close

Lingkungan

LingkunganSosial Budaya

Lima desa di Pemalang terendam rob

rob pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Dampak banjir rob di pesisir utara Kabupaten Pemalang dirasakan warga. Sedikitnya lima desa di Kota Ikhas terdampak, akibat air pasang tersebut. Lima desa terdampak meliputi Desa Ketapang, Blendung, Tasikrejo, Kertosari, dan Limbangan.

Ketinggian air di masing-masing desa yang terkena rob mengganggu akses warga, utamanya saat warga beraktivitas di permukiman atau rumah mereka.

Selain lima desa tersebut, rob juga merendam permukiman warga di Desa Kaliprau, kondisi ketinggian air saat ini setinggi 25 centimeter di Dusun IV RT 06 RW 06.

Camat Ulujami, Yanuar Nitbani mengatakan bahwa banjir rob dimulai dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, kemudian malam hari sampai pagi banjir rob surut.

Yanuar menambahkan bahwa banjir rob di wilayah Ulujami sudah memasuki hari kelima, menurutnya seharusnya sudah selesai, namun akibat cuaca ekstrim kali ini, banjir rob masih dialami warga. “Mestinya sudah selesai, tapi tahun ini lebih lama dan ekstrim,” ujar Yanuar, Jumat (5/6).

Hingga saat ini, belum ada warga di lima desa tersebut yang mengungsi akibat banjir rob.

Sementara itu, BMKG mengingatkan bahwa bulan ini akan terjadi ombak besar dan berpontensi terhadap tinggi nya rob pada pertengahan bulan ini. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Banjir rob di Wonokerto capai 1,5 meter

simonet

Wonokerto, Wartadesa. – Banjir rob di Dukuh Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto mencapai 1,5 meter. Akibatnya, 14 warga dukuh tersebut terpaksa diungsikan ke TPSR yang lokasinya lebih tinggi. Rabu (03/06).

“Untuk sementara yang dapat saya evakuasi 14 jiwa. Ini mereka yang minat untuk mengungsi. Namun jika nanti situasi robnya tidak surut warga lainnya akan kita paksa untuk ngungsi. Kita terus melakukan pantauan,” kata Sugiono, Kades Semut, Kamis (04/06).

Sebelumnya banjir rob hanya berkisar 30-40 centimeter, namun air laut pasang membuat ketinggian air pedukuhan Simonet semakin tinggi.  “Jika sebelumnya rob masih wajar sekitar 30 cm hingga 40 cm. Mulai kemarin dan hari ini kok ndak surut tapi malah tambah karena mungkin didorong angin yang kencang air pasang lautnya,” lanjut Sugiono.

Untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi, Sugiono menambahkan bahwa saat ini kebutuhan ditanggung oleh pihak desa, sembari menunggu bantuan dari pihak lain.

Tingginya rob di Simonet diakibatkan oleh tanggul raksasa melintang, yang menyebabkan air laut yang meluap tidak bisa mengalir ke sisi selatan tanggul.

Sugiono meminta agar pemerintah membangun tanggul penahan gelombang di Simonet yang saat ini dihuni oleh 56 rumah dengan 250 kepala keluarga.

Menurutnya dulu tanggul penahan gelombang tingginya dua meter, namun saat ini tinggal satu meter ketinggiannya, hal demikian menyebabkan air dari laut langsung menyerbu Simonet. “Breakwater itu dulu tingginya sekitar dua meter, namun sekarang ambles hingga tingginya kurang dari 1 meter. Konstruksi batu untuk pemecah gelombang ini juga banyak yang bolong sehingga tidak berfungsi optimal saat air laut pasang,” lanjutnya.

Selasa (02/06) sebelumnya, Pemkab Pekalongan menawarkan relokasi warga yang tinggal di Simonet. “Kami menawarkan solusi relokasi bagi warga dukuh semonet untuk mendekati pemukiman warga lain. Tapi mata pencahariannya tetap di sini,” ucap Bupati Pekalongan saat mengunjungi pedukuhan tersebut.

Menurut Bupati Asip, untuk mewujudkannya kita butuh proses waktu yang cukup lama, namun minimal hari ini pihaknya sudah memulai untuk menyampaikan program-programnya melalui sosialisasi oleh kades setempat.

“Pemkab punya altenatif untuk pemukiman yang aman tanpa masyarakat meninggalkan basis mata pencahariannya yaitu nelayan”tandasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Jaga ketahanan pangan saat pandemi Korona, Kades wuled ajak manfaatkan pekarangan

berkebun

Tirto, Wartadesa. –  Sawan (wabah/pagebluk) Korona saat ini membawa kondisi sulit bagi siapapun. Sehingga warga perlu meningkatkan cadangan pangan, karena wabah pagebluk tersebut tidak bisa diprediksi kapan berakhir. Hal demikian membuat Kepala Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Pekalongan mengajak seluruh warganya untuk memanfaatkan area yang ada untuk ditanami dengan sayur dan tanaman pangan lainnya untuk menjaga cadangan pangan warga.

“Kondisi seperti sekarang sulit diprediksi sehingga kita perlu meningkatkan cadangan pangan, karena wabah pageblug atau sawan tidak bisa di prediksi kapan akan berakhir. Sedangkan pengangguran semakin banyak, anjuran pemerintah utuk tetap di rumah demi kebaikan kita harus kita turuti… Kami berharap warga desa untuk stop sambat dan gluntang-gluntung (mengeluh dan berdiam diri dirumah saja). Yok, kita manfaatkan pekarangan, samping, belakang rumah utk kita tanami sayuran,” tuturnya, Selasa (21/04).

Menurut Wasduki, membangun ketahanan pangan dalam rangka menghadapi musim paceklik sudah selayaknya dilakukan oleh berbagai kalangan, termasuk jajaran pemerintah desa dan warganya. “Ojo mung sambat karo gluntang gluntung, bergerak sedulurku, tanam apa yang bisa kita tanam,” lanjutnya.

Ajakan untuk memanfaatkan lahan yang ada yang dilakukannya tersebut, saat ini sudah dimulai dari dirinya dan para perangkat desa, “kami mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan lahan yang ada, minimal menanam sayuran yang cepat panen, sehingga bisa membantu ketersediaan gizi warga menghadapi virus Korona,” ujar Wasduki menambahkan.

Pantauan di lapangan, area samping dan belakang rumah milik Kepala Desa dan Perangkat Desa Wuled, serta lahan milik pemerintah desa yang menganggur sudah dibersihkan dan mulai ditanami berbagai sayuran dan tanaman kebun obat atau apotik hidup. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Lingkungan

Alih fungsi lahan jadi penyebab longsor di Pranten Batang

longsor pranten

Batang, Wartadesa. – Alih fungsi lahan di Desa Pranten Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang disinyalir menjadi penyebab longsor dan banjir bandang yang menutup akses jalan warga setempat, Jum’at (17/04) kemarin.

Diketahui, hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bawang, kemarin mengakibatkan banjir lumpur yang membanjiri beberapa jalan di Dukuh Sigemplong Desa Pranten Kecamatan Bawang Kabupaten Batang.

Selain banjir disertai material lumpur, longsor terjadi hingga menyebagbkan akses menuju Pranten–Bawang tidak dapat di lewati pengguna jalan, walaupun tidak menimbulkan korban jiwa namun terdapat kerugian pada petani, dengan luas area yang terkena bencana alam seluas tiga hektar tanaman bawang putih.

“Alih fungsi lahan hutan salah satu faktor terjadinya tanah longsor, untuk meminimalisir bencana longsor maka mulai sekarang perbanyak tanaman keras yang bisa menyimpan air serta cocok ditanam di daerah tebing,” ujar Wihaji saat meninjau lokasi dan memimpin kerja bakti membersihkan material longsor, Sabtu (18/04).

“Saya apresiasi dan berterima kasih atas dedikasi dan jiwa relawan TNI Polri dan ormas melakukan pembersihan material longsoran, sehingga jalan bisa dilalui kembali,” lanjut Wihaji.

Wihaji juga berharap dengan kejadian tanah longsor bisa menjadi pelajaran bagi kita, agar menjaga kelestarian hutan dan ekosistem alam. Sehingga bisa meminimlaisir dan mencegah bencana longsor.

Sementara itu, Kepala Pelaksanan BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi mengungkapkan, bencana longsor dan banjir bandang terjadi, Jumat (17/4) pukul 08.00 WIB, menyebabkan tebing setinggi 50 meter dan lebar 25 meter longsor membawa material menutupi Jalan Dukuh Pranten Desa Pranten Kecamatan Bawang.

“Walaupun bencana longsor dan banjir bandang yang menimpa Desa Praten tidak ada korban jiwa namun, ada kerugian petani diprediksi Mencapai Rp455 juta,” jelas Ulul Azmi.

Kapolsek Bawang Polres Batang AKP Muharom mengatakan bahwa Desa Pranten merupakan wilayah paling rawan bencana. “Desa Pranten daerah paling rawan bencana tanah longsor, karena masuk rawan bencana Polsek dan Koramil Bawang berupaya semaksimal mungkin mempersiapkan gencarkan sosialisasi masyarakat agar tanggap dan tangguh bencana,”kata AKP Muharom. (Eva Abdullah)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor Lebakbarang, evakuasi material dilanjutkan pagi ini

Lebakbarang, Wartadesa. - Longsor kembali terjadi di Desa Mendolo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, semalam, Ahad (06/01) sekitar pukul Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

selengkapnya
Lingkungan

Kedungkebo akan dijadikan TPA Sampah, ini syarat yang diminta warga

kedungkebo

Karangdadap, Wartadesa. –  Berlebihnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA)  Sampah di Bojonglarang membuat Pemerintah Kabupaten Pekalongan mencari alternatif lokasi TPA Sampah. Sebelumnya alternatif TPA Sampah diusulkan di Desa Kaligawe, Karangdadap, namun ditolak warga. Kini Desa Kedungkebo menjadi salah satu alternatif lokasi TPA Sampah tersebut. Namun warga dan pemerintah desa setempat mempunyai syarat yang harus dipenuhi.

Pemkab Pekalongan bersama DPRD melalui Komisi III merencanakan akan mengalikan TPA Sampah ke Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap. Terkait hal tersebut Komisi III meninjau langsung lokasi yang akan dijadikan TPA Sampah di desa setempat.

“Letaknya sangat memenuhi, laporan dari Kades Kedungkebo pun bahwa masyarakat tidak keberatan jika diwilayahnya dijadikan TPA, tetapi ada beberapa persyaratan yang diajukan oleh masyarakat. InsyaAllah nanti akan dipenuhi oleh Pemerintah Daerah lewat dinas terkait,” ujar Catur Ardiansah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (14/04).

Sementara itu Camat Karangdadap, Abdul Qoyyum  menyampaikan beberapa persyaratan yang diajukan oleh warga Kedungkebo. Ada empat hal yakni, pertama masyarakat meminta agar ada beberapa warganya diajak ke Malang untuk study banding terkait dengan pengelolaan sampah secara modern dan ramah lingkungan, kedua, agar dump truk yang membawa sampah   menggunakan bak tertutup sehingga tidak ada sampah yang jatuh dijalanan.

Ketiga warga  meminta dalam pengelolaan sampah tersebut melibatkan tenaga dari warga sekitar sehingga memberikan dampak ekonomi juga di sekitar. Keempat agar juga terkoneksi dengan KBK yang merupakan dibawah pengelolaan BUMDes untuk wisata edukasi dan wisata kuliner. (Eva Abdullah)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
EducationEkonomiLingkungan

Kedutaan Ceko dan Ostrava Zoo dukung kegiatan ekonomi di habitan Owa Jawa

ostrava

Petungkriyono, Wartadesa. – Konservasi Owa Jawa melalui kegiatan ekonomi berkelanjutan di daerah Hutan Petungkriyono, Pekalongan didukungoleh Kedutan Republik Ceko dan Ostrava Zoo. Ostrava Zoo merupakan kebun binatang terbesar di Czechia.

Swaraowa sebelumnya telah menginisiasi pemberdayaan ekonomi melalui kopi untuk konservasi berkelanjutan Owa Jawa di Hutan Petungkriyono. Konservasi yang dilakukan Swaraowa dengan melibatkan warga setempat ini dimulai sejak 2012 lalu.

Penelitian yang dilakukan oleh Swaraowa, mencatat  populasi terbesar untuk Owa di Jawa Tengah terdapat di Hutan Petungkriyono, Pekalongan. Prioritas upaya pelestarian dengan peningkatan ekonomi warga sekitar hutan habitat Owa jawa terus di kembangkan hingga saat ini.

Pengembangan pengolahan komoditas hutan, peningkatan kapasitas kelompok-kelompok masyarakat sekitar hutan dan pemasaran menjadi kegiatan utama untuk mendorong keberlanjutan pelestarian Owa Jawa dan habitat aslinya. Sejak tahun 2012 dengan bantuan Ostrava Zoo dan beberapa donor lain sudah memberikan hasil nyata dengan munculnya usaha kopi untuk konservasi Kopi Owa di tingkat lokal hingga pasar internasional.

Tahun 2019 Owa Jawa bekerjasama dengan Ostrava Zoo menggelar charity run (lari dengan tujuan untuk menggalang dana konservasi Owa Jawa). Dari laman swaraowa disebutkan bahwa tujuan dari penggalangan dana tersebut untuk mendukung tim lapangan dengan kendaraan operasional yang dapat digunakan untuk kampanye edukasi konservasi dan pemasaran produk-produk komuditas kopi Petungkriyono. Gelaran acara tersebut berhasil mengumpulkan dana CZK 200.000. (atau senilai Rp 13.069.274.000).

Dana yang terkumpulkan kemudian diserahkan ke tim swaraowa untuk pembelian kendaraan operasional, mendukung kegiatan ekonomi di habitat Owa Jawa, dan mendukung edukasi konservasil. Penyerahan dana secara simbolis dilakukan perwakilan dari Ostrava Zoo yang di wakili oleh Frantisek Pibirsky dan Jacub Cerny Deputi Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia. (Sumber: swaraowa)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Harga lombok di pasar tradisional Pekalongan tembus 40 ribu

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Harga lombok atau cabai di Kota Pekalongan dan sekitarnya tembus higga Rp. 32 ribu perkilogram, bahkan Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Pemuda Desa Tegalontar Swadaya adakan Penyemprotan Desinfektan

tegallontar

Sragi, Wartadesa. – Senin (23/03) Sekelompok pemuda Desa Tegalontar Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan mengadakan giat penyemprotan disinfektan di tempat ibadah desa setempat secara swadaya kegiatan berlangsung mulai pukul 19.30 sampai 03.00 dini hari.

Kordinator kegiatan, Gigih mengatakan kegiatan tersebut muncul dari ide beberapa pemuda. “Kegiatan ini muncul dari kawan – kawan pemuda untuk turut serta berberan mencegah munculnya korona dilingkungan kami dan menyikapi berita Hoax yang beredar dimedsos , adapun biaya kami kontengan ( swadaya ) sasaran kami adalah tempat ibadah,” sebut Gigih

Dia berharap masyarakat didesanya jangan panik dan mengikuti apa yang telah dianjurkan oleh pemerintah terkait penyebaran virus Korona (Covid-19).

Kades Tegalontar Mohammad Rizal mengapresuasi apa yang telah dilakukan oleh pemuda didesanya tersebut. “Saya sangat mengapresiasi semangat para pemuda yang telah melaksanakan kegiatan penyemprotan desinfektan tersebut mudah – mudahan akan bermanfaat khususnya untuk masyarakat Tegalontar.” Kata Rizal. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Lingkungan

Akan dibangun taman, sampah di Bojongbata dibersihkan

sampah bojongbata

Pemalang, Wartadesa. – Sampah yang menumpuk, lama, di tepi jalanan Bojongbata, Kabupaten Pemalang dibersihkan kemarin, Jum’at (13/03). Rencananya tempat tersebut akan dibuat taman dengan anggaran dari APBD tahun 2020. Sebelumnya tepi jalanan tersebut  ditumbuhi tanaman pisang dan rumput liar, tapi karena ada satu orang yang  membuang tebangan pohon dan sampah-sampah, akhirnya banyak orang jadi ikut-ikutan.

Warga Perumahan Bojongbata yang berada di RW 17 dan RW 12, bersama pihak Kelurahan, dibantu tenaga DLH Pemalang,  bergotong royong mengatasi timbunan sampah yang sudah sejak lama mengonggok ditempat itu, oleh DLH, timbunan sampah tersebut, rencananya akan segera dituntaskan hari ini juga.

Lurah Bojongbata, Ahmad Saifudin, saat ditemui dilokasi mengatakan, gotong royong membersihkan sampah yang dilakukan warganya dilingkungan RT. 05 RW. 17. merupakan respon bersama agar lingkungan perumahan Bojongbata tidak terlihat kumuh. Kepada seluruh warganya, Lurah Saifuddin berharap, mereka dapat memantau kebersihan dilokasi tersebut, karena menurut Saifuddin, sampah yang dibuang ditempat itu, bukanlah sampah rumah tangga.

“Maka demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, saya minta kesadaran seluruh masyarakat supaya dapat menerapkan ketertiban dalam membuang sampah,” ujar Saifuddin.

Sementara itu, Ketua RW. 17 Kelurahan Bojongbata, Rasiman mengharapkan masyarakat yang membuang, rancah -rancah atau ranting -ranting pohon dan lainnya di lingkungan Perumnas Bojongbata dengan menggunakan armada, supaya bisa langsung masuk ke TPA Pesalakan. Karena menurut Rasiman, lokasi yang digunakan untuk tempat pembuangan sampah tersebut bukanlah TPS namun ditepi jalan umum.

“Jika nanti akan ditunjang dengan restorasi atau taman oleh Pemda, kita akan berkoordinasi dengan Aliansi Patih Sampun. untuk merawat taman tersebut bersama-sama dengan di RW 17 dan 12”, ungka rasiman.

Senada dengan Rasiman, Kepala Unit Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang, Slamet Sugisto berharap, Bojongbata bersih dari sampah. Tempat tersebut, kata Sugisto, kedepan akan dijadikan taman dengan anggaran APBD tahun 2020. Terkait dengan kegiatan gotong-royong yang dilakukan oleh warga RW 17 dan 12, dalam ikut mengatasi sampah liar, pihaknya menyampaikan apresiasi dan terimakasih.  (Eva Abdullah)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

Jembatan putus, jalur Bodas-Pagelaran tak bisa dilalui

jembatan bodas

Pemalang, Wartadesa. – Putusnya jembatan penghubung antara Desa Bodas dan Desa Pagelaran, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang pada Kamis siang (12/03) membuat jalur antar desa tersebut tidak bisa dilalui.

Hujan lebat yang terjadi sejak pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB tersebut menyebabkan banjir besar di Sungai Picung dan meruntuhkan jembatan yang ada di jalan desa, tepatnya di RT 012 RW 003.

“Kejadian berawal hari Kamis tanggal 12 Maret 2020 pukul 14.00 WIB di Desa Bodas terjadi hujan dengan intensitas sedang, sampai dengan pukul 21.00 WIB hujan tidak berhenti. Hal tersebut menyebabkan terjadinya banjir besar di Sungai Picung dan meruntuhkan jembatan yang ada di sungai tersebut,” terang Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu melalui Kapolsek Watukumpul AKP Muawan Subagio.

Berdasarkan peta bencana BPBD Kabupaten Pemalang, Desa Bodas termasuk ke dalam salah satu wilayah rawan bencana tanah longsor di Kecamatan watukumpul karena kondisi tanah yang terjal dan labil, papar  Muawan Subagio

Kesimpulan sementara penyebab bencana hujan sangat lebat dan tanah labil dengan dampak Bencana yaitu akses jalan menuju Desa Pagelaran terputus. Perkiraan Kerugian sekitar 100 juta. Pungkas Muawan. (Eva Abdullah)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Lingkungan

Ramai-ramai tanam rumput di Cawet

rumput cawet

Pemalang, Wartadesa. – Warga Cawet, Kecamatan Watukumpul, Pemalang bersama jajaran Polres Pemalang, Forkompinda, Dandim 0711, Karang Taruna, GP Ansor, Pemuda Pancasila, Tagana KSB Pemalang ramai-ramai menanam rumput vetiver dalam gelaran Ngrumat Cawet, Nandur Bareng Rumput Vetiver di Desa Cawet, Jum’at (13/03).

Penanaman rumput vetiver bertujuan untuk mengurangi resiko bencana tanah longsor, dikarenakan rumput ini berakar dan berbatang kuat. Selain itu, vertiver bernilai ekonomis, bibitnya dapat dijual, rumputnya dapat dijadikan pakan ternak dan akarnya dapat diolah menjadi kerajinan tangan. Selain itu rumput ini dapat merehabilitasi lokasi-lokasi yang kurang subur serta dapat menjaga kelestarian lingkungan.

Bupati Pemalang, Junaedi dalam kesempatan tersebut mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, karena potensi bencana cenderung meningkat setiap tahun, akibat pergerakan bumi berbeda beda. “Karena itu masyarakat dituntut lebih peduli terhadap lingkungan,” kata Junaedi.

Menurut Junaedi, Kecamatan Watukumpul merupakan wilayah dengan potensi bencana tertinggi di Kabupaten Pemalang, seperti tanah longsor, sehingga menjadi prioritas konsentrasi bersama, agar lebih waspada.

Diketahui, akar rumput vetiver berbentuk serabut dan jauh masuk kedalam tanah setelah tumbuh, akarnya dapat mencapai hingga kedalaman 5.2 meter. Jika ditanam di lereng-lereng keras dan berbatu, ujung-ujung akar vetiver mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang kuat.

Akar-akar ini mampu menahan partikel-partikel tanah sehingga dapat mencegah erosi. Batangnya kaku dan keras, tahan terhadap aliran air. Jika ditanam rapat atau berdekatan, akan membentuk pagar dan mampu mengurangi kecepatan aliran air dan menahan matrial sediment. Tumbuhan ini tidak menghasilkan bunga dan biji-bijian namun dapat tumbuh menyebar seperti alang-alang atau rerumputan lainnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya