close

Bencana

Bencana

WASPADA CUACA EKSTREM: Pohon Pinus Tumbang di Melik Susukan, Akses Jalan dan Listrik Sempat Terputus

template berita foto warta desa

SUSUKAN, WARTA DESA –Hujan lebat yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara pada Minggu (18/01/2026). Cuaca ekstrem ini mengakibatkan sebuah pohon pinus berukuran besar tumbang di area Melik, Desa Susukan, yang membawa dampak cukup serius bagi mobilitas warga dan fasilitas umum di sekitarnya.

Batang pohon yang besar tersebut melintang tepat di tengah jalan sehingga mengakibatkan akses jalan lumpuh total bagi kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain menutup akses transportasi, robohnya pohon pinus ini juga menimpa jaringan kabel PLN yang menyebabkan aliran listrik ke rumah-rumah warga terputus. Akibatnya, aktivitas ekonomi dan rumah tangga warga sempat terganggu karena padamnya listrik serta sulitnya melintas di jalur tersebut.

Menanggapi kejadian tersebut, petugas gabungan bersama warga setempat langsung bergerak cepat melakukan aksi gotong royong di lokasi kejadian. Dengan menggunakan gergaji mesin dan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu memotong batang pohon dan membersihkan material kayu agar akses jalan dapat segera kembali normal. Saat ini, upaya evakuasi masih terus dioptimalkan sembari menunggu perbaikan jaringan kabel oleh pihak terkait.

Mengingat cuaca ekstrem dan angin kencang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Warga diharapkan tetap berhati-hati saat melintas di kawasan yang rawan pohon tumbang serta segera mencari tempat berlindung yang aman apabila terjadi hujan badai secara tiba-tiba.  ***

 

Reporter: Andi Purwandi Tanggal: 18 Januari 2026

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

selengkapnya
Bencana

Jembatan Gantung Bantaragung-Kalilanang Terputus, Akses Warga Lumpuh Total

template berita foto warta desa_20260117_144644_0000

PEMALANG, WARTA DESA – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Pemalang sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari (17/01/2026) mengakibatkan infrastruktur penting bagi warga terputus. Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Bantaragung dan Desa Kalilanang dilaporkan ambruk akibat terjangan arus sungai yang meluap setelah diguyur hujan semalaman.

Kondisi Jembatan Terkini

​Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu pagi pukul 06.44 WIB, jembatan gantung tersebut mengalami kerusakan struktural yang sangat parah:

  • Tali Sling Terputus: Kekuatan arus sungai yang membawa material sampah dan kayu membuat tali pengikat jembatan tidak kuat menahan beban, menyebabkan badan jembatan melengkung jatuh ke arah sungai.
  • Akses Terisolasi: Putusnya jembatan ini membuat akses ekonomi dan mobilitas warga antara Bantaragung dan Kalilanang lumpuh total. Warga kini harus memutar jauh untuk mencari jalur alternatif.

Update Banjir dan Longsor di Wilayah Pemalang

​Selain jembatan putus, laporan dari Kabar Pemalang menunjukkan bahwa beberapa titik lain di wilayah Pemalang juga dalam kondisi siaga akibat hujan ekstrem:

  • Banjir Pemukiman: Air merendam kawasan Dukuh Rani dan area sekitar Terminal Randudongkal. Wilayah Padmo (Randudongkal) dan Desa Suru (Bantarbolang) juga dilaporkan tergenang banjir yang cukup tinggi.
  • Akses Jalan Terputus: Jalur utama menuju Warukumpul (Wisnu-Majakerta) ditutup total karena tertimbun material tanah longsor. Titik longsor tambahan juga terpantau di Desa Wianu.

Kondisi Pekalongan: Air Mencapai Dada

​Sebagai informasi tambahan bagi warga yang hendak menuju arah timur, Kota Pekalongan saat ini sedang mengalami banjir besar. Di beberapa titik seperti Jalan Kurinci hingga Jalan Slamet (Bendan), ketinggian air dilaporkan telah mencapai dada orang dewasa, sehingga sangat berbahaya untuk dilintasi kendaraan.

Himbauan Warga

​Pemerintah desa menghimbau warga untuk:

  1. Menjauhi bantaran sungai: Mengingat debit air masih tinggi dan arus sangat kuat.
  2. Mencari Jalur Alternatif: Menghindari rute jembatan Bantaragung-Kalilanang dan jalur Majakerta-Warukumpul yang masih tertutup.
  3. Waspada Bencana Susulan: Tetap siaga jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi sore nanti.

Laporan: Tim Warta Desa

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Kecelakaan, bakul klepon meninggal akibat jalan tergenang air

Tirto, Wartadesa. - Malang bagi Karyatun (50), bakul (penjual-red) klepon dan gethuk, warga Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, motor Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

selengkapnya
Bencana

Diguyur Hujan 5 Jam, Desa Pait Terendam Banjir Hingga 1 Meter, Puluhan Warga Mengungsi

template berita foto warta desa(3)

SIWALAN, WARTA DESA – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan selama lebih dari lima jam sejak Sabtu dini hari (17/1/2026), mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Salah satu wilayah terdampak paling parah adalah Desa Pait, Kecamatan Siwalan.

Sedikitnya 90 rumah warga di Dukuh Tugurejo (RT 01 dan 02, RW 05), Desa Pait, terendam air dengan ketinggian yang bervariasi antara 30 hingga 100 sentimeter. Selain rumah tinggal, fasilitas umum seperti satu sekolah dan dua tempat ibadah juga ikut terendam luapan air.

Puluhan Jiwa Mengungsi di Mess Lokatex

Berdasarkan data dari PMI Kabupaten Pekalongan, banjir ini berdampak pada 285 jiwa. Hingga Sabtu siang, tercatat 15 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 68 jiwa telah dievakuasi ke tempat pengungsian.

“Sebanyak 15 KK atau 68 jiwa saat ini mengungsi di Mess Lokatex. Pengungsi terdiri dari berbagai usia, mulai dari lansia, dewasa, hingga balita,” terang Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko.

Sementara itu, puluhan keluarga lainnya dilaporkan masih memilih bertahan di rumah masing-masing sambil terus memantau perkembangan debit air. Meski seluruh rumah terdampak terendam air, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan permanen.

Kebutuhan Mendesak Pengungsi

Pihak PMI telah menerjunkan tim untuk melakukan asesmen, evakuasi, dan pelayanan ambulans. Namun, dukungan bantuan logistik sangat dibutuhkan segera oleh para pengungsi, di antaranya:

  • Makanan dan minuman siap saji.

  • Perlengkapan bayi dan obat-obatan.

  • Alas tidur (tikar/kasur), selimut, dan perlengkapan mandi.

Banjir Meluas ke Sejumlah Kecamatan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, menyebutkan bahwa kondisi banjir ini meluas ke beberapa wilayah lain selain Siwalan, yakni di Kecamatan Tirto, Sragi, Wiradesa, dan Buaran dengan rata-rata air masuk ke rumah setinggi 30 sentimeter.

“Kami masih terus memantau perkembangan di lapangan. Mengingat hujan masih mungkin terjadi, jumlah pengungsi dimungkinkan bisa bertambah,” ujar Agus Pranoto.

Longsor di Kandangserang

Selain musibah banjir, BPBD juga melaporkan kejadian tanah longsor di Desa Harjosari, Kecamatan Kandangserang. Material batu besar dilaporkan menimpa rumah warga dan menutup akses jalan utama yang menghubungkan Bubak (Kandangserang) dengan Paninggaran.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera berkoordinasi dengan perangkat desa atau posko bencana terdekat jika kondisi air di lingkungan masing-masing terus meningkat.

Update Situasi: Hingga berita ini diturunkan, hujan gerimis masih menyelimuti wilayah Siwalan dan sekitarnya, yang menyebabkan akses menuju lokasi banjir di beberapa titik masih terkendala genangan. (Redaksi)

Terkait
Dua Kader Nasyiatul Aisyiyah Pekalongan Terjun ke Misi Kemanusiaan Banjir dan Longsor Aceh-Sumatera

PEKAJANGAN, WARTA DESA – Spirit kemanusiaan terus menyala di dada para kader Nasyiatul Aisyiyah (NA). Kali ini, dua kader terbaik Pimpinan Read more

Kendal Dikepung Banjir: Jalur Pantura Lumpuh, Perjalanan Kereta Api Terhambat

KENDAL, WARTA DESA – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pantura sejak Kamis sore (15/01) mengakibatkan banjir besar Read more

Spirit “One Muhammadiyah One Response”: MDMC Kudus Terjang Banjir Evakuasi Warga

KUDUS, WARTA DESA – Sejak Jumat (09/01), cuaca ekstrem dan hujan lebat memicu bencana hidrometeorologi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Read more

Indonesia Dikepung Bencana Hidrometeorologi: Dari Banjir Bandang Sumatera hingga Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah

WARTA DESA, -- Awal tahun 2026 menjadi periode krusial bagi penanggulangan bencana di Indonesia. Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendali dan Read more

selengkapnya
Bencana

Sungai Bremi Meluap, Ratusan Warga Tirto Mengungsi di Masjid Al Karomah

Selection_101

PEKALONGAN, WARTA DESA – Hujan deras dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Pekalongan selama beberapa hari terakhir mengakibatkan Sungai Bremi meluap. Kondisi ini memicu banjir parah di sejumlah wilayah, terutama di Kelurahan Tirto, Sabtu (17/1/2026).

Hingga pukul 10.45 WIB, tercatat sekitar 170 warga telah mengevakuasi diri dan mengungsi di Masjid Al Karomah Tirto. Masjid ini menjadi salah satu titik pengungsian utama bagi warga Kampung Baru Tirto, di mana ketinggian air dilaporkan mencapai titik tertinggi hingga 100 sentimeter.

Kondisi Terkini dan Lokasi Terdampak

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, menjelaskan bahwa kombinasi drainase yang penuh dan limpasan air Sungai Bremi membuat pemukiman warga terendam cukup dalam.

“Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan genangan di sejumlah ruas jalan dan permukiman. Kami mencatat ketinggian air bervariasi antara 10 cm hingga 1 meter,” ungkap Budi.

Selain di Masjid Al Karomah, warga juga tersebar di beberapa titik pengungsian lain seperti:

  • Aula Kecamatan Pekalongan Barat: 400 jiwa.

  • Mushola Al Ikhsan Sidomulyo: 80 jiwa.

  • Beberapa gedung sekolah dan mushola di wilayah Tirto serta Bendan.

Kebutuhan Mendesak Pengungsi

Warga yang berada di Masjid Al Karomah dan posko lainnya saat ini sangat membutuhkan bantuan logistik dan kesehatan. Berdasarkan pendataan tim di lapangan, kebutuhan yang paling mendesak meliputi:

  • Obat-obatan dan Perlengkapan Kesehatan: Salep kulit, minyak kayu putih, balsem.

  • Kebutuhan Bayi dan Lansia: Pampers anak dan dewasa.

  • Perlengkapan Tidur: Selimut dan alas tidur.

Peringatan Cuaca Ekstrem

BPBD menyebutkan bahwa cuaca ekstrem ini dipengaruhi oleh fenomena atmosfer global (La Nina lemah dan Monsun Asia) serta fase bulan baru. Kondisi ini diprediksi dapat meningkatkan potensi hujan lebat dan angin kencang hingga awal Februari 2026.

“Seluruh unsur TNI, Polri, dan relawan telah kami libatkan untuk memastikan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar di pengungsian,” tambah Budi.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Jika terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing, warga diminta segera melapor ke posko siaga bencana terdekat.

Update Per 17 Januari 2026, 11:00 WIB: Tim medis mulai menyisir lokasi pengungsian di Masjid Al Karomah untuk mengecek kondisi kesehatan lansia dan balita. Logistik makanan siap saji dari dapur umum mulai didistribusikan secara bertahap. (Redaksi)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Dua Kader Nasyiatul Aisyiyah Pekalongan Terjun ke Misi Kemanusiaan Banjir dan Longsor Aceh-Sumatera

template berita foto warta desa(1)

PEKAJANGANWARTA DESA – Spirit kemanusiaan terus menyala di dada para kader Nasyiatul Aisyiyah (NA). Kali ini, dua kader terbaik Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) di wilayah Kabupaten Pekalongan resmi dilepas untuk bertugas dalam misi kemanusiaan sebagai bagian dari Tim Kesehatan Respon Bencana Alam di Aceh dan Sumatera.

Kedua kader tersebut adalah Muflikha Rifkoh dari PCNA Pencongan dan Maulidiyah dari PCNA Siwalan. Keduanya bergabung dalam tim relawan medis yang diinisiasi oleh RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Misi Medis di Garis Depan

Sesuai dengan latar belakang keahlian mereka, Muflikha yang ahli di bidang farmasi dan Maulidiyah di bidang kebidanan akan memfokuskan pelayanan pada aspek kesehatan bagi para penyintas bencana banjir dan tanah longsor.

Kehadiran kader perempuan dalam tim ini dinilai sangat krusial, terutama dalam menangani:

  • Kebutuhan spesifik kesehatan ibu dan anak.

  • Pengelolaan dan distribusi obat-obatan di lokasi bencana.

  • Pemeriksaan kesehatan umum bagi pengungsi.

Bukti Ketangguhan Kader Perempuan

Keberangkatan mereka merupakan bukti nyata bahwa kader Nasyiatul Aisyiyah tidak hanya aktif dalam ranah organisasi, tetapi juga tangguh dan siap terjun ke medan bencana yang sulit demi membantu sesama.

Sinergi antara Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Kesehatan dengan organisasi otonom seperti NA ini mendapat apresiasi luas. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan Muhammadiyah dalam merespons panggilan kemanusiaan di tingkat nasional secara kolaboratif.

Dengan perlengkapan standar keamanan relawan dan rompi khas MDMC, tim ini bertolak menuju titik-titik terdampak di Aceh dan beberapa wilayah Sumatera. Selain memberikan pertolongan medis pertama, mereka juga akan melakukan pendampingan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Selamat bertugas, Muflikha Rifkoh dan Maulidiyah. Semoga dedikasi dan pengabdian kalian menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat di Aceh dan Sumatera.***

Kontributor: Siti Zahroul M

Editor : Redaksi Warta Desa

Terkait
Harmonisasi Jadi Kunci, Nasyiatul Aisyiyah Perkuat Peran Perempuan Muda dalam Keberagaman

WARTA DESA, PEKALONGAN – Nasyiatul Aisyiyah (NA) terus mengukuhkan perannya sebagai ruang tumbuh bagi perempuan muda untuk belajar, bergerak, dan berkontribusi Read more

Lazismu Kantor Layanan Nasyiyatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan Bagikan Sembako dan Rendang di Lebakbarang

Warta Desa, PEKALONGAN - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kantor Layanan (KL) Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Read more

Nasyiatul A’isyiyah Pekalongan gelar ToT Pashmina

Pekajangan, Wartadesa. - Pimpinan Daerah Nasyi'atul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan menggelar Training of Trainer (ToT-pelatihan untuk pelatih) Pelayanan Remaja Sehat Read more

Dorong Kemajuan Gerakan Perempuan, Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah Lakukan Konsolidasi di Pekalongan.

Warta Desa,Pekalongan - Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah mengadakan kegiatan Konsolidasi Wilayah dengan meluncurkan program unggulan terbaru, Sabtu, Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Akses Lumpuh! Batu Raksasa Tutup Jalan Kandangserang–Paninggaran di Kawasan Kali Longkrang

template berita foto warta desa

KANDANGSERANG, Warta Desa — Akses utama yang menghubungkan Kecamatan Kandangserang dengan Kecamatan Paninggaran mengalami lumpuh total pada Sabtu (17/01/2026). Hal ini dipicu oleh sebuah batu berukuran besar yang longsor dan menutup badan jalan di kawasan Kali Longkrang, Desa Bubak.

Kronologi Kejadian

Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan sejak dini hari disinyalir menjadi penyebab utama melunaknya struktur tanah di tebing sekitar lokasi. Batu raksasa tersebut jatuh dari ketinggian dan mendarat tepat di tengah jalan, sehingga praktis tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Peristiwa ini mengakibatkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga terhambat, mengingat jalur Kali Longkrang merupakan urat nadi transportasi penting bagi masyarakat di kedua kecamatan tersebut.

Kondisi di Lapangan

Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih cukup rawan. Beberapa poin penting yang perlu diketahui warga adalah:

  • Akses Kendaraan: Jalan benar-benar tertutup; kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas.

  • Upaya Warga: Secara swadaya, warga setempat bersama pihak terkait mulai melakukan penanganan darurat dengan alat seadanya.

  • Kebutuhan Mendesak: Dibutuhkan alat berat dari instansi terkait untuk mengevakuasi batu besar tersebut karena ukurannya yang tidak memungkinkan dipindahkan secara manual.

Imbauan untuk Pengguna Jalan

Tokoh masyarakat setempat mengimbau agar para pengendara yang hendak menuju Paninggaran atau sebaliknya untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan hingga proses evakuasi selesai.

“Kami harap warga tetap waspada, terutama saat hujan turun. Kawasan ini memang rawan longsor. Saat ini kami masih menunggu bantuan alat berat agar akses segera terbuka kembali,” ujar perwakilan warga di lokasi.

Masyarakat sangat berharap Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui dinas terkait segera turun tangan melakukan pembersihan secara menyeluruh agar roda ekonomi warga tidak terganggu terlalu lama. (Andi Purwandi)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

selengkapnya
Bencana

Kendal Dikepung Banjir: Jalur Pantura Lumpuh, Perjalanan Kereta Api Terhambat

kendal

KENDAL, WARTA DESA – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pantura sejak Kamis sore (15/01) mengakibatkan banjir besar melanda Kabupaten Kendal. Hingga Jumat (16/01/2026), tercatat enam kecamatan terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter.

Enam Kecamatan Terdampak

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Ngampel, Pegandon, Brangsong, Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, dan Kendal Kota. Banjir ini disebabkan oleh meluapnya lima sungai besar, yakni Sungai Kendal, Sungai Penut, Sungai Bedo, Sungai Waridin, dan Sungai Aji.

Khusus di Desa Kumpulrejo (Kaliwungu) dan Desa Kebonadem (Brangsong), banjir diperparah dengan jebolnya pintu air Sungai Waridin akibat tidak kuat menahan debit air yang sangat tinggi.

Jalur Pantura dan Pemukiman Lumpuh

Genangan air setinggi 30–60 cm di ruas Jalan Pantura menyebabkan kemacetan panjang dan banyak kendaraan mogok.

  • “Terpaksa saya menuntun kendaraan karena mogok,” ujar Doni, warga Kendal Kota yang terjebak saat pulang dari Semarang.

  • Di Desa Karangmulyo, Pegandon, genangan air yang masih tinggi memaksa didirikannya Dapur Umum untuk distribusi logistik bagi warga terdampak.

Belasan Perjalanan Kereta Api Terlambat

Banjir juga menghantam jalur rel kereta api di jembatan KA nomor BH 111 KM 20+7/8 petak jalan Kaliwungu–Kalibodri. Akibat adanya gogosan (tanah penyangga rel terkikis), perjalanan KA lintas Semarang–Jakarta mengalami keterlambatan signifikan.

Manajer Humas PT KAI Daop IV Semarang, Luqman Arif, mencatat belasan KA terdampak, di antaranya:

  • KA Kertajaya terlambat 132 menit.

  • KA Joglosemarkerto terlambat 123 menit.

  • KA Argo Sindoro terlambat 90 menit.

  • Sejumlah KA lainnya seperti Kaligung, Majapahit, dan Harina juga mengalami penundaan antara 40 hingga 115 menit.

Respon Pemerintah dan Upaya Penanggulangan

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permana Sari, meninjau langsung lokasi banjir di Desa Kebonadem pada Jumat pagi. Bupati mengonfirmasi akan segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk perbaikan teknis.

“Kami sudah cek ke lapangan. Ini karena debit air terlalu tinggi sehingga pintu portal air tidak kuat. Saya instruksikan PUPR untuk segera mengganti pintu air yang rusak di Kumpulrejo agar penanganan lebih cepat,” tegas Bupati.

Imbauan Waspada

Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengkhawatirkan kondisi akan memburuk jika hujan deras berbarengan dengan pasang air laut (rob). “Kami bersama tim gabungan dan relawan terus siaga untuk evakuasi jika air kembali naik,” ujarnya.

Warga, terutama lansia dan anak-anak di Desa Kebonadem, dilaporkan mulai mengungsi ke rumah kerabat karena khawatir akan adanya banjir susulan. ***

Laporan: Tim Redaksi Warta Desa

Editor: Bagian Berita Daerah

Terkait
Kecelakaan, bakul klepon meninggal akibat jalan tergenang air

Tirto, Wartadesa. - Malang bagi Karyatun (50), bakul (penjual-red) klepon dan gethuk, warga Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, motor Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Pasien miskin yang dipulangkan RSUD Soewondo akhirnya meninggal

Kendal, Wartadesa. - Toha (60),  pasien miskin, pemegang Kartu Indonesia Sehat, warga Rt. 05 Rw. 03 Dusun Wonokerto, Desa Sendangdawung Read more

Warga sekitar kali Bremi butuh dukungan pemkot bersihkan enceng gondok

Pekalongan Barat, Wartadesa. - Kondisi kali Bremi Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan sungguh memprihatinkan. Seluruh permukaan dipenuhi dengan tumbuhan enceng Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Dentuman Keras di Tengah Badai: Rumah Warga Karangtengah Subah Disambar Petir

petir

SUBAH, WARTA DESA – Suasana hening malam di Desa Karangtengah, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang berubah mencekam pada Rabu (14/1/2026) malam. Sebuah dentuman keras akibat sambaran petir menghantam rumah salah satu warga di tengah guyuran hujan deras dan angin kencang.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di Dukuh Pagerori RT 02/RW 09. Camat Subah, M. Yasin, menjelaskan bahwa saat kejadian wilayah Subah memang sedang dilanda cuaca ekstrem dengan kilatan petir yang bersahut-sahutan.

“Salah satu sambaran petir menghantam rumah milik Bapak Kasmin (65). Ledakan tersebut seketika merusak struktur bangunan dan menghanguskan jaringan listrik di rumah tersebut,” ungkap M. Yasin saat memberikan keterangan di kantornya, Kamis (15/1/2026).

Dampak Kerusakan dan Kerugian

Meskipun ledakan terdengar sangat keras dan merusak bangunan, pihak kecamatan memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

  • Kondisi Bangunan: Rumah mengalami rusak ringan pada bagian struktur.

  • Instalasi Listrik: Seluruh jaringan kabel dan instalasi listrik di rumah korban hangus dan rusak total.

  • Kerugian Materiil: Diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Gotong Royong dan Penanganan

Pasca-kejadian, pada Kamis pagi, personel Trantib Kecamatan Subah bersama Pemerintah Desa Karangtengah, petugas PLN, dan warga sekitar langsung bergerak ke lokasi. Mereka bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan dan mengecek sisa aliran listrik agar tidak membahayakan.

“Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai upaya perbaikan sementara agar kediaman Pak Kasmin bisa kembali ditempati dengan aman,” tambah Camat Yasin.

Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai petir. Warga disarankan untuk mencabut perangkat elektronik dan menghindari penggunaan telepon genggam yang terhubung pengisi daya saat badai petir berlangsung guna meminimalisir risiko serupa.

Pihak Kecamatan juga telah berkoordinasi lintas sektor untuk memastikan bantuan logistik maupun perbaikan lebih lanjut bagi Bapak Kasmin dapat segera tersalurkan. ***

Laporan: Redaksi Warta Desa

Editor: Bagian Pemberitaan

Terkait
Mengisi ronda dengan catur dan jimpitan

Reban. Batang. Wartadesa - Menjaga kemamanan lingkungan di pos kamling (keamanan lingkungan) kadang menjenukan. Nah, warga Reban Kabupaten Batang mempunyai Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Bus wisata yang ditumpangi warga Batang masuk jurang

Purbalingga, Wartadesa. - Naas, bus pariwisata Metropolitan E 7599 V yang membawa 64 warga Batang yang hendak berwisata ke objek Read more

Hidup sebatangkara, kakek ini makan seadanya

Batang, Wartadesa. - Tinggal sebatangkara, di rawa-rawa sebelah timur Mencawak, Sigandu Kabupaten Batang dengan gubuk berdinding terpal, itulah kondisi kakek Ra'adi Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Sinergi Polri dan Warga di Tengah Cuaca Ekstrem, Dari Bedah Rumah Hingga Pembukaan Jalur Lebakbarang

lbb

PEKALONGAN, WARTA DESA – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pekalongan dalam beberapa hari terakhir memicu berbagai insiden, mulai dari kerusakan rumah warga hingga akses jalan yang terputus. Namun, di tengah kesulitan tersebut, semangat gotong royong antara Polri dan masyarakat menjadi secercah harapan.

Aksi Humanis Bhabinkamtibmas di Desa Pedawang

Kepedulian ditunjukkan oleh Aiptu Darudin, personel Bhabinkamtibmas Polsek Karanganyar. Pada Kamis (15/1/2026), ia turun langsung membantu Ibu Romjanah, warga Dukuh Bandung, Desa Pedawang, yang pondasi dan dinding rumahnya roboh akibat terjangan cuaca buruk.

Aiptu Darudin tampak cekatan membaur bersama warga menyingkirkan material batu pondasi agar tidak membahayakan penghuni. Plh. Kapolsek Karanganyar, Iptu Bono Raharjo, S.H., menegaskan bahwa aksi ini adalah wujud nyata program “Bhabinkamtibmas Hadir”.

“Kehadiran Polri bukan sekadar memantau, tapi ikut bekerja bakti agar beban masyarakat sedikit berkurang,” ujar Iptu Bono. Selain tenaga, petugas juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap struktur bangunan yang rawan di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

Jalur Karanganyar–Lebakbarang Kembali Normal

Kabar baik juga datang dari wilayah pegunungan. Akses utama Jalan Raya Karanganyar – Lebakbarang yang sempat lumpuh total sejak Rabu (14/1) sore akibat longsor, kini sudah bisa dilalui kembali oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Longsor sebelumnya menutup jalur di dua titik wilayah Desa Mendolo dan pertigaan Temburung dengan material setinggi 1 meter. Namun, berkat aksi bersih-bersih masif tim gabungan pada Kamis (15/1) pagi, urat nadi perekonomian warga ini berhasil dipulihkan.

Kapolsek Lebakbarang, Iptu Daryanto, memimpin langsung jalannya evakuasi yang melibatkan personel Polres Pekalongan, TNI, BPBD, Perhutani, dan warga sekitar. “Berkat sinergi yang kuat dan bantuan alat berat, jalur sudah bisa dilalui dengan aman sejak pukul 09.00 WIB,” ungkapnya.

Imbauan Keselamatan

Meski akses jalan sudah terbuka, pihak kepolisian tetap memberikan catatan khusus. Mengingat medan Lebakbarang yang berbukit dan kondisi tebing yang masih labil, potensi longsor susulan tetap perlu diwaspadai.

“Kami imbau pengendara tetap berhati-hati saat melintas, terutama saat turun hujan deras. Kami juga berterima kasih kepada warga yang sangat antusias membantu di lapangan,” pungkas Iptu Daryanto.

Kehadiran Polri di titik-titik bencana ini memastikan negara hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan pelayanan prima di tengah tantangan alam. ***

Laporan: Tim Redaksi Warta Desa

Editor: Redaktur Pelaksana

Terkait
Penyelenggaraan transportasi darat harus perhatikan amdal

Wiradesa, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, hari ini, Selasa (29/11) mensosialisasikan dua perda Tahun 2016 di Aula Kecamatan Wiradesa. Perda Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Longsor Kandangserang, ratusan warga terisolir

Kandangserang, Wartadesa. -  Ratusan warga Desa Klasem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan kini hidup dalam kondisi khawatir saat hujan deras, pasalnya Read more

Lebakbarang kembali longsor, jalan desa lumpuh total

Lebakbarang, Wartadesa. - Longsor kembali terjadi di Desa Kutorembet Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Selasa (14/2) Pukul 17.30 WIB. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Pondasi Ambrol Tergerus Sungai, Jembatan Kedungkebo–Kaligawe Dipasang Garis Polisi

kedungkebo

KARANGDADAP, WARTA DESA – Akses utama yang menghubungkan Desa Kedungkebo dan Desa Kaligawe di Kecamatan Karangdadap kini dalam kondisi kritis. Pondasi jembatan tersebut ambrol setelah tergerus derasnya aliran sungai dalam beberapa hari terakhir, memaksa petugas kepolisian memasang barikade pengaman.

Kondisi Kerusakan

Kerusakan serius terpantau pada pondasi jembatan sisi timur jalur utara. Derasnya arus sungai menyebabkan longsoran yang cukup parah di bagian bawah struktur jembatan. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan karena struktur aspal di atasnya rawan runtuh jika terus terbebani.

Langkah Pengamanan Polisi

Kapolsek Karangdadap, AKP Sumianto, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat dengan memasang garis polisi (police line) di titik yang rawan longsor.

“Kami pasangi garis polisi di sisi yang rawan, biar sisi tersebut tidak dilintasi,” ujar AKP Sumianto. Langkah ini diambil untuk memastikan pengendara tetap berada di jalur yang lebih stabil.

Larangan untuk Kendaraan Berat

Mengingat kondisi jembatan yang kian rapuh, pihak kepolisian mengeluarkan imbauan tegas:

  • Kendaraan Tonase Berat: Dilarang melintas untuk sementara waktu. Getaran dari kendaraan berat dikhawatirkan akan memperparah longsoran dan memicu keruntuhan total.

  • Prioritas Keselamatan: Pengendara diminta waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Akses Vital Menuju Batang

Jembatan Kedungkebo merupakan jalur yang sangat penting bagi masyarakat sekitar. Selain menghubungkan antar-desa di Kecamatan Karangdadap, jembatan ini juga menjadi jalur tembusan utama menuju wilayah Kabupaten Batang. Terganggunya akses ini dipastikan akan berdampak pada mobilitas ekonomi warga.

Upaya Perbaikan

Pihak Kepolisian telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Kedungkebo terkait langkah selanjutnya. Mengingat status jalan tersebut merupakan kewenangan tingkat kabupaten, Pemdes disarankan untuk segera mengajukan permohonan perbaikan darurat kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-Taru) Kabupaten Pekalongan.

Hingga berita ini diturunkan, warga diimbau untuk mencari jalur alternatif jika membawa muatan berlebih guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.***

Laporan: Redaksi Warta Desa

Sumber Data: Polres Pekalongan

Terkait
Jalan menuju Asem Seketek ambles

Karangdadap, Wartadesa. - Hujan deras dan luapan air sungai  Bendungan Asem Seketek Desa Kalilembu Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan, menyebabkan jalan yang Read more

Tak kuat menerima beban truk material tol, jembatan Suru ambrol

Pemalang, Wartadesa. - Akibat sering dilewati truk bermuatan material tanah urugan tol ruas Pemalang-Batang, jembatan Desa Suru Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

selengkapnya