close

Lingkungan

Lingkungan

Incinerator Murah ala Kelompok Tani Sokoduwet

incinerator

Kota Pekalongan,  – Pemuda Kelompok Tani Jaya, Kelurahan Sokoduwet  melakukan inovasi penanganan sampah anorganik dengan memanfaatkan barang bekas. Hingga alat yang dibuat tergolong sangat murah, kurang lebih Rp500 ribu.

Sarwedi mengungkapan bahwa inovasi berangkat dari keprihatinan volume sampah di Kota Pekalongan, “Setiap harinya tiap rumah pasti menghasilkan sampah, sedangkan proses penguraian sampah plastik cukup lama butuh puluhan tahun baru bisa terurai dengan tanah,” kata Bhabinkamtibmas Sokoduwet.

Sarwedi bersama dengan anggotanya membuat incinerator alias pembakar sampah ramah lingkungan dibuat dengan barang bekas dengan harga relatif murah, “Biaya pembuatan kurang lebih 500 ribu rupiah seperti drum bekas, tabung bekas freon AC, oli bekas dan besi bekas,” ungkapnya.

Pembakar sampah mengandalkan uap air akan mendorong api yang ada di bawah untuk naik, semburannya seperti gas tetapi menggunakan kekuatan uap air, “Kurang lebih 25 kg untuk sekali pembakaran, membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam, kalau dibakar biasa dibutuhkan waktu yang cukup lama dan menimbulkan banyak asap yang sangat mengganggu lingkungan,” terang Sarwedi.

Sementara itu, ia juga mengajak warga untuk melakukan pilah sampah dari rumah, agar sampah anorganik dapat langsung diproses incinerator dan organik bisa dijadikan pupuk kompos. Sarwedi akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menyempurnakan inovasi tersebut agar pemanfaatannya semakin luas, “Bahkan hasil dari incinerator berupa abu ini bisa digunakan untuk campuran pupuk menambah kesuburan tanaman, harapannya bermanfaat untuk warga, lingkungan sekitar dan bisa mengurangi sampah yang memang sangat mengkhawatirkan,” lanjutnya.

M. Ardi setiawan, warga Kelurahan Sokoduwet mengangku sangat terbantu, karena sampah rumah tangga tidak menimbulkan tumpukan dan incinerator juga mengurangi asap kepulan yang tinggi, “Rumah sendiri 1 hari biasanya sampahnya sampai 1 plastik besar, semoga inovasi lebih diperbanyak agar kelurahan sokoduwet tidak ada lagi pembakaran sampah yang berlebihan,” pungkasnya. *.*

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Sudahkan Anda Tahu! Desa Mendolo Punya 24 Varian Durian

durian mendolo

Lebakbarang, Wartadesa. –  Durian telah menjadi komoditi unggulan yang diupayakan oleh warga Desa Mendolo, Lebakbarang, Pekalongan sejak lama, setidaknya di dua pedukuhan. Bisa dikatakan, durian adalah salah satu penopang utama perekonomian warga. Durian Mendolo juga memiliki cita rasa yang unggul. Namun, karena akses jalan menuju desa ini yang belum mendukung, namanya kurang begitu dikenal oleh kalangan pecinta si buah khas tropis ini.

Muncul gagasan dari kaum muda untuk menyusun paket wisata yang menawarkan pengalaman menikmati durian lokal langsung di tempat di mana buah berduri ini dihasilkan. Mendatangkan wisatawan dalam grup-grup kecil menjadi strategi yang dipilih untuk mengakali kendala akses jalan. Wisata minat khusus ini menjadi harapan baru untuk mendongkrak nama Mendolo sebagai salah satu desa penghasil durian berkualitas.

Di sela kegiatan eksplorasi, PPM Mendolo mengajak Biolaska, IDS, dan Swaraowa untuk mendata potensi durian lokal di desa mereka. Hari itu, 15 Januari 2023, kami bersama-sama membedah karakter dan cita rasa buah durian lokal hasil budidaya para petani setempat. Aneka varian durian tersebut didokumentasi dan dicatat karakteristik cita rasanya. Pendokumentasian dan karakterisasi buah ini nantinya menghasilkan sebuah katalog yang bisa memandu para durian enthusiast untuk mengeksplorasi cita rasa durian lokal asli Mendolo.

Pada 24 varian durian yang dijadikan sampel, dijumpai bermacam-macam karakter, baik fisik maupun rasa. Bentuk buah bervariasi, seperti: bulat sempurna, bulat telur, bulat bergelombang, lonjong, hingga bentuk serupa tetes air. Warna kulit buah bervariasi dari warna hijau, kuning, hingga cokelat. Warna buah juga menunjukkan variasi warna seperti: putih, semlasih(putih kekuningan), hingga kuning. Dari sisi rasa buah, bisa ditemukan rasa manis creamy, alcoholic, agak pahit, hingga ketan. Ketebalan daging buah bisa dinilai dari yang tipis hingga yang tebal.

Kami meyakini bahwa eksplorasi cita rasa durian lokal bisa menjadi tawaran menarik bagi para pecintanya sehingga layak dibungkus dalam kemasan wisata. Belajar pada perkembangan komoditi kopi yang menawarkan eksplorasi pengalaman rasa dengan detail-detail yang mengagumkan, maka durian pun punya peluang yang sama. Apalagi jika dikaitkan dengan isu mengenai kehati.

Kehati sendiri dibagi dalam tiga tingkat, yakni: spesies, genetik, dan ekosistem. Sependek pemahaman kami, kekayaan varian durian di Mendolo kiranya bisa menjadi contoh keanekaragaman tingkat genetik. Lantas, bukankah mengapresiasi keanekaragaman varian tersebut bisa menjadi sebentuk upaya mengarusutamakan kesadaran akan kehati? (diambil dari sumber swara owa)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Banjir Kepung Perkotaan Pemalang

banjir pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Pagi ini, Rabu hari ke-delapan bulan Pebruari 2023, wilayah perkotaan Kabupaten Pemalang digenangi banjir, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya.

Genangan air merendam permukiman warga di wilayah Desa Wanarejan Selatan, Pesucen, Pekunden, bahkan di wilayah kota seperti pertokoan di ruas Jalan Jenderal Sudirman, ketinggian air mencapai 120 centimeter.

Diki, Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mengungkapkan bahwapihaknya telah menyiapkan perahu karet.

“Kami masih monitor, perahu karet juga kami siapkan barangkali diperlukan untuk evakuasi warga. Dari pantauan kami ketinggian air di wilayah kota 60 sampai 120 sentimeter.” ujarnya.

Warga setempat menyebut bahwa banjir diakibatkan meluapnya kali Bacin dan saluran gorong-gorong yang tertutup sampah.

“Dari dinas belum ada penanganan, kalau sekedar ngecek-ngecek sih iya. Enggak ada pengerukan di Kali Bacin, paling biasanya warga gotong royong bersih-bersih.” jelas Ismail. (.*.)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
LingkunganPendidikan

SMA N 1 Sukorejo dan Desa Genting Gunung Berkolaborasi Hijaukan Bumi

7

KEJADIAN bencana di Kabupaten Kendal yang terjadi berulang kali mulai menggelitik berbagai pihak, salah satunya Yoshi Rachmartdi, Kepala SMA N 1 Sukorejo. Desa tempat tinggalnya yang dulu tidak pernah terdampak banjir, tahun lalu harus menerima konsekuensi akibat mulai menurunya kualitas  lingkungan di Kabupaten Kendal.

SMA N 1 Sukorejo adalah salah satu sekolah favorit di Kecamatan Sukorejo, dan juga merupakan sekolah Adiwiyata yang sudah bergerak ke tingkat nasional. Tiga dekade lebih sekolah ini berdiri, namun sekolah ini belum pernah mengadakan ekstrakurikuler Pencinta Alam.

Dengan kepemimpinan Kepala sekolah yang baru, karena baru menjabat 6 bulan, akhirnya SMA N 1 Sukorejo menambah satu kegiatan tersebut untuk mewadahi minat dan bakat serta membentuk karakter siswa siswi agar lebih peduli akan kelestarian alam. Dunia pendidikan adalah kunci utama membangun mental generasi, salah satunya membentuk kader-kader konservasi. Tujuanya agar semakin banyak anak-anak yang mengerti akan pentingnya melestarikan lingkungan, dan diharapkan ilmu yang didapat bisa ditularkan ke keluarga, lingkungan tempat tinggal dan bahkan ke dunia yang lebih luas.

 Berbekal bibit pohon yang didapatkan dari BSPTH Jawa Tengah, melalui jalan kegiatan ekstrakurikuler Pencinta Alam ini, sekolah menggandeng salah satu desa di lereng Gunung Prau, untuk mengajarkan kepada anak didik bagaimana cara berkontribusi dalam perbaikan kualitas lingkungan Kendal. Desa Genting Gunung adalah desa tertinggi paling barat di Kecamatan Sukorejo. Di desa inilah kegiatan konservasi mulai bertumbuh. Organisasi Karang Taruna yang juga baru seumur jagung karena baru beberapa hari terbentuk, semangat bergeraknya luar biasa. Dengan dukungan Kepala Desa yang baru Rudi Darmawan, pergerakan pemuda pemudi desa ini diharapkan lebih banyak inovasi dan peran serta dalam pembangunan wilayah.

 “Tumbu ketemu tutup” istilah jawa yang sering digunakan untuk menggambarkan perjodohan yang serasi dan pada waktu yang tepat, seperti momentum kegiatan kolaborasi ini. Peluncuran perdana kegiatan Ekstrakurikuler Pencinta Alam, kegiatan pertama Karang Taruna Genting Gunung, yang juga di back up oleh Kepala Sekolah baru serta Kepala Desa baru pula menjadikan kegiatan kolaborasi ini berada di tempat dan waktu yang tepat.

Acara yang berlangung pada hari Sabtu, 21 Januari 2023 ini dihadiri pula oleh seluruh siswa-siswi MTs. Darul Islah Genting Gunung, MI Genting Gunung, dan SD N Genting Gunung. Bersama guru pendamping dari masing-masing sekolah, anak-anak mampu beradaptasi dalam kegiatan kolaborasi yang boleh dibilang mendadak tanpa persiapan, karena pemberitahuan hanya sehari sebelum acara. Maksud awal pemberitahuan kegiatan ke sekolah-sekolah tersebut adalah untuk mengajak perwakilan saja, namun pihak sekolah menerima dengan sangat antusias dan mengerahkan seluruh siswa-siswinya untuk terjun ke lapangan.

Acara dihadiri kurang lebih 350 peserta yang terdiri dari, anggota Pencinta Alam SMA N 1 Sukorejo, MTS Darul Islah, MI Genting Gunung, SD Genting Gunung, Karang Taruna, dan Relawan Garda Prau Indonesia. Diawali dengan upacara pembukaan yang diadakan di lapangan desa, sekaligus simbolis penyerahan bibit pohon dan penanaman oleh Kepala SMA N 1 Sukorejo dan Kepala Desa Genting Gunung.

 Dengan pendampingan dari Karang Taruna dan Relawan Garda Prau Indonesia, siswa siswi diarahkan menuju lokasi penanaman. Ada 5 titik yang menjadi target, yaitu 5 dusun yang ada di Desa Genting Gunung. Tak cuma menanam pohon di sepanjang jalan, siswa-siswi juga diajarkan untuk memungut sampah di sepanjang jalan agar jalanan terlihat bersih dan nyaman.

Kepedulian terhadap hal terkecil ini harus sering ditanamkan pada anak-anak sejak dini, agar ketika dewasa nanti mereka bisa menjadi pemimpin yang peduli akan kelestarian lingkungan.

Selesai menanam dan memungut sampah, semua  peserta berkumpul di aula balai desa, melanjutkan dengan kegiatan sarasehan. Salah satu narasumber yang hadir adalah Mbah Basri, relawan penjaga Gunung Prau peraih penghargaan Kalpataru. Beliau menceritakan kisah perjalananya selama mengabdikan diri di masyarakat. Hutan gunung adalah Bank Air yang perlu kita lestarikan. Dengan semangat yang berapi-api, anak-anak terkesima mendengar ceritanya. Narasumber lain, Kades Genting Gunung, Kepala SMA N 1 Sukorejo, Kepala MTs Darul Islah Genting Gunung, Bhabinkamtibmas Polsek Sukorejo, dan relawan senior Hernowo B.S, atau yang akrab dipanggil Pak Yoyok.


Sembari menikmati jamuan tradisional berupa makanan camilan khas pedesaan yang ramah lingkungan karena semua tanpa kemasan plastik, seluruh peserta larut dalam suasana yang interaktif. Setelah selesai acara, dilakukan sesi foto bersama di dalam, dan halaman aula balaidesa. (Andi Gunawan)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Lokasi Calon TPAS Desa Mekarsari Dipasang Tenda Satpam, Ada Apa?

pos tpas mekarsari

Cianjur, Wartadesa. – Sudah lima hari, lokasi calon Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat didirikan tenda pos satuan pengaman (satpam). Hal tersebut membuat warga setempat bertanya-tanya, apakah rencana pembangunan TPAS akan dilanjutkan. Sementara hingga saat ini warga menolak dan belum ada sosialisasi lanjutan yang dilakukan oleh pihak terkait.

“Saat ini sudah hampir lima hari, muncul tenda PUPR yang diisi sekurity (satpam) yang katanya disediakan yayasan, entah yayasan apa. Padahal kepihak masyarakat belum ada pemberitahuan apapun, entah kalau kepihak desa,” tutur salah seorang warga Desa Mekarsari yang tidak bersedia disebutkan identitasnya kepada Warta Desa, Sabtu (14/01/2023)

Baca: Tolak TPAS Mekarsari, Warga Kirim Surat ke Presiden

Ada dua petugas yang berjaga pada tenda tersebut disetiap shift, siang dan malam. Tutur warga. “Yang jelas, tiap hari ada minimal dua penjaga dibagi dua shift (siang-malam). Lucunya, masyarakat menyangka itu polisi, padahal satpam yang seragamnya coklat mirip polisi. Entah apa maksudnya muncul tenda satpam seperti itu.”

Salah seorang satpam, Pak Ade yang ditanya warga mengungkapkan bahwa dirinya sebelum ditempatkan di pos tersebut, mengetahui ada informasi perekrutan sekurity, kemudian ia melamar kerja. “Katanya ada info perekrutan sekuriti, lalu dia melamar. Di hari kemudian semua yang melamar kumpul di Cianjur (entah dimana) berpakaian putih untuk diberikan training. Nah, beres training langsung dikirim ke lokasi ini.” Ujar warga.

Baca Juga : TPAS Bakal Dibangun di Tengah-Tengah Permukiman Warga, Warga Desa Mekarsari Lapor

DLH Cianjur Ditengat 3 Bulan, Tindaklanjuti Laporan Warga Terkait Penolakan TPAS Cianjur

 

Sementara  satpam lainnya, Pak Eno saat ditanya oleh warga terkait apakah akan ada alat berat yang diturunkan disitu, Eno menjawab masih lama. “Kalau Eno, saya tanya buat apa sekuriti disini, apa mau turun alat berat? Jawab Eno belum tau, katanya masih agak lama.” Lanjut warga.

Pemasangan tenda dan penempatan satpam di lokasi calon TPAS Desa Mekarsari membuat warga beranggapan bahwa rencana pembangunan TPAS terus dipaksakan. “Jika diamati, penolakan masyarakat masih tetap berlanjut, tapi seolah rencana pembangunan TPAS itu terus dipaksakan dengan berbagai cara, salah satunya adanya tenda tersebut. Padahal di lokasi belum ada aktivitas apapun.” Pungkas  warga. (Buono)

 

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Tolak TPAS Mekarsari, Warga Kirim Surat ke Presiden

sampul surat kepada jokowi

Cianjur, Wartadesa. – Setelah sebelumnya pada 14 Desember 2022 warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur melayangkan penolakan rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) melalui kanal Lapor (lapor.go.id). Pada 21 Desember 2022 perwakilan warga melayangkan surat penolakan kepada Presiden Joko Widodo. Surat juga ditembuskan kepadaKementerian PUPR Jakarta, Gubernur Jawa Barat, Bupati Cianjur, Camat Cikalongkulon dan Kepala Desa Mekarsari. Namun hingga hari ini, belum ada tindak lanjut dari orang nomor satu di Indonesia. Hal demikian disampaikan oleh salah seorang warga kepada Warta Desa.

“Saya sudah kirim surat ke Bupati Cianjur, Kementerian PUPR, Dinas Lingkungan Hidup Cianjur, Camat Cikalongkulon, tapi belum ada respon. Lalu saya kirim surat lagi langsung ke presiden. Tapi belum ada respon juga,” tutur seorang warga Mekarsari yang tidak bersedia disebut identitasnya, melalui ponsel, Sabtu (14/01/2023).

Baca : TPAS Bakal Dibangun di Tengah-Tengah Permukiman Warga, Warga Desa Mekarsari Lapor

DLH Cianjur Ditengat 3 Bulan, Tindaklanjuti Laporan Warga Terkait Penolakan TPAS Cianjur

Berikut isi surat yang dikirimkan warga kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo

Mekarsari, 21 Desember 2022

Perihal : Permohonan Pembatalan TPAS Mekarsari

Lampiran : 1 Bundel

Yth., Bapak Ir. Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia

di

Jakarta

Salam hormat,

Salam silaturahmi dan ucapan terima kasih kami haturkan kepada Bapak Presiden yang saat bencana Gempa Bumi Cianjur berkenan hadir ditengah-tengah kami sebagai rasa sayang Bapak kepada kami.

Perkenalkan kami warga masyarakat Desa Mekarsari Kecamatan Cikalongkulon yang berada di paling Utara kabupaten Cianjur – Jawa Barat.

Kami dengan segala keterbatasan dan kelemahan ingin mengadu kepada Bapak Presiden tentang adanya rencana Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di lingkungan Mekarsari. Bagi kami, rencana tersebut menjadi rasa khawatir yang sangat memukul dan menjadi mimpi buruk bagi masa depan anak-anak kami, keluarga kami hingga masyarakat Mekarsari. Kami saat ini tengah membangun masa depan Mekarsari melalui Pendidikan hingga anak-anak kami mulai banyak yang menjadi Sarjana. Selain itu, akhlak anak-anak kami pun kami pupuk di surau-surau kecil oleh para Ustad dan Kyai kami. Namun, dengan adanya rencana TPAS tersebut, harapan kami hampir pupus.

Kami khawatir yang begitu khawatir, jika adanya TPAS tersebut maka tingkat kejahatan menjadi naik, lingkungan kami menjadi tidak nyaman bahkan terjadi bencana alam dari timbunan sampah tersebut. Selain itu, masa depan anak-anak kami akan terganggu. Ataukah anak-anak kami yang sedang kami sekolahkan susah payah, nantinya hanya akan menjadi Pemulung?

Tampilan surat penolakan TPAS oleh warga Desa Mekarsari, Cikalongkulon, Cianjur, halaman 1

Kami hanya masyarakat yang tidak memiliki kekuatan apapun selain mengadu kepada Bapak Presiden. Kami telah melayangkan aduan ini kepada beberapa pihak yang terkait, namun apalah daya kami, nyatanya rencana tersebut seperti seolah tetap berjalan tanpa kami inginkan.

Kami bukan berarti tidak mendukung Program Pemerintah Pak. Namun, jika boleh menawar kami ingin program yang “membangun” desa kami seperti Pertanian, Perkebunan, Pariwisata atau sejenisnya. Bukan sampah yang akan kami terima.

Terakhir, jauh dari hati kami yang terdalam, kami memohon kepada Bapak Presiden untuk mengabulkan permohonan pembatalan pembangunan TPAS ini dan menggantinya dengan program lain yang dapat membangun masa depan anak-anak kami. Masa depan anak-anak kami menjadi bagian dari masa depan Indonesia kita tercinta.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga Bapak Presiden sehat selalu, semoga Bapak Presiden dapat mendengar keresahan kami dan mengabulkan permohonan kami. Hanya kepada Bapak Presiden-lah kami menggantungkan harapan ini. Atas perhatian dan kepedulian Bapak Presiden, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Warga Masyarakat Mekarsari

Kec. Cikalongkulon – Cianjur

Jawa Barat

 

Tembusan : 

Disampaikan dengan hormat kepada ;

  1. Kementerian PUPR Jakarta
  2. Bapak Gubernur Jawa Barat
  3. Bapak Bupati Cianjur
  4. Bapak Camat Cikalongkulon
  5. Bapak Kepala Desa Mekarsari
Tampilan surat penolakan TPAS oleh warga Desa Mekarsari, Cikalongkulon, Cianjur, halaman 2
Bukti pos pengiriman surat warga Desa Mekarsari

Masih menurut warga Desa Mekarsari,  pihaknya melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo lantaran surat penolakan yang dikirim kepada Bupati Cianjur pada 14 Desember 2022, belum juga ada respon.

Tampilan surat penolakan TPAS oleh warga Desa Mekarsari yang dikirimkan kepada Bupati Cianjur.

Diberitakan sebelumnya, rencana pembangunan TPAS Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur yang disosialisasikan pada Selasa, (13/12/22) di balaidesa setempat, langsung mendapat penolakan warga. Karena berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan warga.

Penolakan warga juga dilakukan dengan mengirim ke kanal lapor.go.id pada Rabu (14/12/2022).

Mengutip liputan dari Journal News, warga Desa Mekarsari menolak rencana pembangunan TPAS karena akan berdapak buruk pada lingkungan dan kesehatan warga.  Ketua Karang Taruna desa setempat, Yunara mengatakan bahwa warga menolak keberadaan TPAS di Desa Mekarsari.

”Kami warga Mekarsari keberatan atau menolak dengan adanya pembangunan TPA di Wilayah Desa Mekarsari, pertama kaitan dengan lingkungan yang akan memperburuk citra Desa Mekarsari dan memperburuk kesehatan warga Mekarsari,” katanya dikutip dari Journal News, Selasa, (13/12/22).

Selain itu, masih menurut Yunara, warga belum pernah memberikan ijin lingkungan, namun AMDAL sudah beredar. ”Secara tahapanpun, kami selaku warga banyak tidak tahu, termasuk tadi disampaikan (dalam sosialisasi) bahwa adanya tanda tangan RT RW, itu juga kami belum pernah merasa memberikan ijin lingkungan, terus adanya dari (kajian) AMDAL, dulu pernah ada dari AMDAL ke Desa Mekarsari menyampaikan sosialisasi tapi hasilnya kami tidak diberi tahu, namun hasilnya tahu tahu sudah ada di Kabupaten,” ungkapnya.

Yunara menghawatirkan jika terlaksananya pembangunan TPA di Mekarsari warganya akan menjadi pemulung. ”Lingkungan itu sangat mempengaruhi sikologis manusia, ketika ada sumber dari pada itu ya masyarakat kami akan jadi pemulung, mau tidak mau akan jadi pemulung karena akan terbawa oleh lingkungannya itu sendiri,” ujarnya. (Buono)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

DLH Cianjur Ditengat 3 Bulan, Tindaklanjuti Laporan Warga Terkait Penolakan TPAS Cianjur

tpas1

Cianjur, Wartadesa. – Laporan warga Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terkait penolakan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) dalam kanal Lapor, akan ditindak-lanjuti oleh pejabat terkait. Mereka mempunyai waktu tiga bulan,  menangani penolakan warga tersebut.

Kami mendapatkan kiriman tangkapan layar disposisi dari kanal Lapor kepada Pemkab dan Dinas Lingkungan Hidup Cianjur, pada 19 Desember 2022 lalu. Berikut tangkapan layarnya,

Tangkapan layar tindaklanjut laporan warga Desa Mekarsari, Cikalongkulon, Cianjur pada kanal lapor.go.id

Namun hingga, Jum’at (23/12/2022) belum ada petugas dari DLH setempat untuk melakukan mediasi atau sosialisasi lanjutan dengan warga. “Untuk tanggapan surat penolakan (TPAS) belum ada pak. Cuma diem-diem, tim sukses itu bikin gerakan” tutur salah seorang warga yang tidak mau ditulis identitasnya.

Terkait salinan hasil kajian analisis dampak lingkungan (AMDAL) TPAS, warga juga mengungkapkan, belum mendapat salinannya dari DLH maupun Pemkab Cianjur. “Hingga saat ini, warga belum mendapat salinan kajian AMDAL. Kami juga bingung, harus minta kemana salinan tersebut,” lanjutnya.

Diungkapkan oleh warga Desa Mekarsari bahwa tindaklanjut dari aduan tersebut, maksimal tiga bulan. “Iya, tengat waktu tiga bulan. Info nilai proyek pembangunan TPAS senilai Rp103 miliar,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) yang bakal dilakukan di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mendapat penolakan warga. Pasalnya lokasi pembangunan berjarak lebih kurang 500 meter dari permukiman warga. Bahkan di tengah-tengah permukiman.

Rencana pembangunan TPAS  disosialisasikan pada Selasa, (13/12/22) di balaidesa setempat ditolak warga, karena berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan warga.  Penolakan warga juga dilakukan dengan mengirim ke kanal lapor.go.id pada Rabu (14/12/2022). (.*.)

Berita Terkait : https://www.wartadesa.net/tpas-bakal-dibangun-di-tengah-tengah-permukiman-warga-desa-mekarsari-lapor/

 

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

TPAS Bakal Dibangun di Tengah-Tengah Permukiman, Warga Desa Mekarsari Lapor

tolak tpas

Cianjur, Wartadesa. – Pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) yang bakal dilakukan di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mendapat penolakan warga. Pasalnya lokasi pembangunan berjarak lebih kurang 500 meter dari permukiman warga. Bahkan di tengah-tengah permukiman. Demikian disampaikan warga setempat, Ahad (18/12/2022) kepada Warta Desa melalui pesan media sosial.

Penampakan lokasi TPAS Mekarsari dari peta google, dekat dengan permukiman warga.
Penampakan lokasi TPAS Mekarsari dari peta google, dekat dengan permukiman warga.

Rencana pembangunan TPAS yang disosialisasikan pada Selasa, (13/12/22) di balaidesa setempat tersebut, langsung mendapat penolakan warga. Karena berpotensi berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan warga.

Penolakan warga juga dilakukan dengan mengirim ke kanal lapor.go.id pada Rabu (14/12/2022).

Laporan warga Desa Mekarsari terkait penolakan pembangunan TPAS di kalan lapor.go.id
Laporan warga Desa Mekarsari terkait penolakan pembangunan TPAS di kalan lapor.go.id

Berikut isi laporan warga tersebut,

Pengaduan Penolakan Rencana TPAS Mekarsari

Yth. Bapak Bupati Cianjur
di
Cianjur

Dengan hormat,
Dengan segala keterbatasan kami sebagai warga Desa Mekarsari Kec. Cikalongkulon Kab. Cianjur serta untuk keberlangungan masa depan anak-anak kai, dengan ini kami memohon yang sedalam-dalamnya kepada
Bapak Bupati untuk mebatalkan rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di lingkungan desa kami.

https://www.journalnews.id/warga=mekarsari-kecamatan-cikalongkulon-tolak-pembangunan-tpas-begini-alasannya/

Demikian aduan ini kami sampaikan. Semoga Bapak sehat selalu & diberikan ketabahan atas segala bencana yang sedang kita alami bersama. Salam dari kami warga desa Mekarsari.

Hormat kami,
Warga Masyarakat Mekarsari

Mengutip liputan dari Journal News, warga Desa Mekarsari menolak rencana pembangunan TPAS karena akan berdapak buruk pada lingkungan dan kesehatan warga.  Ketua Karang Taruna desa setempat, Yunan mengatakan bahwa warga menolak keberadaan TPAS di Desa Mekarsari.

”Kami warga Mekarsari keberatan atau menolak dengan adanya pembangunan TPA di Wilayah Desa Mekarsari, pertama kaitan dengan lingkungan yang akan memperburuk citra Desa Mekarsari dan memperburuk kesehatan warga Mekarsari,” katanya dikutip dari Journal News, Selasa, (13/12/22).

Selain itu, masih menurut Yunan, warga belum pernah memberikan ijin lingkungan, namun AMDAL sudah beredar. ”Secara tahapanpun, kami selaku warga banyak tidak tahu, termasuk tadi disampaikan (dalam sosialisasi) bahwa adanya tanda tangan RT RW, itu juga kami belum pernah merasa memberikan ijin lingkungan, terus adanya dari (kajian) AMDAL, dulu pernah ada dari AMDAL ke Desa Mekarsari menyampaikan sosialisasi tapi hasilnya kami tidak diberi tahu, namun hasilnya tahu tahu sudah ada di Kabupaten,” ungkapnya.

Yunara menghawatirkan jika terlaksananya pembangunan TPA di Mekarsari warganya akan menjadi pemulung. ”Lingkungan itu sangat mempengaruhi sikologis manusia, ketika ada sumber dari pada itu ya masyarakat kami akan jadi pemulung, mau tidak mau akan jadi pemulung karena akan terbawa oleh lingkungannya itu sendiri,” ujarnya.

Penolakan juga disampaikan oleh Ketua BPD Desa Mekar Sari, Saepul, menurutnya keberadaan TPAS bakal berdampak buruk bagi lingkungan, kesehatan, pendidikan dan masa depan anak-anak desa setempat. Meski demikian pihaknya tetap mengedepankan musyawarah.

”Kami dari BPD tentunya akan mengedepankan Musyawarah untuk mendapatkan solusi, namun dengan pendirian yang sama yaitu menolak,” pungkasnya. (*.*)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Rob Pekalongan, Warga Masih Mengungsi

rob pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Sedikitnya 125 warga masih mengungsi hingga hari ini, Sabtu (03/12/2022) akibat banjir rob yang merendam  Kota Pekalongan sejak Jum’at kemarin.

Ketinggian air rob mencapai 15 hingga 40 centimeter.

Air laut merendam wilayah permukiman warga Kelurahan Panjang Wetan, sebagian Krapyak, Panjang Baru, dan Tirto. Demikian disampaikan oleh Dimas Arga Yudha di Pekalongan, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, hari ini.

Pihak BPBD Kota Pekalogan, masih menurut Yudha, bersama lintas sektoral telah melakukan langkah penanganan bencana seperti memberikan layanan kesehatan pengungsi, melakukan evakuasi korban, dan penanganan kedaruratan.

Selain itu, kata Yudha, pihaknya juga mengoptimalkan sejumlah pompa untuk mengurangi genangan rob di beberapa permukiman penduduk seperti Kelurahan Panjang Wetan, sebagian Krapyak, Panjang Baru, dan Tirto.

Sebelumnya, pada Jum’at, ratusan rumah di wilayah Meduri, Tirto terendam rob hingga ketinggian satu meter. Air rob datang pada Jum’at dinihari saat warga terlelap tidur.

Kondisi tanggul yang sangat rendah dibanding dengan air yang datang menyebabkan air meluap dari sungai ke perkampungan warga.  (.*.)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Banjir Rob di Ulujami, Ribuan Rumah Terendam

rob ulujami

Pemalang, Wartadesa. – Rob yang menerjang wilayah pesisir Kecamatan Ulujami, Pemalang merendam delapan desa. Akibatnya ribuan rumah “klelep” dengan ketinggian hingga 70 centimeter, pada Jum’at (02/12/2022) kemarin.

Delapan desa yang terendam rob meliputi Desa Blendung, Kaliprau, Pesantren, Tasikrejo, Ketapang, Mojo, Kertosari dan Limbangan.

Camat Ulujami, Joko Sutrisno mengungkapkan bahwa air pasang terjadi sejak dinihari pukul 01.00 WIB hingga pagi pukul 06.00 WIB. “Ada  1.936 rumah dengan 4.996 jiwa di delapan desa wilayah Kecamatan Ulujami tersebut yang tergenang air rob.” Ujarnya.

Selain itu, masih menurut Joko Sutrisno, fasilitas umum dan puluhan hektar kebun ikut terendam.

Rob berangsur surut pada sore harinya. Namun menurut Joko, rob semakin sering terjadi di Ulujami akibat tanggul melintang di Kabupaten Pekalongan.

Air pasang yang ditanggul di Pekalongan, lari ke Pemalang.  “Personel Koramil dan Tim SAR serta relawan bersiap untuk antisipasi kejadian susulan. Kami juga menyiapkan posko penanggulangan bencana dan melakukan monitoring.” jelasnya.

Sementara itu, di Desa Blendung, rob menyebabkan perabotan rumah rusak karena terendam air. “Banjir menjadikan rumah terutama perabotan rusak berat,” tutur Faisal, warga setempat. (.*.)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya