close

Bencana

Bencana

Spirit “One Muhammadiyah One Response”: MDMC Kudus Terjang Banjir Evakuasi Warga

kudus

KUDUS, WARTA DESA – Sejak Jumat (09/01), cuaca ekstrem dan hujan lebat memicu bencana hidrometeorologi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Kudus. Menanggapi kondisi darurat ini, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Kudus bergerak cepat menerjunkan personel dan alat utama sistem pertahanan (alutista) evakuasi ke titik-titik terdampak.

Dampak Banjir Meluas

Hujan berkepanjangan yang disertai kiriman air dari hulu mengakibatkan banjir dengan ketinggian air rata-rata 20 hingga 70 sentimeter. Berdasarkan data terbaru hingga 14 Januari 2026, luapan air telah merendam pemukiman dan persawahan di sejumlah kecamatan, termasuk Mejobo, Kota, Jekulo, Undaan, hingga Kaliwungu.

Operasi SAR dan Evakuasi

Di bawah semangat “One Muhammadiyah One Response”, MDMC Kudus bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Kudus melakukan aksi nyata di lapangan:

  • Evakuasi Jetis Kapuan: Tim SAR Muhammadiyah fokus melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir di wilayah Jetis Kapuan.

  • Posko Darurat: Atas permintaan pihak kecamatan, MDMC telah mendirikan Posko Darurat Bencana di Masjid Tuang, Kecamatan Kaliwungu, sebagai pusat koordinasi dan layanan pengungsi.

  • Personel BKO: Satu personel ahli SAR Muhammadiyah ditugaskan khusus untuk membantu kendali operasi di kantor BPBD Kudus.

Kekuatan Relawan dan Armada

Untuk memastikan layanan kemanusiaan berjalan optimal, MDMC Kudus mengerahkan kekuatan penuh:

  • 20 Relawan Gabungan: Terdiri dari unsur SAR Muhammadiyah, KOKAM PDPM Kudus, dan relawan pendukung lainnya.

  • Alat Evakuasi: 2 unit perahu operasional dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang terisolasi air, serta 2 unit kendaraan transportasi untuk distribusi logistik.

Sinergi Tanpa Henti

Hingga saat ini, para relawan terus melakukan pendampingan warga, pendirian tenda, hingga distribusi bantuan darurat. MDMC berkomitmen akan tetap berada di lokasi bencana hingga situasi dinyatakan aman dan terkendali oleh pemerintah daerah.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata pelayanan kemanusiaan tanpa henti. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah setempat agar kebutuhan warga terdampak terpenuhi,” tulis laporan resmi MDMC.

Bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat atau ingin menyalurkan bantuan, dapat menghubungi Posko MDMC di Masjid Tuang, Kaliwungu. ***

Sumber: Kudusmu.id

Editor: Redaksi Warta Desa

Terkait
Kecelakaan, bakul klepon meninggal akibat jalan tergenang air

Tirto, Wartadesa. - Malang bagi Karyatun (50), bakul (penjual-red) klepon dan gethuk, warga Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, motor Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Warga sekitar kali Bremi butuh dukungan pemkot bersihkan enceng gondok

Pekalongan Barat, Wartadesa. - Kondisi kali Bremi Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan sungguh memprihatinkan. Seluruh permukaan dipenuhi dengan tumbuhan enceng Read more

Diduga saluran kali tertutup urugan tol, dukuh Kebonagung terendam banjir

Kedungwuni, Wartadesa. - Diduga saluran kali yang melintas jalan raya Tangkiltengah-Kedungwuni tertutup urugan tanah jalan tol ruas Pemalang-Batang, pedukuhan Kebonagung, Read more

selengkapnya
Bencana

Debit Air Meningkat, Sungai Tengeng Wetan Meluap: Jalur Motor Terputus

tengeng wetan1

SRAGI, WARTA DESA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan menyebabkan debit air Sungai Tengeng Wetan, Kecamatan Sragi, meningkat drastis hingga meluap ke pemukiman dan akses jalan warga pada Jumat (16/01/2026).

Kondisi Terkini di RT 02 RW 03

Berdasarkan laporan video yang dikirimkan oleh warga setempat, Eko Hasanudin, luapan air terpantau cukup tinggi di wilayah RT 02 RW 03, Desa Tengeng Wetan. Air yang meluap dari sungai tersebut kini sudah menggenangi ruas jalan utama desa, sehingga mengganggu aktivitas transportasi masyarakat.

Pengendara Motor Terjebak

Dampak dari luapan sungai ini membuat akses jalan sulit dilalui kendaraan roda dua. Beberapa poin penting dari pantauan di lokasi:

  • Kendaraan Mogok: Sejumlah sepeda motor dilaporkan mengalami mogok mesin setelah nekat menerjang genangan air.

  • Jalan Terputus: Untuk sementara, ruas jalan Tengeng Wetan tidak disarankan untuk dilewati kendaraan bermotor, khususnya jenis matic atau motor rendah.

  • Arus Air: Debit air masih terpantau tinggi seiring dengan intensitas hujan yang belum sepenuhnya reda.

Imbauan untuk Warga

Warga sekitar dan pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan kondisi air secara berkala.

“Warga diminta waspada, terutama yang rumahnya berada di bantaran sungai, karena potensi kenaikan debit air masih bisa terjadi jika hujan terus berlangsung,” ujar Eko Hasanudin dalam laporannya.

Bagi masyarakat yang hendak menuju wilayah Sragi melalui Tengeng Wetan, disarankan mencari jalur alternatif guna menghindari terjebak banjir atau kerusakan kendaraan. ***

Laporan: Eko Hasanudin

Editor: Redaksi Warta Desa

Terkait
Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Tegalsuruh targetkan miliki mobil siaga

Pemdes Tegalsuruh Sragi akan mewujudkan mobil siaga bagi warga sesanya, demikian disampaikan Tarochi (18/10). Foto: Eva Read more

Jelang ultah, SMAN 1 Sragi gelar lomba grafiti

Siswa SMA Negeri 1 Sragi melakukan aksi grafiti di dinding pagar sekolah, Sabtu (22/10). Foto: Amar/Eva Read more

Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

selengkapnya
Bencana

LONGSOR TUTUP JALUR UTAMA LEBAKBARANG, KECAMATAN SEMAT LUMPUH DAN TERISOLIR

lebakbarang

PEKALONGAN, WARTA DESA,  15 Januari 2026–Akses jalan raya utama Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, lumpuh total akibat tanah longsor yang terjadi pada Rabu (14/1/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Peristiwa ini dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan Lebakbarang selama beberapa jam berturut-turut.

Dari informasi lapangan, terdapat dua titik longsor yang paling parah yang menutupi badan jalan secara keseluruhan, sehingga tidak dapat dilalui baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Di beberapa titik lainnya, longsoran berupa batu besar dan material tanah juga menutup sebagian permukaan jalan.

Akibat kejadian tersebut, pada Kamis (15/1/2026), Kecamatan Lebakbarang sempat terisolir dari wilayah sekitarnya. Aktivitas masyarakat juga terganggu karena jalur utama penghubung antarwilayah tidak dapat dilewati.

Menanggapi kondisi darurat ini, berbagai elemen masyarakat bekerja sama dengan jajaran Polsek Lebakbarang, Koramil 17 Lebakbarang, pihak Perhutani, serta puluhan personel Polres Pekalongan untuk melakukan kerja bakti gotong royong membersihkan material longsor. Proses evakuasi juga didukung oleh alat berat dari dinas terkait guna mempercepat pembukaan akses jalan. Kapolsek Lebakbarang bersama unsur TNI dan instansi terkait langsung memimpin proses pembersihan sekaligus memastikan keselamatan warga dan pengguna jalan di sekitar lokasi.

Sementara itu, BKPH Karanganyar RPH Pekalongan Timur melalui Asper Catur menjelaskan bahwa longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur rawan longsor di wilayah hutan dan pegunungan Lebakbarang.

“Curah hujan yang tinggi membuat struktur tanah menjadi tidak stabil. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah,” ujarnya. (Rohadi)

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Longsor Kandangserang, ratusan warga terisolir

Kandangserang, Wartadesa. -  Ratusan warga Desa Klasem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan kini hidup dalam kondisi khawatir saat hujan deras, pasalnya Read more

selengkapnya
Bencana

Indonesia Dikepung Bencana Hidrometeorologi: Dari Banjir Bandang Sumatera hingga Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah

kendal

WARTA DESA, — Awal tahun 2026 menjadi periode krusial bagi penanggulangan bencana di Indonesia. Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB periode 10-11 Januari 2026, bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan cuaca ekstrem mendominasi catatan peristiwa di berbagai pulau besar di Indonesia.

Berikut adalah ringkasan dampak bencana yang dihimpun dari laporan BPBD di tingkat daerah:

1. Sumatera: Banjir Bandang dan Luapan Sungai

  • OKU Timur, Sumatera Selatan: Banjir setinggi 150 cm merendam 23 desa di 4 kecamatan akibat hujan lebat pada Jumat (9/1). Sebanyak 1.359 KK terdampak. Bantuan logistik dari Gubernur Sumatera Selatan telah disalurkan saat air mulai surut ke posisi 20 cm.

  • Kabupaten Seluma, Bengkulu: Luapan saluran pelelangan merendam Desa Lubuk Resam. Sebanyak 31 KK dan 10 hektare sawah terdampak. Kondisi saat ini dilaporkan telah surut total.

  • Tanjung Jabung Timur, Jambi: Drainase yang tersumbat parit memicu genangan di pemukiman warga pada Sabtu (10/1) malam. Pendataan masih terus berlangsung.

2. Jawa Tengah: Banjir Masif di Kudus dan Puting Beliung di Kendal

Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling signifikan:

  • Kabupaten Kudus: Luapan Sungai Gelis, Piji, dan Dawe merendam 6 kecamatan. Dampaknya sangat luas, mencakup 14.143 jiwa (4.668 KK), 65 akses jalan terputus, dan 120,8 hektare sawah tergenang. Status Siaga Darurat telah ditetapkan oleh Bupati Kudus.

  • Kabupaten Kendal: BPBD Kendal melaporkan cuaca ekstrem di Kecamatan Rowosari pada Sabtu (10/1) petang. Angin kencang menyebabkan 1 rumah roboh total (rusak berat), 6 rumah rusak ringan, dan 3 tempat usaha hancur. Petugas sempat terkendala minimnya penerangan akibat pemadaman listrik saat evakuasi pohon tumbang.

3. Kalimantan & NTB: Akses Terputus dan Kebutuhan Mendesak

  • Kabupaten Landak, Kalimantan Barat: Banjir besar melanda 8 kecamatan, berdampak pada 2.282 KK. Di Desa Serimbu, air dilaporkan masih naik dan sarana air bersih terputus, meski di beberapa titik lain mulai surut.

  • Lombok Barat, NTB: Kecamatan Sekotong diterjang banjir kiriman dari pegunungan. Sebanyak 251 KK terdampak. Warga kini mendesak pemerintah untuk melakukan normalisasi sungai dan perbaikan jembatan antar dusun yang rusak.

4. Banten: Siaga Hidrometeorologi

  • Kabupaten Serang: Kecamatan Padarincang dan Cinangka terendam banjir akibat drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan. Sebanyak 1.006 jiwa terdampak, namun warga memilih bertahan di rumah sembari menunggu air surut.

Analisis Regulasi: Status Siaga Darurat sebagai Payung Hukum

Seluruh penanganan di atas dilakukan di bawah payung hukum Status Siaga Darurat yang telah ditetapkan oleh masing-masing kepala daerah. Hal ini penting karena:

  1. Akses Anggaran: Memungkinkan pemerintah daerah menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan darurat secara cepat tanpa birokrasi yang panjang.

  2. Mobilisasi Personel: Mengaktifkan komando terpadu antara TNI, Polri, BPBD, dan relawan sebagaimana diatur dalam UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Imbauan BNPB kepada Masyarakat

Mengingat status siaga darurat masih berlaku hingga Maret 2026 di beberapa wilayah (seperti NTB dan Banten), BNPB mengimbau warga untuk:

  • Menjaga kebersihan saluran drainase secara mandiri untuk mengurangi risiko luapan lokal.

  • Segera melapor ke aparat desa atau BPBD jika melihat rekahan tanah atau debit sungai yang naik drastis.

  • Memantau informasi cuaca secara berkala dari kanal resmi BMKG dan BNPB.

Diperkenankan untuk mengambil sebagian atau keseluruhan berita ini dengan menyertakan link/tautan aktif berita ini

(Red/WD)

Terkait
Penyelenggaraan transportasi darat harus perhatikan amdal

Wiradesa, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, hari ini, Selasa (29/11) mensosialisasikan dua perda Tahun 2016 di Aula Kecamatan Wiradesa. Perda Read more

Longsor Kandangserang, ratusan warga terisolir

Kandangserang, Wartadesa. -  Ratusan warga Desa Klasem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan kini hidup dalam kondisi khawatir saat hujan deras, pasalnya Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

selengkapnya
Bencana

Rowosari Diamuk Badai: Satu Rumah Roboh dan BUMDes Hancur, Saatnya Kendal Perkuat Mitigasi Pesisir

Selection_004

WARTA DESA, KENDAL – Cuaca ekstrem kembali menunjukkan taringnya di pesisir Kabupaten Kendal. Pada Sabtu (10/1/2026) petang, hujan deras dan angin kencang menyapu Kecamatan Rowosari, meninggalkan duka bagi warga di empat desa: Bulak, Gebanganom, Tanjunganom, dan Rowosari. Sedikitnya 10 rumah warga rusak berat, bahkan satu rumah dilaporkan rata dengan tanah.

Kondisi paling memprihatinkan menimpa kediaman Sukir di Dukuh Mbrungkah Jati, Desa Gebanganom. Rumah yang dihuni oleh dua kepala keluarga tersebut roboh total tak bersisa. Tak hanya hunian, urat nadi ekonomi desa pun lumpuh; bangunan BUMDes paving blok di Tanjunganom dan usaha kaligrafi di Desa Bulak mengalami kerusakan infrastruktur yang serius.

Menagih Hak Perlindungan: Bukan Sekadar Penanganan Pasca-Bencana

Kejadian yang berulang di Rowosari—setelah sebelumnya 29 rumah rusak di Gempolsewu pada November 2025—menimbulkan pertanyaan mendasar mengenai sejauh mana langkah preventif pemerintah daerah. Warga memiliki hak konstitusional atas rasa aman dan perlindungan dari bencana, sebagaimana diatur dalam:

1. Hak atas Rumah Layak dan Aman Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah pusat dan daerah bertanggung jawab memberikan bantuan pembangunan kembali rumah bagi korban bencana alam. Dalam kasus rumah roboh milik warga seperti Sukir, Pemkab Kendal berkewajiban memberikan stimulan rehabilitasi agar warga tidak kehilangan tempat tinggal.

2. Kewajiban Mitigasi Struktural Rowosari dan Kangkung telah dipetakan sebagai “zona merah” angin kencang. Merujuk pada UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, pemerintah tidak boleh hanya bersikap reaktif (menunggu bencana terjadi). Pemda wajib melakukan mitigasi struktural, seperti:

  • Penguatan konstruksi bangunan fasilitas publik dan ekonomi desa (BUMDes) agar tahan beban angin.

  • Audit pohon rawan tumbang di sepanjang jalur pemukiman pesisir secara berkala.

3. Jaminan Perlindungan Ekonomi Kerusakan pada aset BUMDes dan tempat usaha warga menunjukkan perlunya skema perlindungan aset atau asuransi bencana daerah. Pasal 27 UU Penanggulangan Bencana menegaskan bahwa masyarakat berhak mendapatkan kompensasi atas kerugian akibat bencana yang disebabkan oleh kegagalan sistem perlindungan pemerintah (jika ada unsur kelalaian mitigasi).

Respons BPBD: Siaga 24 Jam, Namun Butuh Solusi Permanen

Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan posko induk 24 jam dengan sistem tiga sif. Koordinasi digital dengan camat dan kepala desa diklaim berjalan lancar untuk asesmen awal.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, ada beberapa bangunan yang mengalami kerusakan berat,” jelas Iwan, Minggu (11/1/2026).

Meski respons cepat BPBD patut diapresiasi, masyarakat Kendal kini menanti langkah yang lebih strategis. Mengingat seluruh wilayah Kendal memiliki kerawanan—mulai dari longsor di Siboli (Singorojo, Boja, Limbangan) hingga banjir di perkotaan—alokasi anggaran untuk Dana Siap Pakai (DSP) harus dipastikan tersalurkan tepat sasaran bagi warga yang rumahnya roboh.

Catatan Redaksi: Urgensi Dana Stimulan

Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Sosial dan BPBD harus segera mencairkan bantuan sosial tidak terencana bagi korban rumah roboh. Jangan biarkan warga bertahan di tenda darurat atau menumpang di rumah kerabat terlalu lama tanpa kepastian pembangunan kembali. (Red/WD)

Diperbolehkan mengambil sebagian atau keseluruhan berita ini dengan menyertakan link/tautan aktif berita ini

Terkait
Penyelenggaraan transportasi darat harus perhatikan amdal

Wiradesa, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, hari ini, Selasa (29/11) mensosialisasikan dua perda Tahun 2016 di Aula Kecamatan Wiradesa. Perda Read more

Pasien miskin yang dipulangkan RSUD Soewondo akhirnya meninggal

Kendal, Wartadesa. - Toha (60),  pasien miskin, pemegang Kartu Indonesia Sehat, warga Rt. 05 Rw. 03 Dusun Wonokerto, Desa Sendangdawung Read more

Longsor Kandangserang, ratusan warga terisolir

Kandangserang, Wartadesa. -  Ratusan warga Desa Klasem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan kini hidup dalam kondisi khawatir saat hujan deras, pasalnya Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

selengkapnya
Bencana

Kesesi Berduka: Puting Beliung Luluhlantakkan Puluhan Rumah dan Fasilitas Publik, Kerugian Capai Ratusan Juta

kesesi

Warta Desa, PEKALONGAN – Langit Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, berubah mencekam pada Sabtu sore (10/1/2026). Hujan lebat yang disertai angin puting beliung menyapu pemukiman warga sekira pukul 16.00 WIB, meninggalkan jejak kehancuran di Desa Karangrejo dan Desa Kaibahan. Atap-atap rumah terbang terbawa angin, pohon-pohon besar tumbang, dan jaringan listrik lumpuh total.

Hingga Minggu pagi (11/1/2026), data sementara menunjukkan skala kerusakan yang sangat memprihatinkan. Di Desa Karangrejo saja, sebanyak 81 rumah warga rusak, dengan taksiran kerugian materiil mencapai Rp 373.160.000. Angka ini diprediksi akan terus membengkak mengingat pendataan di Desa Kaibahan masih berlangsung.

Kerusakan Massal: Dari Rumah Warga hingga RSUD

Camat Kesesi, Fuadi Jaman, mengonfirmasi bahwa amukan angin tidak hanya menyasar hunian warga, tetapi juga merusak fasilitas pelayanan publik yang vital.

  • Fasilitas Pendidikan: Atap bangunan SMK NU dan SMP NU Kesesi dilaporkan mengalami kerusakan.

  • Fasilitas Kesehatan: RSUD Kesesi tak luput dari terjangan, khususnya pada bagian atap area parkir.

  • Infrastruktur Energi: Sejumlah tiang listrik roboh, memutus pasokan energi ke rumah-rumah warga.

Di Desa Kaibahan, empat keluarga kini harus menatap langit dari dalam rumah mereka karena atap yang hilang total. Mereka adalah keluarga Kusniti (54), Tahyono (55), Suharti (71), dan Tjasmo (68).

Kewajiban Pemerintah: Perlindungan dan Rehabilitasi Pasca-Bencana

Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya implementasi UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Dalam regulasi tersebut, Pemerintah Daerah memiliki tanggung jawab mutlak dalam:

  1. Pemberian Bantuan Darurat: Sesuai pasal 26, masyarakat yang terkena bencana berhak mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar (pangan, sandang, dan tempat tinggal sementara).

  2. Rehabilitasi Fasilitas Publik: Pemerintah wajib segera memperbaiki fasilitas pendidikan dan kesehatan (SMK, SMP, dan RSUD) agar pelayanan publik tidak lumpuh berkepanjangan.

  3. Santunan dan Perbaikan Rumah: Melalui koordinasi dengan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), warga berhak atas dukungan perbaikan rumah sesuai tingkat kerusakan (ringan, sedang, atau berat).

Sinergi di Tengah Puing Bangunan

Meski luka akibat bencana masih basah, semangat gotong royong tampak jelas di lokasi. Personel TNI, Polri, BPBD, relawan Baznas, hingga PMI bahu-membahu bersama warga membersihkan batang pohon yang melintang di jalan dan memperbaiki atap rumah secara darurat. Tim PLN juga bekerja ekstra keras untuk memulihkan jaringan listrik yang padam.

Camat Kesesi mengingatkan bahwa ancaman belum berakhir. “Masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat intensitas hujan dan angin kencang masih berpeluang terjadi,” pungkas Fuadi Jaman.

Analisis Redaksi: Mengapa Mitigasi Itu Penting?

Selain penanganan darurat, peristiwa di Kesesi ini menekankan perlunya Mitigasi Struktural. Pemerintah daerah didorong untuk:

  • Melakukan perampingan pohon-pohon besar yang rapi di jalur pemukiman secara rutin.

  • Memastikan konstruksi fasilitas publik (sekolah dan RS) memiliki standar ketahanan terhadap angin kencang (beban angin).

  • Menyegerakan penyaluran bantuan stimulan perbaikan rumah agar warga tidak terlalu lama tinggal dalam kondisi yang tidak layak.

(Red/WD)

Diijinkan mengambil berita ini sebagian atau keseluruhan dengan menyertakan link /tautan aktif berita ini.

Terkait
Warga Kesesi tunggu kali asat

Warga sekitar jembatan Jagung memanfaatkan peristiwa dibukanya bendung Gembiro untuk mencari ikan (1/11). Foto: Eva Abdullah Read more

Mayat ditemukan di Ponolawen Kesesi

Kesesi, Wartadesa. - Sesosok mayat ditemukan di Desa Ponolawen Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan pagi tadi, Selasa (8/11). Korban ditemukan subuh, Read more

Baru beli motor, Sumarti diduga dibegal

Pembunuhan pensiunan guru di Ponolawen Kesesi, Wartadesa. - Kasus penemuan mayat di Ponolawen Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan masih menyisakan kisah Read more

Polisi kantongi nama tersangka pembunuhan Kesesi

Kesesi, Wartadesa. - Pihak Polres Kajen telah mengantongi nama tersangka pembunuhan pensiunan guru Desa Sidosari Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan. Demikian Read more

selengkapnya
Bencana

Batang Terkepung Banjir: Ribuan Jiwa Terdampak, Saatnya Menagih Kewajiban Infrastruktur Pemerintah

banjir

Warta Desa, BATANG – Sabtu malam (10/1/2026) menjadi malam yang panjang bagi warga pesisir Batang. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti memaksa ribuan warga di Kelurahan Karangasem Utara dan Klidang Lor bertarung dengan luapan air. Di Masjid Al Ikhlas, Karangasem Utara, suasana khidmat berubah menjadi posko darurat saat 30 warga mengungsi demi menyelamatkan diri dari genangan yang kian meninggi.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Batang, dampak banjir kali ini sangat masif:

  • Karangasem Utara: Meliputi RW 03 hingga RW 09, merendam sekitar 2.946 KK (11.784 jiwa) dengan ketinggian air mencapai 120 cm.

  • Klidang Lor: Terdampak di RW 02 dan RW 03, merendam sekitar 600 KK (2.400 jiwa) dengan kedalaman serupa.

Meskipun warga telah kembali ke rumah pada pukul 21.00 WIB untuk mulai membersihkan sisa lumpur, pertanyaan besar tetap menggantung: Mengapa banjir di wilayah ini terus berulang dan semakin parah?

Mengulik Akar Masalah: Mengapa Batang Terendam?

Penelusuran dari berbagai platform diskusi warga dan tinjauan geografis menunjukkan bahwa banjir di Batang pesisir bukan sekadar faktor cuaca, melainkan akumulasi masalah yang kompleks:

  1. Dilema Pesisir (Rob dan Sedimentasi): Kelurahan Karangasem Utara dan Klidang Lor berada di muara sungai. Sedimentasi yang tinggi di muara menyebabkan pendangkalan, sehingga saat hujan deras bertemu dengan pasang air laut (rob), air sungai tidak bisa mengalir ke laut dan justru balik merendam pemukiman.

  2. Drainase Kota yang Tak Lagi Memadai: Banyak warga mengeluhkan sistem drainase yang tersumbat sampah atau ukurannya yang tidak sebanding dengan pesatnya pembangunan pemukiman dan kawasan industri di Batang.

  3. Alih Fungsi Lahan: Masifnya pembangunan di wilayah hulu dan sekitar kawasan industri mengurangi daerah resapan air, sehingga run-off (aliran air permukaan) langsung menuju ke daerah rendah di pesisir.

Landasan Hukum: Infrastruktur Bukan Pilihan, Tapi Kewajiban Pemda

Banjir yang merugikan ribuan warga ini memicu diskusi mengenai sejauh mana tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyediakan infrastruktur yang layak. Secara hukum, warga dilindungi oleh beberapa aturan:

  • UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana: Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, yang mencakup pencegahan melalui pembangunan infrastruktur fisik untuk mengurangi risiko bencana.

  • UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air: Pemerintah pusat dan daerah wajib melakukan upaya konservasi dan pendayagunaan sumber daya air, termasuk pengendalian daya rusak air (banjir) melalui pembangunan tanggul, waduk, dan normalisasi sungai.

  • PP No. 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah: Pemda berkewajiban memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), termasuk di dalamnya adalah urusan pekerjaan umum dan penataan ruang untuk memastikan warga tinggal di lingkungan yang aman.

Kesimpulan: Butuh Solusi Permanen, Bukan Sekadar Posko

Kepala Pelaksana BPBD Batang, Wawan Nurdiansyah, menyatakan pihaknya terus bersiaga. Namun, langkah darurat seperti evakuasi dan pendirian posko hanyalah obat jangka pendek.

Masyarakat Batang kini mendesak langkah konkret dari pemerintah kabupaten, seperti:

  1. Normalisasi Sungai dan Muara: Pengerukan sedimen secara berkala agar kapasitas tampung air meningkat.

  2. Pembangunan Tanggul Laut dan Pompa: Mengingat wilayah terdampak adalah area pesisir, sistem pompa (polder) menjadi krusial untuk membuang air saat rob terjadi.

  3. Evaluasi Amdal Kawasan Industri: Memastikan pembangunan ekonomi di Batang tidak mengorbankan keselamatan warga melalui sistem drainase terpadu yang tidak membuang beban air ke pemukiman warga.

Negara, melalui Pemerintah Daerah, memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi segenap bangsa. Infrastruktur yang memadai adalah hak warga, dan banjir yang berulang adalah sinyal bahwa hak tersebut belum terpenuhi sepenuhnya. (Red)

Diperkenankan mengambil sebagian atau keseluruhan berita ini dengan menyertakan link/tautan aktif berita ini

sumber: 

Terkait
Mengisi ronda dengan catur dan jimpitan

Reban. Batang. Wartadesa - Menjaga kemamanan lingkungan di pos kamling (keamanan lingkungan) kadang menjenukan. Nah, warga Reban Kabupaten Batang mempunyai Read more

Kecelakaan, bakul klepon meninggal akibat jalan tergenang air

Tirto, Wartadesa. - Malang bagi Karyatun (50), bakul (penjual-red) klepon dan gethuk, warga Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, motor Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

selengkapnya
Bencana

Longsor Tutup Sebagian Jalan Raya Karanganyar–Lebakbarang, Warga Minta Penanganan Cepat

IMG-20260104-WA0024

Warta Desa, Kabupaten Pekalongan, 4 Januari 2026 – Hujan deras yang mengguyur sejak sore hari mengakibatkan longsor di kawasan Hutan Serewok, Jalur Jalan Raya Karanganyar–Lebakbarang, sekitar pukul 21.00 WIB minggu malam ini. Peristiwa terjadi di wilayah hutan Karanganyar, tepat sebelum tapal batas Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Lebakbarang.

Material longsoran berupa tanah dan lumpur menutup sebagian badan jalan, mengganggu arus lalu lintas. Meskipun kendaraan roda dua dan empat masih dapat melintas dengan menepi, pengendara diminta waspada karena jalan licin dan penyempitan berpotensi berbahaya, terutama di malam hari. Catatan menunjukkan lokasi ini pernah mengalami longsor besar tahun sebelumnya.

Menurut warga sekitar, longsor dipicu oleh hujan tinggi dan berkepanjangan yang membuat tanah tebing labil dan runtuh. Warga serta pengguna jalan berharap BPBD Kabupaten Pekalongan dan instansi teknis terkait segera melakukan pembersihan dan penanganan lanjutan untuk mencegah longsor susulan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tindakan penanganan terlihat di lokasi, dan pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati, terutama saat cuaca hujan. (Rohadi)

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Longsor Kandangserang, ratusan warga terisolir

Kandangserang, Wartadesa. -  Ratusan warga Desa Klasem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan kini hidup dalam kondisi khawatir saat hujan deras, pasalnya Read more

selengkapnya
Bencana

Hujan Deras Picu Longsor di Lebakbarang, Rumah Keluarga Puji Rusak Parah

IMG-20251225-WA0011

WARTA DESA, PEKALONGAN – Cuaca ekstrem kembali memicu bencana alam di wilayah dataran tinggi Kabupaten Pekalongan. Rumah milik keluarga Puji, warga Dukuh Mendolo Wetan, Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, dilaporkan rusak parah setelah dihantam material tanah longsor pada Kamis (25/12/2025) sore.

Kronologi Kejadian

​Peristiwa nahas ini bermula saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Lebakbarang sejak pukul 14.00 WIB. Tingginya curah hujan menyebabkan kondisi tanah di perbukitan sekitar permukiman menjadi labil.

​Menurut keterangan saksi mata, Atun, longsor terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. “Tanah longsor terjadi dan langsung menghantam rumah keluarga Pak Puji. Tembok rumah jebol, material tanah masuk ke dalam rumah,” tuturnya.

Dampak Kerusakan

​Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, empat anggota keluarga yang berada di dalam rumah terdampak langsung secara materil dan psikologis. Kerusakan bangunan terpantau cukup parah, di mana material tanah merusak struktur tembok dan menimbun bagian dalam ruangan.

​Saat ini, kondisi bangunan dinilai tidak layak dan tidak aman untuk ditempati sementara waktu karena kekhawatiran akan adanya longsor susulan, mengingat curah hujan yang masih tinggi.

Gotong Royong dan Harapan Warga

​Segera setelah kejadian, puluhan warga Dukuh Mendolo Wetan langsung bergerak melakukan aksi gotong royong. Dengan peralatan seadanya, mereka berusaha mengevakuasi material tanah dan menyelamatkan perabot rumah tangga milik korban yang masih bisa digunakan.

​Masyarakat setempat dan pihak keluarga kini sangat mengharapkan uluran tangan dari pihak berwenang. Beberapa poin bantuan yang mendesak dibutuhkan antara lain:

  • Penanganan Darurat: Bantuan logistik dan tempat pengungsian sementara.
  • Alat Berat/Peralatan: Mempercepat pembersihan material tanah yang menutup area rumah.
  • Bantuan Perbaikan: Dukungan dari dinas terkait untuk renovasi rumah agar layak huni kembali.

​Hingga berita ini dilaporkan, warga masih bersiaga dan melakukan pembersihan manual sambil menunggu kedatangan tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan atau instansi terkait lainnya. (Eohadi)

Terkait
Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Lebakbarang kembali longsor, jalan desa lumpuh total

Lebakbarang, Wartadesa. - Longsor kembali terjadi di Desa Kutorembet Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Selasa (14/2) Pukul 17.30 WIB. Akibatnya jalan Read more

Warga Kapundutan Lebakbarang berharap punya jembatan gantung

Lebakbarang, Wartadesa. - Warga Desa Kapuntudan Kecamatan Lebakbarang berbondong-bondong menuju ke sungai Sengkarang untuk memperbaiki jembatan sasak (jembatan kaman/siom_warga biasa Read more

Nunggu enam bulan Pemda tak kunjung perbaiki, warga gotong-royong tangani jalan rusak Lebakbarang-Karanganyar

Lebakbarang, Wartadesa. - Kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Lebakbarang-Karanganyar rusak parah dan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan. Sudah banyak Read more

selengkapnya
Bencana

Hujan Deras, Sungai Danau Al-Kautsar Meluap Rendam Jalan raya Kayugeritan dan Permukiman Warga

ALKAUSAR

Warta Desa, Pekalongan — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan sejak siang hari menyebabkan Sungai Danau Al-Kautsar meluap hingga merendam Jalan Raya Kayugeritan, Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 17.30 WIB.

Luapan air dengan arus yang cukup deras mengakibatkan sejumlah kendaraan bermotor mogok saat melintas, sehingga menimbulkan kemacetan di ruas jalan tersebut. Pengendara terpaksa berhenti atau memutar balik karena ketinggian air terus meningkat.

Selain merendam jalan raya, banjir juga meluap ke permukiman warga di sekitar aliran sungai. Air masuk ke rumah-rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat, terutama menjelang sore hari.

Hingga berita ini diturunkan, hujan masih turun dengan intensitas sedang hingga lebat. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan menghindari melintasi jalur yang tergenang air. (Susandi)

Terkait
Pembudidaya Ikan Air Tawar di Bintek

Karanganyar, Wartadesa - Pembudi-daya ikan air tawar di Kabupaten Pekalongan diberi bimbingan tentang teknologi budidaya ikan air tawar oleh Dinas Read more

Kecelakaan, bakul klepon meninggal akibat jalan tergenang air

Tirto, Wartadesa. - Malang bagi Karyatun (50), bakul (penjual-red) klepon dan gethuk, warga Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, motor Read more

Karcis parkir tertulis seribu, eh … ditulis pake bolpoin seribu lima ratus

Karanganyar, Wartadesa. - Karut marut perparkiran di Kabupaten Pekalongan, nampaknya terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen, Jalan Raya Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

selengkapnya