close

Bencana

BencanaLingkungan

Warga diminta cepat membaca perubahan alam saat musim hujan

longsor pemalang

Pemalang, WartaDesa. – Warga yang tinggal di daerah rawan bencana, diminta untuk cepat membaca perubahan alam, saat musim penghujan saat ini. Dimana kecepatan membaca perubahan tersebut berfungsi untuk meningkatkan kewaspadaan warga sekitar dalam penanganan bencana alam yang kerap mucul saat curah hujan tinggi. Demikian disampaikan oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Pemalang, Bambang Ali Nuryanto.

“Antisipasi yang dilakukan masyarakat terhadap bencana tanah longsor, harus segera membaca perubahan alam. Ketika hujan besar, terus terjadi pergerakan tanah, kemudian segera keluar, dan mengingatkan kepada semua masyarakat,”  ujar Bambang, Sabtu (31/10).

Bambang juga meminta warga rawan bencana untuk ramah lingkungan, dengan cara tidak melakukan penebangan pohon semena-mena dan tidak membendung sungai, jembatan, atau gorong-gorong hingga menyebabkan banjir.

BPBD setempat telah memetakan wialayah rawan bencana di Pemalang, yakni wilayah Moga, Bodeh, Watukumpul, Belik, “Kecamatan Watukumpul paling rawan longsor, karena bentuk permukaan bumi (topografi) wilayah tersebut merupakan daerah perbukitan. Ditambah, kini perbukitan tersebut mulai gundul, sehingga manakala terjadi hujan besar bisa menyebabkan longsor dan menimpa bangunan dibawahnya.” Ujarnya.

Pihak BPBD Pemalang juga telah memasang deteksi dini bencana (early warning system/EWS) di lima titik sekitar Watukumpul, yakni Desa Bodas, Cibongas, dan Telagasana.

EWS akan mengeluarkan sirine  saat terjadi gerakan tanah, alat tersebut secara otomatis. Ujar Bambang. Ia menambahkan, di daerah rawan bencana telah terbentuk relawan yang telah dibekali dengan pelatihan dan pembentukan desa tangguh bencana.   (Bono)

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Satu tahun beroperasi dengan alat berat, Galian C di Limpung tak berijin

galian c

Batang, WartaDesa. – Beroperasinya Galian C di Desa Babatan dan Plumbon, Limpung, Batang satu tahun terakhir dengan penambangan alat berat, membuat lahan seluas tiga hektar di bantaran sungai dan persawahan produktif rusak. Parahnya, penambang tidak mengantongi ijin galian.

Hal tersebut terungkap saat operasi mendadak (sidak) dilakukan oleh Komisi D DPRD Kabupaten Batang, Kamis (10/09) kemarin.

“Galian C di antara wilayah Desa Babatan dan Plumbon ini sudah sangat parah merusak lingkungan. Jika diteruskan, maka bisa membahayakan lingkungan sekitar,” ungkap Ketua Komisi D, Fathurrohman.

Fathurrohman menyebut bahwa dua alat berat digunakan untuk melakukan penambangan batu kali, dengan galian mencapai kedalaman beberapa meter. Hingga menyebabkan lubang cukup dalam tidak jauh dari jembatan penghubung dua desa tersebut.

Jika penambangan terus dilakukan, masih menurut Rohman, saat musim hujan dan debit air naik, akan terjadi dampak yang tidak diinginkan, seperti longsor dan banjir.

“Kita tadi sudah minta pada pihak Dinas Lingkungan Hidup yang juga ikut ke lokasi untuk secepatnya berkoordinasi dengan pihak terkait agar mengambil langkah tegas dalam menyikapi penambangan ilegal tersebut,” tegas Fathurrohman.

Keterangan dari perangkat Desa Plumbon, Eryanto menyebut bahwa tambang Galian C awalnya menggunakan alat manual, penggunaan alat berat dilakukan satu tahun terakhir. “Penggunaan alat berat mulai dilakukan sejak satu tahun yang lalu. Sedangkan untuk kawasan yang ditambang sendiri berada di wilayah Desa Plumbon dan Babatan,” tuturnya.

Sementara, Ibnu Djoko P dari DLH Pemkab Batang  menyebut akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengambil langkah selanjutnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Mengisi ronda dengan catur dan jimpitan

Reban. Batang. Wartadesa - Menjaga kemamanan lingkungan di pos kamling (keamanan lingkungan) kadang menjenukan. Nah, warga Reban Kabupaten Batang mempunyai Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Bus wisata yang ditumpangi warga Batang masuk jurang

Purbalingga, Wartadesa. - Naas, bus pariwisata Metropolitan E 7599 V yang membawa 64 warga Batang yang hendak berwisata ke objek Read more

Hidup sebatangkara, kakek ini makan seadanya

Batang, Wartadesa. - Tinggal sebatangkara, di rawa-rawa sebelah timur Mencawak, Sigandu Kabupaten Batang dengan gubuk berdinding terpal, itulah kondisi kakek Ra'adi Read more

selengkapnya
BencanaSeni Budaya

Korsleting, dua rumah di Wales Blado ludes terbakar

kebakaran wales

Batang, Wartadesa.- Berita duka menimpa Sari’ah (80) dan Siti Fatimah (47), ibu dan anak warga Dukuh Wales, Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Batang. Senin pagi sekitar pukul 08.30 WIB dua rumah milik satu keluarga di Rt 02 Rw 06 tersebut, luluh lantak akibat dilalap si jago merah.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting arus listrik, mengingat dua pemilik rumah hari ini, Senin, sedang menjalani puasa sunah. “Dugaan penyebab kebakaran karena konsleting listrik mas (korsleting), karena pada hari Senin pemilik rumahnya sedang puasa sunah … otomatis masaknya sore hari. Jadi bukan dari tungku dapur penyebabnya,” tutur warga setempat. Nasuha saat dihubungi Wartadesa, Senin (15/06).

Menurut warga, api pertama diketahui saat ada kepulan asap pada atap rumah, warga kemudian langsung berteriak ada kebakaran. Pemilik rumah pun lansung keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Warga yang berdatangan kemudian berusaha memadamkan api dengan peralatan manual. Namun karena material rumah yang mudah terbakar, api merembet ke rumah milik Fatimah, anak korban.

Api semakin menggila akibat terpaan angin. Dua rumah tersebut luluh-lantak.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Kerugian material diduga mencapai puluhan juta rupiah.

Terpisah, kebakaran juga menimpa gudang rongsok milik Abdul Khodir, warga Desa Cemplik Rt 05/04, Pelutan, Kabupaten Pemalang. Ahad (14/06) tengah malam.

Penyebab kebakaran adalah sambaran api dari sampah yang dibakar dan melalap gudang rongsok tersebut.

Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Sapol PP Kabupaten Pemalang bersama warga memadamkan api yang membakar gudang tersebut.

Kerugian material dari kebakaran gudang rongsok sedang dihitung. (Eva Abdullah)

Terkait
Kebakaran di Binagriya hanguskan rumah

Pekalongan Barat, Wartadesa. -Rumah Rofi yang berada di Jalan Pesona Raya No. 510-511 komplek perumahan Bina Griya, Pekalongan Barat, hangus Read more

Korban kebakaran di Doro butuh bantuan

Doro, Wartadesa. - Kebakaran menyebabkan rumah Cashuri, warga Dukuh Sinutug Rt 03 Rw 02 Desa Pungangan Kecamatan Doro ludes dilalap si Read more

[Breaking News] Pabrik gondo H Kurni, Jenggot V terbakar

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kebakaran kembali menghanguskan pabrik gondo (malam) milik H. Kurniadi di Kelurahan Jenggot Gang V, Kecamatan Pekalongan Selatan. Read more

Kompor sambar pertamax, satu rumah ludes dilalap api

Pemalang, Wartadesa. - Rumah Waridin (60_ warga desa Surajaya Rt 01/06 Pemalang ludes dilalap api akibat keteledoran. Kejadian yang menimpanya Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Longsor, akses jalan Kasimpar-Yosorejo tertutup

longsor

Petungkriyono, Wartadesa. –  Akses jalan yang menuju kearah Desa Kasimpar dan Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan tertutup akibat longsor. Tebing setinggi 20 meter di jalan raya Dukuh Cokrowati, Kasimpar, Senin malam (08/06) longsor dan material longsoran tersebut menutup akses warga.

Untuk membuka akses ruas jalan tersebut, warga pada paginya, Selasa (09/06) melakukan kerjabakti dengan mengevakuasi material longsor berupa tanah dan batu setinggi dua meter dengan panjang sekitar 15 meter dan lebar 10 meter yang menutup jalan.

Kepala Desa Kasimpar, Purwo Subechi mengatakan bahwa longsor menyebabkan akses jalan dari Kasimpar menuju ke Yosorejo tertutup, namun saat ini sudah bisa dilewati setelah material longsor dibersihkan. Dalam kejadian tersebut tidak ada warga yang menjadi korban longsor, karena kejadiannya pada malam hari, dimana warga saat itu berada di rumah masing-masing.

Untuk sementara akses jalan baru bisa dilewati oleh motor, sementara untuk mobil bisa melalui jalan aternatif di dalam kampung. Pungkas Purwo. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Regana KB PII bantu warga terdampak rob di Kota Pekalongan

kbpii

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Tingginya air laut pasang di pesisir utara Laut Jawa, Kota Pekalongan berdampak rob menggenangi beberapa wilayah di Pekalongan Utara, seperti terjadi di wilayah Krapyak, Slamaran, Randujajar, Pasirsari, Kesambi dan Panjang Baru.

Data hingga Sabtu (06/06) ketinggian air rob yang menggenangi permukiman warga berkisar antara 20 hingga 80 centimeter. Hal tersebut membuat Regana KB PII (Pelajar Islam Indonesia) Pekalongan Raya turut berkontribusi mengurangi beban warga terdampak dengan membagikan 380 paket nasi bungkus di sejumlah wilayah tersebut.

Imam Nurhuda, salah seorang relawan Regana KB PII Pekalongan Raya mengungkapkan bahwa paket bantuan nasi bungkus dibagikan dalam dua termin. “Alhamdulilah 2 hari ini, sedikit meringankan saudara-saudara kita yang terkena gelombang pasang air rob. Sebanyak 230 nasi bungkus hari ini  dan 150 nasi bungkus hari kemarin  yang  dibagikan di Krapyak, Slamaran, Randujajar Pasirsari dan Kesambi gang 8 Panjang Baru.” Ujarnya, Ahad (07/06).

Di Randujajar Pasirsari Rt 05 Rw 06 kita bagikan sebanyak 70 nasbung, Rt 04 RW 06 sebanyak 60 nasbung, Kesambi 8 Panjang Baru sebanyak 100 nasbung. Lanjut Imam.

Imam menambahkan bahwa paket nasi bungkus yang dibagikan merupakan sumbangan dari keluarga besar PII. “Berkat dukungan serta donasi dari Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) kegiatan bagi nasi bungkus kepada warga terdampak robterlaksana dengan baik. Dan didukung tim Relawan dari Regana Pekalongan Raya, dapur umum dan pendistribusian nasi bungkus bisa berjalan dengan lancar.” Lanjutnya.

Ketinggian air rob di wilayah terdampak berkisar antara 20 hingga 80 centimeter hingga Sabtu kemarin, namun, lanjut Imam, hari Ahad ini rob sudah mulai surut.  “Saat ini sudah mulai surut mas, namun di dalam rumah warga masih ada yang terendam hingga selutut orang dewasa,” ujarnya.

Warga terdampak rob yang mendapat perhatian dari Tim Regana KB PII Pekalongan Raya berterima kasih atas bantuan nasi bungkus tersebut, setidaknya bantuan tersebut sedikit membantu warga. (Eva Abdullah)
Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Banjir rob di Wonokerto capai 1,5 meter

simonet

Wonokerto, Wartadesa. – Banjir rob di Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto mencapai 1,5 meter. Akibatnya, 14 warga dukuh tersebut terpaksa diungsikan ke TPSR yang lokasinya lebih tinggi. Rabu (03/06).

“Untuk sementara yang dapat saya evakuasi 14 jiwa. Ini mereka yang minat untuk mengungsi. Namun jika nanti situasi robnya tidak surut warga lainnya akan kita paksa untuk ngungsi. Kita terus melakukan pantauan,” kata Sugiono, Kades Semut, Kamis (04/06).

Sebelumnya banjir rob hanya berkisar 30-40 centimeter, namun air laut pasang membuat ketinggian air pedukuhan Simonet semakin tinggi.  “Jika sebelumnya rob masih wajar sekitar 30 cm hingga 40 cm. Mulai kemarin dan hari ini kok ndak surut tapi malah tambah karena mungkin didorong angin yang kencang air pasang lautnya,” lanjut Sugiono.

Untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi, Sugiono menambahkan bahwa saat ini kebutuhan ditanggung oleh pihak desa, sembari menunggu bantuan dari pihak lain.

Tingginya rob di Simonet diakibatkan oleh tanggul raksasa melintang, yang menyebabkan air laut yang meluap tidak bisa mengalir ke sisi selatan tanggul.

Sugiono meminta agar pemerintah membangun tanggul penahan gelombang di Simonet yang saat ini dihuni oleh 56 rumah dengan 250 kepala keluarga.

Menurutnya dulu tanggul penahan gelombang tingginya dua meter, namun saat ini tinggal satu meter ketinggiannya, hal demikian menyebabkan air dari laut langsung menyerbu Simonet. “Breakwater itu dulu tingginya sekitar dua meter, namun sekarang ambles hingga tingginya kurang dari 1 meter. Konstruksi batu untuk pemecah gelombang ini juga banyak yang bolong sehingga tidak berfungsi optimal saat air laut pasang,” lanjutnya.

Selasa (02/06) sebelumnya, Pemkab Pekalongan menawarkan relokasi warga yang tinggal di Simonet. “Kami menawarkan solusi relokasi bagi warga dukuh semonet untuk mendekati pemukiman warga lain. Tapi mata pencahariannya tetap di sini,” ucap Bupati Pekalongan saat mengunjungi pedukuhan tersebut.

Menurut Bupati Asip, untuk mewujudkannya kita butuh proses waktu yang cukup lama, namun minimal hari ini pihaknya sudah memulai untuk menyampaikan program-programnya melalui sosialisasi oleh kades setempat.

“Pemkab punya altenatif untuk pemukiman yang aman tanpa masyarakat meninggalkan basis mata pencahariannya yaitu nelayan”tandasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Bencana

Tanggul kali jebol, ratusan rumah warga Pekalongan terendam

tanggul meduri

Pekalongan, Wartadesa. – Jebolnya tanggul Kali Meduri, Tirto, Kota Pekalongan sepanjang 10 meter, Rabu (03/06) kemarin menyebabkan ratusan rumah warga di Dukuh Pasirsari, Kelurahan Pasir Kraton terendam. Meski demikian tidak ada warga yang mengungsi akiabat banjir rob tersebut. Tak hanya wilayah tersebut yang terimbas, beberapa desa lainnya di Kota dan Kabupaten Pekalongan turut terdampak rob.

Diberitakan Warta desa sebelumnya dalam laman media sosial,tanggul Kali Meduri Jebol, Rabu malam (03/06) akibatnya air meluap ke permukiman warga di Pasirsari Kulon, Randujajar dan Pasirsari Lor.Warga bersama BPBD setempat dan Pekalongan Rescue bahu-membahu membuat tanggul penahan darurat dengan patok bambu dan karung pasir untuk menahan limpasan air.

Selain tanggul Kali Meduri, kerusakan tanggu terjadi di daerah Randujajar, Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat, serta di wilayah Slamaran, Pekalongan Utara.

Di Randujajar, tanggul yang terbuat dari tumpukan karung berisi tanah rusak di beberapa titik, dengan total mencapai kurang lebih sepanjang 200 meter. Kondisi ini sudah terjadi sejak sekitar sepekan kemarin.

Sementara di daerah Slamaran, tanggul darurat yang sebelumnya dibangun oleh BPBD di sebelah dermaga, ada yang sudah terbuka di beberapa titik. Hal ini menyebabkan limpasan air laut semakin parah menerjang tambak dan permukiman.

Kepala Bidang Sumber Daya Air, DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin mengungkapkan bahwa tanggul di Randujajar sudah satu minggu ini, dua titik jebol. Pihaknya akan menambah karung tanah untuk melapisi titik yang jebol tersebut.

Khaerudin menambahkan, tanggul darurat di Slamaran, beberapa titik terbuka. “Tanggul yang terbuka ini menyebabkan air laut melimpas ke tambak-tambak warga. Kalau tambak sudah penuh, airnya akan limpas ke perumahan. Upaya dari DPUPR adalah dengan menambah karung tanah tersebut sebagai tanggul darurat. Karena yang kondisi sekarang pun limpas, seingga ini perlu penambahan. Kurang lebih panjangnya 200 meter. Ini sedang kami hitung kebutuhan karung tanahnya berapa,” ungkapnya.

Sementara di sisi timur Slamaran yakni di Kali Sibulanan, di sebelah timur selatan sebetulnya sudah ada tanggul. Namun kapasitasnya tidak mampu menahan luaapn air.

“Ada kurang lebih 300 meter yang airnya limpas melewati tanggul. Upaya dari kami adalah di atas tanggul yang eksisting tersebut kita tambah karung-karung tanah sebagai tanggul darurat. Selain itu kami akan menormalisasi saluran yang ada di depan rusunawa. Di sana ada saluran lama, cuma sebagian sudah dalam kondisi mati karena diurug dan dipakai untuk kios atau warung. Nanti kami mohon bantuan dengan warga dan kelurahan untuk melakukan pendekatan. Nanti insyaallah akan kita aktifkan kembali salurannya,” lanjutnya.

Di Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (03/06) sore parapet Kali Meduri sebelah timur, tepatnya di Desa Tegaldowo, Kabupaten Pekalongan rusak, akibatnya air meluap dan merendam rumah warga. Selain itu hampir sepanjang sungai meduri rata-rata parapet rembes. Warga kemudian membuat benteng darurat dengan karung yang diisi denan tanah.

Namun demikian, air tetap saja meluap ke Desa Jeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo dan Karangjompo, Kabupaten Pekalongan. (Eva Abdullah)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

selengkapnya
Bencana

BMKG perkirakan pertengahan bulan ini terjadi rob besar

rob pantaisari

Pekalongan Kota, Wartadesa. – BPBD Kota Pekalongan mengingatkan akan adanya gelombang laut tinggi yang bakal menyebabkan rob besar pada pertengahan bulan Juni 2020.

“Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Tanjung Emas, Semarang, potensi pasangnya gelombang air laut yang mengakibatkan banjir rob diperkirakan akan terjadi hingga akhir Juni 2020 mendatang,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Saminta.

Saminta meminta warga Kota Pekalongan yang bermukim di pesisir laut Utara Jawa agar mewaspadai gelombang tinggi dan banjir rob. “Berdasarkan prediksi yang kami terima dari BMKG, puncak gelombang air laut pasang mulai tanggal 9 Juni hingga tanggal belasan (pertengahan Juni) hingga setinggi 100-110 sentimeter atau 1-1,1 meter. Oleh karena itu, kami minta masyarakat untuk tetap waspada, begitu juga dengan nelayan diimbau sementara ini saat kondisi gelombang laut tinggi agar tidak melaut,” lanjutnya.

Saminta menambahkan bahwa banjir rob di Kota Pekalongan sejak Mei kemarin merendam wilayah pesisir Pantai Slamaran, Kelurahan Krapyak.

“Banjir rob di Kota Pekalongan ini melanda hampir semua wilayah Kecamatan Pekalongan Utara yang ada tujuh kelurahan, namun yang paling terdampak di wilayah Slamaran, Kelurahan Krapyak setinggi 50-80 sentimeter atau selutut hingga lebih dari paha orang dewasa. Kami dari BPBD Kota Pekalongan telah melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana dengan mengevakuasi warga yang rumahnya terendam rob tinggi dan mengalami sakit ke tempat pengungsian maupun kerabatnya yang lebih aman,” ujar Saminta.

Saminta menambahkan, banjir rob juga terjadi di wilayah Tirto RW 03, Kecamatan Pekalongan Barat dan Jalan Semarang, Kecamatan Pekalongan Timur. Namun, banjir rob di dua wilayah tersebut tidak separah di Kecamatan Pekalongan Utara. “Untuk yang di Kecamatan Pekalongan Barat ini terjadi karena luapan Sungai Meduri sebagai dampak gelombang pasang beberapa hari ini. BPBD bersama warga sudah melakukan penanganan kedaruratan dengan menutup tanggul bocor dengan karung isian tanah (sand bag) sebagaimana langkah awal penanganan kedaruratan banjir rob,” tambahnya.

Menurut Saminta, saat ini warga terdampak rob mengungsi di lima titik pengungsian. “Untuk titik pengungsian warga kami evakuasi ke beberapa titik lokasi yakni Mushola Al-Aqso Slamaran per malam hari tadi atau Selasa malam (2/6) ada 54 orang, Masjid Sunan Kalijaga Slamaran ada 37 orang, Masjid Muhajirin Slamaran ada 30 orang, di UPT Laboratorium Slamaran Fakultas Perinakanan Universitas Pekalongan ada 8 orang, dan di Kecamatan Pekalongan Barat tepatnya di Aula Kelurahan Tirto ada 10 orang pengungsi,” pungkas Saminta. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Bencana

50 kios di Pasar Kalimas Pemalang hangus

pasar kalimas

Pemalang, Wartadesa. –  Api membakar Pasar Kalimas, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Ahad (24/05) sekitar pukul 14.00 WIB. Akibatnya 50 kios dalam pasar hangus.

Kepala Unit Pemadam kebakaran, Diar Hendrayanto mengatakan dugaan api berasal dari arus pendek atau korsleting. “Kami perkirakan api berasal dari salah satu kios yang disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik,”kata Diar.

Beruntung kondisi pasar dalam keadaan sepi lantaran libur lebaran Idulfitri.

Regu pemadam kebakaran (Damkar) kata dia meluncur ke pasar Kalimas begitu mendapatkan informasi terjadi kebakaran. Bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri dan masyarakat Damkar berusaha memadamkan api.kobaran api.

Petugas mengalami kendala saat memadamkan api karena banyaknya warga yang menonton kebakaran dan angin kencang yang turut menambah kobaran api.

Kebakaran pasar Kalimas ini memang menarik perhatian warga yang saat itu menikmati libur Lebaran. Jalan Desa Kalimas yang menghubungkan Kalitorong-Randudongkal dan Kejene tersendat lalu lintasnya akibat kebakaran tersebut.

Syukur, saat jelang sore, api berhasil dipadamkan.  (Eva Abdullah)

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Kebakaran di Binagriya hanguskan rumah

Pekalongan Barat, Wartadesa. -Rumah Rofi yang berada di Jalan Pesona Raya No. 510-511 komplek perumahan Bina Griya, Pekalongan Barat, hangus Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Warga Simonet dapat paket bantuan dari PDNA Kabupaten Pekalongan

NA

Wonokerto, Wartadesa.– 55 paket bantuan sembako dibagikan kepada warga Dukuh Simonet–dukuh terisolir di pantai Wonokerto yang selalu terendam banjir rob, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan dan 60 paket sembako lainnya dibagikan kepada janda serta dhuafa, Kamis (21/05) lalu.

Pembagian paket sembako tersebut merupakan gelaran bakti sosial peduli bencana Covid-19 dan banjir rob di Dukuh Simonet, Desa Semut.

Ketua PDNA Kabupaten Pekalongan, Siti Khuzaiyah,  mengatakan bahwa paket bantuan merupakan kerjasama dengan Lazismu Kabupaten Pekalongan. “Saat ini telah terkumpul 115 paket dengan rincian 55 paket dibagikan kepada warga Semonet dan sisanya dibagikan kepada janda dan dhuafa di cabang ranting yang belum mendapatkan bantuan dari manapun,” kata Khuzaiyah.

Khuzaiyah menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Kabupaten Pekalongan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokerto, ortom, Kokam dan Ketua RT Semonet, yang sudah berkolaborasi dengan baik.

Selain itu, Khuzaiyah juga menyampaikan terima kasih kepada segenap masyarakat yang telah menyalurkan donasinya melalui PDNA Kabupaten Pekalongan.

“Ratusan warga Dusun Semonet, Desa Semut, Wonokerto memang hidup dikepungan banjir rob air laut ditengah wabah pandemi covid-19 selama bulan ramadhan ini. Bangunan pemecah gelombang yang dibangun pemerintah sudah tidak optimal mencegah banjir rob saat air laut pasang. Air rob pun terkadang masuk ke rumah hingga ketinggian 40 cm. Oleh karena itu warga Dukuh Semonet kesulitan mendapatkan kebutuhan sehari-hari karena nyaris terisolir.” Pungkas Khuzaiyah. (Fakhrudin/Jumadi/Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya