Lebakbarang-Karanganyar rusak parah dan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan. Sudah banyak Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Dulu Viral Antar Haji, Kini Jadi “Sapu Bersih” Botol Miras: Ketulusan Mak Sombret yang Tak Pernah Padam di Kota Santri

Screenshot_20251227_174156

WAFTA DESA, KAJEN – Nama Mak Sombret (55) bukan lagi nama asing bagi warga Kabupaten Pekalongan. Perempuan bersahaja asal Dukuh Mbalong, Desa Kulu, Karanganyar ini sempat menggemparkan jagat maya setelah kisah heroiknya viral di berbagai media lokal, termasuk Warta Desa. Kini, Mak Sombret kembali menjadi buah bibir, bukan karena ojek antar-kota, melainkan karena kesetiaannya menjaga kesucian Alun-Alun Kajen dari serbuan “botol setan”.

​Nostalgia Ketulusan: Ngojek Pekalongan-Solo Demi Tetangga

​Mengingat kembali awal mula namanya melambung, Mak Sombret—atau yang memiliki nama asli Mak Ratih—adalah sosok yang membuktikan bahwa kebaikan tidak butuh harta melimpah.

Pada Mei 2024 lalu, ia rela merogoh kocek hingga Rp600.000, jumlah yang sangat besar bagi seorang pekerja serabutan seperti dirinya, hanya untuk menyewa ojek menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

​Alasannya sederhana namun menyentuh: ia ingin mengantar Pak Kadus (Kepala Dusun) berangkat haji karena merasa sang pejabat sering membantunya saat ia kesulitan. Padahal, saat itu Mak Sombret hidup sebatang kara di rumah papan sederhana ukuran 3×4 meter setelah ditinggal wafat suaminya pada 2016.

Ketulusannya itu berbuah manis; ia akhirnya mendapatkan hadiah umrah gratis dari biro perjalanan yang tergerak oleh aksi nekatnya tersebut.

​Misi Baru: Memburu “Botol Haram” di Alun-Alun Kajen

​Setelah kembali dari Tanah Suci, semangat Mak Sombret untuk berbuat baik tidak luntur. Sehari-harinya, ia memang kerap menyisir Alun-Alun Kajen untuk mencari rongsok sebagai sumber penghidupan. Namun belakangan, keranjangnya tidak hanya berisi botol plastik bekas air mineral, tapi juga botol-botol kaca bekas minuman keras (miras).

​Fenomena ini sangat kontras dengan julukan Kajen sebagai “Kota Santri”. Di Alun-Alun yang megah, justru banyak ditemukan botol-botol miras berserakan sisa ulah oknum tak bertanggung jawab.

​”Dulu saya cuma cari rongsok botol air mineral, tapi sekarang banyak botol miras yang berserakan. Saya kumpulin aja, khawatir kalau kena kaki anak-anak atau jadi sarang penyakit,” ujar Mak Sombret dengan nada polosnya yang khas.

​Sentilan Bagi yang Muda dan yang Berkuasa

​Aksi Mak Sombret ini layaknya sebuah cermin besar bagi warga Pekalongan. Di usianya yang sudah senja, ia masih peduli pada kebersihan dan kesucian ikon kotanya. Sementara itu, para pemuda yang gemar “mabuk-mabukan” di area publik justru meninggalkan sampah yang membahayakan.

​”Malu sama Mak Sombret,” celetuk seorang warga yang mulai ikut tergerak membantu membersihkan alun-alun. “Dia yang hidupnya terbatas saja masih mau mikirin kebersihan dan keselamatan orang lain.”

​Kini, setiap pagi Mak Sombret tetap setia dengan keranjangnya. Ia tidak butuh pujian atau viral untuk kedua kalinya. Baginya, melihat alun-alun bersih dari “botol setan” adalah kepuasan batin tersendiri. Sebuah teladan nyata bahwa menjaga kehormatan Kota Santri bukan hanya tugas pejabat dengan seragam mentereng, tapi bisa dimulai dari tangan seorang perempuan sebatang kara yang penuh kasih. (Rohadi)

Terkait
Warga Wangandowo tolak pendirian karaoke

Bojong, Wartadesa. - Ratusan warga Desa Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan menggelar aksi unjukrasa, menolak pendirian karaoke di wilayahnya. Kontributor Read more

Lagi pesta miras, ada operasi … eh, botolnya ditinggal

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Gerombolan pemuda yang sedang pesta minuman keras (miras) lari terbirit-birit setelah melihat mobil patroli melintas bantaran Read more

Puluhan botol miras diamankan petugas di Bojong dan Wonopringgo

Bojong, Wartadesa. - Puluhan dus minuman keras (miras) dari berbagai jenis diamankan Polsek Bojong, Selasa (17/1) sore. Miras yang dibawa Read more

Jual AO, Ibu ini diamankan Polsek Ampelgading

Pemalang, Wartadesa. - Ibu Tariyah binti Wahyudi (54) warga Desa Kemuning Kecamatan Ampelgading harus berurusan dengan pihak kepolisian setempat. Pasalnya Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

KOTA SANTRI JADI KOTA MABOK? Alun-Alun Kajen Banjir Botol Miras, Mak Sombret Turun Tangan Jadi “Malaikat Penyelamat”!

IMG-20251227-WA0014

WARTA DESA, KAJENAstagfirullah! Predikat “Kota Santri” yang melekat pada Kabupaten Pekalongan seolah tercoreng oleh kelakuan oknum tak bertanggung jawab. Bukannya memperbanyak zikir, di area Alun-Alun Kajen malah banyak ditemukan “botol haram” alias bekas minuman keras (miras) yang berserakan. Fenomena ini bikin warga geleng-geleng kepala.

Mak Sombret “Comeback” dari Jalur Rongsok

Di tengah kemirisan itu, muncul sosok legendaris yang dulu viral karena setia antar jamaah haji, siapa lagi kalau bukan Mak Sombret. Jika dulu ia sibuk urusan ibadah, kini Mak Sombret “aktif” kembali dengan misi berbeda: memburu botol miras yang tercecer di sekitar alun-alun.

​”Dulu saya cuma cari rongsok botol air mineral, tapi sekarang banyak botol miras yang berserakan,” ungkap Mak Sombret dengan nada polos namun menyentil sambil menunjukkan keranjang penuh “harta karun” beralkoholnya.

Ironis: Kok Ada Botol Setan?

Warga sekitar merasa terbantu namun sekaligus malu. Bagaimana tidak, area yang seharusnya jadi tempat berkumpulnya warga dan jadi tempat bermain anak-anak justru dipenuhi botol yang bisa pecah dan membahayakan. Mak Sombret mengaku nekat mengumpulkan botol-botol itu supaya tidak menjadi sarang penyakit atau melukai bocah-bocah yang lari-larian di alun-alun.

  • Aksi Mak Sombret: Secara rutin menyisir setiap sudut alun-alun untuk memastikan botol-botol itu dibuang dengan benar atau dijual ke pengepul rongsok yang tepat.
  • Reaksi Warga: Aksi mulia ini mulai memantik kesadaran warga lain untuk ikut menjaga kebersihan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan di ikon kota tersebut.

Unek-unek:

Duh Gusti… Emang bener kata pepatah, setannya lagi libur, manusianya yang gantiin kerjaan setan. Buat para pemuda “setengah kopong” yang hobi mabok: Mbok ya kalau mau nakal jangan di komplek alun-alun! Malu sama Mak Sombret yang sudah sepuh tapi masih peduli lingkungan. (Rohadi)

Terkait
Warga Wangandowo tolak pendirian karaoke

Bojong, Wartadesa. - Ratusan warga Desa Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan menggelar aksi unjukrasa, menolak pendirian karaoke di wilayahnya. Kontributor Read more

Lagi pesta miras, ada operasi … eh, botolnya ditinggal

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Gerombolan pemuda yang sedang pesta minuman keras (miras) lari terbirit-birit setelah melihat mobil patroli melintas bantaran Read more

Puluhan botol miras diamankan petugas di Bojong dan Wonopringgo

Bojong, Wartadesa. - Puluhan dus minuman keras (miras) dari berbagai jenis diamankan Polsek Bojong, Selasa (17/1) sore. Miras yang dibawa Read more

Jual AO, Ibu ini diamankan Polsek Ampelgading

Pemalang, Wartadesa. - Ibu Tariyah binti Wahyudi (54) warga Desa Kemuning Kecamatan Ampelgading harus berurusan dengan pihak kepolisian setempat. Pasalnya Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

JALAN APA KUBURAN?! WARGA SIWALAN NGAMUK, JALAN RUSAK DITANAMI POHON PISANG!

Screenshot_20251221_155633

WARTA DESA, PEKALONGAN – Kesabaran warga Desa Siwalan, Kecamatan Siwalan, bener-bener sudah habis! Gara-gara jalanan nggak kunjung dibenahi dan mirip kubangan kerbau, warga akhirnya nekat menyulap aspal jadi kebun dadakan. Minggu pagi (21/12), ruas jalan Gemuruh Kulon arah Krengseng mendadak “ijo royo-royo” penuh pohon pisang!

​Bukan mau panen, aksi tanam pohon pisang ini adalah bentuk protes keras warga yang sudah eneg melihat kondisi jalan yang hancur lebur. Pantauan di lapangan, lubang-lubang maut yang sering bikin pengendara kejlungup itu kini dipasangi batang pisang oleh warga secara gotong royong.

“Iki dalan opo sawah?!” cetus salah satu warga yang emosi.

​Menurut warga, kerusakan jalan ini sudah terjadi “berabad-abad” tapi dicuekin terus sama pihak berwenang. Padahal, jalan Gemuruh Kulon–Krengseng ini statusnya jalan desa yang jadi urat nadi aktivitas warga. Kalau hujan turun, jalanan berubah jadi jebakan betmen yang licin dan membahayakan nyawa.

​”Jelas-jelas ini jalan desa, tapi kok dibiarin remuk? Apa nunggu ada yang mati dulu baru diperbaiki?” ujar seorang warga dengan nada sewot. Mereka sengaja menanam pohon pisang biar lubangnya kelihatan jelas dan nggak ada lagi pengendara yang jadi korban “ndelosor” di aspal.

​Gara-gara aksi “reboisasi” dadakan ini, arus lalu lintas sempat tersendat. Banyak pengendara yang melintas cuma bisa geleng-geleng kepala sambil curhat nasib motor mereka yang sering rusak gara-gara lewat jalan rusak tersebut.

​Warga mengancam, kalau pemerintah desa masih tutup mata dan telinga, pohon pisang itu bakal tetap nangkring di situ. Mereka menuntut perbaikan nyata, bukan cuma janji manis semanis pisang raja. Sampai berita ini naik cetak, pihak perangkat desa masih “adem ayem” dan belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga tersebut. (Rohadi)

Terkait
Deadlock, Mediasi Warga Duwet Berlanjut ke Polres

      Bojong - Bertempat di salah satu Rumah makan di Desa Duwet Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, Minggu (14/05) Read more

Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

Warga: Kalau bikin SIM Jangan dipersulit

Kajen, Wartadesa. - Surat Ijin Mengemudi (SIM) bagi warga Kota Santri sudah menjadi barang penting. Mereka menganggap bahwa surat-surat kendaraan, Read more

Meski UMR Kota Santri Naik, namun belum penuhi KHL

Kedungwuni, Wartadesa. - Naiknya Upah Minumum Regional (UMR) Kota Santri dari sebelumnya Rp. 1.583.697 menjadi Rp. 1.721.637 atau naik sebesar Read more

selengkapnya