close

Layanan Publik

Berita DesaLayanan Publik

Jalan Cinta Kajen Rawan Kejahatan di Malam Hari, Warga Minta Penerangan Jalan

jl cinta

Warta Desa, Pekalongan, 28 Mei 2025 — Jalan Cinta atau yang dikenal juga sebagai Gang Cinta di daerah Alun-alun Kajen, tepatnya di Desa Nyamok, dilaporkan rawan tindak kejahatan saat malam hari. Berbagai aksi kriminal seperti pemalakan hingga pencurian kerap terjadi di sekitar kawasan tersebut.

Kondisi jalan yang gelap karena tidak adanya lampu penerangan membuat situasi semakin rawan. “Yen bengi iku sepi, lampune dalan yo ora ono, dadi peteng dalane. Kadang yo kanggo tongkrongan bocah podo ngombe minuman alkohol,” ungkap salah satu warga dalam bahasa Jawa. (Terjemahan: “Kalau malam itu sepi, tidak ada lampu jalan, jadi gelap jalannya. Kadang juga dipakai tempat nongkrong anak-anak yang minum minuman beralkohol.”)

Warga Dukuh Tambor, Desa Nyamok, berharap pemerintah segera memasang lampu penerangan jalan demi meminimalisir tindak kejahatan yang sering terjadi di kawasan tersebut. Penerangan jalan dianggap sebagai langkah awal yang efektif untuk menciptakan rasa aman bagi warga sekitar. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Aksi Protes Pemuda Desa Werdi Batal, Pemkab Pekalongan Janjikan Perbaikan Jalan Juli 2025

werdi

Pekalongan,  Rabu, 28 Mei 2025. – Rencana aksi protes pemuda Desa Werdi, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, yang sedianya digelar pada Selasa (28/5) pukul 13.00 WIB, resmi dibatalkan. Aksi tersebut semula dirancang sebagai bentuk kekecewaan terhadap belum adanya perbaikan jalan rusak yang berstatus sebagai jalan kabupaten, bukan jalan desa.

Dalam rencana awal, pemuda setempat akan melakukan aksi simbolik dengan menanam pohon pisang di kubangan jalan, menyebar eceng gondok, hingga memancing ikan di jalan berlubang sebagai sindiran terhadap kondisi infrastruktur yang memprihatinkan dan telah menyebabkan banyak kecelakaan warga.

Namun, sebelum aksi dimulai, sekitar pukul 11.30 WIB hingga 13.00 WIB, digelar audiensi di Balai Desa Werdi yang dihadiri berbagai pihak. Tampak hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul, Pj Sekda Edy Herijanto, Kepala DPU Taru Murdiaso, Kapolsek Wiradesa Iptu Maman Sugiarto, perwakilan Koramil Wiradesa, Kepala Desa Werdi Ratono, serta puluhan perwakilan warga.

Gunanto, perwakilan pemuda Desa Werdi, menyampaikan bahwa aksi dibatalkan karena aspirasi sudah tersampaikan dan direspons cepat oleh pemerintah. “Sebelum masyarakat sempat berkumpul, Pemkab Pekalongan langsung melakukan mediasi yang membuahkan hasil,” ujarnya.

Kepala Desa Werdi, Ratono, menjelaskan bahwa dalam mediasi tersebut disepakati bahwa jalan Werdi–Rowoyoso akan dibeton pada bulan Juli 2025. “Sambil menunggu proses pengecoran, jalan sementara akan ditimbun menggunakan sirtu oleh Pak Sunah Rosul secara pribadi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sejak pandemi Covid-19, jalan Gili Tengah di wilayahnya memang belum pernah tersentuh pembangunan dari Pemkab.

Warga Desa Werdi menyambut baik hasil pertemuan tersebut. “Kami hanya ingin akses jalan yang layak dan aman. Semoga janji perbaikan ini benar-benar direalisasikan, bukan hanya sekadar janji politik,” ujar salah satu warga.

Dengan komitmen dari Pemkab dan pembatalan aksi, masyarakat Desa Werdi kini berharap segera ada perubahan nyata terhadap kondisi jalan yang selama ini menjadi keluhan utama. (Rohadi)

QR Code

Terkait
IPNU IPPNU Wonokerto bentengi diri dengan Densus Aswaja

PAC IPPNU Wonokerto menggelar kegiatan Densus Aswaja di Masjid Hidayatullah, desa Semut (15/10). Foto Wahidatul Maghfiroh/wartadesa Read more

Protes jalan rusak, warga tanam drum

Sragi, Wartadesa. - Ada pemandangan yang berbeda ketika lewat Jalan Kalijambe-Sragi Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Kalau biasanya pemandangan 'obyek wisata Read more

Pengembang tol sepakati perbaikan jalan secara tambal sulam

Kajen, Wartadesa. - Pengembang jalan tol ruas Pemalang-Batang  sepakat untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat mobilisasi dump-truck pembangunan jalan tol Read more

Warga kecewa, akses jalan ke pemakaman rusak akibat alat berat proyek tol

Sragi, Wartadesa. - Sekitar pukul 12.00 siang warga dukuh Tegalpacing Desa Bulakpelem Kecatan Sragi Kabupaten Pekalongan geger, lantaran akses jalan Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan Publik

Kartu Pemilih Berserakan di Depan Balai Desa Randusari, Data Pribadi Warga Tercecer Berpotensi Disalahgunakan

kartu pemilih

Warta Desa, Doro. 27 Mei 2025. – Sejumlah kartu pemilih dengan data lengkap seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, dan alamat lengkap terlihat berserakan di halaman Balai Desa Randusari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.

Kantor desa yang sepi tanpa perangkat desa, padahal masih waktu jam kerja, membuat kami tidak bisa mengkonfirmasi adanya data pribadi warga yang sepertinya dibuang. Padahal pengamanan dokumen yang memuat data pribadi warga merupakan kewajiban pemerintah desa.

Pantauan di lapangan, Warta Desa mendapati banyak kartu pemilih berserakan dan cercecer. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan kelalaian pengelolaan data pemilih.

Kartu yang berserakan tersebut diduga berasal dari distribusi resmi yang belum sempat disampaikan ke pemiliknya. Namun, belum ada pernyataan resmi dari pihak desa.

Menilik kasus ini menunjukkan bahwa literasi terhadap perlindungan data pribadi warga, belum sepenuhnya dipenuhi oleh penyelenggara pemilu, dalam hal ini panitia pemilihan umum ditingkat desa.

Kartu pemilih yang memuat data pribadi yang terdiri atas NIK, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat, dan sebagainya. Artinya sejumlah item data pemilih tersebut merupakan bagian dari data pribadi yang harus dilindungi mengacu pada UU No.27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi dan mestinya hanya dapat diakses oleh pengendali data (KPU–dalam hal ini panitia pemilu ditingkat desa) dan subjek datanya.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan data serta menggugah perhatian publik terhadap pentingnya menjaga kerahasiaan dan ketertiban logistik pemilu. (Agung)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Diduga mengalami gangguan jiwa, pemuda ini ditemukan gantung diri

ilustrasi: Sirmanem (26 thn), warga dusun Lendang Beriri, desa Sukadana, kecamatan Bayan - Lombok Utara, ditemukan Read more

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan Publik

Kantor Desa Randusari Tutup Saat Jam Kerja, Warga Keluhkan Pelayanan

IMG_20250527_141349

Warta Desa,  Pekalongan – Sejumlah warga Desa Randusari, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan mengeluhkan pelayanan publik yang kurang maksimal. Pasalnya, kantor desa tersebut dilaporkan tutup pada jam kerja, sehingga menyulitkan masyarakat yang hendak mengurus berbagai keperluan administrasi.

Kondisi ini diketahui oleh warga yang datang ke kantor desa pada pagi dan siang hari, namun mendapati kantor dalam keadaan tertutup dan tidak ada petugas yang berjaga. Salah satu warga, yang enggan mau di sebut namanya mengaku kecewa karena harus kembali ke rumah tanpa mendapat pelayanan.

“Saya ke sini mau ngurus surat keterangan, tapi kantornya tutup. Padahal ini masih jam kerja. Katanya buka jam 08.00 sampai 14.00, tapi ini jam 12 sudah gak ada orang,” ujarnya, Senin (27/5).

Warga berharap agar pemerintah desa lebih disiplin dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan yang maksimal, mengingat kantor desa merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, pihak Kecamatan Doro Bapak Hendi Purwanto menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan dari masyarakat dan melakukan evaluasi terhadap kinerja perangkat desa.

“Kami akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Jika benar ditemukan adanya pelanggaran jam kerja, tentu akan ada pembinaan terhadap perangkat desa yang bersangkutan,” ujar Camat Doro, dalam keterangan singkatnya.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya disiplin dan tanggung jawab aparatur desa dalam menjalankan tugas untuk melayani masyarakat secara optimal. (Agung)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Warga Lengkong Wonorejo Keluhkan Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

IMG-20250527-WA0020

Warta Desa, Pekalongan, 27 Mei 2025 – Warga Dukuh Lengkong, Desa Wonorejo, Wonopringgo  Pekalongan mengeluhkan kondisi jalan desa yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Jalan tersebut merupakan akses utama yang setiap hari dilalui oleh anak sekolah, pedagang, dan petani.

Kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air menjadi perhatian warga. Sebagai bentuk protes, warga memasang tulisan di titik-titik jalan yang rusak agar menarik perhatian pemerintah desa.

Warga menanam pohon pisang dengan tulisan bernada protes,  Senin (26/05/2025)  kemarin.

“Kami sudah lama menunggu perbaikan, tapi belum ada tindakan dari pihak desa,” ujar salah satu warga saat dikonfirmasi tim wartadesa.

Masyarakat berharap Pemerintah Desa Wonorejo segera melakukan perbaikan demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Saat dikonfidmasi,  Kepada Desa Wonorejo, M.  Afif belum memberi klarifikasi.  Pesan teks yang kami kirim hanya dibaca saja. Saat dihubungi via telepon,  tidak diangkat. (Susanto)

 

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan Publik

PKL Alun-Alun Batang Bakal Disterilkan Saat Pagi Hari Mulai Awal Juni 2025

alun alun batang

Warta Desa, Batang. – Alun-Alun Batang bakal disterilkan dari para pedagang kaki lima (PKL) dari pagi hingga siang hari. Pelarangan pedagang dari aktivitas jual-beli ini bakal dimulai pada 1 Juni 2025 mendatang.

Surat Pemberitahuan Bupati Batang, Faiz Kurniawan pada tanggal 20 Mei 2025 ini kali pertama diunggah di grup media sosial Gosip Batang. Pada surat bernomor  8/500.2.1/1068 N/2025 ditandatangani oleh  Penjabat Sekretaris Daerah, Sri Purwaningsih.

Dalam isi surat itu disebutkan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari hasil sosialisasi Keputusan Bupati Batang Nomor 100.3.3.2/205 Tahun 2025 tentang perubahan atas Keputusan Bupati Nomor 050/019/2019 terkait penetapan lahan atau lokasi PKL di sekitar Alun-Alun Kota Batang.

“Penerapan Keputusan Bupati dimaksud akan dilaksanakan mulai hari Minggu, tanggal 1 Juni 2025. Sehubungan dengan hal tersebut, terhitung mulai tanggal tersebut maka Saudara dilarang untuk berjualan di sekitar Alun-alun Kota Batang,” demikian bunyi surat tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Batang, Wahyu Budi Santoso menjelaskan, penertiban ini bertujuan mengembalikan fungsi alun-alun sebagai ruang publik yang bersih dan nyaman.

“Pemberitahuan ini merupakan upaya penertiban Alun-Alun Batang agar pagi sampai siang hari bersih dari lapak PKL. Barang-barangnya tidak ditinggal di alun-alun, karena perdanya memang seperti itu,” jelasnya.

Sesuai dengan Perda, para PKL diberikan waktu berjualan mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB dini hari. Setelah itu, seluruh lapak dan perlengkapan berjualan harus dibersihkan. (.*.)

QR Code

Terkait
Mengisi ronda dengan catur dan jimpitan

Reban. Batang. Wartadesa - Menjaga kemamanan lingkungan di pos kamling (keamanan lingkungan) kadang menjenukan. Nah, warga Reban Kabupaten Batang mempunyai Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Bus wisata yang ditumpangi warga Batang masuk jurang

Purbalingga, Wartadesa. - Naas, bus pariwisata Metropolitan E 7599 V yang membawa 64 warga Batang yang hendak berwisata ke objek Read more

Hidup sebatangkara, kakek ini makan seadanya

Batang, Wartadesa. - Tinggal sebatangkara, di rawa-rawa sebelah timur Mencawak, Sigandu Kabupaten Batang dengan gubuk berdinding terpal, itulah kondisi kakek Ra'adi Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Pemalang Bakal Jajagi Swastanisasi Pengelolaan Sampah

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

Pemalang, Warta Desa. – Pemerintah Kabupaten Pemalang bakal menjajagi pengelolaan sampah dilakukan oleh pihak swasta. Menurut Bupati Anom Widiyantoro, sudah ada dua badan usaha milik negara (BUMN) yang menawarkan kerjasama pengelolaan sampah. Senin (25/05/2025).

Menurut Anom, pihaknya sudah menjajaki ke sejumlah perusahaan swasta dan BUMN. Ia juga sedang melakukan analisis  nilai manfaat untuk Pemerintah Kabupaten Pemalang jika menjalin kerjasama tersebut.

“Kita masih baca-baca persyaratan sampai keuntungan kerjasama ini untuk daerah. Mulai sistem yang digunakan sampai hasilnya,” ujar Anom.

Anom menceritakan bahwa ada 2 (dua) BUMN yang ingin masuk ke Pemalang untuk ikut mengelola sampah, yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Wijaya Karya (WIKA).

“Perusahaan-perusahaan tersebut sudah berpengalaman mengelola sampah secara modern melalui TPST,” pungkasnya.

Sebelumnya orang nomor satu di Kota Ikhlas ini meminta warga untuk dapat  memilah sampah rumah tangga dari rumah, menurutnya hal itu dapat membantu pemerintah dalam pengelolaan sampah di Pemalang.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati usai meninjau alat Mesin Olah Runtah (Motah) di TPS Kebondalem Pemalang, Ahad (25/5/2025).

“Pesan untuk masyarakat yang terpenting adalah memilah. Kalau sudah memilah, memudahkan kerja kita untuk membakar dan memusnahkan sampah,” ucapnya.

Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati dan Lurah Kebondalem Yanuar Sulaksono, Bupati mengharapkan TPS lain di Kabupaten Pemalang juga memiliki Mesin Motah tersebut.

“Ya nanti kita lihat input sampahnya seperti apa, kita lihat di berbagai kecamatan di desa yang kira-kira sesuai dengan kerja dari motah nanti kita usahakan,” imbuhnya.

“Harapannya sampah di Pemalang selesai, tidak meluber ke jalan jalan lagi,” pungkasnya. (Sumber: website resmi Pemkab Pemalang)

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Sampah truk tercecer dijalan, bahayakan pengguna jalan

Bahayakan pengguna jalan. Truk pengangkut sampah ini melaju dengan beban melebihi kapasitas, sehingga sampah yang dibawanya Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

selengkapnya
BencanaLayanan Publik

Banjir Rob Melanda Tiga Desa di Kabupaten Pekalongan

Screenshot from 2025-05-22 08-58-57

Warta Desa, Pekalongan, 22 Mei 2025 – Banjir rob kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Tiga desa terdampak cukup parah dalam peristiwa ini, yakni Desa Karangjompo, Tegaldowo, dan Mulyorejo. Genangan air laut mulai masuk ke pemukiman warga sejak kemarin sore dan terus meningkat seiring naiknya permukaan air laut.

Menurut keterangan warga setempat, rob terjadi hampir setiap hari dalam sepekan terakhir, namun kali ini mencapai intensitas yang lebih tinggi. Jalan-jalan desa, rumah warga, hingga fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah turut terendam. Beberapa rumah bahkan tergenang hingga setinggi lutut orang dewasa.

“Sudah hampir tiga hari ini air nggak pernah benar-benar surut. Sekarang lebih parah, malam sampai subuh air naik terus,” ujar Andi (48), warga Desa Karang jompo.

Dampak banjir rob juga dirasakan para petani tambak dan nelayan yang kehilangan hasil panen dan terhambat melaut. Selain itu, aktivitas ekonomi masyarakat terganggu karena akses transportasi sulit dilalui.

Pemerintah diminta untuk segera mengambil langkah serius dan terintegrasi, termasuk pembangunan tanggul tambahan, sistem drainase yang lebih memadai, serta penanganan penurunan muka tanah yang menjadi salah satu penyebab utama rob berkepanjangan di kawasan ini. (Agung)

 

QR Code

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Minim Respon Pemkab pada Jalan Rusak, Warga Tambor Tambal Swadaya

tambal jalan

Warta Desa,Kajen, 19 Mei 2025 — Warga Dukuh Tambor, Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, mempunyai inisiatif menambal jalan berlubang secara mandiri pada Senin pagi (19/5). Aksi ini dilakukan karena kondisi jalan yang rusak parah tak kunjung mendapat tanggapan dari pihak Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Lubang-lubang di sepanjang jalan utama menuju permukiman warga dinilai membahayakan, terutama saat musim hujan. Beberapa warga bahkan mengaku pernah terjatuh akibat licin dan tidak terlihatnya lubang jalan saat malam hari.

“Sudah beberapa kali kami sampaikan kondisi ini ke pihak Pemerintah kabupaten Pekalongan, tapi belum ada tindakan. Akhirnya kami berinisiatif patungan beli semen dan batu untuk menambal sendiri,” ujar Yaya, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Dalam kegiatan tersebut, warga dari berbagai usia ikut ambil bagian, membawa peralatan seadanya untuk memperbaiki titik-titik jalan yang paling rusak. Semangat gotong royong terlihat jelas sebagai wujud kepedulian warga terhadap keselamatan dan kenyamanan lingkungan.

Warga berharap agar pemerintah maupun pihak terkait segera turun tangan dan memberikan solusi permanen terhadap infrastruktur jalan yang rusak. Selain itu, mereka juga berharap adanya perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. (Agung)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaHukum & KriminalLayanan PublikPemberantasan Korupsi

Proyek Irigasi Tersier Rp226 Juta di Desa Sengare Dibongkar, Warga Soroti Kualitas dan Transparansi

talun

Warta Desa, Pekalongan, 19 Mei 2025 — Proyek pembangunan saluran irigasi tersier di Dukuh Picis, Desa Sengare, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, yang menelan anggaran Dana Desa sebesar Rp226.862.200,- pada tahun 2023, kini menjadi sorotan masyarakat. Bagian ujung bangunan sepanjang sekitar empat meter terpaksa dibongkar untuk keperluan pelebaran jalan usaha tani.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa material utama yang digunakan dalam proyek ini adalah batu blondos. Namun, hasil pembongkaran memperlihatkan kondisi batu yang rapuh dan mudah ambrol, memicu kekhawatiran warga akan mutu dan daya tahan konstruksi bangunan tersebut.

“Kualitas bangunannya patut dipertanyakan, padahal anggarannya besar. Kami berharap pembangunan ke depan jangan hanya cepat selesai, tapi juga tahan lama dan sesuai kebutuhan jangka panjang masyarakat,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebut namanya.

Pemerintah Desa Bungkam

Saat hendak dimintai keterangan, Kepala Desa Sengare yang ditemui di balai desa enggan memberikan pernyataan. Ia justru meninggalkan lokasi dengan nada kesal sambil mengendarai sepeda motor. Upaya konfirmasi melalui Sekretaris Desa juga tidak membuahkan hasil, lantaran pesan WhatsApp yang dikirim tidak mendapat respons.

Dana RT Mandek, Masyarakat Kecewa

Di tengah isu pembangunan ini, muncul pula keluhan dari masyarakat terkait belum cairnya dana tunjangan untuk 22 ketua RT sejak tahun 2024 hingga pertengahan 2025. Situasi ini menambah daftar pertanyaan publik tentang tata kelola keuangan desa dan transparansi pemerintahannya.

Apa Kata Aturan?

Penggunaan Dana Desa untuk infrastruktur telah diatur dalam berbagai regulasi. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Permendes PDTT Nomor 8 Tahun 2022 menyatakan bahwa Dana Desa boleh digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar, termasuk saluran irigasi tersier.

Secara teknis, penggunaan batu blondos sebagai material konstruksi diperbolehkan, asalkan memenuhi standar kekuatan dan ketahanan yang sesuai. Hal ini juga harus tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar teknis yang disetujui oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) serta pendamping desa. Jika digunakan tanpa perencanaan atau spesifikasi tidak sesuai, maka berpotensi menyalahi aturan teknis.

Standar Teknis yang Berlaku

Sesuai SNI 8455:2017 tentang saluran irigasi tersier, kualitas material menjadi hal yang utama. Batu blondos sebagai bahan konstruksi harus diuji kelayakannya—tidak boleh digunakan untuk aliran air deras atau tekanan tinggi. Petunjuk teknis dari Dinas PUPR kabupaten juga menjadi rujukan penting dalam menilai kelayakan konstruksi.

Masyarakat Menanti Penjelasan

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pemerintah Desa Sengare. Warga berharap ada transparansi dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek yang bersumber dari anggaran publik ini.

“Ini uang rakyat. Harus ada kejelasan soal perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Jangan sampai kami hanya bisa melihat bangunan, tapi tidak bisa menikmati manfaatnya,” imbuh seorang tokoh masyarakat setempat. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Diduga mengalami gangguan jiwa, pemuda ini ditemukan gantung diri

ilustrasi: Sirmanem (26 thn), warga dusun Lendang Beriri, desa Sukadana, kecamatan Bayan - Lombok Utara, ditemukan Read more

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya