close

Berita Desa

Berita DesaLayanan Publik

Akses Vital Amblas, Warga Bojongkoneng Keluhkan Lambannya Perbaikan Jalan Utama

template berita foto warta desa(1)

KANDANGSERANG, WARTA DESA – Proses perbaikan jalan utama di Desa Bojongkoneng, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, menuai kritik tajam dari masyarakat setempat. Proyek yang seharusnya menjadi solusi bagi akses mobilitas warga tersebut dinilai berjalan lamban dan mengabaikan standar keselamatan pengguna jalan.

Jalan yang mengalami amblas ini merupakan urat nadi bagi warga Bojongkoneng karena menghubungkan pemukiman warga menuju ibu kota kabupaten di Kajen serta pusat pemerintahan Kecamatan Kandangserang. Karena tidak adanya jalur alternatif yang sepadan, kerusakan ini praktis menghambat aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga pendidikan. Salah satu warga mengungkapkan kekecewaannya karena akses ini sangat krusial, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintas di jalur berbahaya tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalan masih tampak menyempit dan dipenuhi lubang sisa amblasan. Ironisnya, di sekitar titik kerusakan yang cukup parah tersebut tidak ditemukan adanya rambu peringatan yang jelas bagi pengendara, lampu penerangan darurat, maupun pembatas jalan yang memadai untuk mencegah kendaraan terperosok ke area amblas. Ketiadaan aspek keamanan ini sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua saat melintas di malam hari atau ketika hujan lebat yang seringkali menutup pandangan terhadap lubang jalan.

Warga menilai pihak pelaksana atau pemerintah terkait terkesan bertele-tele dalam menangani kerusakan ini. Mereka mendesak agar proses perbaikan segera dikebut mengingat pentingnya jalur tersebut dalam menunjang roda perekonomian desa. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai target waktu penyelesaian maupun kendala yang menyebabkan perbaikan jalan tersebut berjalan lamban. Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu adanya korban jiwa sebelum mengambil tindakan serius di lapangan. ***

Pewarta: Andi Purwandi

Editor: Buono

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Longsor, Desa Wangkelang Kandangserang terisolasi

Kandangserang, Wartadesa. - Longsor yang terjadi di Desa Wangkelang Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan akibat dari hujan deras kemarin menjadikan Desa Read more

Warga Lambur edarkan ‘kardus’ donasi untuk korban kebakaran

Kandangserang, Wartadesa. - Warga Desa Lambur Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mengedarkan kardus bertuliskan 'Mohon Bantuan Kebakaran Lambur" di Read more

Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Akses Utama Nyaris Putus, Warga Surawangsa Pemalang Bahu-Membahu Bangun Jembatan Darurat

template berita foto warta desa_20260126_100255_0000

WATUKUMPUL, WARTA DESA  – Semangat gotong royong ditunjukkan oleh warga Dukuh Surawangsa, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Pada Senin (26/01/2026), puluhan warga turun ke lokasi untuk membangun jembatan darurat secara swadaya demi menjamin kelancaran aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Material Seadanya Demi Akses Vital

​Dengan keterbatasan alat dan biaya, warga memanfaatkan material alam seperti kayu dan bambu untuk merangkai jembatan penghubung. Meski konstruksinya sangat sederhana, jembatan ini merupakan urat nadi bagi masyarakat setempat.

​Jembatan ini menjadi satu-satunya jalur yang menghubungkan warga menuju:

  • Lahan Pertanian: Memudahkan distribusi hasil panen.
  • Akses Pendidikan: Jalur utama bagi anak-anak menuju sekolah.
  • Pusat Desa: Akses penting untuk urusan administrasi dan kesehatan.

Kondisi Lama Membahayakan

​Keputusan untuk membangun jembatan darurat ini diambil karena kondisi jembatan sebelumnya sudah sangat tidak layak. Jika terus dipaksakan, jembatan lama tersebut dianggap mengancam keselamatan warga yang melintas.

​“Ini akses satu-satunya warga. Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah agar segera dibangun jembatan yang layak,” ungkap salah satu warga di sela-sela kegiatan gotong royong.

Menanti Janji Pemerintah

​Meskipun jembatan darurat kini sudah bisa dilalui, warga menyadari bahwa ketahanannya sangat terbatas, terutama saat cuaca ekstrem. Masyarakat Desa Bodas sangat berharap Pemerintah Kabupaten Pemalang segera turun tangan untuk membangun jembatan permanen yang lebih kokoh.

​Keberadaan jembatan yang aman sangat krusial dalam menunjang mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Dukuh Surawangsa. Hingga berita ini diturunkan, warga masih bergantung pada jembatan kayu tersebut sambil menunggu kepastian pembangunan dari instansi terkait. (Andi Purwandi)

Terkait
Jembatan Kalijambe-Pantianom rusak parah

Rusak parah. Jembatan Pantianom penghubung warga Sragi-Bojong terlihat rusak parah, hingga saat ini belum ada perbaikan. Read more

Musim hujan, pembangunan talud dan jembatan dikebut

Paninggaran, Wartadesa. - Musim penghujan ini tidak menyurutkan pemerintah desa Notogiwang Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan dalam menyelesaikan pekerjaan pembangunan talud Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Hujan Deras Picu Longsor di Desa Sawangan Paninggaran, Material Tanah Tutupi Akses Jalan

template berita foto warta desa_20260126_094201_0000

PANINGGARAN, WARTA DESA– Cuaca ekstrem kembali memicu bencana alam di wilayah pegunungan Kabupaten Pekalongan. Peristiwa tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, pada Minggu (25/1/2026).

Kronologi Kejadian

​Bencana longsor ini terjadi setelah wilayah Paninggaran diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak siang hingga sore hari kemarin. Berdasarkan dokumentasi yang diunggah oleh warga di grup Paninggaran Berita, terlihat tebing di sisi jalan mengalami guguran tanah yang cukup besar.

Dampak Longsor

​Material tanah terlihat menutupi sebagian badan jalan dan area pemukiman di bawahnya. Dari foto yang beredar, terlihat pula kerusakan pada struktur talud atau tembok penahan tanah yang ambrol terseret material longsoran.

​”Longsor di Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, kejadian kemarin,” tulis salah satu saksi mata dalam unggahannya.

Kondisi Terkini dan Imbauan

​Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun, warga setempat diimbau untuk tetap waspada, mengingat wilayah Paninggaran merupakan salah satu titik rawan longsor di Kabupaten Pekalongan, terutama saat memasuki puncak musim penghujan.

​Pihak terkait dan relawan diharapkan segera melakukan langkah-langkah darurat untuk membersihkan material longsor agar aktivitas transportasi warga kembali normal dan mencegah terjadinya longsor susulan yang dapat mengancam rumah warga di sekitar lokasi. (Redaksi)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Pasca Banjir Bandang Desa Sima: Relawan Berjibaku, Pemulihan Fokus di Pemukiman Warga

Selection_010

MOGA, Warta Desa.  – Kondisi Desa Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, pasca diterjang banjir bandang mulai menampakkan dampak kerusakan yang cukup serius. Berdasarkan pantauan langsung tim Kabar Pemalang pada Ahad (25/01/2026), sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah akibat terjangan air dan material lumpur.

Dampak Kerusakan di RT 01/RW 01

Kerusakan tidak hanya terjadi di sepanjang jalan raya utama, namun juga merambah hingga ke area dalam pemukiman, tepatnya di wilayah RT 01 RW 01, Dusun Doko. Di lokasi tersebut, air dilaporkan masuk cukup dalam hingga merusak perabotan dan mengganggu akses sanitasi warga.

“Ini masuknya dalam banget, luar biasa dampaknya. Kalau yang terlihat di depan jalan mungkin banyak transportasi, tapi di dalam lingkungan pemukiman kondisinya sama parahnya,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

Gotong Royong Relawan dan Kondisi Lapangan

Meski cuaca di lokasi terpantau mendung dan sempat turun hujan, semangat para relawan yang didominasi oleh anak muda tidak surut. Mereka terus bahu-membahu membersihkan sisa-sisa banjir dan memulihkan akses lingkungan yang sempat lumpuh.

Beberapa kendala yang dihadapi warga saat ini antara lain:

  • Akses Air Bersih: Aliran air dilaporkan mati total di beberapa titik terdampak.

  • Kondisi Lingkungan: Area pemukiman masih dipenuhi lumpur dan sisa material banjir.

  • Logistik: Warga mulai membutuhkan bantuan untuk kebutuhan dasar harian.

Peninjauan Sektor Pendidikan

Dalam pantauan tersebut, terlihat pula pengurus sekolah (SD) setempat yang turun langsung meninjau kondisi rumah para anak didik mereka. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan siswa serta mendata kerusakan yang mungkin menghambat proses belajar mengajar pasca bencana.

Panggilan Donasi

Bagi masyarakat Kabupaten Pemalang dan sekitarnya yang ingin menyalurkan bantuan, pihak Desa Sima telah menyediakan Posko Terpadu. Relawan dari berbagai unsur sudah bersiaga di lokasi untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada warga yang membutuhkan.

“Bagi kawan-kawan yang ingin menyalurkan donasi, bisa langsung datang ke posko di Desa Sima. Banyak relawan yang sudah siap membantu distribusi,” tutup laporan tersebut. (Redaksi)

Terkait
Kecelakaan, bakul klepon meninggal akibat jalan tergenang air

Tirto, Wartadesa. - Malang bagi Karyatun (50), bakul (penjual-red) klepon dan gethuk, warga Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, motor Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Warga sekitar kali Bremi butuh dukungan pemkot bersihkan enceng gondok

Pekalongan Barat, Wartadesa. - Kondisi kali Bremi Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan sungguh memprihatinkan. Seluruh permukaan dipenuhi dengan tumbuhan enceng Read more

Diduga saluran kali tertutup urugan tol, dukuh Kebonagung terendam banjir

Kedungwuni, Wartadesa. - Diduga saluran kali yang melintas jalan raya Tangkiltengah-Kedungwuni tertutup urugan tanah jalan tol ruas Pemalang-Batang, pedukuhan Kebonagung, Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Longsor Terjang Dukuh Siranti Watukumpul, Dua Warga Dilaporkan Hilang

Selection_001

PEMALANG, WARTA DESA. – Kabar duka menyelimuti wilayah selatan Kabupaten Pemalang. Bencana tanah longsor berskala besar menerjang pemukiman warga di Dukuh Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul pada Minggu (25/01/2026). Berdasarkan pantauan dari berbagai sumber media sosial lokal seperti Kabar Pemalang TV, material longsoran berupa tanah lumpur dan pepohonan menutup akses jalan serta menimbun sejumlah area di lokasi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih sangat mencekam. Dua orang warga setempat dinyatakan hilang dan diduga kuat tertimbun material longsor. Relawan bersama warga sekitar terus berupaya melakukan pencarian secara manual sembari menunggu bantuan alat berat dan tim evakuasi tiba di lokasi kejadian.

Penyebab dan Dampak Kejadian

Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras dengan durasi yang cukup lama di wilayah perbukitan Watukumpul, yang menyebabkan kondisi tanah menjadi jenuh air dan labil. Beberapa poin penting terkait kondisi terkini antara lain:

  • Proses Evakuasi: Warga dan relawan bergotong royong membersihkan lumpur, namun medan yang terjal dan kondisi tanah yang masih bergerak menjadi kendala utama.

  • Akses Terputus: Beberapa titik jalan desa tertutup total, menyulitkan kendaraan roda empat untuk masuk memberikan bantuan logistik.

  • Himbauan Keamanan: Mengingat cuaca masih belum stabil, warga yang berada di zona rawan diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari potensi longsor susulan.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang serta TNI/Polri dilaporkan tengah menuju lokasi untuk mengoordinasikan pencarian korban yang hilang. Seluruh elemen masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta mendoakan agar kedua warga yang hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat. (Redaksi)

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Bencana Longsor Terjang Depok Lebakbarang, Lima Ekor Sapi Dilaporkan Mati Tertimbun

Selection_116

Lebakbarang, Warta Desa, 25 Januari 2026. – Warga Desa Depok, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, dikejutkan dengan peristiwa tanah longsor yang terjadi baru-baru ini. Bencana alam tersebut dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan tersebut dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tanah yang labil di area perbukitan membuat lereng tidak mampu menahan beban air, sehingga material tanah dan bebatuan luruh ke arah pemukiman dan lahan warga.

Beruntung, dalam kejadian nahas ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa dari pihak warga. Namun, kerugian materiil tidak dapat dihindari. Berdasarkan laporan di lapangan, sebuah kandang ternak yang berada di jalur longsoran hancur seketika. Akibatnya, lima ekor sapi milik warga setempat dilaporkan mati karena tertimbun material longsoran yang cukup tebal. Kejadian ini menjadi duka tersendiri bagi pemilik ternak yang mengandalkan hewan-hewan tersebut sebagai sumber ekonomi.

Pihak terkait dan aparat desa segera terjun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta pemantauan titik-titik rawan di sekitar area kejadian. Hingga saat ini, proses evakuasi dan pembersihan material terus dikoordinasikan. Mengingat cuaca yang masih ekstrem dan kondisi tanah yang masih berisiko, warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi warga yang memiliki rumah atau aktivitas di wilayah perbukitan serta dekat dengan aliran air, diharapkan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika hujan deras kembali turun dalam durasi yang lama guna menghindari adanya longsor susulan. (Redaksi)

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Longsor Kandangserang, ratusan warga terisolir

Kandangserang, Wartadesa. -  Ratusan warga Desa Klasem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan kini hidup dalam kondisi khawatir saat hujan deras, pasalnya Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Tanah Bergerak di Desa Bubak, Dua Rumah Warga Rusak Parah Akibat Hujan Deras

template berita foto warta desa(7)

Kandangserang, Warta Desa, 24 Januari 2024. — Fenomena tanah bergerak melanda wilayah perbukitan di Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Dukuh Bubak, Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang. Akibat hujan deras dengan intensitas tinggi, dua unit rumah milik warga mengalami kerusakan serius setelah pondasi tanah di bawahnya ambles dan bergeser pada Jumat sore, 23 Januari 2026.

Peristiwa ini mulai dirasakan oleh warga sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan laporan dari Kepala Desa setempat, pergerakan tanah terjadi secara perlahan namun pasti hingga merusak bangunan permanen. Menanggapi situasi tersebut, Kapolres Pekalongan Rachmad C. Yusuf melalui Kapolsek Kandangserang Slamet Riyadi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan personel untuk melakukan pengecekan lokasi guna memastikan keselamatan para penghuni.

Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, ditemukan dua rumah warga di lingkungan RT 008 RW 004 yang terdampak cukup parah. Rumah tersebut diketahui milik Sani yang berusia 59 tahun dan Kowiyah yang berusia 63 tahun. Kondisi rumah Sani mengalami kerusakan fatal di bagian belakang, di mana tembok bangunan roboh total akibat tanah penyangganya ambles ke bawah. Sementara itu, rumah milik Kowiyah mengalami keretakan yang sangat mengkhawatirkan pada bagian depan dan samping.

Slamet Riyadi menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan di tempat kejadian, rumah Kowiyah mengalami keretakan dengan lebar lubang mencapai kurang lebih 10 sentimeter. Total panjang keretakan tersebut mencapai sekitar 15 meter yang memanjang dari bagian depan hingga ke samping rumah. Struktur bangunan yang sudah tidak stabil ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir cukup besar bagi kedua korban.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pihak Polsek Kandangserang bersama perangkat desa setempat telah memberikan imbauan kepada para pemilik rumah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan susulan. Para penghuni rumah diminta untuk sementara waktu mengungsi ke tempat saudara yang lebih aman jika hujan turun lebat kembali, mengingat kondisi tanah di lokasi masih sangat labil dan berisiko terjadi pergerakan susulan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pekalongan untuk langkah mitigasi lebih lanjut. Personel Bhabinkamtibmas juga disiagakan untuk terus memantau perkembangan struktur tanah di wilayah tersebut guna mengantisipasi agar area terdampak tidak meluas ke pemukiman warga lainnya. (Redaksi)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Longsor, Desa Wangkelang Kandangserang terisolasi

Kandangserang, Wartadesa. - Longsor yang terjadi di Desa Wangkelang Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan akibat dari hujan deras kemarin menjadikan Desa Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

selengkapnya
Berita DesaSosial Budaya

Semangat Relawan Subah Bersihkan Masjid Hj Mutimah Dahlan Doro di Tengah Guyuran Hujan

template berita foto warta desa

DORO, WARTA DESA – Kawasan Doro yang diguyur hujan sejak malam hari tidak menjadi penghalang bagi Komunitas Masjidku Bersih untuk menjalankan misi mulianya. Dengan slogan Marbot on the Road, puluhan relawan ini menyambangi Masjid Hj Mutimah Dahlan Doro pada Jumat, 23 Januari 2026, untuk melakukan aksi bersih-bersih masjid secara sukarela.

Kedatangan rombongan yang berjumlah lebih dari 50 relawan pria dan wanita usia paruh baya asal Subah ini disambut hangat oleh Ketua PCM Ansorin beserta Ketua Takmir Masjid Sukendro dan jajarannya. Tanpa mengharapkan imbalan materi, para relawan ini datang dengan satu tujuan utama, yakni berkhidmat untuk kenyamanan ibadah umat dan bekal kehidupan akhirat.

Kemandirian komunitas ini terlihat jelas dari persiapan yang mereka bawa. Selain membawa semangat yang meluap, para relawan juga memboyong sendiri logistik berupa makanan dan minuman, serta perlengkapan kebersihan yang sangat lengkap. Mulai dari sapu, sabun pembersih, kain lap, hingga mesin penyedot debu khusus karpet mereka siapkan sendiri dari rumah.

Aksi bersih-bersih ini berjalan sangat terorganisir di bawah komando Sukrisyadi yang membagi tim ke dalam beberapa pos tugas khusus. Ada relawan yang fokus membersihkan kaca hingga bening, tim yang merapikan serta mencuci mukena dan sarung, hingga tim teknis yang menangani pembersihan karpet dan lantai masjid. Sukrisyadi dan timnya memang sudah terbiasa bergerak cepat dan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain setiap hari Jumat untuk membantu para takmir menjaga kesucian masjid.

Menanggapi aksi luar biasa ini, Ansorin mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam kepada Sukrisyadi dan seluruh anggota tim. Ia menyebutkan bahwa kehadiran relawan Marbot on the Road telah memberikan perubahan nyata bagi kenyamanan masjid. Menurutnya, Masjid Hj Mutimah Dahlan kini tampak jauh lebih bersih dan bersinar berkat kerja keras para relawan, dan ia berharap amal kebaikan tersebut mendapat balasan setimpal dari Allah SWT.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam tersebut diakhiri dengan ramah tamah singkat. Setelah seluruh area masjid dipastikan bersih dan rapi, para relawan berpamitan kepada pengurus masjid untuk melanjutkan perjalanan mereka kembali ke Subah. (Isa Anshori)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Berita Desa

Jembatan Presisi Jadi Napas Baru, Mobilitas Warga Trajumas Kini Makin Lancar dan Aman

template berita foto warta desa(2)

Pekalongan, Warta Desa, – Kabar gembira kini menyelimuti warga Desa Trajumas dan sekitarnya. Peresmian Jembatan Presisi di Kecamatan Kandangserang pada Senin, 13 Januari 2026, menjadi tonggak sejarah baru bagi kemajuan akses transportasi di wilayah tersebut. Kehadiran jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik semata, melainkan jawaban atas kerinduan warga akan akses mobilitas yang lebih aman, nyaman, dan cepat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Administratur (ADM) Pekalongan Timur, Sugeng Bowo Leksono, yang hadir langsung dalam acara peresmian tersebut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ini merupakan buah manis dari sinergi yang kuat antara pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Dalam pandangannya, Jembatan Presisi memiliki peran yang sangat strategis dalam memutus hambatan geografis dan memperlancar urat nadi perekonomian antarwilayah.

Menurut Sugeng Bowo Leksono, jembatan ini berfungsi sebagai sarana vital yang akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi warga Desa Trajumas dan Desa Bodas. Dengan akses yang kini lebih terbuka, warga tidak lagi harus bersusah payah menempuh rute yang sulit. Infrastruktur ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal, sehingga hasil bumi dan usaha warga dapat terdistribusi dengan lebih efisien ke luar wilayah.

Lebih lanjut, beliau menitipkan pesan penting agar jembatan yang telah dibangun dengan susah payah ini dirawat bersama oleh seluruh lapisan masyarakat. Perawatan yang baik akan memastikan usia pakai jembatan menjadi lebih panjang dan manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang. Harapan besar juga disematkan agar pembangunan infrastruktur serupa dapat terus berlanjut secara merata di seluruh wilayah Kandangserang demi pemerataan kemajuan desa.

Antusiasme warga terlihat sangat nyata saat prosesi peresmian berlangsung. Mereka menyambut hadirnya jembatan ini dengan rasa syukur karena kini anak-anak sekolah dapat berangkat dengan lebih aman, para petani lebih mudah mengangkut hasil panen, dan akses layanan kesehatan pun menjadi lebih terjangkau. Jembatan Presisi kini berdiri kokoh sebagai simbol kemandirian dan semangat gotong royong warga Desa Trajumas dalam menjemput masa depan yang lebih cerah.***

Pewarta Andi Prwandi

Editor: Buono

Terkait
Jembatan Kalijambe-Pantianom rusak parah

Rusak parah. Jembatan Pantianom penghubung warga Sragi-Bojong terlihat rusak parah, hingga saat ini belum ada perbaikan. Read more

Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Musim hujan, pembangunan talud dan jembatan dikebut

Paninggaran, Wartadesa. - Musim penghujan ini tidak menyurutkan pemerintah desa Notogiwang Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan dalam menyelesaikan pekerjaan pembangunan talud Read more

Longsor, Desa Wangkelang Kandangserang terisolasi

Kandangserang, Wartadesa. - Longsor yang terjadi di Desa Wangkelang Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan akibat dari hujan deras kemarin menjadikan Desa Read more

selengkapnya
Berita DesaSosial Budaya

Tanpa Anggaran Pemerintah, Warga Dukuh Tropong Mandiri Bangun Gapura Desa

template berita foto warta desa(2)

LEBAKBARANG,WARTA DESA – Semangat gotong royong warga Dukuh Tropong, Desa Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, patut menjadi teladan. Secara swadaya, warga yang bermukim di sekitar 30 rumah di wilayah tersebut berinisiatif membangun gapura pintu masuk dukuh tanpa bergantung pada bantuan anggaran pemerintah.

Kegiatan pembangunan yang dimulai sejak Jumat (16/1/2026) ini telah memasuki hari kedua pada Sabtu (17/1/2026). Seluruh pembiayaan proyek ini murni bersumber dari iuran sukarela warga serta dukungan penuh dari para pemuda, baik dalam bentuk dana maupun tenaga.

Menghidupkan Jati Diri Bangsa

Salah satu warga Dukuh Tropong, Warso, menyatakan bahwa pembangunan gapura ini merupakan buah dari kesepakatan bersama. Ia menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menjaga warisan leluhur.

“Ini murni swadaya warga. Semua sepakat iuran sesuai kemampuan. Pemuda juga ikut membantu, baik dana maupun tenaga,” ujar Warso. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana untuk menghidupkan kembali nilai jati diri bangsa melalui gotong royong yang nyata.

Sinergi Pemuda dan Ibu-Ibu

Kekompakan di Dukuh Tropong terlihat jelas dari pembagian peran antarwarga:

  • Pemuda: Aktif terjun langsung mulai dari penyiapan material hingga pengerjaan konstruksi di lapangan.

  • Ibu-ibu: Secara rutin menyiapkan konsumsi berupa jajanan dan minuman untuk menyemangat para pekerja.

Sinergi dari berbagai kalangan inilah yang menjadi faktor utama kelancaran pembangunan di lapangan.

Simbol Kebersamaan

Gapura ini diharapkan tidak hanya berfungsi untuk memperindah estetika lingkungan, tetapi juga menjadi identitas khas bagi Dukuh Tropong. Lebih dari itu, bangunan fisik ini akan menjadi saksi bisu kuatnya rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga di Desa Lebakbarang.

Aksi mandiri ini membuktikan bahwa keterbatasan anggaran formal bukan menjadi penghalang bagi warga desa untuk memajukan daerahnya sendiri melalui kerja sama.***

Kontributor: Susandi

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya