close

Lingkungan

Lingkungan

Kedungkebo akan dijadikan TPA Sampah, ini syarat yang diminta warga

kedungkebo

Karangdadap, Wartadesa. –  Berlebihnya kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA)  Sampah di Bojonglarang membuat Pemerintah Kabupaten Pekalongan mencari alternatif lokasi TPA Sampah. Sebelumnya alternatif TPA Sampah diusulkan di Desa Kaligawe, Karangdadap, namun ditolak warga. Kini Desa Kedungkebo menjadi salah satu alternatif lokasi TPA Sampah tersebut. Namun warga dan pemerintah desa setempat mempunyai syarat yang harus dipenuhi.

Pemkab Pekalongan bersama DPRD melalui Komisi III merencanakan akan mengalikan TPA Sampah ke Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap. Terkait hal tersebut Komisi III meninjau langsung lokasi yang akan dijadikan TPA Sampah di desa setempat.

“Letaknya sangat memenuhi, laporan dari Kades Kedungkebo pun bahwa masyarakat tidak keberatan jika diwilayahnya dijadikan TPA, tetapi ada beberapa persyaratan yang diajukan oleh masyarakat. InsyaAllah nanti akan dipenuhi oleh Pemerintah Daerah lewat dinas terkait,” ujar Catur Ardiansah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (14/04).

Sementara itu Camat Karangdadap, Abdul Qoyyum  menyampaikan beberapa persyaratan yang diajukan oleh warga Kedungkebo. Ada empat hal yakni, pertama masyarakat meminta agar ada beberapa warganya diajak ke Malang untuk study banding terkait dengan pengelolaan sampah secara modern dan ramah lingkungan, kedua, agar dump truk yang membawa sampah   menggunakan bak tertutup sehingga tidak ada sampah yang jatuh dijalanan.

Ketiga warga  meminta dalam pengelolaan sampah tersebut melibatkan tenaga dari warga sekitar sehingga memberikan dampak ekonomi juga di sekitar. Keempat agar juga terkoneksi dengan KBK yang merupakan dibawah pengelolaan BUMDes untuk wisata edukasi dan wisata kuliner. (Eva Abdullah)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
EducationEkonomiLingkungan

Kedutaan Ceko dan Ostrava Zoo dukung kegiatan ekonomi di habitan Owa Jawa

ostrava

Petungkriyono, Wartadesa. – Konservasi Owa Jawa melalui kegiatan ekonomi berkelanjutan di daerah Hutan Petungkriyono, Pekalongan didukungoleh Kedutan Republik Ceko dan Ostrava Zoo. Ostrava Zoo merupakan kebun binatang terbesar di Czechia.

Swaraowa sebelumnya telah menginisiasi pemberdayaan ekonomi melalui kopi untuk konservasi berkelanjutan Owa Jawa di Hutan Petungkriyono. Konservasi yang dilakukan Swaraowa dengan melibatkan warga setempat ini dimulai sejak 2012 lalu.

Penelitian yang dilakukan oleh Swaraowa, mencatat  populasi terbesar untuk Owa di Jawa Tengah terdapat di Hutan Petungkriyono, Pekalongan. Prioritas upaya pelestarian dengan peningkatan ekonomi warga sekitar hutan habitat Owa jawa terus di kembangkan hingga saat ini.

Pengembangan pengolahan komoditas hutan, peningkatan kapasitas kelompok-kelompok masyarakat sekitar hutan dan pemasaran menjadi kegiatan utama untuk mendorong keberlanjutan pelestarian Owa Jawa dan habitat aslinya. Sejak tahun 2012 dengan bantuan Ostrava Zoo dan beberapa donor lain sudah memberikan hasil nyata dengan munculnya usaha kopi untuk konservasi Kopi Owa di tingkat lokal hingga pasar internasional.

Tahun 2019 Owa Jawa bekerjasama dengan Ostrava Zoo menggelar charity run (lari dengan tujuan untuk menggalang dana konservasi Owa Jawa). Dari laman swaraowa disebutkan bahwa tujuan dari penggalangan dana tersebut untuk mendukung tim lapangan dengan kendaraan operasional yang dapat digunakan untuk kampanye edukasi konservasi dan pemasaran produk-produk komuditas kopi Petungkriyono. Gelaran acara tersebut berhasil mengumpulkan dana CZK 200.000. (atau senilai Rp 13.069.274.000).

Dana yang terkumpulkan kemudian diserahkan ke tim swaraowa untuk pembelian kendaraan operasional, mendukung kegiatan ekonomi di habitat Owa Jawa, dan mendukung edukasi konservasil. Penyerahan dana secara simbolis dilakukan perwakilan dari Ostrava Zoo yang di wakili oleh Frantisek Pibirsky dan Jacub Cerny Deputi Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia. (Sumber: swaraowa)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

Harga lombok di pasar tradisional Pekalongan tembus 40 ribu

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Harga lombok atau cabai di Kota Pekalongan dan sekitarnya tembus higga Rp. 32 ribu perkilogram, bahkan Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Pemuda Desa Tegalontar Swadaya adakan Penyemprotan Desinfektan

tegallontar

Sragi, Wartadesa. – Senin (23/03) Sekelompok pemuda Desa Tegalontar Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan mengadakan giat penyemprotan disinfektan di tempat ibadah desa setempat secara swadaya kegiatan berlangsung mulai pukul 19.30 sampai 03.00 dini hari.

Kordinator kegiatan, Gigih mengatakan kegiatan tersebut muncul dari ide beberapa pemuda. “Kegiatan ini muncul dari kawan – kawan pemuda untuk turut serta berberan mencegah munculnya korona dilingkungan kami dan menyikapi berita Hoax yang beredar dimedsos , adapun biaya kami kontengan ( swadaya ) sasaran kami adalah tempat ibadah,” sebut Gigih

Dia berharap masyarakat didesanya jangan panik dan mengikuti apa yang telah dianjurkan oleh pemerintah terkait penyebaran virus Korona (Covid-19).

Kades Tegalontar Mohammad Rizal mengapresuasi apa yang telah dilakukan oleh pemuda didesanya tersebut. “Saya sangat mengapresiasi semangat para pemuda yang telah melaksanakan kegiatan penyemprotan desinfektan tersebut mudah – mudahan akan bermanfaat khususnya untuk masyarakat Tegalontar.” Kata Rizal. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Lingkungan

Akan dibangun taman, sampah di Bojongbata dibersihkan

sampah bojongbata

Pemalang, Wartadesa. – Sampah yang menumpuk, lama, di tepi jalanan Bojongbata, Kabupaten Pemalang dibersihkan kemarin, Jum’at (13/03). Rencananya tempat tersebut akan dibuat taman dengan anggaran dari APBD tahun 2020. Sebelumnya tepi jalanan tersebut  ditumbuhi tanaman pisang dan rumput liar, tapi karena ada satu orang yang  membuang tebangan pohon dan sampah-sampah, akhirnya banyak orang jadi ikut-ikutan.

Warga Perumahan Bojongbata yang berada di RW 17 dan RW 12, bersama pihak Kelurahan, dibantu tenaga DLH Pemalang,  bergotong royong mengatasi timbunan sampah yang sudah sejak lama mengonggok ditempat itu, oleh DLH, timbunan sampah tersebut, rencananya akan segera dituntaskan hari ini juga.

Lurah Bojongbata, Ahmad Saifudin, saat ditemui dilokasi mengatakan, gotong royong membersihkan sampah yang dilakukan warganya dilingkungan RT. 05 RW. 17. merupakan respon bersama agar lingkungan perumahan Bojongbata tidak terlihat kumuh. Kepada seluruh warganya, Lurah Saifuddin berharap, mereka dapat memantau kebersihan dilokasi tersebut, karena menurut Saifuddin, sampah yang dibuang ditempat itu, bukanlah sampah rumah tangga.

“Maka demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, saya minta kesadaran seluruh masyarakat supaya dapat menerapkan ketertiban dalam membuang sampah,” ujar Saifuddin.

Sementara itu, Ketua RW. 17 Kelurahan Bojongbata, Rasiman mengharapkan masyarakat yang membuang, rancah -rancah atau ranting -ranting pohon dan lainnya di lingkungan Perumnas Bojongbata dengan menggunakan armada, supaya bisa langsung masuk ke TPA Pesalakan. Karena menurut Rasiman, lokasi yang digunakan untuk tempat pembuangan sampah tersebut bukanlah TPS namun ditepi jalan umum.

“Jika nanti akan ditunjang dengan restorasi atau taman oleh Pemda, kita akan berkoordinasi dengan Aliansi Patih Sampun. untuk merawat taman tersebut bersama-sama dengan di RW 17 dan 12”, ungka rasiman.

Senada dengan Rasiman, Kepala Unit Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang, Slamet Sugisto berharap, Bojongbata bersih dari sampah. Tempat tersebut, kata Sugisto, kedepan akan dijadikan taman dengan anggaran APBD tahun 2020. Terkait dengan kegiatan gotong-royong yang dilakukan oleh warga RW 17 dan 12, dalam ikut mengatasi sampah liar, pihaknya menyampaikan apresiasi dan terimakasih.  (Eva Abdullah)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

Jembatan putus, jalur Bodas-Pagelaran tak bisa dilalui

jembatan bodas

Pemalang, Wartadesa. – Putusnya jembatan penghubung antara Desa Bodas dan Desa Pagelaran, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang pada Kamis siang (12/03) membuat jalur antar desa tersebut tidak bisa dilalui.

Hujan lebat yang terjadi sejak pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB tersebut menyebabkan banjir besar di Sungai Picung dan meruntuhkan jembatan yang ada di jalan desa, tepatnya di RT 012 RW 003.

“Kejadian berawal hari Kamis tanggal 12 Maret 2020 pukul 14.00 WIB di Desa Bodas terjadi hujan dengan intensitas sedang, sampai dengan pukul 21.00 WIB hujan tidak berhenti. Hal tersebut menyebabkan terjadinya banjir besar di Sungai Picung dan meruntuhkan jembatan yang ada di sungai tersebut,” terang Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu melalui Kapolsek Watukumpul AKP Muawan Subagio.

Berdasarkan peta bencana BPBD Kabupaten Pemalang, Desa Bodas termasuk ke dalam salah satu wilayah rawan bencana tanah longsor di Kecamatan watukumpul karena kondisi tanah yang terjal dan labil, papar  Muawan Subagio

Kesimpulan sementara penyebab bencana hujan sangat lebat dan tanah labil dengan dampak Bencana yaitu akses jalan menuju Desa Pagelaran terputus. Perkiraan Kerugian sekitar 100 juta. Pungkas Muawan. (Eva Abdullah)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
Lingkungan

Ramai-ramai tanam rumput di Cawet

rumput cawet

Pemalang, Wartadesa. – Warga Cawet, Kecamatan Watukumpul, Pemalang bersama jajaran Polres Pemalang, Forkompinda, Dandim 0711, Karang Taruna, GP Ansor, Pemuda Pancasila, Tagana KSB Pemalang ramai-ramai menanam rumput vetiver dalam gelaran Ngrumat Cawet, Nandur Bareng Rumput Vetiver di Desa Cawet, Jum’at (13/03).

Penanaman rumput vetiver bertujuan untuk mengurangi resiko bencana tanah longsor, dikarenakan rumput ini berakar dan berbatang kuat. Selain itu, vertiver bernilai ekonomis, bibitnya dapat dijual, rumputnya dapat dijadikan pakan ternak dan akarnya dapat diolah menjadi kerajinan tangan. Selain itu rumput ini dapat merehabilitasi lokasi-lokasi yang kurang subur serta dapat menjaga kelestarian lingkungan.

Bupati Pemalang, Junaedi dalam kesempatan tersebut mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, karena potensi bencana cenderung meningkat setiap tahun, akibat pergerakan bumi berbeda beda. “Karena itu masyarakat dituntut lebih peduli terhadap lingkungan,” kata Junaedi.

Menurut Junaedi, Kecamatan Watukumpul merupakan wilayah dengan potensi bencana tertinggi di Kabupaten Pemalang, seperti tanah longsor, sehingga menjadi prioritas konsentrasi bersama, agar lebih waspada.

Diketahui, akar rumput vetiver berbentuk serabut dan jauh masuk kedalam tanah setelah tumbuh, akarnya dapat mencapai hingga kedalaman 5.2 meter. Jika ditanam di lereng-lereng keras dan berbatu, ujung-ujung akar vetiver mampu masuk menembus dan menjadi semacam jangkar yang kuat.

Akar-akar ini mampu menahan partikel-partikel tanah sehingga dapat mencegah erosi. Batangnya kaku dan keras, tahan terhadap aliran air. Jika ditanam rapat atau berdekatan, akan membentuk pagar dan mampu mengurangi kecepatan aliran air dan menahan matrial sediment. Tumbuhan ini tidak menghasilkan bunga dan biji-bijian namun dapat tumbuh menyebar seperti alang-alang atau rerumputan lainnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Desa di Pemalang didorong buat Perdes Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan

spanduk

Pemalang, Wartadesa. – Desa-desa di Kabupaten Pemalang didorong untuk menghasilkan Peraturan Desa (Perdes) tentang pelestarian lingkungan. Perdes tersebut  sedang digodog oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH)Kabupaten Pemalang bersama para kades dan lurah se-Kabupaten Pemalang selama tiga hari mulai Senin (02-04/03).

“Acara sosialisasi penyusunan Perdes berdasarkan undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dalam upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran atau kerusakan lingkungan,” kata Suyanto dalam sambutan yang dibacakan di gedung pertemuan di kawasan Jalan A Yani, Kabupaten Pemalang.

Suyanto menambahkan bahwa warga mempunyai hak dan kesempatan seluas-luasnya untuk berperan aktif dalam perlindngan dan pengelolaan lingkungan. Ia berharap agar warga turut serta terlibat dalam penyusunan Perdes tersebut.

Sementara itu perwakilan para kades mengusulkan agar Pemkab Pemalang membantu anggaran dalam pengelolaan sampah, karena ADD tidak masuk  dalam menejemen ADD, dan kalau pun ada, anggaran tersebut tidak cukup.

Seperti diberitakan Warta Desa sebelumnya, sejumlah anak muda yang tergabung dalam Comal Unity merasa geram dan marah terhadap perilaku warga yang tidak bertanggungjawab dengan membuang sampah tidak pada tempatnya. Sontak akhirnya merekapun memutuskan untuk memasang spanduk yang berisi tulisan mendoakan pembuang sampah sembarang ditempat tersebut dicabut nyawanya.

“Ya Allah mohon cabutlah segera nyawa mereka yang buang sampah di sini,” begitu tulisan spanduk yang dipasang warga di TPS liar, depan makam Purwoharjo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Bagaimana tidak ngeri membaca spanduk tersebut.

Tidak hanya itu, dibawah tulisan tersebut mereka juga menuliskan pemberitahuan ancaman pidana bagi yang ketahuan membuang sampah sembarangan akan dihukum penjara 3 bulan atau denda Rp 50 miliar sesuai dengan Perda No. 13 tahun 2012. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Wiradesa dan Wonokerto bak kota air, berikut video warga

banjir woker

Wonokerto, Wartadesa. – Seorang warganet asal Wonokerto, Nurkasih Andi, Pekalongan mengunggah kondisi banjir di wilayah kecamatan setempat. Banjir merendam wilayah tersebut hingga setinggi paha orang dewasa. Senin (24/02). Dalam video tersebut ia mengungkapkan bahwa kondisi alam yang ekstrim perlu disikapi bersama, terutama para pengambil kebijakan, lantaran tempat tersebut sudah puluhan tahun, banjir saat hujan turun.

[ae-fb-embed url=’https://www.facebook.com/wartadidesa/videos/208422950305026/’ width=’500′]

Kapolsek Wiradesa AKP Yorisa Prabowo mengungkapkan bahwa banjir merendam desa dan kelurahan di Kecamatan Wiradesa meliputi Kel. Pekuncen, Kel. Kepatihan, Kel. Bener, Kel. Mayangan, Desa Bondansari, Desa Kauman, Desa Kemplong, Desa Kadipaten dan Desa Petukangan.

Sedangkan wilayah Kecamatan Wonokerto, meliputi Desa Wonokerto Kulon, Desa Wonokerto Wetan, Desa Pecakaran , Desa Tratebang , Desa Semut, Desa Api-Api, Desa Pesanggrahan, Desa Sijambe, Desa Bebel, Desa Rowoyoso dan Desa Werdi .

Banjir yang menggenangi beberapa desa dan kelurahan tersebut diakibatkan curah hujan yang tinggi dan hanya menggenangi diruas-ruas jalan dengan ketinggian air sekitar 10 – 40 cm, kemudian hanya beberapa rumah yang terendam banjir dengan ketinggian sekitar 10-40 cm. (Eva Abdullah)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Lingkungan

Ratusan anak-anak padati kali Wuled, ada apa?

tebar ikan

Tirto, Wartadesa. – Ratusan anak-anak beserta warga Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan memadati area sungai di sepanjang ruas jalan desa setempat. Para peserta didik, mulai dari playgrup, PAUD, TK beserta guru mereka tampak berbondong-bondong, mereka berbaris rapi, guna memeriahkan penebaran benih ikan nila di sungai depan Balai Desa Wuled. Sabtu (08/02).

Perhelatan yang juga dihadiri oleh Camat Tirto, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dan kelembagaan desa serta tokoh masyarakat tersebut berlangsung semarak.

Wasduki, Kepala Desa Wuled mengatakan bahwa kegiatan tersebut telah direncanakan sejak awal tahun lalu. “Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan lingkungan yang sudah kami rencanakan, awal tahun lalu kami mengajukan proposal bantuan benih ikan kepada Dinas Kelautan dan perikanam Kabupaten Pekalongan, Alhamdulillah bisa kami laksanakan hari ini,” jelasnya.

Pelibatan anak-anak pada kegiatan penebaran benih ikan tersebut menurut Wasduki, agar generasi penerus mencintai dan menjaga lingkungan sejak dini. “Adapun kami melibatkan anak-anak, mereka adalah generasi penerus dengan diikut sertakan mereka pada kegiatan semacam ini, kami harap bisa tertanam jiwa dan semangat untuk mencintai dan menjaga lingkungan dan ekosistem sejak dini,” harap wasduki

Agus Dwi Nugroho, Camat Tirto dalam sambutanya berpesan supaya warga Wuled bisa menjaga lingkungan utamanya sungai yang telah ditaburi benih ikan

“Setelah ditaburi ikan saya harap sungainya dijaga, jangan buang sampah ke sungai, buanglah sampah pada tempatnya karena sungai akan kotor dan tencemari, nanti ikanya bisa mati. Sebelum ikanya besar jangan diambil dulu tunggu setelah ikan itu besar baru bisa dipanen, “pesan Camat Tirto kepada anak – anak dan semua yang hadir di lokasi tersebut.

Penebaran benih diawali oleh Camat Tirto, Kepaladesa, perwakilan dari pesertadidik dan masyarakat, tak ketinggalan peristiwa tersebut juga diabadikan oleh para ibu-ibu dengan berswafoto atau selfie. ( Eva Abdullah )

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Langgar kesepakatan berulang, warga Pegaden Tengah minta Pemdes tegas

langgar kesepakatan
Wonopringgo, Wartadesa. – Pengusaha cucian jins di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan ini nekat tetap beroperasi meski pada Jum’at (24/01) telah menandatangani surat pernyataan tidak akan beroperasi sebelum pengolahan IPAL nya sesuai dengan baku mutu air.
 
Sidak (inspeksi mendadak) warga bersama BPD Desa Pegaden Tengah mendapati Karim masih mengoperasikan usahanya. Sidak yang dilakukan pada Senin (27/01) tengah malam tersebut membuktikan bahwa pernyataan yang dibuat pengusaha tidak dijalankan.

Warga setempat, Ahmad saat dihubungi Warta Desa mengatakan bahwa pada Jum’at (24/01) telah dilakukan pertemuan warga dengan Dinas LH, Pol PP yang difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Wonopringgo dan Pemdes Pegaden Tengah, terkait pelanggaran yang dilakulan pengusaha cucian jins di Pegaden.
 
“Dari LH hanya mengeluarkan sangsi SP 1, Padahal sudah melanggar lima kali. Dan warga menolak hasil keputusan itu,” tutur Ahmad.
 
Terkait dengan dilayangkannya surat peringatan pertama oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalongan, warga menolak. Mereka berharap agar pemerintah desa setempat melalui dinas terkait menutup usaha cujian jins yang tidak sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 5 Tahun 2014, tentang Pengelolaan Air Limbah.
 
“Warga ingin Pemdes Pegaden Tengah dan dinas terkait bertindak tegas. Warga ingin loundry jeans saudara Karim dtutup selamanya,” tutup Ahmad. (Eva Abdullah)
Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

selengkapnya