KANDANGSERANG, WARTA DESA – Proses perbaikan jalan utama di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, menuai kritik tajam dari masyarakat setempat. Proyek yang seharusnya menjadi solusi bagi akses mobilitas warga tersebut dinilai berjalan lamban dan mengabaikan standar keselamatan pengguna jalan.
Jalan yang mengalami amblas ini merupakan urat nadi bagi warga Bojongkoneng karena menghubungkan pemukiman warga menuju ibu kota kabupaten di Kajen serta pusat pemerintahan Kecamatan Kandangserang. Karena tidak adanya jalur alternatif yang sepadan, kerusakan ini praktis menghambat aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga pendidikan. Salah satu warga mengungkapkan kekecewaannya karena akses ini sangat krusial, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintas di jalur berbahaya tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalan masih tampak menyempit dan dipenuhi lubang sisa amblasan. Ironisnya, di sekitar titik kerusakan yang cukup parah tersebut tidak ditemukan adanya rambu peringatan yang jelas bagi pengendara, lampu penerangan darurat, maupun pembatas jalan yang memadai untuk mencegah kendaraan terperosok ke area amblas. Ketiadaan aspek keamanan ini sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua saat melintas di malam hari atau ketika hujan lebat yang seringkali menutup pandangan terhadap lubang jalan.
Warga menilai pihak pelaksana atau pemerintah terkait terkesan bertele-tele dalam menangani kerusakan ini. Mereka mendesak agar proses perbaikan segera dikebut mengingat pentingnya jalur tersebut dalam menunjang roda perekonomian desa. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai target waktu penyelesaian maupun kendala yang menyebabkan perbaikan jalan tersebut berjalan lamban. Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu adanya korban jiwa sebelum mengambil tindakan serius di lapangan. ***
Pewarta: Andi Purwandi
Editor: Buono















