close

Layanan Publik

Hukum & KriminalJalan-jalanLayanan PublikPemberantasan KorupsiSosial Budaya

Tarif parkir mencekik? Siapkan bukti, lapor ke Polisi

ilustrasi parkir

Batang, Wartadesa. – Pernahkan anda dikenai tarif parkir yang mencekik? Tarif parkir diluar ketentuan ditempat wisata maupun tempat lainnya merupakan pungli (pungutan liar). Dan apabila terdapat praktek pungutan liar dengan bukti yang kuat, laporkan kepada petugas kepolisian setempat. Akan dilakukan respon dan tindak lanjuti. Demikian disampaikan oleh Ketua Pokja pencegahan dan sosialisasi Tim Saber Pungli, Iptu Teguh Werdiyanto saat memberikan sosialisasi di Pantai Sigandu, Batang, Kamis (07/06) kemarin.

Menurut Teguh, pungutan parkir sudah diatur dalam Perbup No. 63 Tahun 2017 bahwa ada kenaikan tarif parkir yang semula sepeda motor Rp. 500 menjadi Rp.1000 rupiah dan mobil semula Rp.1000 menjadi Rp.2000 rupiah.

“Apapun pungutan yang tidak ada dasar hukumnya yang tidak sesuai perda atau peraturan yang berlaku sudah masuk dalam pungutan liar, baik hari puasa maupun hari lebaran tidak ada tiket maupun parkir yang naik,” kata Iptu Teguh Werdiyanto.

Ia juga mengatakan tim saber pungli akan terus memantau dan mengawasi petugas – petugas loket tiket maupun petugas parkir obyek wisata baik obyek wisata yang di kelola oleh Pemkab maupun yang di kelola oleh masyarakat, hal ini lebih pada pencegahan terhadap pungutan liar. Dan apabila terdapat praktek pungutan liar dan kita memiliki bukti yang kuat akan kita respon dan tindak lanjuti.

Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olah Raga Wahyu Budisantosi mengatakan, pariwisata adalah salah satu program Kabupaten Batang yang merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah. Sehingga tidaklah etis kalau wisata terkenal dengan pungutan yang menyalahi aturan.

Dengan program visit to Batang 202 kita harus memberikan pelayanan yang terbaik bagi pengunjung wisata, dengan tetap menjaga kenyamanan, kesopanan kebersihan dan tentunya tidak ada pungutan yang tidak sesuai dengan Perda maupun Perbup.

“Kita akan memperbaiki sistem maupun regulasinya dan pendapatan agar sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga obyek wisata tidak menjadi sasaran tim saber pungli,” kata Wahyu Budi Santoso

Ia juga berharap untuk menghadapi lebaran yang salah satunya waktu dimana kita akan memperoleh pendapatan yang cukup besar, sehingga dapat meraih target pendapatan di sektor pariwisata.

“Kedisiplinan dan integritas petugas loket maupun parkir menentukan untuk memperoleh pendapatan pada libur lebaran idul fitri dan syawalan dapat meningkatkan signifikan dan apa yang di targetkan bisa berhasil,” pinta Wahyu Budi Santoso. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

Alhamdulillah, kini Pemdes Wuled sediakan layanan ambulan gratis

ambulan gratis

Tirto, Wartadesa. – Alhamdulillah, kini Pemerintah Desa Wuled dapat menyediakan fasilitas layanan ambulan gratis untuk warga. Demikian disampaikan oleh Kepala Desa Wuled, Wasduki Djazuli, Jum’at (08/06), usai kemarin menerima bantuan sosial perusahaan (csr) dari Bank Mandiri Pekalongan.

Bantuan mobil ambulan  diserahkan oleh Direktur Bank Mandiri Pekalongan, Kamis (07/06), di Balai Desa Wuled.

Menurut Wasduki, bantuan ambulan tersebut merupakan upaya dari pemerintah desa untuk memenuhi fasilitas publik warganya.

“Pemerintah desa berupaya memenuhi fasilitas kepada masyarakat dalam bentuk apapun seperti pelayanan kesehatan dengan mengadakan penggadaan mobil ambulan desa untuk warga Wuled tanpa dipungut biaya apapun alias gratis.” Tutur Wasduki.

Meski demikian, Wasduki berharap agar warganya tidak ada yang menggunakan ambulan tersebut. “Meski sudah ada ambulan desa dan gratis untuk warga, namun kami berharap agar ambulan tersebut tidak digunakan … artinya tidak ada warga Desa Wuled yang sakit dan harus dibawa ambulan tersebut,” lanjutnya.

Yulia Lestari, salah seorang warga mengungkapkan terima kasihnya. “Alhamdulillah. Selamat pak lurah dan para jajaran petugas kelurahan. Pasti sangat membantu warga, terima kasih …” Tuturnya.

Sementara itu, Hindun, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan mengapresiasi kepala desa dalam mewujudkan pelayanan publik bagi warganya. “Saya mengapresiasi kades Wuled dalam mewujudkan pelayanan masyarakat. Matrnuwun,” ujarnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Asip: Waskita tidak profesional

asip

Kedungwuni, Wartadesa. – PT Waskita, kontraktor pembangunan jalan tol trans Jawa dianggap tidak profesional oleh orang nomor satu di Kota Santri. Asip kecewa lantaran PT Waskita Karya tidak menjalankan komitmennya untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat pembangunan jalan tol.

“Saya minta Waskita untuk profesional, terus terang ini saya kecewa. Perbaikannya tidak usah bagus-bagus, dikembalikan seperti semula saja tidak masalah. Masyarakat sekarang ini kritis, terhadap maslah ini mereka mengetahui dan mengharapkan pertanggungjawaban,” tutur Asip, Kamis sore (07/06) saat meninjau ruas jalan Bugangan-Rengas Kecamatan Kedungwuni.

Asip menambahkan bahwa seharusnya PT Waskita menjalankan komitmennya untuk memperbaiki ruas jalan Rengas, karena ada pemasangan underpas. Namun hingga H-8 belum ada tanda-tanda perbaikan jalan dari perusahaan plat merah tersebut.

Orang nomor satu di Pekalongan tersebut berharap agar kegiatan perbaikan pada ruas tersebut dapat segera diselesaikan sebelum lebaran, agar dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat dalam merayakan hari raya Idul Fitri di kampung halaman. Lanjut Asip.

Menurut Asip, perbaikan jalan yang dilakukan oleh PT SMJ sudah dilakukan dengan baik, tidak seperti PT Waskita. ” Untuk ruas jalan yang ditangani SMJ sudah dilakukan komitmen pemulihan jalan secara baik.” Tuturnya.

Selain perbaikan jalan rusak akibat proyek pekerjaan jalan tol,  Asip juga melakukan pengecekan pelaksanaan perbaikan jalan dengan dana APBD tahun 2018, seperti di ruas Karangdowo-Bugangan yang sudah dimulai.

“Jadi ini kita cek kondisi kegiatan APBD tahun 2018, di ruas jalan Karangdowo-Bugangan yang sedang dimulai. Sekaligus melakukan kontrol terhadap kesesuaian spek pekerjaan, agar tidak terjadi penyimpangan di tingkat pekerjaan,” pungkas Asip.  (Eva Abdullah)

 

Terkait
Penerima ganti rugi tol rawan kejahatan

Polres Pekalongan melakukan pengamanan warga desa Karangsari penerima ganti rugi lahan tol, Kamis (20/10). Foto: Eva Read more

Jalan rusak, warga Pegandon demo

Warga Desa Pegandon menutut perbaikan jalan yang rusak akibat proyek jalan tol Pemalang-Batang, Senin (31/10). Foto: Tribratanewskajen Karangdadap, Wartadesa. - Read more

Penyelenggaraan transportasi darat harus perhatikan amdal

Wiradesa, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, hari ini, Selasa (29/11) mensosialisasikan dua perda Tahun 2016 di Aula Kecamatan Wiradesa. Perda Read more

Truk besar pembawa material jalan tol hanya boleh lewat jalan propinsi dan jalan nasional

Kajen, Wartadesa. - Rusaknya jalan di Sragi akibat pembangunan ruas tol Pemalang-Batang, akhirnya ditanggapi oleh Pemkab Pekalongan. Setelah Wakil Bupati Read more

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

Jalur tol Pemalang-Semarang minim penerangan

gerbang tol pemalang

Batang, Wartadesa. – Minimnya penerangan pada ruas tol fungsional Pemalang-Semarang membuat pemudik musti ekstra waspada saat melewati jalur tersebut pada malam hari.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Condro Kirono mengungkapkan bahwa idealnya jalur fungsional Pemalang-Semarang dioperasikan siang hari. Namun bila dibuka pada malam hari pun, tidak masalah.

“Kendati demikian, kami akan melihat situasi sebagaimana seperti pada Lebaran tahun lalu, kami arahkan ke jalur pantura justru menunggu mengantre jalur tol fungsionalkan dibuka. Akan tetapi untuk dibuka pada malam hari pun juga tidak masalah,” ujarnya dilansir dari Antara, Rabu (06/06).

Condro Kirono menambahkan, guna pengamanan tol yang masih minim penerangan. Pihaknya akan menyiagakan mobil patroli bersama TNI dan menyalakan lampu “seacrh and rescue” (lampu patroli) setiap lima kilometer.

“Oleh karena itu. setiap 5 kilometer pemudik akan bertemu dengan petugas patroli yang bertugas pada pengamanan arus mudik Lebaran di jalur tol fungsional itu,” lanjut Condro.

Diungkapkan Condro, wilayah Pemalang, Batang dan Kendal merupakan titik jenuh atau titik lelah pemudik. Diharapkan pada titik-titik tersebut, bila pengemudi merasa lelah, untuk segera beristirahat.

“Oleh karena, pemudik dimohon beristirahat karena pada setiap per 10 kilometer telah disiapkan rest area. Untuk tol fungsional maupun tol operasional sudah disiapkan rest area dan setiap 5 kilometer akan bertemu mobil patroli,” kata Kapolda Jateng.

Jalur tol fungsional Pemalang-Semarang ini hanya boleh dimanfaatkan pemudik dengan kecepatan antara 40-60 kilometer perjam. “Memang hal ini harus ada kemauan dari para pengemudi untuk mematuhi peraturan yang ada mengingat aturan dibuat untuk keselamatan. Saya mengimbau pada penemudi agar kecepatannya di kendalikan sekitar 40-60 kilometer per jam,” katanya.

Sementara untuk puncak mudik diprediksi pada 8 Juni- 9 Juni 2018 karena pada tanggal itu, sudah mulai memasuki masa libur Lebaran.  “Mereka pulang kerja, bisa langsung mudik. Oleh karena dari perhitungan Kementerian Perhubungan puncak arus mudik akan terjadi pada 9 Juni 2018,”pungkas Condro. (Sumber: Antara)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan PublikSosial Budaya

Balon tambat, akankan hilangkan tradisi balon udara di Pekalongan?

balon tambat

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Walikota Pekalongan, pagi tadi, Selasa (05/05) melihat ujicoba balon udara yang ditambatkan dalam rangka persiapan festival balon yang akan diselenggarakan oleh AirNav pada 21-23 Juni Mendatang.

Beberapa hari sebelumnya, AirNav juga menggandeng Ormas Islam untuk mensosialisasikan balon tambat. Seperti diketahui bahwa balon udara yang dilepaskan warga Pekalongan saat Syawalan (satu minggu setelah Idul Fitri) dianggap berbahaya bagi penerbangan.

“Adanya balon udara sampai ke jalur penerbangan tersebut sangat membahayakan penerbangan pesawat. Pihak kami sendiri sering mendapatkan laporan dari para pilot mengenai balon yang masuk ke jalur penerbangan.” Tutur Dadun, Kepala Otoritas Bandara Wilayah III.

Terkait berbahanyanya balon udara yang terbang hingga ketinggian pesawat komersial tersebut, AirNav bersama Pemkot Pekalongan menyelenggarakan lomba balon tambat dalam sebuah festival.

“Pada hari ini, kami Ainav Indonesia melaksanakan uji coba penerbangan balon sesuai dengan standar PM (Peraturan Menteri Perhubungan No 40 2018), tentang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat,” kata Kristianto Petugas Ainav Indonesia.

Terkena ledakan mercon balon udara, atap rumah rusak

Meski disweeping kemarin, hari ini langit Pekalongan dipenuhi balon udara

Menerbangkan balon udara akan didenda setengah milyar

Tradisi Syawalan, pemuda Capgawen Selatan terbangkan balon

Tradisi puluhan tahun, Alek minta warga Pekalongan hentikan ‘ngeburke’ balon

Kristanto menambahkan bahwa standar balon dalam peraturan menteri tersebut berukuran lebar 4 meter, tinggi 7 meter dan dilepas dengan tali sepanjang 15 meter.

“Ini merupakan kegiatan budaya balon udara tradisional yang pertama yang ditambatkan di Indonesia. Harapan kami bisa melakukan peningkatan pelayanan penerbangan di jalur ini,” lanjut Kristanto.

Tradisi melepas balon diudara pada Syawalan sudah dilakukan sejak lama oleh warga Kota dan Kabupaten Pekalongan. Tradisi tersebut merupakan tradisi turun temurun sejak jaman penjajahan Belanda. Biasanya balon yang dilepaskan ke udara disertai dengan petasan. Bunyi petasan yang dipasang pada balon, menjadi tontonan menarik bagi warga.

Karena tradisi tersebut berbahaya bagi penerbangan, Walikota Pekalongan pada tahun ini mencoba untuk mengganti tradisi melepas balon dengan menambatkan balon.

“Untuk itu, kita coba balon udara yang ditambatkan ini. Dengan demikian tentu saja kita masih bisa mempertahankan tradisi lebaran sekaligus untuk keselamatan (penerbanga). Kita harus sesuai dengan peratuan pemerintah,” tutur Saelani, Walikota Pekalongan.

Sementara itu, Aminudin, salah seorang warga mengungkapkan bahwa untuk menghilangkan tradisi melepaskan balon di Pekalongan, sangat sulit.  “Itu sudah jadi tradisi turun-temurun warga, jadi sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan tersebut,” tuturnya.

Menurut Aminudin, kebiasaan warga tidak bisa hilang secara serta-merta. “Dengan adanya festival balon, mungkin sedikit demi sedikit akan mengubah tradisi dari balon lepas menjadi balon tambat.” Lanjutnya.

Tahun sebelumnya, pihak pemkot dan kepolisian setempat  melakukan sweeping balon udara di tiap kelurahan. Sweeping dilakukan untuk mencegah warga melakukan tradisi meluncurkan balon. Namun saat tradisi Syawalan tahun lalu, ribuan balon masih menghiasi langit di Pekalongan dan sekitarnya.

Hal tersebut mendorong Walikota Pekalongan sebelumnya,  Achmad Alf Arslan Djunaid (alm), mewacanakan lomba balon tambat sejak tahun lalu.  (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Pemkab Pemalang minta perbaikan jalan rusak imbas tol dilakukan segera

blokir jalan

Pemalang, Wartadesa. – Pemkab Pemalang meminta PT SMJ bertanggung jawab atas rusaknya sejumlah ruas jalur alternatif mudik lebaran hingga saat ini akibat imbas pembangunan jalan tol. Menurut Kasi Perencanaan dan Evaluasi DPU Taru Kab. Pemalang, Yudi Kuswoyo, jalan yang rusak di Kota Ikhlas tersebut merupakan jalur alternatif mudik lebaran.

“Jalan yang rusak itu adalah jalur alternatif mudik Lebaran, bagaimana pun juga PT SMJ harus bertanggung jawab, silakan hubungi manajemen saya minta jawabannya,” ujar Yudi dalam rapat antara dinas dengan pelaksana proyek tol, Senin (04/06).

Yudi mempertanyakan kepastian pelaksanaan perbaikan jalan yang rusak akibat pembangunan jalan tol ke PT SMJ, namun hingga pukul 12.00 WIB kemarin, pihak kontraktor tidak memberikan kepastian jawaban perbaikan jalan yang rusak.

Menurut Yudi, jalan yang rusak mulai dari Gandulan sampai dengan Cibiyuk dan dari Cibiyuk sampai ke Comal. Jalan tersebut masih dalam tanggung jawab PT SMJ.

Sementara, Kepala DPU Taru, Supriyantopo mengungkapkan bahwa masih ada beberapa ruas jalan terdampak tol yang belum tersentuh perbaikan, “Masih ada beberapa ruas jalan terdampak tol yang belum tersentuh perbaikan padahal jalan tersebut akan digunakan sebagai jalur alternatif mudik Lebaran 2018,” ujarnya.

Humas Waskita, Suharjono mengatakan bahwa jalan terimbas pembangunan jalan tol yang rusak sudah diperbaiki dan lainnya tengah dalam perbaikan, yakni di jalan DI Panjaitan.

Namun PT SMJ, Riza Raizal memberikan informasi bahwa ruas jalan hanya dirapikan atau di kliring aggregat, yakni di ruas Jalan Comal-Bodeh dan Widodaren-Karangasem.

Total jalan rusak terdampak tol dibawah tanggung jawab PT SMJ sebanyak 13 ruas. 11 ruas lainnya belum dikembalikan seperti keadaan semula (belum diperbaiki).

Riza mengaku tetap bertanggungjawab atas jalan yang rusak akibat pembangunan jalan tol. Pihaknya masih menunggu dari manajemen. (Eva Abdullah)

Terkait
Jalan rusak, warga Jajarwayang demo tuntut PT Waskita lakukan perbaikan

Bojong, Wartadesa. - Ratusan warga Desa Jajarwayang Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan menggelar demo di Balaidesa setempat menuntut perbaikan jalan yang Read more

Hindun ultimatum kontraktor segera perbaiki jalan yang rusak

Kajen, Wartadesa. - Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun, mengultimatum PT Pemalang Batang Tol Road (PBTR) untuk segera memperbaiki jalan yang Read more

Buntut keluhan jalan raya Bojong licin dan banyak makan korban, sore ini diperbaiki

Bojong, Wartadesa. - Setelah keluhan warga di media sosial, tentang kondisi jalan raya Bojong, Duwet-Ketitang yang sangat licin dan banyak Read more

Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Dewan minta seluruh jalan rusak di Kabupaten Pekalongan diperbaiki

jalan rusak

Kajen, Wartadesa. – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan meminta agar pemerintah segera melakukan perbaikan seluruh jalan yang rusak di Kota Santri.

“Semua jalan rusak yang ada di wilayah Kota Santri untuk segera dilakukan perbaikan dalam menghadapi liburan Lebaran dan arus mudik.” Pinta Sekretaris Komisi C, Abdul Munir, beberapa waktu lalu dalam rakor bersama OPD Kabupaten Pekalongan di gedung dewan.

Munir juga meminta agar pelaksanaan lelang proyek sesuai dengan jadwal, tidak molor. “Dalam pelaksanaan lelang biasanyakan di masing-masing sudah ada jadwal pelaksanaan program pembangunan. Nah itu saya minta itu dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan,” lanjutnya.

Dewan meminta perencanaan dalam setiap pelaksanaan program pembangunan harus dilakukan secara baik, sehingga pelaksanaan lelang bisa tepat waktu dan program pembangunan dari pemerintah daerah bisa dirasakan oleh masyarakat.

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Pekalongan, Supriyadi mengungkapkan bahwa saat ini 112 proyek telah masuk ULP. 105 diantaranya masuk lelang, sedang dua proyek batal lelang.  “Terdapat dua program pembangunan mengalami batal lelang. Hal itu karena hasil dari kajian tim teknis dinas terkait,” ujarnya. (Eva Abdullah)

 

Terkait
Protes jalan rusak, warga tanam drum

Sragi, Wartadesa. - Ada pemandangan yang berbeda ketika lewat Jalan Kalijambe-Sragi Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Kalau biasanya pemandangan 'obyek wisata Read more

Pengembang tol sepakati perbaikan jalan secara tambal sulam

Kajen, Wartadesa. - Pengembang jalan tol ruas Pemalang-Batang  sepakat untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat mobilisasi dump-truck pembangunan jalan tol Read more

Warga kecewa, akses jalan ke pemakaman rusak akibat alat berat proyek tol

Sragi, Wartadesa. - Sekitar pukul 12.00 siang warga dukuh Tegalpacing Desa Bulakpelem Kecatan Sragi Kabupaten Pekalongan geger, lantaran akses jalan Read more

Nunggu enam bulan Pemda tak kunjung perbaiki, warga gotong-royong tangani jalan rusak Lebakbarang-Karanganyar

Lebakbarang, Wartadesa. - Kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Lebakbarang-Karanganyar rusak parah dan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan. Sudah banyak Read more

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

“Jeglongan Sewu” ditambal, pemudik perlu waspada jalan bergelombang

gerbang tol pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Jalur Pantura Pemalang menghadapi mudik lebaran 2018 dipenuhi dengan pemandangan jalanan bergelombang, setelah sebelumnya jalur “jeglongan sewu” telah dilakukan penambalan.

Jalanan bergelombang tersebut perlu diwaspadai pengguna jalan, terutama pemudik, mengingat moda transportasi akan mengalami guncangan saat melintas.

Selain itu, pengguna jalan musti meningkatkan kewaspadaan extra tinggi, lantaran banyaknya truk dan bus besar menjadi pesaing para pemudik saat melintas.

Badru, warga Taman Pemalang mengungkapkan bahwa jalanan “jeglongan sewu” sudah siap dilewati, “Jeglongan sewu di beberapa titik pantura Pemalang mulai diurug dengan aspal untuk bisa di gunakan mudik tahun ini,” tuturnya Ahad (03/06).

Selain kondisi jalan yang membuat pemudik kurang nyaman, pengguna jalan di Pemalang juga perlu memperhatikan beberapa potensi kemacetan. Diantaranya di Pasar Beji, karena jalur tersebut ramai dengan aktivitas pasar, ditambah dengan tambahan pemudik.

Selain Pasar Beji, Pasar Kota Pemalang, diprediksi menyumbang kemacetan di wilayah tersebut. Pada sisi kiri ruas jalan Pasar Kota Pemalang digunakan untuk parkir mobil dan motor, sehingga jalan tersendat dan sulit untuk dilewati.

AKP Herdiawan Arifianto, Kasatlantas Pemalang, mengungkapkan pihaknya telah mengantisipasi titik-titir rawan kemacetan di wilayah Pemalang. Termasuk adanya pasar tumpah ditiap akhir pekan. “Kami sudah antisipasi bersama rekan-rekan Polsek sehingga tidak terlalu mengganggu,” tuturnya.

Pasar tumpah tiap akhir pekan bisa ditemui di wilayah Petarukan dan Ulujami.

Sementara untuk rekayasa lalu lintas, Herdiawan menambahkan bahwa bagi pemudik yang akan melewati jalur selatan, dari exit tol Gandulan untuk langsung belok kiri dan melalui kota. Sedang pemudik yang akan ke arah Pekalongan, langsung ambil kanan.

Untuk pemudik yang akan ke arah Semarang, bisa langsung melintasi tol fungsional. Ujarnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Layanan Publik

H-5 Lebaran perbaikan jalan rusak akibat proyek tol belum kelar, Bupati akan tinjau ulang Mou

h-5 perbaikan belum selesai

Sragi, Wartadesa. – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi akan meninjau ulang perjanjian (MoU) pelaksana proyek pembangunan jalan tol Trans Jawa, PT Waskita dan PT SMJ bila perbaikan jalan yang rusak akibat mobilitas truk dam pembawa material tol tidak selesai pada lima hari sebelum lebaran atau H-5.

“Hari ini saya pantau semua jalan di Kabupaten Pekalongan, termasuk jalan yang terdampak proyek tol. Perbaikan jalan rusak dampak tol oleh Waskita dan SMJ harus seesai sebelum H-5 lebaran. Jika tidak selesai saya akan tinjau ulang MOU yang sudah dilakukan oleh kedua rekanan,” tuturnya saat meninjau perbaikan jalan di Sragi, Ahad (03/06).

Sebelumnya, Asip dalam kesempatan buka bersama dengan Forkompinda mengungkapkan bahwa perbaikan jalan di kabupaten Pekalongan, sudah mulai dikerjakan. “Ruas jalan Bojong-Wiradesa dan Siwalan-Sragi sudah nampak perbaikannya. Kita berharap H-5 sebelum Lebaran nanti semua masalah jalan rusak dapat diperbaiki dan sudah bagus.” Ujarnya.

Kegiatan peninjauan perbaikan jalan tersebut, diunggah Asip dalam laman media sosial, hingga mendapat respon beragam dari warga.

Rian Andrian, salah seorang warga mengugkapkan bahwa “Dalan wiradesa bojong y sek wutuh… Seng di aspal ngarep pasar bojong tok…Padahal ruas wiradesa bojong saja panjangnya hampir 15 km…Blm ruas yang lain…
Apa iy h -5 bisa halus semua…Jangan tergesa2 yang hasilnya justru tidak maksimal…Mungkin permukaanya halus…tp pondasi bawahnya KOPONG…Dan hasilnya blm satu tahun…hotmix sudah peyot2…bergelombang,” tulisnya dalam sebuah laman grup Pekalongan Info, yang memposting kegiatan bupati.

Di laman media sosial Asip Kholbihi, Rian Andrian menulis bahwa perbaikan jalan sebaiknya mementingkan kualitas daripada dipaksakan.  “Gk usah dipaksakan…ini udah hampir h – 10…dan jalan yang masih rusak masih puluhan kilometer…ditambal2 sementara jg gpp yang penting layak jalan dan tidak membahayakan… Daripada dipaksa dikebut…kualitasnya malah tidak maksimal…Masa hotmix satu tahun sudah…peyot2…bergelombang…berlubang…” Tulisnya.

Warga lainnya, Trimo Ngalah menanyakan perbaikan jalan di wilayah Sragi, selain jalan terdampak tol, “Pk tolong jalan tembus srgi klunjuan bojong juga itu uda ber tahun2 rusak para mohon di perbaiki juga pk bila perlu bpk ke lokasi langsung biar merasakan sedihnya lewat situ makasih pk sebelumya,”

Hal yang sama dipertanyaka oleh Lik Yoso “Diharapk termasuk jalan kelas 3 kabupaten, misal sragi – sijeruk -krasak, pg – tegalsuruh, kedungjaran- klunjukan-sragi, maaf sebelumnya bila salah,” tulisnya.

Pertanyaan Lik Yoso ini dijawab oleh kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro Setelah lebaran kami kerjakan mas om lik yoso, hehehe… sabar nggih, nunggu jadwal pelaksanaan kegiatannya.

Diketahui beberapa ruas jalan di wilayah Kabupaten Pekalongan rusak. Dewan menyebut 50% atau separuh ruas jalan yang ada di Kota Santri rusak.

Baca: Separuh Jalan di Kabupaten Pekalongan Rusak

Warga yang tinggal di wilayah lain, juga menanyakan kapan perbaikan jalan di tempatnya akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan.  Mereka berharap agar perbaikan jalan tidak hanya mendahulukan wilayah perkotaan, namun wilayah atas Kabupaten Pekalongan juga diperhatikan, seperti wilayah Kandangserang, Lebakbarang, Limbangan, Paninggaran dan sebagainya. (Eva Abdullah)

 

Terkait
Penerima ganti rugi tol rawan kejahatan

Polres Pekalongan melakukan pengamanan warga desa Karangsari penerima ganti rugi lahan tol, Kamis (20/10). Foto: Eva Read more

Jalan rusak, warga Pegandon demo

Warga Desa Pegandon menutut perbaikan jalan yang rusak akibat proyek jalan tol Pemalang-Batang, Senin (31/10). Foto: Tribratanewskajen Karangdadap, Wartadesa. - Read more

Penyelenggaraan transportasi darat harus perhatikan amdal

Wiradesa, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, hari ini, Selasa (29/11) mensosialisasikan dua perda Tahun 2016 di Aula Kecamatan Wiradesa. Perda Read more

Truk besar pembawa material jalan tol hanya boleh lewat jalan propinsi dan jalan nasional

Kajen, Wartadesa. - Rusaknya jalan di Sragi akibat pembangunan ruas tol Pemalang-Batang, akhirnya ditanggapi oleh Pemkab Pekalongan. Setelah Wakil Bupati Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Separuh jalan di Kabupaten Pekalongan rusak

jalan rusak

Kajen, Wartadesa. – Kondisi jalan di wilayah Kota Santri sungguh memprihatinkan. Bagai mana tidak, separuh jalan yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan rusak. Hal demikian diungkap oleh Komisi C DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rapat kerja dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (31/05) malam.

“Saat ini kondisi jalan di Kabupaten Pekalongan 50 persen mengalami kerusakan. Saya ingin tahun penjelasannya seperti apa? perencanaan perbaikkannya bagaimana?” Ungkap Munir. Sekretaris Komisi C.

Terkait rusaknya jalan yang mencapai separuh tersebut, dewan minta pencejalasn perwakilan Bappeda, terkait perencanaan perbaikan dari sejumlah ruas jalan yang rusak di Kabupaten Pekalongan.

Munir merasa kecewa karena dalam rapat kerja tersebut, dihadiri oleh orang kedua dalam OPD, bukan kepala masing-masing OPD. “Mestinya hari ini para kepala OPD hadir, karena pada rapat kali ini yang diundang adalah kepala OPD. Tapi yang hadir adalah orang nomor dua dan nomor tiga di OPD,” lanjutnya.

Ismail, perwakilan Bappeda membenarkan bahwa saat ini kerusakan jalan di wilayah Kota Santri, sedikitnya mencapai 50 persen, karena imbas proyek pembangunan jalan tol.

“Memang kondisi jalan di wilayah Kota Santri mengalami kerusakan paling tidak 50 persen ruas jalan di Kabupaten Pekalongan rusak. Hal itu dimungkinkan karena imbas dari proyek pembangunan jalan tol, sedangkan sisanya karena sebab lain.” Ujar Ismail.

Ismail mengungkap bahwa saat ini sudah ada perjanjian (MoU) antara Pemkab dengan pelaksana proyek pebangunan jalan tol, tapi, menurutnya pengalaman di daerah lain, setelah pembangunan jalan tol selesai, mereka (pelaksana) pergi.

“Meski antara Pemkab Pekalongan dengan pelaksana proyek pembangunan jalan tol sudah MoU. Tapi sebagaimana pengalaman di daerah lain, ada kekhawitiran usai pelaksanaan pembangunan jalan tol selesai, mereka (pelaksana pembangunan jalan tol) pergi.” Lanjut Ismail.

Untuk mengantisipasi pelaksana pembangunan jalan tol yang nakal (pergi setelah pembangunan jalan tol selesai), pemkab telah mengalokasikan anggaran perbaikan jalan yang rusak. (Eva Abdullah)

Terkait
Protes jalan rusak, warga tanam drum

Sragi, Wartadesa. - Ada pemandangan yang berbeda ketika lewat Jalan Kalijambe-Sragi Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan. Kalau biasanya pemandangan 'obyek wisata Read more

Pengembang tol sepakati perbaikan jalan secara tambal sulam

Kajen, Wartadesa. - Pengembang jalan tol ruas Pemalang-Batang  sepakat untuk memperbaiki jalan yang rusak akibat mobilisasi dump-truck pembangunan jalan tol Read more

Warga kecewa, akses jalan ke pemakaman rusak akibat alat berat proyek tol

Sragi, Wartadesa. - Sekitar pukul 12.00 siang warga dukuh Tegalpacing Desa Bulakpelem Kecatan Sragi Kabupaten Pekalongan geger, lantaran akses jalan Read more

Nunggu enam bulan Pemda tak kunjung perbaiki, warga gotong-royong tangani jalan rusak Lebakbarang-Karanganyar

Lebakbarang, Wartadesa. - Kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Lebakbarang-Karanganyar rusak parah dan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan. Sudah banyak Read more

selengkapnya